NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 : Saat nya Membalas

Sore itu, di Paviliun Teratai,

​"Satu... dua... jangan berhenti, Tiara!" bisiknya pada diri sendiri, menggunakan nama aslinya untuk memacu semangat.

​Setiap langkah terasa seperti ada pisau yang mengiris sendi-sendinya. Napasnya terdengar seperti suara mesin yang rusak, berat dan tersengal-senggal. Lemak di tubuhnya berguncang hebat, menciptakan rasa panas yang menyiksa di balik pakaian latihannya yang basah kuyup oleh keringat.

​Xiao Xiao berdiri di pojok halaman, menutup mulutnya dengan tangan. Ia ingin menangis melihat majikannya menyiksa diri sendiri seperti itu. "Yang Mulia, cukup... kaki Anda sudah berdarah," isaknya lirih.

​Lin Yue tidak berhenti. Ia justru mempercepat langkahnya meskipun matanya sudah berkunang-kunang. Ia teringat tatapan muak Long Wei kemarin. Ia teringat tawa para pelayan yang menganggapnya sampah. Rasa sakit di kakinya tidak sebanding dengan rasa lapar akan balas dendam yang membakar jiwanya.

​"Darah... ini baru darah di kaki, Xiao Xiao," geram Lin Yue sambil menyeka keringat yang masuk ke matanya. "Aku ingin melihat mereka meneteskan darah dari harga diri mereka yang busuk itu!"

​Tiba-tiba, suara tawa melengking terdengar dari gerbang paviliun.

​Ibu Suri datang berkunjung, didampingi oleh beberapa selir muda yang ingin menonton "pertunjukan sore". Mereka berhenti di tepi halaman, menatap Lin Yue yang sedang mandi peluh dengan tatapan seolah-olah sedang melihat hewan sirkus yang sedang dilatih.

​"Astaga, lihatlah ini," ucap Ibu Suri sambil mengibas-ngibaskan kipas sutranya untuk menghalau bau keringat. "Simbol kekalahan kita sedang mencoba menjadi atlet? Lin Yue, apakah kau pikir dengan berlari seperti kuda beban, kaisar akan melirikmu? Tubuhmu itu bukan hanya lemak, tapi kutukan."

​Salah satu selir muda menimpali dengan nada sinis, "Mungkin dia sedang mencoba memeras minyak dari lemaknya sendiri untuk dijual di pasar. Benar-benar pemandangan yang menjijikkan."

​Lin Yue berhenti sejenak. Ia berdiri tegak, napasnya memburu, menatap Ibu Suri tepat di matanya. Tanpa diduga, Lin Yue justru tersenyum—sebuah senyum tipis yang terasa sangat mengancam.

​"Ibu Suri yang terhormat," suara Lin Yue terdengar dalam dan stabil meski ia kelelahan. "Kuda beban memang kuat karena ia bekerja. Tapi tahukah Anda? Seekor babi yang hanya duduk diam dan memberi perintah biasanya adalah yang pertama kali disembelih saat perayaan tiba. Saya hanya memastikan bahwa saat hari 'penyembelihan' itu datang, sayalah yang memegang pisaunya."

​Wajah Ibu Suri memucat. "Kau... beraninya kau menyindirku sebagai babi?!"

​"Saya tidak menyebut nama," balas Lin Yue tenang. Ia kembali menyeret beban kayunya, mengabaikan teriakan kemarahan Ibu Suri yang memerintahkan pengawal untuk mencambuknya.

​Namun, pengawal itu ragu. Han Shuo muncul dari balik bayang-bayang, berdiri di antara pengawal Ibu Suri dan Lin Yue.

​"Mohon ampun, Ibu Suri," ucap Han Shuo dengan nada datar. "Kaisar memerintahkan agar Permaisuri tidak diganggu selama masa 'pertobatannya'. Jika ada luka baru pada tubuhnya sebelum upacara peringatan bulan depan, kepala pengawallah yang akan menanggungnya."

​Ibu Suri mendengus geram. Ia tahu Han Shuo adalah kepercayaan kaisar (gadungan) itu. "Ayo pergi! Biarkan dia membusuk di sini bersama keringatnya!"

​Setelah rombongan itu pergi, Lin Yue ambruk berlutut. Tubuhnya gemetar hebat. Han Shuo mendekat, menatap punggung lebar Lin Yue yang basah.

​"Kau terlalu memprovokasi mereka," ucap Han Shuo pelan.

​"Jika aku tidak memprovokasi, mereka tidak akan menunjukkan taringnya. Dan jika mereka tidak menggigit, aku tidak tahu di mana harus membalas," balas Lin Yue sambil berusaha berdiri kembali.

​Lin Yue menatap Han Shuo. "Berapa lama lagi sampai upacara peringatan itu?"

​"Tiga minggu," jawab Han Shuo.

​"Bagus. Dalam tiga minggu, aku akan memastikan kursi permaisuri ini tidak lagi terasa terlalu sempit untukku. Dan aku butuh kau, Han Shuo."

​"Untuk apa?"

​"Aku butuh kau menjadi lawanku. Pukul aku sekuat tenaga. Jangan anggap aku wanita. Anggap aku musuh yang membunuh keluargamu," tantang Lin Yue.

​Han Shuo tertegun. Ia menatap kepalan tangan Lin Yue yang terbungkus kain kasar. Ia bisa merasakan aura haus darah yang sama dengan miliknya.

​"Baik," ucap Han Shuo sambil membuka kuda-kudanya. "Tapi jangan salahkan aku jika tulangmu patah."

​Malam itu, di dalam paviliun yang tertutup rapat, suara hantaman daging dan tulang bergema. Lin Yue terjatuh berulang kali akibat serangan cepat Han Shuo, namun ia bangkit lagi dan lagi. Di setiap kejatuhannya, ia belajar. Di setiap rasa sakitnya, lemak di tubuhnya seolah terbakar oleh amarah.

***

​Di kediaman Selir Ning, ia mulai merasa ada yang tidak beres. "Kenapa dia tidak mati? Kenapa dia justru terlihat semakin... hidup?" gumamnya sambil meremas cangkir tehnya hingga pecah.

​Rencana baru sedang disusun. Jika racun tidak bisa membunuhnya, mungkin "kecelakaan" saat upacara peringatan nanti akan berhasil.

***

Mohon Dukungan untuk :

• Like

• Komen

• Subscribe

• Follow Penulis

Terimakasih banyak❤️

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!