Seorang gadis dari keluarga kaya jatuh cinta pada pria biasa. Dia memalsukan identitas dan menikah dengan pria itu. Tidak hanya itu, karena dia secara diam-diam meminta bantuan keluarga untuk membantu karir suaminya.
Sayangnya, setelah sang suami sukses, wanita itu di selingkuhi dan bahkan di ceraikan.
Untuk membalas dendam, dia kembali ke keluarganya dan menjadi putri salah satu dari 10 keluarga terkaya di dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dava hanafisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"Andai aku tau Alisha anak tunggal dari pak Darren itu dari dulu, tak akan ku biarkan dia menceraikan ku, aku menyesali sekali keputusan itu. Andai saja dulu Ibu dan Yasmin tidak mengolok-olokku untuk cepat menandatangani surat perceraian itu. Hah sial! Sudah terlambat semuanya." ucap Elenoa kesal dalam mobilnya. Ia langsung melajukan mobilnya untuk kembali kekantor.
Setibanya dikantor. "Pak tadi ada telfon dari PT. Selaras Jaya menanyakan perihal invoice yang saya kasih ke Bapak tadi." tutur receptionist tersebut.
"Oke baik, saya akan menghubunginya kembali." jawab Elenoa sambil berlalu pergi kembali keruangan nya.
Setiba diruangan nya Elenoa langsung melemparkan tasnya ke sofa dan menjatuhkan tubuhnya disamping tasnya itu.
Tak berselang lama Elenoa kembali ke meja kerjanya dan membuka laptop tersebut. "Apa aku jual saja Apartmentku untuk membayar invoice itu dan sisanya bisa aku gunakan untuk kembali membangun perusahaanku ini." gumam nya dalam hati dan ia akhirnya memasarkan Apartment nya tersebut.
*****
"Bu.. Aku minta uang dong untuk jalan nanti dengan teman-temanku."
"Apa kamu bilang minta uang? Kamu itu ya, harusnya bekerja membantu kakak kamu yang sedang kesulitan, bukan nya malah minta uang terus seperti ini."
"Kenapa sih bu, biasanya juga aku minta uang gak pake diceramahin dulu."
"Yasmin, sekarang ini kondisinya sudah berbeda. Liat kakak kamu lagi berjuang membangun kembali perusahaan nya, ibu tidak mau hidup seperti dulu Yasmin."
"Jadi ibu gak mau kasih aku uang nih?." tanya nya sambil pergi meninggalkan ibu nya.
Tak berselang lama Yasmin keluar dari kamarnya dengan berpakaian yang rapi. "Mau kemana kamu Yasmin? Kamu tidak pernah mendengarkan ucapan ibu kamu ya? Dasar anak keras kepala kamu!."
Yasmin tak menghiraukan ucapan Ibunya itu, ia tetap pergi meninggalkan rumahnya.
*****
Setibanya disalah satu mall Yasmin langsung bertemu dengan teman-teman nya. Namun pandangan nya tertuju pada seorang wanita cantik dan berpenampilan sangat menarik yang baru saja turun dari mobil mewah. "Alisha...?."
"Iya itu Alisha? Cantik sekali dia, dan penampilan nya pun sangat berbeda sekali dengan dulu." Yasmin melihatnya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala tanpa berkedip.
"Yas.. Liat siapa sih sampai segitunya gak berkedip." tanya salah satu teman nya.
"Itu bukan nya Alisha kakak ipar kamu ya Yas? Wah cantik sekali dia penampilan nya, sangat berbeda dengan yang dulu." sahut teman Yasmin yang lain nya.
Sementara itu Yasmin masih terdiam melihat Alisha berjalan masuk menuju salah satu toko Tas branded.
"Yas kok kamu malah ngeliatin aj sih, gak kamu sapa kakak ipar kamu itu?." Teman-teman nya ternyata belum mengetahui kalau Elenoa dan Alisha sudah berpisah.
"Apa sih kalian ini, sudah yuk kita cari mall yang lain saja." gerutu Yasmin kesal. "Malu sekali aku kalau sampai Alisha melihat penampilanku, karena penampilan dia lebih menarik dibanding aku." Yasmin terus membicarakan Alisha dalam hatinya.
Malam harinya saat Yasmin tiba dirumah, ia langsung menjatuhkan tubuhnya disofa.
"Ada apa sih Yasmin, kamu buat Ibu kaget saja."
"Bu.. Tadi aku bertemu dengan Alisha dimall, penampilan dia berbeda sekali dengan yang dulu dan yang bikin aku lebih malu lagi, teman-teman aku meledek aku dan membandingkan penampilan aku dan Alisha. Sial!."
"Terus Ibu harus apa Yasmin? Makanya kamu kerja dong cari uang yang banyak, jangan hanya bisanya menghabiskan uang saja. Kamu tunjukkan kalau kamu bisa lebih dari Alisha."
"Aduh bu, kenapa sih Ibu malah jadi seperti teman-temanku. Nyesel aku cerita sama ibu." gerutu Yasmin langsung pergi kekamarnya.
**
**
"Elenoa kemana ya sudah jam segini belum pulang juga." Rizka yang sangat khawatir dengan keberadaan Elenoa saat ini.
Tak berselang lama Elenoa tiba dirumahnya.
"El.. Dari mana saja kamu, tumben jam segini baru pulang. Ibu khawatir sekali, Nak dengan kamu."
"Iya Bu, aku pusing sekali memikirkan semua ini. Hari ini aku menjual Apartement ku, Bu."
"Apa.. Apartemen kamu jual? Memang tidak ada cara lain El? Lama-lama aset kamu akan habis kalau seperti ini."
