NovelToon NovelToon
Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:50.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: shanum

JANGAN DIBACA!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah Nyata 8

JANGAN PLAGIAT HARGAI KARYA SAYA JUGA KISAH KELUARGA SAYA. BUATLAH KARYA SENDIRI! YANG UDAH PLAGIAT ENTAH YOUTUBE ATAU PLATFORM LAIN TOLONG HAPUS, SEBELUM KAMI****MELAPORKAN!!

Pagi hari perempuan masih berbalut piyama tidur itu menuju kamar mandi untuk sejenak membersihkan diri dan mengganti pakaian sebelum ke bawah. Rena berencana membuat sarapan untuk anak juga suaminya, meskipun ia belum mengetahui pasti apa saja yang biasa dimakan oleh keluarga barunya itu.

Mempercepat untuk membersihkan diri, Rena segera turun ke bawah meninggalkan Dimas tetap terlelap dibalik selimut nyaman. Tampak sangat lelap, hingga tak mendengar suara pintu terbuka. Sedangkan Rena langsung saja menuju dapur, mengikat rambut tinggi dibelakang serta mengenakan apron sebelum memulai kegiatan dalam dapur.

Bi Ijah melihat Nyonya barunya itu, berusaha mencegah agar tak ikut turun tangan dalam mengurus pekerjaan yang menjadi pekerjaannya. Namun Rena masih kekeh ingin membuatkan sarapan pagi ini, dan tak mendengarkan perkataan pelayan merasa segan tersebut.

Hanya tiga puluh menit digunakan rena untuk memasak nasi goreng dengan telor ceplok, Ia pun berjalan meninggalkan dapur untuk membangunkan Aulia setelah menata nasi goreng di atas piring. Rena menapaki setiap anak tangga, merapikan sedikit rambut jatuh beberapa helai ke wajah.

"Sayang, tuan putri Mami ayo bangun. Kamu kan harus sekolah," lembut Rena begitu tiba dikamar dan duduk di tepi ranjang membungkuk untuk menciumi wajah putrinya hingga terbangun.

"Mami?" mengerjap kedua mata Aulia mencoba terbangun, melihat seseorang tersenyum tepat didepan wajah lalu memeluknya.

"Hm, anak Mami kenapa bangunnya siang banget sih? emangnya engga sekolah?" lembut Rena bertanya, masih dipeluk oleh bocah kecil bersikap manja.

"Sekolah dong," parau Aulia menjawab.

"Yaudah sekarang mandi, terus sarapan ya sayang. Mami udah siapin sarapan buat kamu," kata Rena melepaskan pelukan.

"mandi sama Mami," rengek manja Aulia, dibalas senyuman perempuan mencubit gemas pipinya.

"Oke!" mantap Rena menjawab.

Rena mengangkat tubuh Aulia untuk mulai memandikan, dengan begitu sabar. Ia merawat Aulia telaten, dari mulai memandikan hingga mengganti pakaian juga mengikat rambut. Sifat keIbuan dimiliki, tak membuatnya susah beradaptasi karena memang menyukai anak kecil.

"Auli sayang, Mami!" kata Aulia usai siap dengan seragam juga ikat rambut dua seperti biasa.

"Mami juga sayang Kamu," sahut Rena diberikan ciuman oleh putrinya.

Sikap manja juga kasih sayang ditunjukkan keduanya, tanpa menyadari dua pasang mata telah mengamati dari tengah pintu. Dimas sudah siap dengan pakaian kerja bersandar di pintu melipat tangan depan dada seraya memperhatikan.

Terlintas sebuah perkataan tegas seseorang yang memintanya mencintai istrinya sekarang, semua disadari Dimas dan ingin mencoba untuk menerima kehadiran Rena dalam hidupnya. Entah mengapa Dimas sangat menuruti setiap kata dari orang itu, dan berusaha membuka pintu hatinya untuk seseorang sudah dinikahi kemarin.

"Apa ini saatnya?" batin Dimas.

"Andai saja itu kamu dan bukan orang lain, semua pasti akan sangat menyenangkan. Tapi semua sudah menjadi pilihan kamu yang harus aku turuti," batin kembali Dimas dengan mata masih menyaksikan kearah dua orang di sofa dalam kamar.

