NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta

Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:94.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rniehamizan

Di khianati, adalah satu kata yang paling menyakitkan. Bagaimana pria yang tak lagi punya rasa cinta itu bisa menjerat para wanita dalam pesonanya?

Ketulusannya terhadap Echa putri tirinya membuat Arfian menjadi pria paling di idamkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Palu sudah di ketuk sebagai tanda sidang perceraian mereka telah berakhir, hak asuh Echa jatuh pada Arfian. Karena hakim mendapatkan bukti bahwa perceraian ini di picu oleh perbuatan sang istri. Mengkhianati dan telah menelantarkan putrinya selama ini dengan menitipkannya di penitipan anak.

Rena terbukti tidak pantas menjadi seorang ibu. Dia terlalu mementingkan dirinya sendiri.

Bukti-bukti itu seolah sengaja di berikan pada saat-saat terakhir. Padahal Arfian sama sekali tak mengatakan soal perselingkuhan Rena saat mengajukan perceraian. Dia hanya beralasan sudah tak cocok dan merasa jika pernikahannya tak bisa di lanjutkan karena dirinya dan Rena sudah tak saling mencintai lagi.

Rena pun tahu itu. Jadi dia begitu marah dan bingung kenapa hakim itu mengetahui soal perbuatannya. Dia tak terima hingga mengamuk di dalam persidangan.

"aku ibunya sementara dia...." Rena menunjuk Arfian dengan tangan bergetar. Lidahnya mendadak kelu begitu melihat Echa yang tidur pulas di pelukan Arfian.

Semua itu menunjukkan kalau Arfian lebih pantas darinnya. Kedekatannya dengan Echa dan caranya memperlakukan gadis itu membuat semua yang hadir di sana setuju dengan keputusan hakim.

"sudahlah, ayo kita pergi." Ben menggandeng Rena dengan paksa karena wanita ini menolak untuk pergi.

Rada menepuk punggung Arfian. Dia memberi isyarat padanya agar segera pergi membawa Echa. Arfian pun mengerti, dia pergi di susul Rega sementara Rada mendekati Rena yang masih menangis di pelukan Ben.

"ini semua karena ulah mu." Seru Rada. "jangan salahkan Arfian karena putrimu lebih memilih nya."

"mamah....Echa putriku. aku yang melahirkannya."

"ck..kau hanya melahirkannya."

"apa maksud mamah?"

Rena menatap Rada. Ben yang merasa mereka butuh ruang untuk bicara pun segera pergi menjauh. Dia berjalan ke arah Arfian.

"tunggu...." Panggilan Ben menghentikan langkah Arfian dan Rega.

"Rega, bawa Echa kemobil." Arfian menyerahkan Echa pada Rega.

Ben meminta Arfian untuk mengikutinya ketempat yang sepi. Dia tak ingin percakapan di dengar orang lain terutama Rena.

Di sinilah mereka berdua sekarang, berada di belakang gedung.

"kau yang memberikan bukti-bukti itu kan?" Tanya Arfian curiga.

Ben pura-pura terkejut lalu terkekeh pelan sambil bertepuk tangan.

"binggo." Ucapnya.

"apa maksud mu melakukan itu? kau sengaja memberikan Echa padaku secara tak langsung."

"humm....karena ku rasa kau lebih pantas jadi ayahnya di banding aku."

Arfian tersenyum sinis. Dia menangkap hal lain dari niat Ben membuat Rena tak mendapatkan hak asuhnya.

"jangan berbohong. aku tahu kau pria macam apa."

Ben mengendikkan bahunya lalu menepuk pundak Arfian sok akrab.

"aku sudah mendapatkan Rena, gadis kecil itu bukan apa-apa bagiku."

"kau..." Arfian mencengkram kerah kemeja Ben kuat, bukan karena dia menyinggung soal Rena tapi Arfian tak terima jika Echa tak di anggap.

"ayah macam apa kau ini?" Desisnya.

Arfian benar-benar tak terima dengan sikap Ben yang seenaknya. Echa hanyalah seorang anak yang tak tahu apa-apa, kenapa Ben begitu tega tak mengakuinya.

Setidaknya hargai dan anggap dia sebagai putrinya.

"ck.. sudahlah. tapi kau harus tahu, aku memberikan Echa padamu itu artinya jauhi Rena dan jangan memiliki pikiran untuk mendapatkannya kembali." Ancam Ben.

Arfian mengepalkan tangannya. Dia ingin sekali saja memukul Ben tepat di wajahnya tapi semua keinginan itu terhenti ketika Rena berjalan kearah mereka.

"Ben, aku mencarimu. kenapa kau di sini?"

"ah..sayang." Ben merangkul pinggang Rena, mengecup bibirnya sekilas. Sikapnya sengaja memprovokasi Arfian.

Rena terlihat tak nyaman karena Arfian melihat mereka berdua dengan tajam.

"Arfi...."

"ck..aku tak pernah mengambil barang yang sudah aku buang. lalat hanya cocok dengan sampah." Ujarnya sambil pergi.

Ben yang mengerti itu langsung mengejarnya, menarik tubuh Arfian kencang hingga terhuyung.

Bugh..

Memukul wajah Arfian keras. Dia tak terima karena kata sindiran yang Arfian ucapkan.

"aahhh.... Ben, apa yang kau lakukan?" Teriak Rena.

Arfian mengelap ujung bibirnya yang sedikit sobek. Dia tak menyangka akan mendapatkan serangan mendadak seperti ini.

"Arfian.." Rada berlari menghampiri Arfian. "kau, dasar manusia jelek." Makinya pada Ben.

Dengan sekuat tenaga Rada menjambak rambut Ben.

