Al berusaha keras untuk terus menempa kemampuannya Fokus pada karirnya nya adalah impian nya Setelah terbuang dari pernikahan hasil perjodohan pamannya Yang membuatnya menutup diri .Sampai ia bisa menjadi sukses Banyak wanita yang tergila gila padanya Namun tak membuat Al tergoda Akan kan Al bisa jatuh cinta lagi Setelah merasa kecewa di sang istri
Bee teman Al satu profesi Yang diam diam slalu mengagumi Al Slalu saja memberi kan motivasi dan dorongan Berharap suatu hari nanti Al menganggapnya orang yang berarti Tapi Al hanya menganggap Bee sahabat terbaik nya Akan kah Bee bisa tulus menerima persahabatan mereka Atau Al juga menaruh hati padanya baca di sini ya .... ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 keberuntungan 2
Setelah pasien mereka sedikit membaik keduanya beristirahat Dokter Deni pun kagum pada Al Namun dia tak mau menceritakan itu pada dokter Susan atasan mereka Takut bertentangan dengan ilmu kedokteran modern Yang membuat Deni menuruti cara kerja teman nya itu Agar mereka bisa cepat istirahat Dan tak memperparah pasien ..
Al yang duduk di ruangan nya duduk santai sambil menyesap teh herbal Kayu manis jahe dan cengkeh untuk menjaga daya tubuhnya Karna Al tak mau lelah Dan ambruk ketika pasien membludak Karna waktunya hanya tinggal beberapa bulan lagi Untuk bisa mendapatkan izin pengakuan dari para senior .
" Drt......drt......drt......
" Ya halo siapa ya " kata Al ketika ada nomor asing menghubunginya
" Ini saya dok , bisa keluar nanti jam istirahat kita bertemu sebentar dok Tempatnya depan rumah sakit " kata Cristina dari sebrang sana
" Oh mba Tina ya, ya mba nanti jam istirahat makan siang ya " kata Al
" Baik dok, saya tunggu ya dok .Slamat bekerja " kata Cristina
" Ya mba " kata Al Yang lalu menutup ponselnya Karna Cristina memutuskan pembicaraan
Yang membuat Al terpaku . Karna tak tahu apa tujuan Cristina menemuinya Namun Al tak ambil pusing ia kembali membuat laporan medisnya Untuk para pasien yang ia tangani .
Siang nya jam istirahat Al langsung keluar untuk makan siang Sambil menemui Cristina yang pasti sudah menunggunya sedari tadi .
Dan Al langsung menuju rumah makan Yang tak jauh dari rumah sakit itu Dengan berjalan kaki menyebrang jalan
"' Maaf lama menunggu mba " kata Al Kenapa melihat Cristina bersama seorang pria duduk di sebelahnya
"Kenal kan dok ini suami saya mas Leo " kata Cristina
" Oh tuan Leo senang bertemu anda " kata Al menyambut tangan Leo
" Sama sama dok Trimakasih sudah membantu istri saya keluar dari sana " kata tuan Leo
" Oh...itu hanya kebetulan saja tuan " kata Al
" Tidak dok kau orang baik, tak semua orang sepertimu Dan dokter Al terlihat sangat pintar ya kan bang " kata Cristina
" Trimakasih mba , anda terlalu memuji " Kata Al merendah
" Hahaha... tidak dokter anda dokter jenius Tapi sayang tak semua orang menyadarinya Oh ya ayo kita makan " kata Cristina tertawa
" Ya dokter ayo kita makan tak perlu sungkan " kata tuan Leo
" Ya tuan , nona eh mba Tina " kata Al gugup Karna merasa canggung. Yang membuat Tina dan Leo tersenyum
Lalu mereka makan dengan lahap setelah itu Tina dan Leo pamit pulang Sambil memberikan satu kantong buah Dan makanan ringan untuk Al .
" Dok di terima ya , kami sangat bertrimakasih pada dokter Karna sudah menolong saya " kata Cristina
" Itu sudah tugas saya mba , ngak perlu sungkan kalo mba dan tuan butuh saya Kalian bisa menghubungi saya lagi " Kata Al basa basi
" Ya dok Kalo saya di sini pasti saya akan menghubungi dokter Al .Sayangnya kami akan pulang ke paris sore ini . semoga sukses ya dok Terima ini sebagai hadiah kami " kata Cristina
" Kok repot repot , trimakasih mba tuan di traktir saja sudah cukup bagi saya Kenapa ini banyak sekali " kata Al tersenyum
" Ah dokter Al merendah Kami sangat berterima kasih Karna dokter sudah menyelamatkan tiga nyawa Kami sudah memeriksanya dok . Anda benar saya hamil kembar " kata mba Tina tersenyum
" Syukurlah selamat ya mba tuan hati hati di jalan " kata Al
" Ya dok , anda juga hati hati semoga keberuntungan slalu menyertai dokter " Kata Leo Lalu pamit bersama Tina Meninggal kan Al sendirian .Setelah mereka membayar semua makanan Dan Al tersenyum membiarkan mereka pergi Sambil membawa kantong kresek makanan Yang di berikan Tina dan suaminya Untuk kembali kerumah sakit
" Alhamdulilah , lumayan buat cemilan " kata Al Saat sudah di ruangannya Ketika membuka makanan di kresek pemberian Tina dan suaminya dan ....