"Ternyata dia juga cukup baik untuk menjadi seorang Ibu, lagipula dia sangat menyayangi Aulia. Tapi kalau sampai dia tahu semuanya, maka.." batin kembali Dimas tanpa melanjutkan dan pergi meninggalkan kamar bertema serba princess tersebut.

Tanpa diketahui siapapun, Dimas berjalan menyusuri rumah dengan tatapan mata sedikit kosong, ia menuju ke ruang makan dan duduk disana. Sudah siap teh hangat juga koran seperti biasa yang disiapkan oleh Bi Ijah, karena kebiasaan membaca koran sembari menikmati teh hangat tiap pagi.

Mendengar tapak kaki menuruni tangga, mata Dimas menoleh ke sumber suara. Dilihatnya Rena menggendong Aulia seraya membawa tas sekolah lalu meletakkan putrinya di kursi ruang makan. Dimas melipat koran dan meletakkan di atas meja, menyapa putrinya.

"Bapak sudah bangun? Saya siapkan sarapan dulu," ucap Rena menyapa, hanya dijawab anggukan tanpa kata dari lelaki mencondongkan tubuh ke arah putrinya.

Rena beranjak ke arah dapur mengambilkan nasi goreng sudah dimasaknya tadi. Sejenak, Dimas bertanya juga bertanya pada Aulia menyampaikan salam yang dititipkan padanya dan cukup membuat Aulia sangat bahagia.

"Ini sarapannya, Pak. Saya tidak tau Bapak sukanya apa jadi Saya cuma buatkan ini," kata Rena menyodorkan piring berisi nasi goreng berhias telor di atasnya.

"Kamu yang masak ini?" tanya Dimas menatap piring di depannya.

"Iya, Pak. Semoga Bapak sama Aulia suka," kata Rena berpindah ke arah putrinya dan duduk bersebelahan.

"Mami, aku mau disuapi." Manja Aulia.

"Iya, sayang. Tapi harus dihabiskan ya?" lembut Rena mengusap lembut kepala Aulia dan tersenyum.

Aulia membalas dengan senyuman tulus, Rena meraih piring dan menata nasi di atas sendok lalu menyuapi putrinya. Tampak kebahagiaan terukir dari wajah polos gadis kecil amat lahap menikmati makan, membuat Dimas merasakan hal sama.

"Ih, anak Papi pinter banget nasinya habis semua." Puji Dimas melihat makanan di piring putrinya bahkan tak bersisa.

"Iya dong, Pi. Masakan Mami enak banget," senyum Aulia bangga.

Dimas tersenyum mendengar ucapan putrinya, tak biasanya Aulia menghabiskan cepat makanan seperti pagi ini. Semua pasti karena hati yang bahagia juga disuapi oleh seseorang yang diinginkan. Semua pengorbanan dilakukan dalam perasaan seperti tak sia sia bagi Dimas juga seseorang ditempat lain ketika melihat senyum ceria Aulia.

Apapun rela mereka berdua lakukan untuk memberikan kelengkapan keluarga pada Aulia. Kelengkapan sebuah keluarga kcil yang mungkin takkan bisa terwujud bersama dalam waktu dekat, hingga merelakan Dimas menikah bersama orang lain dan meminta untuk mencoba mencintai.

Semua ikhlas dilakukan demi kebahagiaan Dimas juga Aulia yang mungkin tak mampu diberikan karena status membelenggu keduany. Walaupun perasaan telah mengikat mereka menjadi satu hati, namun keadaan membuat langkah mereka sulit mewujudkan sebuah hubungan yang juga diimpikan bersama.

Perbedaan usia terlalu jauh, bukanlah sebuah alasan utama bagi Dimas dengan seseorang kini dikirim belajar di luar negri. Tapi campur tangan keluarga membuat semua keadaan rumit ketika ingin bersatu, meski keduanya juga belum mengatakan apapun karena rasa takut dari seseorang yang ingin fokus pada pendidikan lebih dulu.

Setelah puas menikmati sarapan dan sedikit melegakan perut, Dimas dan Aulia beranjak untuk pergi. Aulia memang selalu berangkat bersama Papinya ketika tak repot, dan akan dijemput Pak Adi ketika kembali dari sekolah. Pak Adi adalah sopir pribadi di kediaman Dimas.

