Kali ini novel berjudul "Taubatnya Wanita Hina" diperankan oleh gadis cantik yang tumbuh besar dalam lingkungan bebas.
Hidup bebas hingga membuatnya terjerumus pada dunia malam.
Hidup yang hanya berisikan foya-foya dan pergaulan bebas.
Hingga suatu kondisi membuatnya bertemu dengan seorang pria mapan yang juga taat beragama dan akhirnya mampu membawanya ke jalan yang benar.
Tapi tak berhenti disitu, kisah kelam di masa lalunya membawa imbas di kehidupan masa depannya.
Siapakah pria hebat yang mampu mengubahnya?
Bagaimanakah perjuangan mereka dalam menghadapi celaan masyarakat tentang masa lalunya?
Simak ceritanya dan jangan sampai ketinggalan yaa*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfin Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07 Kembali Sibuk
Saat hendak membuka pintu ada seseorang yang menepuk pundaknya
"Zee... Ini lo beneran Zee, kan?.." Tanya Dita
"Kenapa?" tanya balik Zee
"Gila gila... Lo baru pulang dari pengajian apa gimana? Terus dari mana lo bisa dapat baju kek gini?"
Dita sempat pangling melihat wajah Zee yang di balut dengan hijab, sebelum kemudian mengejeknya.
"Au ah... Gue capek mo istirahat" Zee segera masuk dan Dita pun menyusul di belakangnya.
Zee langsung melepas gamis dan hijabnya lalu berganti dengan daster mini kesukaannya.
Dita terkejut melihat bibir Zee yang ada bekas luka serta lengannya yang membiru.
"Eh Zee kenapa badan lo jadi biru-biru kek gini? Trus kenapa juga dengan bibir lo?"
Dita membolak-balikkan tubuh Zee dan melihat bagian mana saja yang membiru.
"Semalam lo nginep di mana sih?"
"Ish... Tanya satu-satu napa. Bingung gue mo jawab yang mana"
"Oke oke. Semalam lo nginep di mana? Gue coba hubungin hp lo tapi ga aktif" tanya Dita
"Gimana mau aktif, paling sekarang hp gue udah mati gara-gara lowbat. Tuh hp nya di meja, gue seharian kemarin ga bawa hp"
"Trus lo nginep di mana?"
"Di rumah umi Fatimah"
"Hah?? Umi?? Siapa?"
Zee lalu menceritakan semuanya pada Dita mulai dari dirinya waktu di bar hingga bisa menginap di rumah umi Fatimah.
"Wah... Gila sih Angga. Baru kenal aja udah main nyosor. Ini nih yang gue takutin kalo ninggalin lo sendirian, kejadian kan?"
"Kalo gue tau bakal kejadian begini, ga mungkin gue bakal pergi ke bar"
"Nih ya Zee. Lo itu sekarang udah publik figur, wajah lo udah terkenal di mana-mana banyak orang yang mengincar lo, mau ngejatuhin lo. Kalo sampai kabar ini menyebar luas di media karir lo bakal terancam" jelas Dita
Dita terus saja memarahi Zee bukan karena apa, tapi karena Dita tidak mau ada kejadian buruk yang meninpa sahabatnya itu lagi.
Dita lalu mengambil salep untuk mengobati beberapa bagian tubuh Zee yang membiru.
"Malam ini lo ada jadwal DJ di daerah ..... Gimana? Lo bisa gak? Kalo lo mo istirahat biar gue atur" tanya Dita
"Ga usah, gue ga papa kok. Cuma gini doang"
"Ya udah sekarang lo istirahat, biar nanti lo semangat"
Baru saja Zee membaringkan tubuhnya di kasur, ada seseorang yang mengetuk pintu.
Dita segera berlari untuk membuka pintunya yang ternyata security.
"Ada apa ya pak" tanya Dita
"Maaf mbak ganggu, di luar ada yang mencari mbak Zee "
"Siapa? Cowok apa cewek?"
"Saya ga tau siapa mbak, itu laki-laki"
"Ya udah pak suruh tunggu bentar, gitu"
"Baik mbak" Security itu pun pergi.
"Siapa Dit?" Teriak Zee dari dalam
"Itu security, katanya ada yang nyari lo di depan"
"Siapa?"
"Ya mana gue tau. Eh jangan-jangan itu Angga yang semalem masih ngejar lo sampe sekarang?"
"Mana mungkin Dita? Ya kali dia mau nyerang gue di tempat umum yang mana semua penghuni disini mengenal gue. Yuk ah ikut gue"
Zee menarik tangan Dita mengajaknya keluar bersama.
Saat sudah sampai di luar ternyata yang menunggunya adalah Adam.
"Kamu nyari saya?" Tanya Zee
Adam menoleh ke arah Zee dan langsung kembali memalingkan wajahnya.
Zee baru sadar kalau dirinya kembali menggunakan baju seksi dan reflek juga membelakangi Adam.
Dita terkejut melihat tingkah Adam, terlebih lagi saat melihat Zee juga bertingkah aneh.
Adam mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya.
"Saya kesini cuma mau balikin kalung ini"
Zee langsung melihat tangan Adam dan benar itu adalah kalungnya.
Dan segera Zee mengambilnya.
"Terima kasih. Terima kasih telah mengembalikan barang berharga saya"
"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi, assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam...."
Setelah Adam pergi Zee kembali lagi ke apartemennya.
Dita yang sedari tadi penasaran tidak sabar ingin bertanya pada Zee.
