NovelToon NovelToon
The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Misteri
Popularitas:321
Nilai: 5
Nama Author: Bagas Hirmawan

Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.

Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.

Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.

**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 — Di Antara Bukti dan Kebohongan

Pagi setelah surat anonim ketiga tiba, Gu Chenxiao tidak membuka kembali kontrak Shen Rui.

Ia justru memeriksa laporan mengenai pengiriman obat yang tiba di perbatasan.

Ada tiga peti. Jumlah obat sesuai catatan. Segel pengiriman tidak menunjukkan kerusakan. Tanda pada permukaan peti berbeda dari cap resmi Klan Gu, tetapi memiliki kemiripan yang cukup untuk menarik perhatian.

Satu-satunya penyimpangan yang dapat dipastikan hanyalah keberadaan tanda yang tidak tercantum dalam daftar pengiriman.

Itu pun belum tentu merupakan pelanggaran.

Gu Chenxiao meletakkan laporan tersebut di atas meja, lalu memanggil Paman Fu.

“Aku ingin tiga hal diperiksa. Pertama, apakah peti-peti itu dibuat oleh pemasok yang biasa bekerja dengan keluarga. Kedua, apakah tanda serupa pernah muncul pada pengiriman lain. Ketiga, apakah tanda tersebut dibuat sebelum atau sesudah peti diserahkan kepada perusahaan transportasi.”

Paman Fu mencatat instruksinya. “Apakah kita perlu memeriksa seluruh pengiriman Shen Rui?”

“Belum. Mulai dari tiga peti ini, lalu perluas pencarian hanya jika ditemukan hubungan yang dapat diverifikasi.”

“Jika pemasoknya ternyata sama dengan pemasok lama keluarga?”

“Itu tidak membuktikan bahwa tanda tersebut berasal dari cap lama. Pemasok yang sama bisa menggunakan cetakan berbeda untuk pelanggan berbeda.”

Paman Fu mengangguk. Ia telah belajar bahwa Gu Chenxiao tidak menyukai kesimpulan yang mendahului bukti.

Sebelum pembantunya pergi, Gu Chenxiao menambahkan, “Jangan memberi tahu kantor perdagangan bahwa kita sedang mencari tanda serupa. Minta data berdasarkan pemeriksaan mutu peti dan inventaris pemasok. Tidak perlu menjelaskan dugaan kita.”

“Baik.”

Setelah Paman Fu meninggalkan ruangan, Gu Chenxiao membuka kembali tiga surat anonim yang disimpannya.

Ia membacanya satu demi satu, bukan untuk mencari petunjuk baru, melainkan untuk memastikan bahwa ia tidak mulai mempercayai narasi yang dibentuk oleh pengirimnya.

Pesan pertama menyatakan bahwa ada alasan mengapa catatan pemusnahan cap tidak lengkap.

Pesan kedua menyebut gudang nomor tujuh sebagai tempat penyimpanan alasan di balik barang-barang yang tidak pernah tercatat.

Pesan ketiga menyatakan bahwa kontrak yang ditemukannya adalah kontrak yang salah.

Ketiga pesan itu memiliki kesamaan: semuanya membuatnya merasa bahwa ada sebuah rahasia besar yang tersembunyi di balik catatan administrasi keluarga.

Namun, tidak satu pun memberikan bukti yang dapat diuji secara langsung.

Seseorang bisa saja mengetahui rahasia itu.

Seseorang juga bisa saja hanya mengetahui cara membuat orang lain percaya bahwa rahasia tersebut ada.

Gu Chenxiao menyimpan surat-surat itu kembali.

Ia tidak akan berhenti menyelidiki hanya karena seseorang menyuruhnya berhenti. Tetapi ia juga tidak akan terus menyelidiki dengan cara yang ditentukan oleh orang yang tidak dikenal.

Jika gudang nomor tujuh memang penting, kepentingannya harus terlihat melalui dokumen, transaksi, atau tindakan manusia.

Bukan hanya melalui kalimat yang dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu.

Menjelang tengah hari, Gu Chenxiao menerima undangan untuk menghadiri pertemuan rutin mengenai pengeluaran perdagangan barat.

Ia tidak terkejut.

Pemeriksaan yang diajukannya beberapa hari sebelumnya telah melewati jalur administrasi resmi. Cepat atau lambat, para pengurus perdagangan akan mengetahui bahwa sejumlah biaya sedang diperiksa.