"Apa ini ?" kata Al kaget melihat amplop putih di atas wadah coklat Yang di rekatkan dengan selotip putih
" Surat " kata Al meraba isinya Lalu membuka sampulnya dan melihat isinya
" Cek......700 juta " kata Al kaget dengan sehelai kertas kecil tertulis ***SEMOGA BERMANFAAT DOK *** Leo & Tina
Yang membuat Al langsung memegang nya erat Dan bersyukur dalam hati Karna itu adalah rezekinya Yang pasti di kirim kan tuhan lewat Cristina
" Trimakasih ya Allah ini bisa buat kuliah lagi " kata Al senang tak menyangka hari ini ia beruntung Bisa mendapat kan rezeki nomplok
Lalu Al dengan cepat menyimpan nya Dan besok ia akan mencair kan nya Karna 3 bulan lagi ia bisa mengambil spesialis setelah masa tugas nya selesai
Lalu Al kembali bekerja Dengan perasaan bahagia Karna ia bisa bernafas lega untuk bisa membahagiakan Evelyn
" Al pasien kita sudah berkurang 5 orang . Kalian bekerja cukup bagus " Kata Susan
" Terimakasih dok , berarti kita dapat restu nih buat dapat sip " Kata dokter Deni tersenyum melirik Al
" Itu pasti tapi ingat jangan lupa Gue senior kalian ya Dan traktirannya juga " kata dokter Susan memainkan alisnya
" Siap dok , hari ini juga boleh " kata Al tersenyum melirik Deni
"Jangan sekarang nanti bila pasien kita sudah sehat semua " Kata Susan
" Siap dok " Kata kedua nya Kompak Karna memang Deni dan Al di pegang oleh dokter Susan untuk mendidik mereka berdua selama mereka bekerja menjadi dokter muda di rumah sakit itu
**********
Sore nya Al bersiap ingin pulang Karna sudah ada dokter jaga tambahan untuk mengantikan tugas mereka Yang membuat Al senang bisa pulang cepat
Namun ketika ingin mengunci pintu ponsel Al bergetar di saku celananya
Drt..... drt......drt....
Al bergegas mengambil nya Dan melihat nomor asing lagi Lalu Al mengangkatnya
" Halo ....." kata Al
" ......."
" Oh ya pa saya akan kesana Kebetulan ini sudah mau pulang " kata Al
" .........."
" Baik pa " Kata Al lalu menutup ponsel Karna ada pasien yang memintanya untuk datang kerumahnya
Al pun bergegas pergi Karna lumayan baginya untuk uang tambahan .Apalagi ia butuh pengalaman untuk menangani para pasien. Agar ia bisa menerapkan ilmunya
Al dengan santai menuju sebuah rumah besar di daerah menteng Yang membuat nya melongo Ketika ia ada seorang satpam menunggunya di depan pintu
" Dokter Al ya " kata satpam itu
" Ya pa, apa benar ini rumah tuan Lim " kata Al
" Ya dok, anda sudah di tunggu silakan saya antar "Kata satpam itu ramah setelah Al memarkirkan motornya di teras halaman depan
Al di bawa masuk satpam itu menuju sebuah kamar Yang membuat Al tertegun Saat masuk kamar itu Kamar tuan pemilik rumah itu cukup besar
" Tuan dokter Al sudah datang " kata satpam itu
" Ya silahkan duduk nak " kata Pria tua itu tersenyum
" Bapak kan ......" kata Al mengingat pria tua itu sempat di tolongnya Saat mengeluh sakit di rumah sakit
" Duduk lah nak, pa no suruh bi nem membuat kan minum " kata pria itu Yang tampak sangat berwibawa
" Siap tuan " kata satpam itu .
" Apa dokter Al sehat " Kata bapak tua itu tersenyum
" Alhamdulilah tuan saya sehat " kata Al balas tersenyum pada bapak tua itu yang berjalan menggunakan tongkat Lalu membawa Al untuk duduk di sofa Yang dipanggil tuan oleh satpamnya
" Begini dokter saya ingin menujuk anda sebagai dokter pribadi saya " Kata pria itu yang tak lain tuan Lim
" Tapi saya dokter umum tuan , Saya juga belum berpengalaman Seperti dokter lain "kata Al kaget menarik nafas dalam .
" Kau memang dokter biasa Tapi saya bisa melihat kau sangat pintar nak " kata Tuan Lim Yang sudah biasa bertemu banyak orang Dan mata tuanya yang awas tak akan pernah salah menilai orang orang genius dan baik hati Yang hidup biasa diantara kebanyakan orang
" Ah tuan Lim terlalu memuji Bahkan saja hanya dokter umum biasa tuan Saya belum punya banyak pasien dan juga pengalaman " Kata Al merendah
" Ya .... ya saya tahu , tapi nanti seiring nya waktu Kau juga akan mendapatkan nya " kata tuan Lim tersenyum .Yang bisa melihat sikap Al yang rendah hati baik dan juga sopan
Tama