"yak...apa yang kau lakukan, nenek tua. lepaskan rambut ku." Teriak Ben.

Brug...

Ben mendorong tubuh Rada begitu rambutnya terlepas dari cengkraman tangannya. Rena yang hendak membangunkan Rada langsung ditarik oleh Ben, menyeretnya kasar.

"s*al. kau memang tak punya hati." Ujar Arfian.

"ya. jika aku punya maka tak akan merebut istri orang." Timpal Ben sambil terus berjalan, tak peduli dengan Rena yang berontak minta di lepaskan.

"ayo mah." Arfian membantu Rada bangun, sikutnya sedikit terluka karena membentur tanah. "kenapa mamah melakukan itu?"

"karena kau diam saja."

"mamah, kekerasan tak baik jika di balas dengan kekerasan lagi."

"ck..tapi menurut mamah, dia itu harusnya di kebiri. keluarkan ususnya dan gantung kepalanya."

"hahaha.. iya-iya. terserah mamah."

"mana Echa?"

"di mobil bersama Rega."

Rada sedikit meringis saat melangkah pergelangan kakinya terasa sakit. Arfian tersenyum lalu berjongkok didepannya.

"naiklah mah, Arfian gendong." Arfian melirik Rada lalu tersenyum kembali. "Arfian tahu kaki mamah sakit."

Rada mengigit bibirnya. Perlakuan Arfian sungguh menyentuh hati nya. Selama ini hanya Arfian yang selalu mengerti. Setetes airmata menuruni pipinya, nyonya Rada tak bisa menahan rasa harunya. Meskipun sudah di sakiti oleh putrinya tapi Arfian masih menerima dirinya dan mengganggap dirinya sebagai ibunya sendiri.

...*************************...

Sena tersenyum puas melihat hasil karyanya. Ruangan yang tadinya hanya terisi oleh barang-barang tak terpakai lagi kini sudah dia sulap menjadi sebuah ruang bermain.

Dindingnya di penuhi banyak sekali bunga-bunga yang di buat dari kertas karton, di tempel menggunakan lem.

"bagus...Echa pasti suka." Serunya.

Ruangan ini berada di belakang dekat dapur. Sena memang meminta pada Rada kemarin untuk merubahnya menjadi tempat bermain untuk Echa, agar gadis itu tak bosan.

Ada kursi kecil, boneka dan beberapa buku cerita disusun di rak kecil bagian kanan. Karpet bulu bulat pun menghiasi lantai dengan indah.

Sena memang pintar mendekorasi ruangan. Dia sangat suka melakukan hal ini hingga tak membuatnya kesulitan meskipun hanya seorang diri mengerjakannya.

Sekitar jam 14:32 wib, semuanya kembali kerumah. Sena menyambutnya dengan riang.

"selamat datang, Echa...sayang." Serunya sambil mengambil Echa dari gendongannya Arfian.

Wanita itu mengecup pipi Echa dan membawanya masuk. Arfian tersenyum melihatnya, setidaknya Echa mendapatkan kasih sayang meskipun dari orang lain.

Rada menyikut lengannya.

"hei..Sena gadis cantik bukan?"

Arfian mengerutkan keningnya.

"ck..kenapa malah memandang mamah begitu. sana hampiri Sena dan Echa." Rada mendorong tubuh Arfian agar segera menyusul keduanya.

Rega pun hendak ikut tapi dengan cepat ditahan oleh Rada.

"kau mau kemana?"

"tentu saja ke sana." Tunjuknya.

"jangan ganggu mereka. kau iku mamah saja."

Rega mendengus tak suka, meskipun begitu dia tetap mengikuti Rada. Matanya melirik ke arah Arfian dan Sena. Melihat Sena yang tertawa lepas seperti itu membuatnya kesal.

...***********************...

1
Cevineine
lanjut thorrr, semangat terus yaa
ᴋᴀɪᴢᴇʀ⸙ᵍᵏ
🐾🐾🐾🐾🐾
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ini udah tamatkah kok ga up lagi
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat lanjut thor
gu$T@fJuGa
semangat upnya ya othor..makin oke banget lho..
gu$T@fJuGa
bgitu lebih baik..
gu$T@fJuGa
jgn kaget, Echa...Leon mu tak lg spt dahulu.. mungkin kmu akan sedikit kecewa..atau kecewa banget..plus sedih..
gu$T@fJuGa
smua gr2 ayahnya tuh.. terlalu keras pd Leon..jd Leon pun tumbuh spt itu.. keras dan dingin
gu$T@fJuGa
wajar.. seorang ibu pasti akan slalu berusaha melindungi anaknya..spt Haeun..meskipun Leon itu anak tirinya..tetap dia slalu jd orang pertama yg berdiri di belakang Leon..saat anaknya berbuat hal2 di luar batas...
𝕸y💞 Ree🍏
leon kaku bgt kek bpk nya🤧 lanjoott thorr
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
next
𖣤​᭄ اندي وحي الد ين
Baru baca, semoga alur plot nya bagus
ᴀʏᴜʜ̶e̶r̶a
semangat up kak
𝕸y💞Alrilla Prameswari
babang leon kenapa jadi kasar
⍣☙𝐶𝑙𝑙𝑎𝑠𝑠𝑖𝑐☕︎⍣
semangat kak..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat UPnya thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🎋AniN🩷
ish.....up lg ...jangan bikin penasaran Thor 🤧🤧🤧
𝕸y💞 Ree🍏
baik bgt echa,, semoga kebaikn mu bisa merubah leon jg..
𝕸y💞Alrilla Prameswari
mulia nya hati mu echa 😘😘
gu$T@fJuGa
bau2 ikan asin nih..awas kucing garong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!