NovelToon NovelToon
Penghianatan Tak Termaafkan

Penghianatan Tak Termaafkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Dia mencintaiku untuk sebuah taruhan. Aku menghancurkannya untuk sebuah keadilan."

​Kirana percaya bahwa Arka Mahendra adalah pelabuhan terakhirnya. Di pelukan pria itu, ia merasa aman, hingga sebuah malam di pesta megah mengoyak dunianya. Di balik tawa mahal dan denting gelas sampanye, Kirana mendengar kenyataan pahit, cintanya hanyalah sebuah objek taruhan, dan harga dirinya hanyalah alat untuk memenangkan kontrak bisnis keluarga Mahendra.

​Dikhianati, dipermalukan, dan dibuang hingga ke titik nol tak membuat Kirana menyerah. Ia menghilang, mengubur gadis naif yang penuh cinta, dan terlahir kembali sebagai wanita sedingin es yang haus akan pembalasan.

​Tiga tahun kemudian, ia kembali. Bukan untuk memohon maaf, tapi untuk mengambil setiap keping kekayaan, kehormatan, dan kewarasan pria yang telah menghancurkannya.

Selamat datang di Cerita Kirana, di mana cinta adalah racun dan pengkhianatan adalah senjatanya.

By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Hujan di luar motel pinggiran Jakarta itu tidak hanya membasahi aspal, tetapi juga seolah membilas habis sisa-sisa martabat yang masih menempel pada diri Kirana. Kamar nomor 104 itu berbau lembap, campuran antara aroma rokok basi dan pembersih lantai murahan.

Di sudut ruangan, sebuah televisi tabung 14 inci bergetar, menampilkan wajah Arka Mahendra yang sedang dikerumuni wartawan di depan lobi gedung yang beberapa jam lalu masih menjadi miliknya.

"Kaisar Mahendra Mengambil Alih Nirmala Capital - Kejatuhan Sang Ratu Bisnis," demikian tulisan di baris berita yang terus berjalan.

Kirana duduk di tepi ranjang dengan seprai yang terasa kasar di kulitnya. Ia masih mengenakan blazer hitam yang sama, pakaian yang menurut Arka adalah 'pakaian perang'. Sekarang, ia sadar itu adalah kain kafan bagi kariernya.

Dion benar-benar mematikan seluruh aksesnya. Ponselnya terus berdering dengan panggilan dari penagih hutang kartu kredit dan pemberitahuan pembekuan rekening. Arka tidak hanya memecatnya, pria itu mencabut oksigen keuangannya hingga ke akar-akarnya.

Tiba-tiba, sebuah ketukan pelan namun konsisten terdengar di pintu kayu yang sudah mulai lapuk. Kirana membeku. Apakah itu Arka? Apakah pria itu datang untuk menertawakannya atau melakukan 'perlindungan' gila lainnya?

Dengan tangan gemetar, ia membuka pintu. Di sana berdiri seorang pria tua berseragam kurir ekspedisi swasta, topinya ditarik rendah. Tanpa sepatah kata pun, ia menyodorkan sebuah amplop cokelat tebal yang tersegel lilin merah.

"Untuk Nona Kirana Nirmala. Dari seseorang yang ingin keadilan ditegakkan," suara pria itu serak, lalu ia berbalik menghilang ke dalam kegelapan lorong motel.

Kirana merobek amplop itu dengan kasar. Di dalamnya terdapat sebuah flashdisk tua dan tumpukan salinan transkrip pembicaraan telepon. Ia segera menyalakan laptop lamanya yang untungnya masih tersimpan di tas tangan.

Suara statis terdengar sejenak, lalu muncul percakapan yang membuat dunia Kirana seolah berhenti berputar.

"Surya, dia memegang bukti penggelapan pajak kita. Dia akan ke kantor polisi besok pagi," suara seorang pria yang Kirana kenali sebagai salah satu direktur lama Mahendra Group.

"Maka pastikan dia tidak pernah sampai ke kantor polisi. Aku tidak peduli caranya. Kecelakaan, perampokan, apa pun. Hapus dia dari peta," jawab suara berat lainnya.

Kirana menutup mulutnya dengan tangan. Itu suara Surya Mahendra, ayah Arka.

Rekaman berlanjut ke bagian yang lebih menyakitkan. Ada suara lain di latar belakang, suara Arka muda, sepuluh tahun lalu, yang bertanya, "Ayah, apa yang terjadi dengan paman Nirmala ?" dan jawaban Surya yang tenang, "Dia hanya pergi jauh, Arka. Kau tidak perlu tahu."