Rena mengantarkan anak dan suaminay hingga teras rumah, berhenti karena Aulia ingin mencium tangan juga wajah cantiknya. Rena berpindah meraih tangan lelaki ingin berjalan menuju mobil terparkir depan teras rumah, lalu mencium tangannya.

Tampak aneh bagi Dimas akan apa yang dilakukan Rena padanya. Sebelumnya ia tak pernah mendapatkan perlakuan itu, hanya ciuman yang selalu diberikan ketika ia hendak berangkat juga ketika kembali dari kantor. Sepertinya ia harus mulai membiasakan hal itu mulai sekarang, karena Rena pasti akan melakukan setiap hari.

"Pak, setelah ini Saya akan pergi ke tempat magang. Mungkin nanti pulang sekitar pukul lima sore," kata Rena begitu sampai dekat pintu mobil.

"Oh iya, minta Pak Adi buat antar kamu nanti!" jawab Dimas tegas.

"Tidak perlu, Pak. Saya naik motor saja soalnya pasti macet nanti, lagipula Saya sudah biasa naik motor." Rena menjawab santun.

"terserah Kamu aja, tapi bawa ini." Dimas menyerahkan kartu ATM diraihnya dari dalam dompet dan menyodorkan tepat dihadapan Rena.

"Tidak perlu, Pak. Saya sudah punya uang sendiri, " jawab Rena selalu mendapat kiriman uang bulanan dari Papanya untuk biaya hidup juga uang kuliah.

"Saya sekaran suami kamu, jadi Saya ada kewajiban untuk memberi nafkah ke Kamau!" tegas Dimas tetap menyodorkan ATM.

"Nanti saja kalau bapak sudah bisa membuka hati untuk Saya, maka Saya akan menerima apapun yang Bapak berikan. Untuk sekarang jangan dulu," sopan kembali Rena menjawab.

Perkataan Rena seakan menyentak perasaan Dimas, ia memasukkan kembali ATM dan menghargai keputusan dibuat. Lelaki berparas tampan itu memasuki mobil dimana Aulia sudah menunggu. Mesin dinyalakan oleh Dimas, melaju perlahan meninggalkan halaman rumah.

Masih terlihat Rena melambaikan tangan pada Aulia yang juga melambaikan tangan padanya. Dimas melihat dari arah spion, menyunggingkan sedikit senyum tipis dan pergi meninggalkan rumah untuk mengantarkan putrinya lebih dulu ke sekolah.

Ia merasakan sebuah ketakutan untuk memulai semua dari awal dan membuka hati telah terisi orang lain, Dimas benar benar tidak berniat menikahi Rena di awal. Semua hanya dilakukan demi Aulia, dan diberi ijin oleh orang yang ingin dimiliknya sedari dulu, Segalanya tetap menjadi dilema bagi Dimas, belum mampu menata hati untuk siapapun lagi walau sudah memikirkan untuk mencoba.

1
Rafalia Azain
coba mampir dah
zeus
Othornya baperan..!!
zeus
Meski udh skip be2rapa bab
Msh puyeng dg Ceritanya dan tingkah Mc nya
zeus
Model perempuan kyk gitu kok di Tunggu...
Yg ada makan ATI.. Ujung2nya anakmu yg jd korban..
Fonhy.J
Astaga ternyata beneran mereka cerai😭😭😭
Fonhy.J
keren papa erwin biar mama nathalie sadar
Fonhy.J
astaga rasanya aku pengen jambak mamanya dimas thor🤭🤭
Fonhy.J
Thor mataku hampir bengkak karna nangis😭😭😭
Baper bngt aq thor
Fonhy.J
Sakit banget thot dihina terus ditampar lagi😭😭
Fonhy.J
Dimas kmu keterlaluan😭😭😭
Fonhy.J
Thor aq juga ikutan nangis🤭
Fonhy.J
Thor aq penasaran siapa sih org itu kayak berarti bngt buat dimas🤭🤭
Sophia Aya
mampir Thor
Maestra Fajri: baca novel aku juga yah
total 1 replies
Roky Gunawan
keren
QuQaQo
alurnya lambat
Eri Juwariah
cerita nya bagus kok. lanjut Thor
Maulana ya_Rohman
masih nyimak...
Maulana ya_Rohman
terkadang anak² yang jadi bahan pertimbangan...😢😢😢😢🤧
Manaf Andaresta
serru
Manaf Andaresta
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!