Aula administrasi utama telah dipenuhi beberapa tetua dan pengurus ketika ia tiba. Luo Ming duduk di sisi kanan meja, sedangkan beberapa pejabat wilayah membawa laporan masing-masing.

Setelah salam pembuka, seorang tetua menjelaskan tujuan pertemuan: memastikan bahwa kenaikan biaya pengawalan tidak mengganggu distribusi sumber daya keluarga.

Luo Ming kemudian menyampaikan laporan perbandingan tiga bulan terakhir.

Menurut catatannya, beberapa jalur mengalami peningkatan risiko. Pengiriman tertentu menggunakan rute lebih panjang, sementara jumlah pengawal disesuaikan berdasarkan nilai barang dan kondisi wilayah. Biaya tambahan tercatat dalam batas yang diizinkan.

Semua angka tampak konsisten.

Gu Chenxiao membaca laporan tersebut tanpa menyela. Ia menemukan bahwa jumlah pengiriman yang diperiksa secara langsung memang lebih sedikit daripada jumlah keseluruhan pengiriman, tetapi pemeriksaan sampel seperti itu masih sesuai dengan prosedur keluarga.

Ketika Luo Ming selesai, seorang tetua mengangguk puas.

“Tidak ada penyimpangan besar yang terlihat. Jika kondisi jalur memang memburuk, kenaikan biaya masih dapat diterima.”

Beberapa pengurus menyatakan persetujuan.

Gu Chenxiao baru berbicara setelah mereka selesai.

“Pengurus Luo, apakah laporan ini didasarkan pada jumlah pengawal yang benar-benar bertugas atau jumlah pengawal yang tercatat dalam dokumen wilayah?”

Luo Ming menjawab dengan tenang, “Untuk sebagian besar pengiriman, kami menggunakan laporan resmi pengawas wilayah. Pengiriman bernilai tinggi menjalani pemeriksaan tambahan.”

“Berarti kantor perdagangan tidak memeriksa seluruh pengiriman secara langsung?”

“Benar. Itu tidak mungkin dilakukan tanpa menambah biaya administrasi secara berlebihan.”

Gu Chenxiao mengangguk. “Saya tidak mempermasalahkan prosedur tersebut. Saya hanya ingin memastikan bahwa dasar perhitungan biaya dipahami dengan benar.”

Ia menutup laporan.

“Dokumen ini menunjukkan bahwa pembayaran sesuai dengan jumlah yang dilaporkan. Namun, dokumen ini sendiri tidak membuktikan bahwa setiap pengawal yang tercatat benar-benar bertugas.”

Aula menjadi sedikit lebih sunyi.

Luo Ming tidak terlihat tersinggung. Ia mengangguk, seolah menerima bahwa kesimpulan itu memang mengikuti isi laporan.

“Itu benar, Pewaris Muda. Karena itulah kami melakukan pemeriksaan acak dan meminta pengawas wilayah bertanggung jawab atas laporan mereka.”

“Berapa banyak pengiriman yang diperiksa dalam tiga bulan terakhir?”

Luo Ming menyebutkan jumlahnya, lalu menjelaskan metode pemeriksaannya.

Gu Chenxiao mencatat angka tersebut. Ia tidak langsung menuntut pemeriksaan yang lebih luas. Pemeriksaan tambahan membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya. Jika ia memerintahkan pemeriksaan terhadap semua pengiriman hanya berdasarkan kecurigaan, ia mungkin mengganggu perdagangan keluarga tanpa menghasilkan bukti yang sepadan.

Seorang tetua yang duduk di ujung meja menatapnya.

“Pewaris Muda, apakah Anda memiliki alasan khusus untuk mempertanyakan laporan ini?”

“Saya sedang meninjau beberapa perbedaan dalam catatan pengeluaran. Sejauh ini, saya belum menemukan bukti pelanggaran.”

Jawaban itu membuat suasana kembali tenang.

Luo Ming menutup berkasnya. “Jika ada dokumen yang perlu diperiksa lebih lanjut, kantor kami siap membantu.”

Gu Chenxiao mengangguk.

Pertemuan kemudian beralih ke pembagian sumber daya dan penjadwalan pengiriman berikutnya. Tidak ada keputusan besar yang diambil. Beberapa biaya disesuaikan, sementara sejumlah jalur akan menjalani evaluasi tambahan pada bulan mendatang.

Gu Chenxiao tidak mengajukan keberatan.

Ia memperoleh sesuatu yang cukup berguna dari pertemuan tersebut: laporan perdagangan dapat terlihat sepenuhnya benar selama semua pihak menggunakan catatan yang sama sebagai dasar pemeriksaan.

