NovelToon NovelToon
Milik Sang Ketos Dingin

Milik Sang Ketos Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: kasychan_A.S

Bagi Aluna, Arlan adalah musibah berjalan. Ketua OSIS yang kaku, sok suci, dan hobi memberinya hukuman hanya karena masalah sepele.

​Aluna bersumpah tidak akan pernah mau berurusan dengan cowok itu seumur hidupnya. Namun, takdir punya selera humor yang buruk.

​Hanya karena gerendel pintu toilet sekolah yang macet dan sebuah aksi penyelamatan yang salah waktu, Aluna dan Arlan terjebak dalam satu bilik yang sama selama tiga puluh menit. Sialnya, mereka tidak ditemukan oleh teman-temannya, melainkan oleh Bu Lastri guru BK paling kejam seantero sekolah.

​Tuduhan melakukan hal tidak pantas langsung meledak. Penjelasan mereka dianggap bualan. Dan yang lebih gila lagi, kedua orang tua mereka yang ternyata sahabat lama memutuskan bahwa satu-satunya cara menutupi skandal ini adalah dengan pernikahan.

follow IG author:qilla_kasychan
semoga kalian suka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasychan_A.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Udah ah, nggak usah bahas si robot itu lagi. Mual gue!" potong Aluna cepat sambil membuka tasnya kasar, berusaha mencari buku pelajaran untuk mengalihkan pembicaraan.

​Sesya dan Belva saling berpandangan, lalu mengangkat bahu kompak. Mereka tahu kalau Aluna sudah mode senggol bacok begini, artinya topik Arlan adalah zona terlarang.

​Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi nyaring. Pak Bambang, guru Fisika yang terkenal dengan kacamata tebal dan cara bicaranya yang monoton, masuk ke kelas sambil membawa tumpukan kertas.

​"Pagi semuanya. Buka buku paket halaman 120, kita lanjut soal hukum gravitasi Newton," suara Pak Bambang langsung membuat seisi kelas menghela napas serentak.

Aluna mencoba fokus ke papan tulis, tapi angka-angka di sana malah terlihat seperti wajah jelek Arlan yang sedang mengejeknya. Ia mencoret-coret pinggiran bukunya dengan gambar robot yang kepalanya meledak, lalu dia beri label Kulkas Rusak di bawahnya.

​"Al, lo paham nggak itu rumus gaya tarik-menarik?" bisik Sesya sambil menyenggol lengan Aluna.

​"Mana gue tahu!"

​"Aluna! Sesya! Belva! Ada apa di belakang?" suara Pak Bambang menggelegar, membuat mereka bertiga spontan duduk tegak seperti sedang ikut upacara bendera.

"N-nggak ada apa-apa, Pak! Ini... Sesya cuma tanya, gaya tarik-menarik itu bisa bikin benda nempel permanen apa nggak, Pak!" jawab Aluna asal bunyi, wajahnya sudah merah padam menahan malu karena seisi kelas kini menoleh ke arahnya.

​Pak Bambang membetulkan letak kacamata tebalnya, menatap mereka bertiga dengan pandangan menyelidik yang tajam. "Gaya tarik-menarik itu antara dua benda bermassa, Aluna. Bukan gaya tarik-menarik antara gosip dan telinga kalian. Kalau kalian masih mau lanjut ngobrol, silakan keluar dan diskusikan hukum Newton di bawah pohon mangga depan lapangan."

​"Nggak, Pak! Ampun, Pak! Kami fokus!" seru Belva sambil pura-pura mencatat rumus dengan kecepatan cahaya, padahal yang dia tulis cuma garis-garis abstrak tak berbentuk.

​Setelah Pak Bambang kembali menghadap papan tulis dan melanjutkan ceramah monotonnya tentang konstanta gravitasi yang rumit, Aluna mengembuskan napas panjang. Ia melirik gambar Kulkas Rusak di bukunya. Entah kenapa, memikirkan Arlan di jam pelajaran Fisika ini terasa sangat pas keduanya sama-sama bikin kepala pening, kaku, dan penuh aturan yang tidak masuk akal.

Dua jam pelajaran Fisika akhirnya berakhir dengan bunyi bel yang terdengar seperti melodi surga di telinga Aluna. Pak Bambang baru saja menginjakkan satu kaki keluar pintu kelas ketika Aluna sudah melompat dari kursinya.

​"Kantinnnn! Gue butuh asupan micin sebelum otak gue beneran jadi debu!" seru Aluna sambil menyambar dompetnya.

​Sesya dan Belva mengikuti dari belakang. Mereka bertiga berjalan menyusuri koridor kelas XI yang ramai. Namun, baru beberapa langkah keluar kelas, atmosfer mendadak berubah. Beberapa siswi yang sedang berdiri di dekat loker mendadak berhenti bicara dan menatap Aluna dengan tatapan yang sulit diartikan campuran antara penasaran, iri, dan sinis.

​"Eh, itu kan si Aluna?" bisik salah satu siswi berambut high-ponytail yang suaranya sengaja dikeraskan.

​"Iya. Kok bisa ya Arlan yang super steril gitu mau-mauan berduaan sama dia? Mana di toilet lagi," timpal temannya sambil tertawa kecil.

Aluna mengepalkan tangannya. Langkahnya terhenti. Ia sudah siap untuk berbalik dan mengeluarkan jurus omelan mautnya, tapi Sesya dengan sigap merangkul bahu Aluna, sementara Belva berdiri di sisi satunya, membentuk formasi tameng manusia.

​"Sst, Na, sabar. Anggap aja mereka radio rusak yang belum dibayar iurannya," bisik Sesya menenangkan. "Kalau lo ngeladenin mereka di sini, yang ada nanti Kak Arlan punya alasan lagi buat ngehukum lo. Lo mau bersihin toilet lagi?"

...****************...

Selamat menyambut bulan suci ramadhan bagi yang menjalankan, maaf banget ya sekarang author jarang up selama puasa, dan mungkin sekali up ga panjang, maaf banget 🙏🏻☺

1
Suo
knp harus di jaga cba imeh nya😭
Suo
nanti nyesel. loh arlan
Ria Irawati
roman-romannya jatuh cinta nih🤭
j_ryuka
yeh peluk aja
only siskaa
mulai suka ciee
SarSari_
kok senyum² ya...🫣🫣
SarSari_
duuh mulai datang si penganggu😤
Mentariz
savage abizzz 👍
Mentariz
Wah udah hapal banget nih pesanan aluna
Mentariz
Gak tahan godaan juga kan, lun 🤭
Panda%Sya🐼
Sariawan itu musuh terbesar ku 😭
Panda%Sya🐼
Arlan jangan gitu... nanti bucin kan susah
pojok_kulon
Nanti juga kamu nempel terus Al
pojok_kulon
Berisik amat Al
j_ryuka
peluk peluk peluk
j_ryuka
ngapa di tempat sampah 😭😭kalau terbang lagi gimana
pojok_kulon
haduh Al jangan keras kepala
pojok_kulon
Sadis banget Arlan
Ria Irawati
yah nantangin nih bocah
SarSari_
udah ngincer dari awal toh ternyata,🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!