"Cowok tadi siapa Zee?"
"Itu namanya Adam"
Zee kembali meletakkan kalungnya di dalam kotak perhiasannya.
"Itu cowok yang bantu selamatin lo semalam?"
"He'em..."
"Ganteng banget tau. Uadh gitu jujur lagi. Ya kali orang nemu kalung di mobil sendiri bakal di balikin. Kalo cowok lain mah pasti udah ke toko emas buat di jual"
"Iya mungkin" jawab Zee
"Eh eh... Tadi tuh kenapa dia memalingkan wajahnya dari lo?"
"Aurat"
Dita sontak tertawa terbahak-bahak mendengarnya
"Apa?.lo bilang aurat? Sejak kapan lo ngerti masalah aurat?"
"Semalam. Itu gamis yang aku pake di kasih sama dia. Dia itu orangnya agamis, menjaga pandangan juga rajin ibadah" jelas Zee
"Wah... Bener-bener langka dia. Di jaman sekarang nemu yang model kek begitu jarang banget. Pemuda tampan yang sopan, jujur dan agamis kini sudah hampir punah"
Dita berbicara panjang lebar tapi Zee tak menjawabnya. Saat Dita menoleh ternyata Zee sudah tidur dengan pulas.
"Dasar tukang molor. Ga bisa nyium bau bantal dikit langsung molor. Gue dikira radio rusak apa"
Dita lalu meninggalkan Zee sendirian dan pergi keluar entah kemana.
Saat malam mulai menyapa, Zee kembali sibuk dengan kegiatannya sebagai DJ.
Kembali menghabiskan malam dengan alunan musik yang keras di dampingin dengan minuman yang serba memabukkan.
Malam ini Zee mengenakan hoodie crop yang memperlihatkan perutnya yang ramping serta bertindik dan rok mini dengan belahan di paha kanannya, juga di lengkapi sepatu boot hitam kesukaannya.
Zee tampak sangat seksi dan menarik perhatian semua pasang mata yang melihatnya, terutamanya para laki-laki.
Kali ini Zee tidak hanya di temani Dita dan manajer nya, Frengky dan teman-temannya juga ikut hadir meramaikan bar itu.
Frengky dan teman-temannya membicarakan Zee dari kejauhan.
"Udah pernah lo sikat belum dia?" Tanya Agil pada Frenky
"Belom"
"Kenapa frenk? Lo ga berani? Kalo ko ga berani biar gue aja yang sikat"
"Enak aja lo, itu jatah gue. Tunggu sini, lo bakal liat kalo malam ini gue bisa sikat abis ke oriannya"
Frengky dan teman-temannya sepertinya sudah sangat tidak sabar untuk bisa mengambil keperaw*nan Zee.
Saat Zee beristirahat duduk untuk minum, Frenky datang dengan membawakan segelas anggur untuknya.
Zee mengambilnya lalu meminumnya sampai habis.
Frengky mulai senyum-senyum pada temannya.
Saat Zee kembali memainkan DJ nya, kepalanya mulai terasa berat, matanya seakan terasa berat untuk di buka.
Frengky langsung menangkap tubuh Zee yang mulai lemas dan membawanya turun dari panggung. DJ lalu di gantikan oleh yang lain sementara Frenky membawa Zee ke kamar.
Teman-teman Frenky bersorak gembira mengetahui Zee yang sudah terbaring lemah di atas kasur.
"Wah wah... Buruan sikat frenk. Jangan lama-lama, bagi-bagi lah nanti. Hahha...." Agil tertawa bersama teman-teman yang lainnya.
"Tenang aja. Kalo gue udah puas pasti gue bagiin ke lo semua"
Mereka akhirnya tertawa puas bersama. Frengky pun masuk ke kamar dan ketiga temannya kembali ke bar.
Dari kejauhan Dita melihat dan mendengar dengan jelas apa yang Frenky dan teman-temannya bicarakan barusan.
Segera Dita berlari untuk membuka pintu kamar, namun tidak bisa. Dita lalu memanggil om Roy, manajer Zee untuk mendobrak pintu itu.
Saat pintu berhasil di dobrak, Frenky terkejut bukan main. Melihat Dita yang datang dengan ponselnya yang sedang merekam.
Om Roy langsung menarik Frenky dan melemparkannya ke lantai. Sedangkan Dita segera menyelimuti tubuh Zee yang kini hanya menyisakan bra dan ****** ******** saja.
"Zee... Bangun Zee, bangun..." Dita menepuk-nepuk pipi Zee namun Zee tetap tak sadarkan diri.
Sedangkan om Roy terus memukuli Frenky hingga babak belur.
"Gua kira lu itu baik sama Zee karena lu tulus berteman dengannya. Ternyata lu baik karena lu ada maksud!"
Brak... Tubuh Frenky kini kembali tersungkur di lantai. Wajahnya kini mulai lebam dan berdarah.
"Ampun om. Gue ada maksud..."
Brakkk....
Om Roy menarik wajah Frenky
"Ga ada maksud? Zee yang udah lu telanjangin masih bisa lu ngomong ga ada maksud?"
☀️☀️☀️☀️☀️
moga d berikelancaran sampe lahiran nanti
moga" anaknya ze kembar ya thor🥰🥰🥰
smg zee cpt pulih sehat begitu jg bayi nya..smg kebahagiasn ini jg bertambah bust zee..smg ada kabar baik dita jg choki sadar dr komay..lanjuut up thoor