Kirana jatuh terduduk di lantai yang dingin. Arka tahu. Sejak sepuluh tahun lalu, Arka setidaknya memiliki kecurigaan bahwa ayahnya terlibat dalam 'kecelakaan' yang merenggut nyawa ayah Kirana. Dan selama berbulan-bulan ini, Arka memeluknya, menciumnya, dan bercinta dengannya di atas tumpukan rahasia berdarah itu.

"Jadi ini alasan sebenarnya kau menghancurkanku di ruang rapat tadi?" bisik Kirana, suaranya pecah menjadi tangisan yang menyakitkan. "Bukan untuk menyelamatkanku dari Roy, tapi untuk membungkamku selamanya agar rahasia ayahmu tetap terkubur?"

Kehancuran mental Kirana dimulai di detik itu. Ia merasa setiap sentuhan Arka di tubuhnya selama ini adalah racun yang disuntikkan secara perlahan. Ia berlari ke kamar mandi, mencoba membasuh kulitnya hingga memerah, seolah ingin menggosok habis jejak Arka dari tubuhnya.

Namun, di tengah keputusasaannya, pintu kamar motel tiba-tiba terbuka paksa. Arka masuk dengan napas memburu, jasnya basah kuyup karena hujan. Ia melihat Kirana yang bersimpuh di depan wastafel dengan mata yang liar.

"Ra! Aku mencarimu ke mana-mana..."

"Jangan panggil namaku!" jerit Kirana. Ia menyambar gunting kecil dari tas kosmetiknya dan mengarahkannya pada Arka. "Jangan mendekat, pembunuh!"

Arka berhenti di tempat, matanya tertuju pada amplop cokelat dan laptop yang masih menyala di atas ranjang. Ekspresinya berubah dari khawatir menjadi pucat pasi. "Kirana, itu... itu bukan seperti yang kau dengar. Rekaman itu sengaja dikirimkan untuk memecah kita."

"Memecah kita?! Kita sudah hancur sejak kau memutuskan untuk tidur dengan putri dari pria yang dibunuh ayahmu!" Kirana tertawa histeris, tawa yang terdengar sangat menderita. "Kau tahu, Arka? Yang paling menyakitkan bukan pengkhianatanmu di kantor tadi. Yang paling menyakitkan adalah aku sempat berpikir kau benar-benar mencintaiku saat kau memelukku di vila semalam."

Arka mencoba melangkah maju, tangannya terulur. "Aku mencintaimu, Kirana. Justru karena aku tahu rahasia itu, aku mencoba mengambil alih segalanya agar kau tidak perlu menanggung beban ini..."

"Bohong!" Kirana menerjang Arka, bukan untuk melukai dengan gunting, tapi untuk memukul dada pria itu dengan kepalan tangannya yang lemah. Arka tidak melawan. Ia membiarkan Kirana meluapkan amarahnya.

Tiba-tiba, amarah itu berubah menjadi gairah yang destruktif. Kirana menarik kerah kemeja Arka, menciumnya dengan kasar, bukan ciuman cinta, tapi ciuman keputusasaan. Ia ingin merasakan kebencian ini dalam setiap sarafnya. Arka membalasnya dengan intensitas yang sama, memojokkan Kirana ke dinding kamar mandi yang sempit.

"Kau membenciku, Ra? Katakan!" bisik Arka di antara ciuman panas mereka.

"Aku membencimu... aku sangat membencimu sampai aku ingin mati!" ratih Kirana, namun jemarinya justru mencengkeram rambut Arka dengan kuat.

Di dalam kamar motel murahan itu, mereka terlibat dalam pergulatan yang menyakitkan. Tidak ada romansa, hanya ada dua jiwa yang rusak mencoba saling menghancurkan dalam bentuk pelukan.

Arka mencium setiap inci kulit Kirana seolah ingin memohon ampun, sementara Kirana menangis dalam diam, menyadari bahwa meski pria ini adalah putra dari penghancur hidupnya, ia tidak bisa berhenti menginginkannya.

Setelah semuanya selesai, Arka bangkit dan merapikan pakaiannya. Ia tidak meninggalkan Kirana di motel itu.

"Dion sudah di bawah. Kau tidak bisa tinggal di sini. Roy tahu tempat ini," ujar Arka dengan nada yang kembali dingin dan otoritas.

"Aku tidak mau ikut denganmu," ujar Kirana lemas, menatap langit-langit kamar yang berjamur.

