NovelToon NovelToon
Penerus Warisan Dewa

Penerus Warisan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di malam Festival Bulan Darah yang kelam, klan kecil Lin di pinggiran Benua Timur Dunia Fana Bawah dibantai habis-habisan oleh pasukan elit Sekte Bayangan Abadi.

Sebuah Tanah Suci 8 bintang yang ditakuti seluruh alam rendah. Penyebabnya? Hanya sebuah cincin perak tua yang tampak biasa, namun menyimpan rahasia mengerikan.

Lin Xuan, pemuda berusia 17 tahun dengan bakat kultivasi biasa-biasa saja di Qi Condensation Lapisan 3, menyaksikan segalanya dengan mata terbuka lebar.

Ayahnya Kepala Klan Lin dibunuh di depan matanya. Ibunya, dalam keputusasaan terakhir, merobek jantungnya sendiri dengan tangan gemetar, menyerahkan cincin itu ke telapak tangan anaknya sambil berbisik.

“Jangan pernah menyerah… balas dendam… bahkan jika kau harus menjadi iblis.”

Lin Xuan dilempar ke jurang maut Laut Darah Terlarang, tubuhnya hancur, darah mengalir deras. Di ambang kematian, cincin itu bergetar hebat. Cahaya hitam pekat menyelimuti tubuhnya. Suara tua yang dalam dan dingin bergema di benaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Petir Ungu Pemecah Langit

(VOLUME 2: PILAR YANG RETAK)

Malam itu, Sekte Awan Hijau seolah ditekan oleh telapak tangan dewa yang murka.

Awan hitam bergulung-gulung menutupi langit dalam radius puluhan li, menelan cahaya bulan purnama hingga tak bersisa. Di dalam pusaran awan tersebut, kilatan petir berwarna ungu pekat menyambar-nyambar seperti naga yang mengamuk.

Tekanan Surgawi (Heavenly Dao Pressure) turun dengan brutal. Ribuan Murid Luar dan Dalam yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun dengan dada sesak, memuntahkan darah tanpa sebab yang jelas. Binatang-binatang roh penjaga sekte melolong ketakutan dan beringsut di sudut kandang mereka.

Di puncak tertinggi Gunung Awan Hijau, Pemimpin Sekte (Sect Master) yang telah mengasingkan diri selama lima tahun tiba-tiba mendobrak pintu guanya. Wajah tuanya yang penuh wibawa kini pucat pasi.

"Petir Petaka Ungu?!" Pemimpin Sekte bergumam dengan bibir gemetar, menatap langit di atas Hutan Bambu Hitam. "Hanya ahli ranah Nascent Soul yang menembus batas, atau lahirnya Artefak Jahat tingkat Surga yang bisa memicu petir ungu! Siapa yang berani memanggil malapetaka ini di dalam wilayah sekteku?!"

Beberapa siluet cahaya melesat menghampirinya. Mereka adalah para Tetua Utama, termasuk Tetua Mo dari Balai Hukuman.

"Pemimpin Sekte! Sumber energi itu berasal dari Hutan Bambu Hitam di area Murid Luar!" lapor Tetua Mo dengan wajah tegang.

"Segel area itu! Jangan biarkan siapa pun mendekat dalam radius lima li! Tekanan Petaka Surgawi akan menghancurkan jiwa kultivator di bawah Core Formation jika mereka berani mengintip!" perintah Pemimpin Sekte tegas.

Sementara para petinggi sekte panik dan hanya bisa menonton dari jauh, di pusat badai tersebut, Lin Xuan sedang berjuang antara hidup dan mati.

Di atas batu datar yang kini mulai retak karena tekanan udara, Lin Xuan duduk bersila. Pakaiannya telah hangus terbakar oleh panas yang memancar dari pori-pori tubuhnya.

Di dalam Dantian-nya, Pil Pembentuk Dasar telah sepenuhnya mencair, melepaskan lautan Qi yang liar.

"Tekan! Padatkan gas itu menjadi tetesan cairan!" suara Gu Tianxie menggema di dalam kepala Lin Xuan. Hantu tua itu kini masuk kembali ke dalam Cincin Jiwa Kuno, tidak berani menunjukkan wujud rohnya di bawah intaian Petaka Surgawi. "Bentuk pilar pertamamu!"

Lin Xuan menggertakkan giginya hingga darah mengalir dari sudut bibirnya. Menggunakan tekad yang ditempa dari penderitaan di dasar jurang, ia memaksa pusaran Qi di Dantian-nya untuk berhenti bergolak.

Gas Qi mulai menyusut, memadat, dan akhirnya... meneteskan setitik cairan spiritual yang sangat murni.

Satu tetes. Sepuluh tetes. Seratus tetes.

Cairan itu berkumpul di dasar Dantian, lalu perlahan menjulang ke atas, membeku menjadi sebuah pilar kristal berwarna hitam kelam warna dari Kitab Suci Tulang Asura.