Jika kesalahan terjadi sebelum laporan dibuat, pemeriksaan administratif biasa mungkin tidak akan menemukannya.

Namun, kesimpulan itu tidak menunjuk kepada Luo Ming secara khusus. Sistem tersebut bergantung pada laporan dari berbagai wilayah, dan siapa pun yang memiliki akses terhadap catatan lokal berpotensi memengaruhi hasilnya.

Mencurigai satu orang terlalu cepat hanya akan mempersempit pandangannya.

Setelah pertemuan, Luo Ming menyusul Gu Chenxiao di koridor.

“Pewaris Muda, bolehkah saya meminta waktu sebentar?”

Gu Chenxiao berhenti. “Silakan.”

“Saya memahami bahwa Anda sedang memeriksa pengeluaran perdagangan. Namun, saya berharap pemeriksaan tersebut tidak membuat para pengawas wilayah merasa bahwa setiap keputusan mereka sedang dicurigai.”

“Apakah mereka merasa demikian?”

“Sebagian mulai bertanya-tanya mengapa catatan lama diperiksa kembali.”

Gu Chenxiao menatapnya. “Aku tidak meminta mereka mengubah catatan lama. Aku juga tidak menghentikan pembayaran yang telah disetujui.”

“Benar. Saya hanya ingin menghindari kesalahpahaman.”

“Kalau catatan mereka benar, pemeriksaan akan memperjelas keadaan. Kalau ada kekurangan dalam prosedur, keluarga dapat memperbaikinya.”

Luo Ming mengangguk perlahan. “Itu masuk akal.”

“Kalau begitu, aku berharap kau membantu memastikan bahwa semua dokumen yang diminta tersedia.”

“Tentu.”

Percakapan berakhir tanpa ketegangan yang terlihat.

Gu Chenxiao melanjutkan langkahnya, sementara Luo Ming kembali menuju kantor perdagangan.

Ia tidak menganggap percakapan itu sebagai tanda bahwa Luo Ming bersalah. Lelaki tersebut memiliki alasan yang wajar untuk khawatir bahwa pemeriksaan berlebihan dapat mengganggu pekerjaannya.

Namun, Gu Chenxiao juga tidak mengabaikan fakta bahwa Luo Ming mengetahui adanya pemeriksaan dan memahami bagaimana pemeriksaan itu dapat memengaruhi pengawas wilayah.

Ia akan mencatat informasi tersebut tanpa memberinya makna yang belum terbukti.

Orang yang cerdas tidak selalu bersalah.

Dan orang yang bersalah tidak selalu melakukan sesuatu yang tampak mencurigakan.

Sore harinya, Paman Fu kembali membawa hasil pemeriksaan awal terhadap pemasok peti obat.

“Ketiga peti dibuat oleh bengkel kayu yang memang pernah bekerja dengan Klan Gu,” lapornya. “Namun, pesanan tersebut tidak tercatat sebagai pesanan langsung dari keluarga. Bengkel menerima pesanan melalui perusahaan perantara.”

“Perusahaan apa?”

“Perusahaan transportasi Shen Rui.”

Gu Chenxiao tidak langsung menjawab.

Informasi itu memperjelas jalur pengiriman, tetapi belum membuktikan adanya penyimpangan. Shen Rui dapat saja menggunakan perusahaan perantara untuk memesan peti sesuai prosedur.

“Apakah bengkel itu pernah menggunakan tanda serupa sebelumnya?”

“Pemilik bengkel mengaku tidak mengenali tanda tersebut. Menurutnya, peti dibuat berdasarkan contoh yang dibawa pemesan. Ia tidak membuat cetakan tanda itu sendiri.”

“Apakah contoh tersebut masih ada?”

“Tidak. Pemilik bengkel mengatakan bahwa contoh hanya ditunjukkan secara langsung, lalu dibawa kembali oleh orang yang memesan.”

“Apakah ia mengenali orang tersebut?”

Paman Fu membuka catatannya. “Ia tidak yakin. Pemesanan dilakukan oleh seorang pria yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan Shen Rui, tetapi tidak ada nama pribadi yang dicatat dalam buku pesanan.”

Gu Chenxiao mengamati laporan itu.

Sekarang, ia mengetahui bahwa tanda pada peti tidak dibuat oleh bengkel kayu berdasarkan rancangan sendiri. Bengkel hanya menyalin contoh yang diperlihatkan oleh seorang pemesan.

