NovelToon NovelToon
My Sweet Revenge : Uncle

My Sweet Revenge : Uncle

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Kehidupan di Kantor
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.

"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.

"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.

Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Kaisar 2

Kaisar terus mengemudi sambil sesekali melirik Kiara yang duduk di sampingnya. Kiara tampak fokus membaca laporan yang diberikan Aldo. Wajah seriusnya benar-benar lucu dan membuat Kaisar tersenyum.

"Serius sekali, baca apa?" tanya Kaisar sambil memutar setir mobilnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain sibuk mengoperasikan tuas transmisi.

Walaupun Kiara sedang fokus membaca, namun sudut matanya tetap memperhatikan gerak gerik Kaisar, dan gerakannya saat ini, benar-benar membuat jantung Kiara jumpalitan tak karuan. Kenapa sih, lelaki menyetir dengan satu tangan itu kelihatan seksi, ya!

"Kia?" panggil Kaisar.

"Ya! ya? kenapa Pak?" kaget Kiara karena lamunannya tentang ke-seksian Kaisar ambyar oleh suara merdu dan berat itu.

"Kamu baca apa? kok, serius sekali?" ulang Kaisar, karena sepertinya Kiara tak mendengarkan pertanyaannya barusan.

"Oh. Saya sedang mencoba mempelajari bahan meeting, supaya nanti bisa membantu Pak Kaisar nanti," ucap Kiara sambil tersenyum dan menunjukkan laporan yang tadi di berikan Aldo.

Kaisar menarik ujung bibirnya, "nggak usah repot-repot. I can handle it my self," ucapnya sambil kembali memutar setir mobilnya. "Kita sudah sampai," lanjutnya lagi sambil melepaskan seatbeltnya.

Kiara celingukan dan baru tersadar jika mereka sudah berada di basemant sebuah gedung. "Oh, astaga, kok sudah sampai..." gumamnya gugup sambil buru-buru membuka pintu mobil.

Karena terlalu gugup, Kiara lupa jika dia belum melepaskan seatbeltnya. Dan saat dia akan keluar, tubuhnya tertarik tak bisa lepas dari kursi. "Eh! ke-kenapa ini!" kagetnya seperti orang linglung. "Astaga!" pekik KIara kesal pada dirinya sendiri karena begitu ceroboh. Dia pun segera membuka seatbeltnya namun sepertinya kuncinya macet dan membuat KIara tak bisa lepas.

"Kenapa?" tanya Kaisar yang tiba-tiba saja sudah berdiri di dekat pintu yang sudah di buka Kiara barusan.

"Ehm, ini.. macet..." ucap Kiara pasrah.

Kaisar menundukkan badannya, dan berusaha membantu Kiara melepaskan seatbeltnya.

Kiara menahan napas saat wajahnya begitu dekat dengan wajah Kaisar. Wangi cedarwood yang menguar dari tubuh Kaisar, membuat jantung Kiara berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.

"Sudah," ucap Kaisar sambil menoleh ke arah Kiara dan membuat jarak mereka semakin dekat. Kedua ujung hidung mereka bahkan saling bersentuhan membuat Kiara mematung tak berani bergerak.

Kaisar tersenyum  dan menatap bibir Kiara yang tampak menggodanya. "Maaf, aku nggak bisa menciummu sekarang, karena kita sudah hampir terlambat untuk meeting, Kia," ucapnya lirih, lalu Kaisar menegakkan badannya dan menunggu Kiara agar keluar dari mobil.

Wajah Kiara merona karena ucapan Kaisar barusan, lalu dia segera keluar dari mobil dan menatap Kaisar dengan wajah kesal, "memangnya kapan Saya minta cium?' ketusnya.

Kaisar hanya tergelak, kemudian berjalan meninggalkan mobilnya di area parkir, diikuti Kiara.

.

Kaisar dan Kiara berjalan beriringan menuju sebuah ruangan yang di tunjukkan oleh staff Hotel. Walaupun terlihat tenang, jantung Kiara benar-benar berdebar tak karuan, karena ini kali pertamanya dia menemani Kaisar untuk meeting dengan investor asing.

Kiara melirik bos nya yang tampak santai, dia tetap terlihat berwibawa dan berkarisma layaknya pohon besar nan kokoh yang tak akan roboh meskipun angin besar menerpanya.