Satu pilar terbentuk.

Tepat pada detik itu, langit merespons. Langit tidak mengizinkan keberadaan energi yang melawan kodrat alam.

BZZZAAAP!

Sebuah petir ungu setebal paha orang dewasa meluncur turun dari langit, membelah Hutan Bambu Hitam, dan menghantam tepat di atas kepala Lin Xuan.

"Jangan gunakan pelindung Qi!" teriak Gu Tianxie. "Gunakan Tubuh Asura mu! Telan petir itu untuk memurnikan sumsummu!"

Lin Xuan mendongak. Alih-alih menghindar, ia meninju langit.

BOOOM!

Petir ungu itu menghantam tinju Lin Xuan. Suara tulang yang retak terdengar mengerikan. Arus petir ungu yang membawa hukum kehancuran merambat masuk ke dalam lengannya, membakar kulit, merebus darah, dan menyengat setiap saraf di tubuhnya.

Karena efek Cincin Samsara Darah, rasa sakit itu dikalikan seratus. Lin Xuan merasa jiwanya nyaris terlempar keluar dari tubuhnya.

"AARRGGHHH!" Raungan Lin Xuan menggema di tengah derak guntur.

Namun, ia tidak hancur. Tulang Besi Hitam nya yang padat menyerap sisa-sisa energi petir itu. Urat-urat di tubuhnya yang tadinya rusak kini mulai merajut diri kembali dengan lapisan warna ungu samar.

"Bagus! Bentuk pilar kedua! Ketiga! Terus padatkan!" perintah Gu.

Lin Xuan memutar Qi nya dengan gila-gilaan. Di dalam Dantian nya, pilar hitam kedua terbentuk. Lalu ketiga. Keempat.

Seorang jenius biasa di ranah Foundation Establishment biasanya hanya mampu membentuk tiga hingga empat pilar. Wang Long memiliki lima. Namun Lin Xuan tidak berhenti.

Setiap kali dua pilar terbentuk, satu sambaran petir ungu kembali turun, lebih besar dan lebih mematikan dari sebelumnya.

Hutan Bambu Hitam di sekitarnya telah rata dengan tanah, berubah menjadi kawah hangus.

Pilar kelima. Keenam. Ketujuh.

Petir ketiga dan keempat menghantam bahu dan punggung Lin Xuan. Ia muntah darah hebat. Matanya memerah, pembuluh darah di matanya pecah. Tubuhnya nyaris mencapai batas kehancuran. Namun, energi petir yang tersisa diserap oleh Cincin Jiwa Kuno, lalu diubah menjadi Qi penyembuh yang menambal tubuh Lin Xuan di ambang kematian.

"Lagi!" desis Lin Xuan dengan suara serak, darah menetes dari setiap kata yang diucapkannya. "Langit tidak bisa membunuhku!"

Pilar kedelapan.

"Satu lagi," bisik Gu Tianxie di dalam cincin. Mata merah hantu tua itu menyipit licik. "Sembilan adalah angka ekstrem. Angka kaisar. Jika dia membentuk pilar kesembilan, fondasinya akan terlalu sempurna bagiku untuk direbut nanti. Aku harus 'membantunya'."

Di langit, awan petaka berpusar menjadi satu titik. Sambaran petir kelima yang terakhir dan yang terkuat bersiap turun. Warnanya bukan lagi ungu murni, melainkan ungu kehitaman.

Di dalam Dantian Lin Xuan, cairan spiritual terakhir mengembun, berusaha keras membentuk pilar kesembilan yang kokoh.

BZZZAAAAP!

Petir terakhir menyambar, membawa aura kehancuran.

Tepat sebelum petir itu menghantam kepala Lin Xuan, Gu Tianxie diam-diam melepaskan seutas benang energi rohnya yang sangat tipis dari dalam cincin, menyusup masuk ke dalam Dantian Lin Xuan yang sedang tidak berdaya, lalu melilit bagian dasar dari kesembilan pilar hitam tersebut.

BOOOOOOM!

Kawah di Hutan Bambu Hitam meledak, menciptakan gelombang kejut yang merobohkan asrama Murid Luar yang berada dua li dari sana. Cahaya menyilaukan membutakan mata para Tetua yang mengawasi dari kejauhan.

Di pusat kawah, Lin Xuan ambruk dengan satu lutut. Kulit tubuhnya hangus sepenuhnya, mengelupas seperti arang.

Namun, di dalam Dantian-nya, sembilan pilar berwarna hitam legam berdiri melingkar. Puncak Foundation Establishment dalam satu tarikan napas!

Tetapi, ada yang aneh.

Jika diperhatikan dengan mata spiritual (Divine Sense), di permukaan kesembilan pilar yang kokoh itu, terdapat retakan-retakan halus setipis rambut. Retakan itu bukan akibat dari petir surgawi, melainkan dari benang energi yang diam-diam ditanamkan oleh Gu Tianxie.

