Follow IG : othor_barbar
Siapa yang tak terluka jika kita menikah dengan orang yang tak pernah menganggap kita ada.
Hari-hari disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hati kita terhempas dan jatuh berkeping-keping, akankah kita bisa bertahan dengan rumah tangga yang dijalani penuh dengan kepalsuan semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesabaran Gracia
"Meskipun cinta ini belum ada, haruskah ku membiarkannya hidup dalam kebencian pada diriku? Aku telah berusaha tersenyum untuknya. Namun, rasanya dia tak pernah menoleh ku, bahkan dia begitu ilfil saat menatap wajahku. Sebegitu hina kah diriku? Apakah aku memang tak pantas untuk dicintai? Selama ini aku selalu mendapatkan apapun yang ku inginkan. Namun, bisakah aku mengambil hatinya yang begitu keras? Bahkan kurasa hatinya lebih keras dari pada batu?" Gracia membatin dan menatap Brian yang melangkah pergi dari ruang kerjanya tersebut.
Brian langsung pergi setelah menjambak rambut Gracia. Gracia pun membenarkan rambut yang berantakan akibat ulah Brian dan mengusap setetes air mata yang tak mampu ia bendung.
Tring...
Suara ponsel Brian berbunyi pertanda pesan masuk.
"Sayang..., kita jalan yuk! Kita udah lama nggak jalan bareng, aku merindukan saat kita jalan berdua seperti dulu. Kamu nggak ada acara 'kan sayang?" pesan singkat Maudy.
Ok! Kamu tunggu di tempat biasa, tunggu aku disana dan jangan kemana-mana sebelum aku menjemputmu!" Brian membalas pesan Maudy.
Brian mengganti Baju dan langsung pergi meninggalkan mansion. Sedangkan Gracia hanya mampu menatap kepergian suaminya tanpa berani menanyakan kemana suaminya akan pergi.
...❤❤❤❤❤...
Maudy menunggu Brian di cafe tempat ia dan Brian selalu menghabiskan waktu berdua. Cafe yang bernuansa romantis yang membuat para pengunjung tidak bosan untuk menghabiskan waktu disana.
Maudy memegang ponselnya sambil melihat isi galery dari ponsel tersebut. Maudy menatap fotonya dengan seseorang yang pernah menjadi kekasihnya di luar negri. Namun, hubungan mereka kandas lantaran Maudy tidak mau menyakiti Brian jika Brian mengetahuinya. Maudy berhubungan dengan mantan kekasihnya tersebut, hanya untuk mengisi kekosongan hatinya selama ia berada di sana. Dan Maudy langsung menghapus foto-foto tersebut lalu menatap fotonya dengan Brian yang terlihat begitu bahagia.
Maafkan aku Mas, aku nggak bermaksud untuk menyakitimu. Namun, disana aku sangat merasa kesepian saat tak mempunyai kekasih. Aku janji nggak akan pernah menghianatimu mu lagi, cukup sekali saja. Maudy membatin sambil menatap fotonya dengan Brian yang sedang tertawa bersama.
Brian telah sampai di cafe tempat ia dan Maudy janjian. Brian menoleh kesana dan kemari, lalu tatapan Brian berhenti pada seseorang yang sedang fokus menatap ponselnya. Brian mendekat lalu Brian menutup mata Maudy dari belakang.
"Mas Brian," ucap Maudy sambil tersenyum.
Brian melepas tangannya dari mata Maudy dan langsung duduk di sebelah Maudy.
"Kok kamu tau kalau aku yang menutup matamu?" ucap Brian tersenyum.
"Aku kekasihmu Mas, jadi aku hafal betul wangi parfum milikmu." Maudy tersenyum menatap Brian.
"Oh ya?" Brian menaikkan sebelah alisnya, sambil tersenyum menatap Maudy.
"He'em..., mana mungkin aku bohong." Maudy membenarkan ucapannya.
"Mas, kita ke mall yuk! Aku mau belanja. Sekalian kita nonton, aku merindukan hubungan kita yang seperti dulu. Aku ingin kita hari ini menghabiskan waktu bersama." Maudy tersenyum sembari menggenggam tangan Brian.
"Ya udah, ayo!" Brian membalas senyuman Maudy.
"Kamu nggak pesan minum dulu Mas? Kamu pasti haus, aku pesankan ya?" tawar Maudy.
"Enggak usah, aku nggak haus. Kita berangkat sekarang aja." Brian mengajak Maudy.
"Terima kasih sayang. Meskipun kita pisah dengan waktu yang cukup lama, tetapi kau tak pernah berubah. Kau tetap perhatian padaku," ucap Maudy menatap Brian dengan perasaan bersalahnya karena sempat menghianati Brian.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Gracia yang mempunyai janji temu dengan Tuan Abraham kini menelpon Rany untuk menghandle pekerjaannya, ia tidak ingin membuat suaminya tambah marah jika dirinya di sibukkan dengan pekerjaan.
Gadis itu pun tersenyum menikmati jalan takdirnya yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Gracia yang sebelumnya di perlakukan sebagai seorang ratu, kini berbalik, ia diperlakukan seperti seorang budak. Namun, gadis itu tetap sabar meskipun ia diperlakukan sebegitu hinanya oleh suaminya sendiri.
Gracia melakukan pekerjaan rumah tanpa ada yang berani membantunya atas perintah Brian. Namun, rasa lelahnya se akan tidak terasa karena kesabaran yang dimiliki oleh gadis itu.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Thank you untuk Readersku tercinta
Semangatku karena kalian 😍