Namun, identitas pemesan belum diketahui. Ia bisa saja benar-benar mewakili Shen Rui, atau seseorang yang menggunakan nama perusahaan itu tanpa sepengetahuan pemiliknya.

“Apakah jumlah peti yang dipesan sama dengan jumlah yang dikirim?”

“Menurut catatan bengkel, ada tiga peti.”

“Apakah ada catatan mengenai tanda yang digunakan?”

“Tidak. Bengkel hanya mencatat ukuran, jenis kayu, dan biaya pembuatan.”

Gu Chenxiao mengangguk.

Ia tidak meminta Paman Fu menginterogasi pemilik bengkel. Tidak ada alasan untuk menekan seseorang yang mungkin hanya menerima pesanan biasa.

“Cari tahu apakah perusahaan perantara itu memiliki catatan transaksi resmi. Jika ada, periksa apakah pembayaran dilakukan oleh Shen Rui atau pihak lain.”

Paman Fu mencatat instruksi tersebut.

“Dan jangan menyebarkan gambar tanda itu kepada banyak orang. Kita belum tahu apakah bentuknya benar-benar memiliki hubungan dengan cap lama.”

“Baik.”

Setelah Paman Fu pergi, Gu Chenxiao menuliskan urutan transaksi di atas kertas.

Perusahaan Shen Rui memesan peti melalui perantara.

Perantara memberikan contoh tanda kepada bengkel.

Bengkel membuat tiga peti dan mengirimkannya.

Peti tiba di perbatasan dengan jumlah obat yang sesuai.

Urutan itu menunjukkan bahwa tanda tersebut telah digunakan sebelum peti mencapai perbatasan. Namun, belum jelas siapa yang membuat rancangan awalnya dan mengapa tanda itu dipilih.

Yang paling penting, tidak ada bukti bahwa cap lama Klan Gu pernah digunakan dalam transaksi tersebut.

Kesamaan bentuk masih merupakan petunjuk, bukan kesimpulan.

Gu Chenxiao menyimpan catatannya.

Ia mulai memahami bahwa penyelidikan ini mungkin tidak akan menghasilkan satu dokumen yang secara langsung mengungkap pelaku. Jika seseorang memang berusaha menyamarkan asal-usul transaksi, setiap bagian dari proses dapat terlihat sah ketika diperiksa secara terpisah.

Tetapi sebuah transaksi tetap meninggalkan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat.

Dan hubungan itulah yang akan ia periksa.

Menjelang malam, pengamat yang ditugaskan mengawasi gudang nomor tujuh mengirim laporan baru.

Seseorang kembali datang ke gudang itu.

Kali ini, orang tersebut tidak membawa peti besar ataupun karung barang. Ia membawa sebuah kotak kayu kecil yang dapat dipegang dengan satu tangan.

Sebelum membuka pintu, orang itu mengetuk tiga kali, berhenti sejenak, lalu mengetuk dua kali.

Pintu dibuka dari dalam.

Orang tersebut masuk dan keluar sekitar lima belas menit kemudian.

Namun, ketika ia meninggalkan gudang, kotak kayu itu tidak lagi berada di tangannya.

Pengamat tidak melihat wajahnya. Jarak terlalu jauh, dan cahaya di sekitar gudang terlalu redup untuk mengenali ciri-cirinya. Ia hanya memastikan bahwa orang tersebut mengenakan pakaian luar berwarna gelap dan berjalan menuju jalur belakang yang mengarah ke kawasan administrasi.

Tidak ada lambang yang dapat dikenali.

Gu Chenxiao membaca laporan tersebut tanpa mengubah ekspresi.

“Apakah pengamat melihat siapa yang membuka pintu?” tanyanya.

“Tidak. Pintu terbuka setelah ketukan kedua selesai.”

“Apakah ada orang lain yang terlihat di sekitar gudang?”

“Tidak ada.”

“Apakah pengamat mengikuti orang itu?”

“Tidak. Sesuai perintah Anda, ia hanya mencatat arah perjalanan dari tempat pengamatan.”

Gu Chenxiao mengangguk.

Ia telah melarang pengamat mendekati gudang karena risiko terlalu besar. Jika orang yang datang itu mengetahui bahwa dirinya sedang diawasi, seluruh penyelidikan bisa berubah menjadi permainan yang jauh lebih sulit dikendalikan.

“Pertahankan jarak pengamatan. Jangan mencoba menghentikan siapa pun. Jika orang itu kembali, catat waktu kedatangan, durasi kunjungan, dan arah keberangkatan.”

