NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:24.1k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Tugas Kampus

Eugine termenung. "Saya juga memikirkan kemungkinan ini, Tuan, tapi sejak kejadian itu, kita tidak menerima kabar apa-apa lagi dari siapa pun. Baik yang menerangkan atau yang meminta tebusan. Saya jadi ragu mengutarakan ini pada Tuan."

Walaupun tidak secara langsung tersenyum, wajah Adrian kemudian berubah serius. "Walau ini berita yang cukup menggembirakan, tapi kita harus selalu waspada. Bisa saja orang ini nantinya akan menussukku dari belakang. Teruslah mencari tahu, jangan-jangan ada yang melihat mereka pergi."

"Baik, Tuan."

***

Sophie keluar dari ruangan itu pelan. Ia tengah berpikir. "Misi ini di Amerika. Jauh dari Itali." Ia menggaruk-garukkan kepala. "Kalo ada apa-apa dengan Ale bagaimana?"

Tiba-tiba terdengar dering telepon. Sophie memeriksanya dan terkejut. Dengan cepat ia membukanya.

"Aurora, ke mana saja kamu? Kamu menghilang sudah satu minggu, bagaimana dengan perkembangan patungnya?" ucap pria di ujung sana berbicara dalam bahasa Inggris.

"Oh, Pak. Saya tiba-tiba harus pulang ke kampung halaman, karena ayahku sakit. Ini saja baru mau balik lagi ke sana, Pak. Maaf ya."

"Ayahmu bagaimana, sehat?" Suara pria itu mulai lebih lembut.

"Syukurlah sudah membaik, Pak. Jadi aku bisa kembali ke Amerika untuk menyelesaikan patung itu."

"Kamu harus buru-buru menyelesaikan patung itu, Aurora, karena kamu akan diikutkan pada pameran kelulusan berikutnya di musium. Kalau kali ini kamu tidak bisa menyelesaikannya, kemungkinan kamu bakal dropout dari kampus karena kamu sudah terlalu sering mengulur waktu. Lagipula kamu juga telat masuk kuliah di umurmu yang sekarang ini. Apa kamu gak tambah malu, sudah usaha sedemikian rupa tapi akhirnya dropout juga dari kampus. Ayo, Aurora. Kamu pasti bisa."

"Iya, Pak. Terima kasih. Saya baru saja akan memesan tiket ke Amerika. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena ini adalah cita-cita Saya."

"Bagus. Aku tunggu hasil karya senimu di kampus ya."

"Iya, Pak." Hubungan telepon pun terputus. Sophie menghela napas pelan, tapi kemudian matanya kembali fokus. "Pas nih. Sekalian menjalankan misi di Amerika. Letaknya juga sama. Sama-sama di kota New York. Mmh."

***

Fian keluar dari kamar Sophie dengan langkah lunglai. Sang istri mengikutinya dari belakang.

Pria itu menghempaskan dirinya di sofa kulit berwarna coklat tua. "Orang ini rapi banget menyimpan barang-barangnya. Bahkan dia tidak punya satu pun barang yang mencurigakan," ucapnya sambil cemberut.

"Mungkin memang tidak ada yang perlu disembunyikan, Mas," sahut Lana yang mendekati suaminya. "Memang mungkin dia murni ikhlas menolong kita."

"Dengan mengorbankan nyawanya? Rasanya tidak mungkin, Lana. Dia tuh, pasti udah merencanakan semua. Dia sudah tahu siapa aku, karena menolongku itu bukan perkara mudah. Ayahku seorang mafia, Lana." Fian menyentak tangan istrinya hingga tubuh wanita itu jatuh ke pangkuannya.

"Mas! Ih!" Lana menepuk paha Fian karena membuatnya kaget. Pria itu malah terkekeh. "Dia juga kenal ayahmu, kan? Berarti dia sudah tau resikonya."

"Makanya ...." Lalu mata pria itu menatap leher jenjang istrinya karena Lana menggelung rambutnya ke atas. Tampak menggoda. "Mmh." Fian malah menyentuh pipi istrinya dengan lembut lewat jemarinya. "Mungkin juga dia mau kita terus berduaan seperti sekarang ini. Mmh?" Tiba-tiba ia mengecup pipi Lana karena gemas.

Lana menoleh ke belakang dengan dengan dahi berkerut. "Mas, kita lagi bicara serius ini ...." Mulutnya merengut. Bibirnya menjadi tebal dengan indahnya.

"Lho, aku juga serius. Kenapa kamu bisa hamil? Kamu mau menjeratku ya, agar tidak mau melepaskanmu. Iya 'kan?"

Lana tampak tidak senang. "Iih, bukannya Mas yang tiap hari gangguin aku!" Segera ia berbalik dan beranjak berdiri, tapi tangan Fian lebih cepat hingga baru setengah berdiri Lana kembali jatuh terduduk. "Ah ...."

"Kenapa? Marah ya, mmh?" bisik pria tampan itu tepat di telinga istrinya. Tangannya bergerak melingkari bahu Lana.

"Lepas!" Lana berusaha melepaskan diri karena kesal. Ia tidak suka dituduh mencari keuntungan.

"Oh, tidak bisa ... kamu harus tanggung jawab karena membuatku ketagihan. Sekarang, ayo ke kamar." Fian menyelipkan tangannya di bawah kaki Lana dan mengangkat tubuh wanita itu dengan kedua tangan.

Lana kaget. Apalagi Fian membawanya ke kamar.

"Untuk apa?"

"Untuk apa? Apa kamu masih bertanya untuk apa bila aku membawamu ke kamar!?" Pria itu melangkah ke pintu kamar. "Ya untuk makan kamu lah! Kamu hidangan terlezat yang aku miliki saat ini."