Retakan itu tidak mengurangi kekuatan Lin Xuan sekarang, tetapi menjadi 'bom waktu' rahasia yang mengikat jiwa Lin Xuan pada hantu tua tersebut.

Lin Xuan tidak menyadarinya. Rasa sakit dari petir terakhir membuat kesadarannya kabur. Ia terengah-engah, merasakan kekuatan yang ratusan kali lipat lebih besar dari sebelumnya mengalir di nadinya.

"Sembilan pilar..." gumam Lin Xuan, menyeka darah kental dari matanya. "Aku berhasil menembus Foundation Establishment."

"Kerja bagus, Bocah," puji Gu Tianxie dengan nada bangga yang palsu. "Sekarang, pakai cincin itu untuk menelan seluruh sisa aura Petaka Surgawi di sekitarmu! Para Tetua sekte sedang menuju ke sini. Jika mereka melihatmu ranah kultivasimu tiba-tiba melonjak dengan sembilan pilar, kau akan langsung dibedah hidup-hidup sebagai iblis!"

Kesadaran Lin Xuan langsung tajam kembali. Ia tahu bahaya dari dunia kultivasi. Terlalu menonjol tanpa perlindungan adalah jalan pintas menuju neraka.

Ia menekan Cincin Jiwa Kuno. Seketika, aura kengerian petir ungu dan tekanan kultivasinya tersedot habis ke dalam cincin. Lin Xuan menggunakan segel ilusi rahasia untuk memalsukan auranya kembali ke Qi Condensation Lapisan 5.

Ia segera mengambil jubah sekte cadangan dari cincin penyimpanannya, menutupi tubuhnya yang hangus, lalu melesat pergi menggunakan Langkah Hantu Tanpa Jejak, menghilang ke dalam bayangan gunung sesaat sebelum belasan sinar pedang para Tetua mendarat di kawah tersebut.

Ketika Pemimpin Sekte dan Tetua Mo tiba di dasar kawah, mereka hanya menemukan abu bambu hitam dan sisa-sisa petir yang perlahan memudar di udara.

"Tidak ada mayat. Tidak ada artefak," gumam Tetua Mo dengan wajah pucat, memeriksa tanah yang meleleh menjadi kaca.

Pemimpin Sekte memejamkan mata, memindai area itu dengan Divine Sense nya, namun tidak menemukan jejak kehidupan.

"Entah seorang ahli tertinggi baru saja lewat untuk menjalani Kesengsaraan, atau artefak iblis itu telah melarikan diri," kata Pemimpin Sekte dengan nada suram. "Tingkatkan patroli sekte! Siapa pun atau apa pun itu, ini adalah pertanda bahwa masa damai di Benua Timur akan segera berakhir."

Jauh di dalam bayangan asrama yang kacau balau, Lin Xuan berjalan dalam diam. Matanya yang gelap menatap telapak tangannya sendiri yang kini menyimpan kekuatan untuk menghancurkan sebuah kota kecil.

1
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnnn mangh suannnn
saniscara patriawuha.
gassssddd...
saniscara patriawuha.
sikattttt manggg suannnn
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Jooossss 👍
REY ASMODEUS
selamat datang tingkatan baru... selamat datang sang azura dan selamat menikmati kehancuran wahai benua tengah. 🤣🤣🤣
Budi Wahyono
5 mawar untuk lin xuan
REY ASMODEUS
ini namanya konspirasi pertandingan tingkat dewa🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
gasdddd deuiiiii anuuuu kenceungggh..
Bisri Ilhamsyah
mantap ceritanya
REY ASMODEUS
Thor aku serakah. up lqgi 12 bab boleh ? 🙏🙏🙏🙏🤭🤭🤭
Sang_Imajinasi: kita gas besok
total 1 replies
REY ASMODEUS
aku suka gayamu azura🤣🤣🤣🤣,
saniscara patriawuha.
lanjuttttkannnnnnn.....
Sang_Imajinasi: siap💪
total 1 replies
REY ASMODEUS
merinding bosku. ini baru azura sang pembantai. biarkan pion maju kedepan sedangkan sang bayangan menari dengan rima berdarahnya di balik bayangan
saniscara patriawuha.
krakkkkkk bunyi yanggg gurih gurih renyahhhh....
saniscara patriawuha.
gassssss polllll deuiiii...
saniscara patriawuha.
sukatttttt mangggg suannnn...
REY ASMODEUS
sekte kabut ilusi. kalian slaah kasih nama harusnya sekte ilusi suka ngibul🤣🤣🤣
Arinto Ario Triharyanto
silent.... mematikan....itu benar mantap Thor... lanjutkan 💪
saniscara patriawuha.
sikatttt sampeee lumattt
saniscara patriawuha.
gasssssd pollllll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!