NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7 - Petunjuk (2)

Clae mengerutkan alisnya. Dia memutar langkahnya dan masuk ke dalam dapur.

Jika luka ringan adalah kemungkinan melukai otot dan tidak bisa menggerakkan tangan selama dua minggu. Bagaimana dengan luka berat.

Sepertinya Clae tahu bagaimana penyusup itu akhirnya membuat 5 orang sekarat.

Mereka sangat kejam!

Benjamin sedang memilih tanaman obat saat merasakan seseorang masuk. Ketika dia melihat Clae yang datang, ada kilatan kejutan dimatanya. Tapi dengan cepat menghilang.

Tidak ada senyum diwajahnya. Ketika kedua mata mereka bertemu, dia mengangguk sedikit menyapa Clae.

Tentu saja, kakak Irene, Benjamin juga bukan orang normal. Bagaimana bisa orang yang hanya mengangguk saat menyapa majikannya tetap dipekerjakan. Tapi karena pekerjaannya berjalan dengan baik. Tidak ada alasan menghentikannya.

Wajah lumpuh tanpa ekspresi membuat hati Clae terasa bergetar. Ini bukan cinta. Ini ketakutan.

Clae merasa bahwa tangan itu mungkin akan membunuhnya dalam sekali ketuk.

Tapi tidak semuanya buruk, Benjamin memiliki wajah tampan layaknya tokoh utama dalam komik pada umumnya.

Hanya saja, mengesampingkan wajahnya, paragraf penyiksaan miliknya sangat mengerikan.

Ditambah, orang ini memiliki sindrom kebersihan yang sangat kuat. Clae merasa merinding. Mungkin sindrom itu semakin buruk. Jika tidak, bagaimana dia bisa begitu lama menentukan tanaman obat didepannya.

"Kemari lah, biarkan aku melihat itu."

Kedua kesatria yang terluka memasang wajah bingung saat suara Clae keluar. Clae mulai mengerutkan kening saat tidak ada tanda-tanda pergerakan mereka.

"Kalian tidak dengar?"

Sikap ini seharusnya baik-baik saja. Ini tidak jauh berbeda dengan penjahat yang semena-mena.

"Ah, yang Nona maksud kami?"

Clae melihat mereka dengan wajah pokernya sebelum mengangguk.

Tidak masalah, dia bisa bersabar. Bukan berarti dia akan marah-marah dan bertingkah seperti penjahat tanpa otak.

Oh tunggu, dia memang penjahat.

Kedua kesatria itu berdiri. Mereka berjalan dengan hati-hati.

Clae berfikir, apakah dia menggigit orang. Mengapa ksatria takut padanya?

Clae menghela nafas lelah dalam hati.

"Nona, apa yang bisa saya bantu?"

"Perlihatkan luka itu."

"Ini..."

Clae mengabaikan mereka. Dia mendekat dan melihat tangan mereka yang terluka. Yang satu tidak terlalu parah, akan sembuh dalam seminggu. Jika diberi Excoecaria, butuh dua hari sebelum luka itu kering. Sementara satu lagi.

'Para penyusup itu sangat kejam. Jika pendarahan dan luka ini tidak segera diobati. Orang ini tidak akan bisa menggunakan tangannya lagi secara bebas.'

Sebagai ksatria, itu sama dengan menghentikan kehidupan mereka.

Untungnya Clae tau obat yang bagus untuk ini. Dia mengambil kertas dari tas dan menulis. Excoecaria, Ornatum, Piper, Zhlea.

Tangannya berhenti sejenak setelah menulis. Dia tidak tau apa Clae mengerti obat. Tapi dia melihat nama tanaman ini di beberapa buku sebelumnya. Selain itu, nama obat disini mirip dengan dunia lamanya.

Clae melirik Benjamin, berharap dia tidak akan curiga.

"Nona, apakah tanaman ini akan berhasil."

"Ya."

Clae kemudian pergi dari dapur seolah melarikan diri. Dia tidak melihat Benjamin melihatnya dengan mata menyipit.

"Ini, Tuan Benjamin. Apa yang harus kami lakukan."

"Ini perintah Nona."

Kedua ksatria itu saling melirik.

"Tapi, tapi Nona tidak tau obat."

"Dia pasti bermain-main."

Benjamin kembali mengambil pisau dapurnya.

"Lalu?"

"Kami, kami...."

"Kalian bisa keluar dan mencari obat lain."

"....."

Kedua kesatria itu akhirnya memilih mencoba resep Clae. Karena obat yang mereka tahu sangatlah mahal!

Benjamin memiliki senyum kecil yang tidak dia sadari saat dia memberi obat pada para kesatria. Tapi senyum itu menghilang dengan cepat. Dan tidak ada yang menyadarinya.