Wajah Lana seketika tersipu-sipu.

***

Fian mengerut dahi. Ia masih memeriksa rak baju yang ada di lemari kamar itu. "Baju apa ini? Orang itu sudah gila ya?"

Lana tertawa ketika Fian mengeluarkan baju kostum penari balet pria dari lemari. Bahkan ia sendiri menemukan banyak baju unik lainnya di dalam lemari yang sama. "Baju untuk perempuan saja kebanyakan tangan pendek. Untung ada kardigan tangan panjang jadi ini bisa kupakai. Tapi gak ada kerudung instannya. Aku harus pakai kerudung dari syal yang dililit agar bisa digunakan."

"Lihat ini. Celana overall jeans ini. Kayaknya untuk laki-laki." Fian memperhatikan celana yang dipegangnya lebih teliti.

"Eh, ini celana bagus. Kenapa gak dipakai saja?" Lana menyentuhnya.

"Bagus apanya? Apa ini bukan untuk anak kecil?" cibir Fian saat membolak-balik baju itu.

"Tidak. Ini bagus, kok. Apa tidak ada yang untuk perempuan?"

"Kamu ingin memakainya?"

"Iya, karena biasanya pinggangnya besar. Kecuali yang rok."

Fian mencarinya tapi tak ada. "Ya sudah, pakai saja yang ada. Kamu pakai celana panjang saja kalau tak ada rok panjang."

"Ok."

"Aku heran, kenapa di bagian baju laki-laki ada baju yang ukurannya besar ya," gumam Fian.

"Yang baju perempuan juga ada, Mas, yang ukuran besar. Entah untuk apa dia punya baju itu. Badan Sophie 'kan kurus. Iya, kan?"

***

Seorang wanita gendut sedang berkonsentrasi pada layar laptop. Tangannya sesekali menari-nari di atas keyboard. Walaupun tubuhnya gendut, ia pintar berdandan. Dengan make up tebal dan rambut panjang yang pirang dihias bando di kepala, wajahnya terlihat cantik.

Beberapa pegawai kantor memperhatikan wanita itu dari meja mereka dengan wajah sinis.

"Ih, kenapa sih kantor mempekerjakan pegawai gendut begini. Kayak gak ada pegawai lain saja." Seorang wanita berkomentar pada temannya. Ia melipat tangan di dada sambil memperhatikan wanita gendut itu bersama teman wanitanya itu.

"Katanya sih pintar IT, makanya dia bisa masuk sini. Kan gantiin Gerald, yang diganti tiba-tiba."

"Kenapa Gerald diganti? Kan dia orang lama? Dia ngundurin diri, gitu?"

"Gak tau deh. Denger-denger Gerald ditangkap polisi."

Wanita itu menoleh pada temannya dengan terbelalak. "Masa? Kasus apa?"

"Seorang wanita melaporkannya karena menjambret dompetnya."

"Ya ampun ... sehina itu? Tapi penggantinya malah orang aneh kayak gini." Wanita itu memperhatikan lagi wanita gendut ini. "Siapa namanya? Patricia?"

Di meja si gendut, wanita itu menikmati gosip yang beredar. Ia bahkan tengah sibuk makan burger ukuran besar sambil terus memperhatikan layar.

Jari jemari lentiknya bahkan dihiasi kutek warna-warni. Ia menjilat kuku panjangnya setiap kali kuku itu terkena saus dari burger yang dimakannya.

"Aku aja jadi kenyang setiap kali dia makan burger."

"Iya. Dari tadi gak berhenti makan. Yang keripik kentang lah, kentang goreng lah dan sekarang burger. Gak aneh sih, badannya jadi segede itu." Dengus wanita yang melihatnya.

Bersambung ....

1
Uthie
Kapan sihhh si Vivian kebongkar 😡
Rahma Inayah
lnjut Thor pasti org suruan gorgio or viviana
Uthie
finally... baru kelar dehhh 😂
erviana erastus
ya benci jadi cinta 🤭
Rahma Inayah
salh faham berakhri JD bnr2 cinta
Uthie
ditunggu lagiiii 💪
erviana erastus
kalo kamu curiga knp anteng2 aza adrian menyebalkan
Rahma Inayah
lnjutkn thir
Uthie
lanjutttt 💪💪💪
Rahma Inayah
cerita Sophie semasa kecil panjg juga
Baby_Miracles: heum, iya
total 1 replies
erviana erastus
flashback nya panjang banget thor 🤭
Uthie: betullll sekali 🤭
total 1 replies
Rahma Inayah
oh bgtu cerita hidup Aurora bearti penjahat nya salh tangkap .untung Aurora mau bertukar baju klu TDK nyawa nya melayang sdh
Uthie
Lagiiiiii 🤩
Rahma Inayah
up LG penasaran dgn ceritanya
Uthie
Lagiiii dong 😍👍
Uthie
Duhhh... kapan sihh tuhhhh si Vivian dan anaknya ke bongkar 😌
Rahma Inayah
kan bnr semua nya rencana viviana dan gorgio ank nya bgtu pun dgn ledakan di bandara .semoga Fian BS membongkr penghianatan viviana dan anknya juga selingkhn viviana juga tentg kematian ibunya
erviana erastus
pak tua tolol 🤣 .... vivian cs nggak lama terbongkar semua ulahmu
Rahma Inayah
lnjut Thor, ayo.sohie bongkar kebohongan ale palsu
Rahma Inayah
siap kah yg nyuruh nya JD Ale palsu mkn penasaran ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!