Arc 1 : Bab 1 — 41 (Dunia Melalui Mata Bayi Ajaib)
Arc 2 : Bab 42 — ... (On-going)
Aku terlahir kembali di dunia kultivasi dengan ingatan utuh dan selera yang sama.
Di sini, kekuatan diukur lewat tingkat kultivasi.
Sedangkan aku? Aku memulainya dari no namun dengan mata yang bisa membaca Qi, meridian, dan potensi wanita sebelum mereka menyadarinya sendiri.
Aku akan membangun kekuatanku, tingkat demi tingkat bersama para wanita yang tak seharusnya diremehkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31 : Warisan yang Terungkap.
Dari gendongan Ibu, aku punya posisi strategis, cukup dekat untuk mengamati semuanya, cukup jauh untuk tidak menjadi pusat perhatian. Udara pagi lembah hangat dan lembap, membawa aroma kayu dan tanah basah. Setiap helaan napasku terasa menenangkan, tapi juga memberitahu bahwa Qi di sekitar bergerak pelan, siap menunggu sesuatu.
Di depan Lin Jie, liontin naga itu berputar perlahan di jari-jarinya. Logamnya memantulkan cahaya matahari, menyorot ukiran halus yang selama ini tersembunyi.
Qi dari liontin itu … cukup tebal untuk membuat punggungku menegang sedikit di gendongan.
Aku bisa merasakannya—sebuah aliran Qi kuno, stabil tapi tegas, seolah benda itu bernapas, dan setiap tarikan Qi-nya ingin mengingatkanku ini bukan main-main.
Ukiran kecil itu.
"Darahku melindungi darahmu. Warisanku menjadi perisaimu."
Kata-kata itu tidak sekadar suara.
Qi yang melekat di logam itu menembus kulit, memaksa tubuhku untuk merespons.
Denyut halus mulai berjalan di seluruh tubuhku. Simpul gelap yang biasanya menegang setiap kali Qi asing datang, sekarang hanya menahan napas. Itu tidak memberontak. Itu … mendengarkan.
Simbol-simbol kecil di bawahnya memancarkan pulsa Qi yang lebih lembut, hampir seperti peta energi.
Aku bisa merasakan alirannya masuk ke garis meridianku, menelusuri dantian dengan perlahan, seperti mencoba menyesuaikan diri dengan tubuh yang baru.
Formasi naga, Biji Cahaya, Naga Penjaga, semuanya bukan sekadar istilah.
Qi itu sudah bergerak, menandai, memetakan, dan memperhitungkan batasanku.
Aku mengamati Ibu menatap Lin Jie, menahan napas. Aku? Aku hanya menatap jari-jari sendiri yang bergerak-gerak di gendongan.
Tidak ikut campur.
Belum.
Tapi rasa ingin tahu menyala di Qi-ku, pelan tapi jelas, menanyakan pertanyaan yang tidak bisa dijawab siapa pun kecuali diriku sendiri.
Lin Jie berbicara tentang bahaya Biji Cahaya. Kata-katanya tegas, tapi Qi yang mengalir dari tubuhku menertawakannya dalam diam.
Bayi enam bulan yang bisa terbakar oleh warisan keluarga? Aku menahan tawa mental, tapi tubuhku tetap menyesuaikan aliran Qi liontin.
Qi itu berputar di sekitar jantungku, menyentuh meridian yang tertutup, menari di sepanjang tulang belakangku. Sensasinya aneh tapi … nyaman.
Ibu memelukku lebih erat.
Qi tubuhku menyebar, menembus pelukan, berinteraksi dengan Qi-nya
Rasanya hangat dan stabil, seperti memastikan aku aman. Aku menatap mereka. Kekhawatiran jelas di wajah mereka, tapi tubuhku menyesuaikan, tidak panik, tidak terkunci. Hanya mengalir, menunggu perintah.
Dan kemudian Lin Jie menyebut mata air kehidupan.
Qi-ku mengalir cepat, seolah merespon kata-kata itu. Airnya lembut, katanya, bisa menstabilkan Biji Cahaya di tahap awal.
Aku bisa merasakannya, bukan langsung, tapi melalui prediksi Qi, aliran itu akan masuk ke pori-poriku, menyesuaikan meridian, menenangkan simpul gelap, menyeimbangkan Qi liontin dan tubuhku sendiri.
Bayi melakukan perendaman Qi? Absurd, tapi rasanya seperti mainan interaktif.
Aku mengamati.
Ibu menatapku, lalu mengangguk pelan.
"Besok kita coba."
Aku menatap mereka balik. Ya, aku bayi. Tapi Qi-ku sudah menari di meridian, membaca energi di sekitar, memperhitungkan setiap langkah mereka. Aku tahu lebih banyak daripada yang mereka kira.
Dalam hatiku, Qi tertawa kecil, menunggu giliran untuk bermain. Tidak ada ledakan, tidak ada drama. Hanya aku, liontin, tubuhku sendiri, dan energi lembah yang mengalir, menunggu saat yang tepat untuk beraksi. Dunia ini absurd, tapi bagi Qi-ku, ini pertunjukan yang menarik.