"Kau tidak punya pilihan. Kau sudah tidak punya uang, tidak punya rumah, dan sekarang kau memegang bukti yang bisa membuatmu dibunuh dalam hitungan jam," Arka mengangkat tubuh Kirana yang sudah tidak berdaya.

Kirana tidak lagi melawan. Mentalnya sudah mencapai titik nadir. Ia membiarkan dirinya dibawa keluar dari motel, masuk ke dalam mobil hitam yang sudah menunggu. Saat mobil itu melaju meninggalkan pinggiran Jakarta, Kirana menatap gedung-gedung tinggi yang semakin menjauh.

Ia menyadari bahwa perjuangannya selama tujuh tahun telah berakhir dengan kegagalan total. Ia bukan lagi Sang Ratu Bisnis. Ia adalah tawanan dari pria yang sangat ia cintai sekaligus sangat ia benci. Di jari manisnya, cincin perak pemberian Arka terasa seperti borgol yang tak terlihat.

Di dalam mobil, Arka menggenggam tangan Kirana yang dingin. Kirana tidak menarik tangannya, tapi ia juga tidak membalas genggaman itu. Matanya kosong, menatap kegelapan jalanan.

"Ke mana kau membawaku?" tanya Kirana pelan.

"Ke tempat di mana tidak ada yang bisa menyentuhmu kecuali aku," jawab Arka.

Mobil itu terus melaju menuju pelabuhan, menuju sebuah pulau pribadi yang akan menjadi sangkar emas bagi Kirana di babak selanjutnya. Kirana memejamkan mata, membiarkan kegelapan merangkulnya. Ia sudah mati rasa. Pengkhianatan Arka telah berhasil melakukan apa yang tidak bisa dilakukan Roy, membunuh jiwa Kirana Nirmala.

...----------------...

Next Episode....

1
shabiru Al
mau tamatkah ?
Miss Ra: Belum kak..

masih panjang..
total 1 replies
Eva Karmita
benarkah Arka meninggal... sedihnya 😭😭😭😭
kalea rizuky
Kirana goblok pergi jauh lah gatel amat li kayak jalangg
Eva Karmita
😭😭 Arka kau laki" sejati...kau rela di pandang rendah dan hina demi penebusan dosa mu ...cintamu tulus Arka semoga ada keajaiban kamu bisa selamat dari ambang kematian yang menanti ...Kirana apa yang sekarang kmu rasakan melihat Arka lemah dan tidak berdaya 😭😭💔
Eva Karmita
perjuangan cinta yang rumit dan penuh pengorbanan berdarah 💔🥀🥺
Eva Karmita
nyesek banget dah 😩😩 ....cinta Arka yang begitu besar tapi Dimata Kirana hanya sebuah kepalsuan 💔😭
Eva Karmita
otor keren jalan ceritanya bagus aku suka melihat perjuangan cinta Arka tidak pernah menuntut untuk dibalas cintanya cuma mau selalu dekat dgn wanitanya ❤️🤍👍
Miss Ra: thank u atas apresiasinya kak..

semoga berkesan dengan semua ceritaku yaa..

/Kiss//Heart/
total 1 replies
Eva Karmita
terharu banget melihat perjuangan Arka dalam menembus semua dosa nya ...semoga kalian bisa bersatu dalam suka dan duka ❤️
shabiru Al
ta kasih vote ya thor biar makin semangat up nya 💪
Miss Ra: thank u kakak...

semoga berkesan dengan ceritaku..
/Kiss/
total 1 replies
shabiru Al
ta kirain kirana gak bakalan tau siasat arka,, akhirnya tau juga strategi arka agar bisa menangkap baskara,, meski harga yang harus dbayar arka sangat mahal
shabiru Al
rumit benar2 rumit,,, arka melindungi kirana dengan menghancurkan jiwanya...
shabiru Al
permainan semakin berbahaya
shabiru Al
makin rumit dengan jalan pikiran arka,, dah curiga juga pasti arka tetep terlibat... kasihan sekali kirana
shabiru Al
makin rumit makin jlimet dan bodohnya kirana gak bisa lepas dari arka
shabiru Al
benar2 pelim
Miss Ra: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
anju hernawati
bagus jalan ceritanya author lanjut y .....
Miss Ra: siaaappp
total 1 replies
zhelfa_alfira
makin seru
Renjana Senja
nah bener. harus waspada sama barang asing gitu
Renjana Senja
eh. kiriman apa itu kalau boleh tau kawan?
zhelfa_alfira
wah keren²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!