"Alisha tidak memberikan aku kesempatan, Bu. Untuk bisa bekerja sama lagi. Ya sudah mau gak mau aku harus menjualnya. Sebagian dana nya untuk modal perusahaanku dan sebagian lagi aku harus membayar ke perusahaan lain."
"Tega sekali Alisha melakukan ini kepada kita El. Kalau saja Ibu tau siapa Alisha yang sebenarnya, hidup kita akan terus enak El."
"Sudah lah bu, semua ini salah kita. Andai saja dulu Ibu dan Yasmin tidak menyuruhku untuk secepatnya menandatangani surat perceraian itu. Dan andai saja perlakuan Ibu dan Yasmin terhadap Alisha tidak sejahat itu mungkin semua tidak akan seperti ini."
"Kenapa kamu jadi menyalahkan Ibu dan Yasmin? Kamu juga sudah berselingkuh El dengan Alea. Malah sekarang Alea meninggalkan kamu, pintar sekali wanita itu."
"Ya sudahlah Bu, semua sudah terjadi."
"Tapi El kamu harus mencari cara lain supaya perusahaan kamu tetap bertahan, ingat ya El ibu tidak mau kembali hidup seperti dulu."
Tak ada jawaban dari Elenoa, ia langsung meninggalkan Ibu nya dan kembali kekamar.
*****
Tiga bulan kemudian...
"Bu.. mulai besok Ibu dan Yasmin bisa merapikan barang-barang dirumah ini, karena rumah ini mau aku jual." ucap Elenoa lirih.
"Kamu bilang apa El, akan menjual rumah ini? Tidak! Ibu tidak mau tinggalkan rumah ini! Jangan bicara sembarangan kamu El."
"Aku tidak sedang bercanda Bu, aku masih membutuhkan uang banyak untuk perusahaanku."
"Memang tabungan kamu kemana El? Habis untuk membiayai Alea saat itu? Kurang ajar sekali dia, saat kamu seperti ini malah dia pergi meninggalkan kamu. Memang tak ada yang lebih baik dari Alisha, dia wanita yang baik dan rajin. Hanya saja, saat itu Ibu terlena oleh harta, sehingga tak bisa melihat Alisha dengan kesederhaan nya."
"Sudahlah Bu, biarkan Alisha menjadi masa laluku. Karena mau bagaimana pun juga semua sudah tak bisa dirubah lagi. Hatinya sudah mati, semua cinta yang Alisha miliki kian terkikis oleh kebencian, karena ulah kita sendiri. Saat itu kita begitu jahat dan tega memperlakukan nya dengan tak layak, dia bagaikan pembantu dirumah ini. Bukan seperti istri atau pun menantu seperti yang ia harapkan."
"Maafkan atas perlakuan kami disini Alisha, Semua salah ibu, Nak." tutur Rizka dalam hatinya.
Siang harinya...
"Yasmin, ayo cepat kemaskan barang-barang kamu. Tadi pagi kakakmu sudah berpesan kepada ibu, untuk segera merapikan barang-barang dirumah ini."
"Kenapa sih bu, mau kemana memang nya kita?."
"Rumah ini mau dijual kakakmu, dia masih perlu banyak dana untuk perusahaan nya."
"Apa! Rumah ini mau dijual?." Sontak Yasmin terkejut dengan ucapan ibunya itu. "Terus kita mau tinggal dimana, Bu? Jangan bilang dirumah sempit dan kampung seperti dulu! Aduh, Bu. Mimpi apa aku semalam."
"Sudah jangan banyak bicara kamu, cepat kemaskan barang-barang kamu!."
Disisi lain...
"Alisha.. Papa sangat bangga kepada kamu, Nak. Semenjak perusahaan ini dipimpin olehmu, banyak sekali keuntungan yang kita dapatkan."
"Alhamdulillah Pa, kalau Papa merasa puas dengan kerjaan ku. Tapi aku masih harus banyak belajar lagi Pa, karena menurutku ini belum seberapa."
"Iya, Nak. Yang terpenting kamu harus tetap fokus ya. Oh iya, Papa mendengar kabar, bahwa beberapa bulan lalu Elenoa menjual Apartemen nya. Untuk modal perusahaan dia."
"Biarkan lah Pa, aku juga mendengar kabar itu. Bahkan kabar terbarunya rumah yang ditempatinya dalam proses penjualan juga Pa. Tapi aku tak mau mencampurinya. Biarkan saja mereka merasakan penderitaan itu kembali."
Papanya tak kembali menanggapi ucapan anaknya itu, karena yang terpenting sekarang ini anaknya sudah kembali. Dan bisa menikmati hidup yang bahagia seperti dulu.
*****
"Kak kalau rumah ini dijual kita akan tinggal dimana? Apa kakak membeli rumah kampung seperti dulu? Atau masih rumah mewah seperti ini?."
"Jangan banyak tanya kamu Yasmin! Seharusnya kamu itu membantuku untuk tetap hidup enak. Bukan malah menghakimi ku dengan berbagai pertanyaan kamu! Percuma kamu sudah aku sekolahkan diuniversitas mahal, tapi tidak kamu pergunakan dengan baik." Elenoa merasa kesal dengan tingkah Yasmin yang semakin menjadi-jadi."
"Ini semua gara-gara Alisha kak, kalau saja dia tidak melakukan ini kepada kita. Tidak akan mungkin hidup kita seperti ini."
"Jaga ucapan kamu Yasmin! Harusnya kamu sadar diri apa yang sudah kamu lakukan padanya, kalau saja kamu memperlakukan nya dengan baik. Semua ini juga tidak akan mungkin terjadi!."
"Alisha.. Sekarang semua orang membela kamu dan menyalahiku. Tunggu pembalaskan ku Alisha!."