Karena memiliki masalah keluarga yang cukup rumit, membuat Ranaya melampiaskan hidupnya di lantai disko. Motonya: Boleh nakal, asal tahu batas. Sayangnya, malam itu, batasnya benar-benar terlewati. Sebuah kecelakaan brutal membuat tubuhnya koma, sementara rohnya malah asyik gentayangan!
Sialnya, jadi arwah itu enggak segampang di film-film. Niat hati melompat elegan masuk kembali ke tubuhnya, Ranaya malah nyungsep di kolong ranjang. Masalah bertambah pelik ketika ia tau apa penyebab kecelakaan yang menimpanya. Ternyata ada udang di balik bakwan.
Berbekal status hantu amatiran dan bantuan seorang cowok indigo yang super cuek bebek, Ranaya harus menyelamatkan nyawanya sendiri. Kalau gagal? Ya wassalam, siap-siap saja jadi Kuntilanak Gen-Z selamanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Princess
Sudah tiga hari belakangan ini, Arka tidak pernah melihat sosok Ranaya lagi di halaman depan rumah sakit. Biasanya Kuntilanak ngartis itu sering duduk di bangku taman, atau kadang nangkring di atas pohon mangga depan.
"Mungkin dia udah siuman." Arka membuat kesimpulan. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah—
"Princess, aku juga mau dong didandanin cantik kayak Princess," ucap si Suster Ngesot pada Ranaya yang kini dipanggil dengan julukan Princess oleh semua makhluk astral yang ada di dalam rumah sakit.
"Boleh, tapi rubah dulu lah penampilan lu itu, masa muka penuh luka dan belatung gitu!" jawab Ranaya, masih menusuk seperti biasa.
"Enggak bisa, Princess, ini yang paling bagus," keluh si Suster Ngesot.
"Haduh, gimana sih, ini mah mau pake gaun miliaran rupiah pun enggak nutup tahu!"
Si Suster Ngesot tampak sedih mendengar jawaban Ranaya.
"Udah, jangan sedih gitu. Ayo ikut Gue!"
Kedua makhluk astral itu melayang menuju ruang operasi. "Kita mau ngapain ke sini, Princess?" tanya si Suster Ngesot kebingungan.
"Mau perbaiki muka lu lah, ngapain lagi?!"
"Emangnya bisa?"
Ranaya diam sejenak. "Entahlah, coba dulu!"
Keduanya sibuk mencari alat-alat bedah. Mengikuti ide gila Ranaya yang entah akan berkerja atau enggak.
Eksperimen pun dimulai. Si Suster Ngesot diminta untuk berbaring di ranjang operasi oleh Ranaya, sementara Ranaya sendiri bertugas untuk membersihkan luka dan belatung yang ada di wajah Suster Ngesot itu.
"Lu jangan gerak-gerak entar tambah luka, mau muka lu bopeng?" omel Ranaya, entah sejak kapan ia menjabat menjadi dokter bedah setan.
****
Arka mengusap wajah tampannya yang kusut bagai tumpukan lipatan yang sudah ditelantarkan berhari-hari. Tagihan pembayaran kos sudah sampai di tangannya. Begitupun dengan tagihan pembayaran uang semester. Sementara, uang tabungannya tidak cukup jika harus membayar keduanya di waktu yang sama. Ditambah lagi, ia tau betul ekonomi keluarganya sedang tidak baik-baik saja belakangan ini. Arka tidak mau terus menjadi beban orangtuanya.
Malam semakin larut. Orderan ojek online juga hari ini entah mengapa tidak seramai biasanya. Arka masih menunggu, berharap ada orderan masuk lagi.
Kini, pandangannya tertuju ke arah rumah sakit di seberang jalan. Dari kejauhan, ia bisa melihat beberapa makhluk astral berkeliaran di sana dengan segala wujudnya.
"Itu ramai-ramai kenapa?" Arka menajamkan penglihatannya ke arah rooftop rumah sakit. Dari bawah, ia bisa melihat sosok dengan baju merah marun sedang berjoget ria dengan beberapa setan lainnya.
"Dia masih di sana?" Arka menggeleng pelan. Tadinya ia pikir Ranaya sudah kembali ke tubuhnya, ternyata salah. Kuntilanak ngartis itu masih eksis juga rupanya.
Ting
Notifikasi orderan masuk dengan titik penjemputan di Rumah Sakit Atmaja, Arka tentu segera menerimanya dan membawa motornya ke arah rumah.
Sementara itu, di atas rooftop. Ranaya terus berjoget mengikuti irama lagu yang dinyanyikan oleh si Pocong Gosong yang ternyata dulu adalah seorang penyanyi. Suaranya cukup bagus, meski genrenya dangdut.
"Seperti mati lampu ya sayang.... seperti mati lampu.... Cintaku padamu ya sayang, bagaimana malam tiada berlalu...."
Si Suster Ngesot ikut berjoget di atas kursi roda hasil curian dari gudang penyimpanan. Wajahnya kini lebih terlihat bersih setelah Ranaya berhasil membersihkan belatung dan mengobati lukanya. Bajunya juga diganti dengan baju baru milik perawat yang mereka curi, terlihat jauh lebih cantik dan rapi.
"Susst.... Stop dulu." Ranaya menghentikan goyangnya patah-patahnya saat matanya tak sengaja menatap ke arah halaman depan rumah sakit. Sosok Dipta dengan jaket khas Ojol duduk di atas motornya.
"Jam segini dia masih kerja?" gumam Ranaya.
"Dia emang pekerja keras. Kita sering ko liat dia bolak-balik ke sini dari pagi sampai tengah malam gini," sahut Si Suster Ngesot setelah mendengar gumaman Ranaya. "Tapi orangnya cuek, tuh si Iyem, Kunti Pohon Nangka aja udah lama godain dia, tapi selalu dicuekin!" imbuhnya.
"Guys, party kita sampai sini dulu, ya, malam ini, Princess ada urusan." Tanpa menunggu jawaban, Ranaya langsung melompat dari rooftop dan melayang ke arah halaman depan rumah sakit, ia mau meminta bantuan pria itu lagi.
lnjut kk, aku makin penasaran, ditunggu bab selanjutnya nnti malem
🏃♀️