Kaisar menghentikan langkahnya saat berada di depan sebuah pintu besar, otomatis Kiara pun ikut menghentikan langkahnya.

Kaisar menoleh lalu menghadap ke arah Kiara, "bagaimana penampilanku? apakah ada yang berantakan?" tanya Kaisar.

Kiara memperhatikan Kaisar. Rambut tertata rapih, kulit bersih  dengan hidung terpahat sempurna dan rahang tegas, benar-benar tampan rupawan -tak ada cela! sempurna!

Kiara menelan salivanya, lalu mendekati Kaisar dan memperbaiki dasi Kaisar yang sedikit miring, "Anda terlihat sempurna," lirih Kiara.

Kaisar terpaku menatap Kiara untuk sekian detik, lalu tersenyum, "thank you," bisiknya. Setelah itu, Kaisar membuka pintu besar itu dan berjalan dengan penuh percaya diri memasuki ruang meeting.

Kiara duduk di kursi yang telah di sediakan -kursi kusus para sekretaris atau asisten para pengusaha yang mengikuti meeting. Dari kursinya, Kiara terus memperhatikan Kaisar yang tengah sibuk menjelaskan rencana besarnya untuk perusahaannya jika para investor ini mengucurkan dana pada perusahaan miliknya.

Kaisar benar-benar terlihat tampan, cerdas, berkharisma dan sangat sempurna. Dia kompeten dalam pekerjaannya dan melakukan segalanya dengan penuh tanggung jawab atas pilihan-pilihan yang dia buat. Melihat kepiawaian sang bos dalam meeting ini, entah kenapa jantung Kiara terus berdebar-debar tak karuan. Entah itu kagum atau semakin jatuh cinta.

"Benarkah lelaki se-sempurna ini sudah setuju untuk menikah denganku?" batin Kiara masih tak percaya. Seorang Kaisar Mahesa pasti tak akan merasa kesulitan untuk mendapatkan wanita cantik manapun yang dia inginkan, tapi kenapa dia mau-mau saja menerima tawaran Kiara? apakah Kaisaar sedang merasa bosan dan ingin merasakan sesuatu yang baru dengan berhubungan dengan cewek standart seperti dirinya?

Ah! peduli amat! yang penting Kaisar sudah bersedia membantu Kiara untuk membalas perlakuan Fero dan Mona, selebihnya bukan urusan Kiara! Hubungan mereka hanya sebatas saling menguntungkan! tidak ada cinta! karena kebersamaan mereka hanya berlaku untuk satu tahun saja.

"Kia," Kaisar memanggil Kiara lirih sambil menepuk pundaknya.

"Eh, i-iya Pak? ada apa? meetingnya sudah selesai?"

"Belum, kita break untuk makan siang dulu, ayo," ajak Kaisar.

Kiara membola, "ma-makan siang? sama para investor? ti-tidak Pak, Saya menunggu di sini saja," ucap Kiara gugup.

"Sudahlah, ayo ikut Saya!" titah Kaisar tak ingin di bantah.

Kiara mengikuti Kaisar memasuki sebuah restauran yang masih berada di hotel yang sama. Nampaknya restaurant ini telah di booking untuk para investor asing ini, sehingga tidak ada pelanggan lain yang masuk.

Kaisar berjalan ke sebuah meja bundar yang bertuliskan namanya di sana. Kaisar menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Kiara untuk duduk, kemudian dia pun duduk di sebelah Kiara.

Tak lama kemudian, ada beberapa orang yang duduk di meja yang sama dengan Kiara dan Kaisar, hingga kursi yang berjumlah enam buah penuh terisi.

"Kaisar? gimana kabarnya?" tanya seorang lelaki yang mungkin seumuran dengan Kaisar.

Kiara membaca kertas yang ada di mejanya bertuliskan nama Nicholas. Nicholas sendiri di temani seorang wanita cantik dengan mengenakan gaun yang terlihat menawan karena menunjukkan semua lekuk tubuhnya yang bak gitar Spanyol.

"Baik, terima kasih," jawab Kaisar singkat, lalu kembali sibuk dengan gadgetnya.

Kiara benar-benar gugup, sampai rasanya mau bernapas pun dia takut. Bagaimana tidak? saat ini dia duduk di antara para eksekutive muda di seantero Jakarta. Ya, beberapa saja, tidak semuanya, karena meja mereka di pisah-pisah.

