Adara hamil, sialnya ia tidak tahu ia hamil anak siapa. Yang ia ingat terakhir kali hanyalah dirinya terbangun dalam keadaan telanjang bulat bersama dengan empat sahabat laki laki nya yang juga tidak mengenakan pakaian apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theshittyqueen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DELAPAN
Markus benar benar merasa menyesal, sekaligus ia bersyukur bahwa ia meminta anak buahnya untuk menahan Aaron untuk tidak datang ke pernikahan nya.
Markus hendak berlari ingin menemui Adara, ingin meminta maaf dan mengatakan semuanya kepada Adara.
Namun langkah Markus terhenti ketika ia mendengar teriakan dari Marvel, Om Markus sendiri.
“Pengantin Pria nya sudah datang!”
Markus menggelengkan kepalanya, ia benar benar panik melihat bagaimana Marvel menghampiri sosok Aaron yang baru saja turun dari mobil.
Bagaimana bisa Aaron datang kemari? Bukan kah Markus sudah memerintahkan orang suruhannya untuk menahan Aaron agar tidak bisa hadir ke pernikahan ini?
Ponsel Markus tiba tiba saja berdering, itu panggilan dari orang suruhannya. Markus sontak mengangkat telepon tersebut dengan emosi. “Kenapa dia bisa datang kemari?!”
“Maaf atas kelalaian saya Tuan.”
“Shit. Kau ini benar benar tidak becus.” Markus kesal, ia tidak terima jika Adara menikah dengan laki laki itu. Tidak ketika Markus sudah mengetahui yang sebenarnya, Markus tidak akan merelakan Adara pada laki laki lain begitu saja.
“Maaafkan saya Tuan, sekarang saya sudah berada di depan gedung, jika Tuan mau saya bisa masuk dan membuat keributan agar pernikahan itu batal.”
Markus berdecak sebal, “Ya, buat pernikahan ini batal. Aku sudah membayar mu mahal, aku tidak ingin rugi.”
Markus memutus sambungan telepon begitu saja, ia benar benar pusing.
“Markus kenapa kau disini! Ayo cepat masuk, acara nya sudah akan di mulai.” Marvel; Om Markus menarik lengan Markus, mengajak Markus duduk di dekatnya. Menonton bagaimana si pengantin pria berdiri di altar menunggu pengantin wanita nya untuk datang.
Dalam hati Markus memaki, seharusnya ia yang berada di posisi itu.
Markus hanya bisa diam melihat Damian; Ayah Adara menggandeng putrinya menghampiri Aaron.
Benci, benci sekali rasanya Markus ketika melihat Adara menyambut tangan Aaron. Bergenggaman tangan erat.
Markus tidak sanggup melihat Adara mengucap janji suci pernikahan dengan laki laki lain, ia memilih membuang muka dan menatap kearah lain.
Namun ia justru menangkap keberadaan orang suruhannya, dengan pakaian serba hitam dan mengenakan masker.
Mata Markus membulat saat ia melihat orang tersebut menodongkan pistolnya dalam diam tanpa terlihat oleh orang lain selain Markus. Baru saja Markus berteriak pistol tersebut sudah lebih dulu mengeluarkan peluru nya tepat menancap punggung Aaron sebanyak 3 kali.
Markus terkejut, ia benar benar terkejut. Semuanya terjadi begitu cepat. Ketika ia melihat tubuh Aaron jatuh di dalam pelukan Adara.
Markus memang ingin pernikahan ini dikacaukan tapi bukan begini yang ia inginkan.
Semuanya mendadak heboh dan mencoba untuk mengejar pelaku, namun orang suruhan Markus tersebut melarikan diri dengan cepat.
Markus melihat bagaimana Adara menangis, kedua orangtua Adara bahkan orangtua Markus sendiri turun tangan untuk membawa Aaron ke rumah sakit.
Jas putih yang Aaron kenakan berubah menjadi merah karna noda darahnya tersebut, bahkan noda darah tersebut juga mengenai gaun yang Adara kenakan.
“Aaron!!”
Tangisan Adara dan tangisan keluarga Aaron semakin membuat Markus panas dingin.
Kenapa ini? Kenapa semuanya jadi seperti ini?
Markus tidak berniat sedikitpun untuk melenyapkan Aaron, bagaimana ini?
***
Pernikahan di batalkan, saat ini semua tengah panik di rumah sakit.
Keluarga Aaron benar benar terpukul, Ibu Aaron mengatakan bahwa Aaron tidak pernah punya musuh sebelumnya.
Polisi pun datang untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi diantara itu fokus Markus saat ini tertuju kepada Adara yang tengah menangis di pelukan Ibu nya.
Adara terlihat sangat terpukul, ia menangis tanpa henti sejak berjam jam yang lalu.
Sebegitu sedihnya kah Adara, Aaron terluka? Apa Adara mencintai laki laki tersebut?
Apa Adara sudah tidak mempunyai rasa sedikitpun kepadanya?
Markus menggelengkan kepalanya, ini bukan waktunya untuk memikirkan hal itu.
Markus harus memikirkan tentang apa yang terjadi saat ini, orang suruhannya itu telah melukai Aaron dan keluarga Aaron meminta polisi untuk menemukan siapa orang yang telah menembak Aaron.
Jika orang suruhannya itu tertangkap maka Markus sudah pasti akan terseret, meski ia tidak pernah memerintahkan orang suruhannya itu untuk melukai Aaron.
Sial, ia sudah menyewa orang yang salah.
Saat ini ia benar benar dalam masalah besar.
“Sial.”
***
Adara pingsan, ketika dokter mengatakan bahwa kondisi Aaron kritis dan harus di operasi saat itu juga Adara jatuh pingsan.
Markus di minta untuk menjaga Adara sementara orang tua Adara mengurus keluarga Aaron yang sama shock nya dengan Adara.
Markus menatap Adara yang terbaring di ranjang pasien.
Wajah Adara begitu pucat, matanya basah dan membengkak. “Maafkan aku..”
Markus benar benar merasa menyesal.
Semuanya jadi hancur seperti ini.
Seandainya saja ia dulu tidak terbawa emosi dan pindah sekolah ke asrama begitu saja, memutuskan hubungan dengan Adara semuanya tidak akan jadi begini.
Dan seandainya dulu ia mau mendengarkan perkataan Adara lebih lanjut semuanya tidak akan jadi seperti ini.
Dan seandainya saja Markus tidak bersikap bodoh dengan menyimpan dendam dan menjebak Adara semuanya tidak akan jadi seperti ini.
Jika Markus tidak menjebak Adara, Adara tidak akan hamil dan tidak akan mungkin punya niat untuk menikah dengan Aaron, dan Aaron juga tidak akan terluka.
Semuanya memang karna dirinya, karna kebodohannya.
Tapi lagi lagi Markus lebih di dominasi oleh sisi egoisnya, ia memang menyesal tapi disatu sisi Markus bersyukur, bahwa Adara tidak jadi menikah dengan laki laki lain.
Kalau bisa, laki laki itu lebih baik tidak perlu bangun lagi. Dengan begitu Markus bisa berada disisi Adara. Menjadi sosok pahlawan disaat Adara hancur seperti ini.
Jahat? Memang.
Tapi ini juga kesempatan bagus bagi Markus untuk memperbaiki hubungannya dengan Adara.
Selagi ia bisa bersama Adara, ia tidak perduli dengan hal yang lain.
sukses
semangat
mksh