Rempah obat itu, sangat mudah ditemukan.

Para kesatria tidak tahu apakah Clae hanya mempermainkan mereka atau menyembuhkan mereka.

Tapi pada malam hari. Ketika mereka tidak merasakan sakit lagi. Ksatria dengan luka ringan mulai mengalami keropeng pada lukanya.

Kedua ksatria itu mulai mengingat. Bahkan jika Nona sering melempar dan merusak barang, dia tidak pernah menyakiti siapapun. Mereka tiba-tiba merasa Clae sangat baik.

Kedua kesatria itu akhirnya benar-benar melayani Clae dari hati mereka.

Clae tidak tahu, hanya karena tindakannya yang sederhana dan tidak disengaja. Dia menarik 2 orang kesatria untuk setia padanya.

Tapi tentu saja, bahkan jika dia tau, dia tidak akan peduli.

Niatnya adalah hidup dengan santai, untuk apa memiliki prajurit yang setia. Dia tidak akan pergi ikut perang!

Clae melangkah lebih cepat menuju tempat yang seharusnya menjadi perpustakaan tersembunyi yang ada di bawah tanah.

Clae yang sangat lemah dan tidak berdaya, tidak menyadari seorang dengan pakaian serba hitam mengikuti dibelakangnya.

Clae berjalan-jalan mengitari lorong berulang kali dan tidak menemukan pintu masuk di manapun. Dia bertanya-tanya bagaimana seseorang akhirnya membuka perpustakaan ini.

Ketika Clae sedang kebingungan, seseorang menyiapkan belati dari kejauhan. Dia melihat Clae dengan tatapan dingin. Ketika belati itu terbang, dia melewati atas Clae dan menabrak dinding. Pria yang melakukan kesalahan itu langsung pergi menjauh dan bersembunyi. Tidak tau apa yang akan menantinya.

Sementara Clae, tepat sebelum belati itu dilempar. Dia melihat cahaya di dinding yang berasal dari jendela di belakangnya. Bentuk yang aneh mengingatkan dia pada peta di ruang penyimpanan.

Untuk memastikan hal tersebut. Dia menunduk dan melihat miring. Tepat sedetik setelah dia melihat dengan kepala miring. Sebuah belati menancap di dinding empat meter darinya.

'...Son of Bitc*!!!'

Clae melihat kearah berlawanan hanya untuk melihat bayangan hitam berlari. Kemudian, jauh dibelakang bekas bayangan hitam berlari, seorang pria paruh baya berusia 50-an tengah berdiri dengan tenang.

Dia terlihat seperti orang tua keren dari kehidupannya dulu. Itu adalah Gailian, ayah dari Benjamin dan Irene. Gailian dengan sabit pemotong rumput di salah satu tangannya tersenyum padanya. Dia melambaikan tangan yang bebas dari sabit sebelum akhirnya berjalan pergi.

Tapi Clae masih bisa melihat kilau cahaya yang terpantul dari sabit di salah satu tangan Gailian.

Masih ada beberapa noda merah hitam disana.

Clae tidak pernah salah dengan matanya. Dia tiba-tiba duduk karena terkejut. Wajahnya masih tenang meski kakinya sedikit bergetar.

Gailian, Irene dan orang-orang kuat di Villa pasti sudah mengatasi beberapa penyusup itu.

Clae melihat cahaya di dinding dengan wajah pucat.

Apakah dia sebenarnya memiliki banyak keberuntungan.

Baru saja, jika dia terlambat sedetik saja untuk menghindar, belati itu tidak akan menancap pada dinding. Tapi kepalanya.

Mengapa dia juga menjadi target.

Clae menghela nafas. Dia kembali tenang dalam beberapa detik singkat. Clae kembali fokus pada cahaya dari jendela.

Pantas saja dia merasa aneh. Cahaya ini memiliki bentuk yang hampir sama seperti denah Villa. Clae menelusuri setiap bagian bata dan menemukan satu bagian berbeda dari denah.

Dia mencoba menekannya, tapi tidak terjadi apa-apa.

Dia mencoba menarikannya, tapi masih belum terjadi apa-apa.

Dia mencoba lagi menggesernya dan bata itu akhirnya bergerak.

Clae meraba setiap bagian sebelum akhirnya dia menggeser beberapa bata hingga cahaya memiliki bentuk denah. Saat dia menyesuaikan bata terakhir. Sesuatu tiba-tiba terdengar.

Klik, klik, klik, klik....

Clae menghitung sebanyak 25 bunyi terdengar. Sepertinya mekanisme pembuka berhasil digunakan.

Clae melihat bata yang lebarnya satu meter dan tinggi dua meter bergeser mundur.

Clae tau ini pintu perpustakaan.

"Jackpot."

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!