"Tumben, nggak sama Aldo," celetuk lelaki yang bertubuh gemuk dengan perut membuncit yang duduk di sebelah Kiara. Dia bicara sambil melirik Kiara beberapa kali.

"Aku pikir, ini asisten baru Kaisar. Mungkin Kaisar sudah bosan main pedang-pedangan dengan Aldo, jadi sekarang pindah haluan," celetuk Nicholas sambil tersenyum jahil. Tampak wanita di sampingnya pun ikut terkekeh dan berusaha menutupi mulutnya dengan tangan.

Kiara memicingkan mata menatap dua makhluk yang menyebalkan itu. Berani benar dia bicara tidak sopan pada pak Kaisar-nya! Kiara bahkan mengepalkan tangannya dan mengeratkan rahang sambil menatap tajam ke arah Nicholas dan wanita genit yang terkekeh-kekeh mirip kuntilanak tersedak biji kedondong.

Kiara menoleh ke arah Kaisar, "Pak, pisau makan ini tajam nggak?"

Mendengar ucapan Kiara, Kaisar langsung tergelak, "hati-hati kalau bicara, Nick! kalau calon istriku nggak terima, bisa di sambit, pakai pisau makan, kamu nanti!" ucap Kaisar.

"Apa? calon istri?!" pekik Nicholas dan lelaki bertubuh gendut.

1
hiro_yoshi74
itu ma ancaman 🤭🤣🤣🤣🤣
juwita
ada ya org mcm si karina g tau malu 🤣🤣
Rahmi Mamimima
Kyknya yg prlu di doain bukan bpknya kiara. Tp karina sm anaknya dan vero 🤣
Di rukyah sklian mreka bertiga😄
Rahmi Mamimima
😭😭😭😭😭Ini apaan thor.. Bawangnya bnyak bgt bkin nanges
Rahmi Mamimima
Salsa siapa ya thor
hiro_yoshi74
ben kualat🤭✌
juwita
tiga org g waras. org mah lg berkabung ini mlh mkn. usir sj kia ayah mu udh g ada ini. 3 benalu itu keluar kan dr rmh mu biar jd gembel. jgn" surat rumah kia udh di pegang sm nenek lampir
Nurhayati Tanjung
semangat y kita masih nunggu update nya
hiro_yoshi74
ok kita tunggu pengusiran duo uler keket .....
semangt kk 💪 ak kasi pote dah 🤭🤣🤣🤣🤣
kirain dari nt lagi trobel kok dari semua karya" gog" ngak ada up sama sekali ✌
juwita
klo dl almarhum suami g bisa ngewaliin anak ku pdhl dia udh janji klo anak nikah mau dtg tp takdir berkata lain sblm bisa jd wali udh di panggil duluan sm yg maha kuasa😭😭
kalea rizuky
makanya g usa nikah lagi pak dpet istri lampir kok di pertahan kan situ gatel
Aisyah Ranni
😭😭😭😭 bawang merah lg mahal Thor kenapa dikupas disini
hiro_yoshi74
😢😢😢 meleset dari bmkg padahal tingal ngitung hari dikit lagi eh.... malah ayah yg udah ngak sabar 😂😂😂
Abel Incess
pagi" tapi ini mata serasa kena bawang
😭😭😭😭
juwita
ka tami Reyhan itu spa ya? sering di sebut
Tamie: maafkan akoh kak... itu nama Kaisar sebelumnya. Awal bikin nopel ini, lupa blm di edit.. hehe udah ak revisi, trima kasih ya...
total 1 replies
hiro_yoshi74
yah bakalan ldr an ini ma . 3 hari berasa 3 bulan ea ea
Tamie: kuat nggak ya...? wkwkwk
total 1 replies
Abel Incess
so sweet 😍😍😍
Tamie: ,,^.^,,
total 1 replies
hiro_yoshi74
wk wk jadi ani ani juga sekarang mon
Tamie: usaha sampingan 😌😓
total 1 replies
partini
seehhh dah Bangkotan pun di embat 🤣🤣🤣
aihhh Thor ini kisah nyata ada loh dulu pas th 1998 anak SMA di bawa masuk ke losmen di jakarta tapi aku lupa cuma inget Deket universitas
hilir mudik masih pakai seragam sekolah
partini: iy tahun 1998
total 2 replies
hiro_yoshi74
wah parah ngak usah jadi kasihan ki yg ini lebih paran ngedramanya
Tamie: ratu pick me😌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!