Paman Fu yang menerima laporan itu tampak gelisah.

“Apakah kita tidak akan melakukan apa pun terhadap gudang tersebut?”

“Kita sudah melakukan sesuatu. Kita sedang mengamati.”

“Tetapi jika ada dokumen penting di dalamnya, orang itu mungkin sedang memindahkannya.”

“Mungkin.”

“Dan jika kita menunggu terlalu lama?”

“Kita mungkin kehilangan kesempatan.”

Gu Chenxiao mengangkat pandangan. “Tetapi jika kita masuk sekarang, kita mungkin menghancurkan kesempatan untuk mengetahui siapa yang menggunakan gudang itu. Aku tidak akan menukar informasi yang belum kita miliki dengan tindakan yang hanya memuaskan rasa ingin tahu.”

Paman Fu terdiam.

Gu Chenxiao tidak menganggap menunggu sebagai pilihan yang selalu benar. Jika muncul risiko bahwa bukti akan segera dimusnahkan atau keselamatan seseorang terancam, ia akan bertindak lebih cepat. Namun, sejauh ini, kunjungan-kunjungan tersebut belum menunjukkan ancaman langsung.

Ia tidak memiliki alasan untuk mengambil risiko besar hanya demi melihat isi sebuah kotak.

Untuk saat ini, pengamatan tetap menjadi pilihan dengan biaya paling rendah.

Malam semakin larut ketika Gu Chenxiao kembali memeriksa catatan penyelidikannya.

Tanda pada peti obat telah mengarahkannya kepada sebuah perusahaan perantara. Perusahaan itu menerima pesanan dari Shen Rui, tetapi belum diketahui apakah Shen Rui sendiri memilih tanda yang digunakan.

Gudang nomor tujuh kembali dikunjungi seseorang yang menggunakan pola ketukan tertentu. Sebuah kotak kecil dibawa masuk, tetapi tidak dibawa keluar.

Sementara itu, kontrak perusahaan Shen Rui masih belum terbukti palsu. Klausul perubahan jalur yang tercantum di dalamnya sah menurut prosedur keluarga, meskipun dapat digunakan untuk mengalihkan pengiriman tanpa persetujuan pusat yang baru.

Ketiga hal itu mungkin saling berkaitan.

Mungkin juga hanya dua di antaranya yang memiliki hubungan.

Gu Chenxiao mengambil buku catatannya dan menuliskan satu kalimat.

Jangan percaya pada petunjuk yang hanya memiliki satu penjelasan.

Ia memandang tulisan tersebut selama beberapa saat, lalu menutup buku.

Penyelidikan ini mulai memberinya sesuatu yang lebih berharga daripada sebuah nama tersangka: pemahaman tentang bagaimana informasi dapat disembunyikan di dalam prosedur yang terlihat normal.

Namun, pemahaman itu juga membawa risiko.

Semakin banyak kemungkinan yang dapat ia bayangkan, semakin mudah baginya untuk membenarkan kesimpulan yang sebenarnya belum didukung bukti.

Ia harus menjaga agar kecerdasannya tidak berubah menjadi alasan untuk mempercayai dirinya sendiri secara berlebihan.

Gu Chenxiao memadamkan lampu.

Di luar kediaman, penjaga malam berganti tugas. Para pengurus menutup kantor mereka, sementara gudang nomor tujuh tetap berdiri dalam kegelapan, menyimpan sesuatu yang belum diketahui siapa pun dengan pasti.

Seseorang telah membawa sebuah kotak ke dalamnya.

Seseorang telah meninggalkan tanda yang menyerupai cap lama pada peti obat.

Dan seseorang telah mengirim pesan yang memperingatkan Gu Chenxiao bahwa ia mungkin sedang mencari kontrak yang salah.

Belum ada bukti bahwa ketiganya berasal dari satu rencana.

Namun, jika mereka memang saling berkaitan, orang yang menyusun rencana itu telah membuat satu kesalahan: ia menganggap bahwa selama setiap tindakan memiliki penjelasan yang masuk akal, tidak seorang pun akan berusaha membandingkannya dengan tindakan yang lain.

Gu Chenxiao berniat melakukan tepat hal itu.

Bukan dengan menebak siapa yang bersalah.

Melainkan dengan menunggu sampai dua hal yang seharusnya cocok ternyata tidak lagi dapat berada dalam satu cerita yang sama.

1
Nanik S
Hadir... dan awal yang berbeda
ARTHUR
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!