Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15: Menempa Pil Pola Awan Tanpa Tungku
Gedung utama Paviliun Bulan Bintang berdiri megah setinggi lima lantai di pusat Kota Kabut Hitam, dibangun dari kayu besi merah dan dijaga oleh formasi pelindung tingkat tinggi.
Begitu tiba di paviliun, Su Wan'er langsung mengantar Lin Xuan ke ruang tamu VIP di lantai empat dan menyajikan Teh Kabut Roh terbaik, sambil memanggil kepala penilai alkimia paviliun mereka: Master Yan, seorang alkemis tua berjubah putih bersih yang sangat dihormati di Kota Kabut Hitam karena telah berada di puncak Pemurnian Qi dan menguasai seni alkimia Tingkat Pertama Puncak.
"Wan'er, kau bilang tamu kehormatan yang menyelamatkan nyawamu di hutan tadi ingin meminjam ruang alkimia kita untuk meracik pil dan menjualnya di pelelangan tiga hari lagi?" tanya Master Yan sambil mengelus janggut putihnya ketika memasuki ruangan, menatap Lin Xuan yang duduk tenang dengan topeng perunggunya. "Tuan Muda Xuan, meskipun kau memiliki kekuatan bela diri yang hebat, meracik pil spiritual bukanlah hal yang bisa dipelajari sembarangan. Apalagi ruang alkimia paviliun kami baru saja kehabisan arang api bumi—"
"Aku tidak butuh tungku pil dan tidak butuh arang api bumi," potong Lin Xuan tenang sambil meletakkan cangkir tehnya. "Aku hanya butuh ruangan tertutup yang tenang selama setengah jam, serta tiga porsi tanaman pendamping biasa untuk Pil Pemurnian Esensi."
Master Yan tertegun, lalu mengerutkan keningnya karena merasa diremehkan. "Meracik pil tanpa tungku dan tanpa api bumi? Tuan Muda Xuan, bahkan Master Alkimia Tingkat Kedua di Kota Danxia pun memerlukan tungku perunggu spiritual untuk menstabilkan ekstrak tanaman! Kalau kau hanya ingin bermain-main—"
"Master Yan!" Su Wan'er cepat-cepat memberi kode mata kepada kakek itu agar tidak menyinggung penyelamat nyawanya. "Siapkan saja bahan pendamping dan buka Ruang Alkimia Pertama untuk Tuan Muda Xuan. Biarlah biaya bahannya ditanggung dari kantong pribadi saya."
Master Yan mendengus pelan sambil menggelengkan kepala, namun tetap menyerahkan tiga bungkus bahan pendamping kepada Lin Xuan dan mengantarnya ke depan pintu batu Ruang Alkimia Pertama. "Baiklah. Kalau dalam setengah jam yang keluar hanyalah bau gosong abu tanaman, jangan salahkan kakek tua ini tidak mengingatkanmu."
Lin Xuan tidak memedulikan cibiran Master Yan. Ia melangkah masuk ke dalam ruang batu tersebut dan mengunci pintunya dari dalam.
Begitu sendirian, Lin Xuan duduk bersila dan mengeluarkan satu kelopak Bunga Teratai Darah Seribu Tahun serta satu batang Rumput Bintang Hitam yang ia petik dari ruang rahasia Jurang Tulang Iblis, lalu mencampurkannya dengan bahan pendamping tadi.
Keluarlah, Lentera Abu Senja."
WUSSSH!
Lentera perunggu kuno itu melayang keluar dari antara kedua alis Lin Xuan. Semua tanaman obat tersebut langsung ditarik masuk ke dalam ruang sumbu lentera dan dibakar oleh Api Abu Senja!
Bagi alkemis biasa di dunia luar, proses meleburkan tanaman obat berusia seribu tahun membutuhkan waktu berhari-hari dan menyisakan setidaknya tiga puluh hingga empat puluh persen racun ampas tanaman. Namun di bawah nyala Api Abu Senja—api purba yang bahkan mampu melelehkan Rantai Besi Suci Haotian—seluruh ampas dan racun tanaman langsung musnah menjadi ketiadaan dalam hitungan menit, menyisakan seratus persen esensi obat paling murni!
Sepuluh menit... lima belas menit...
DENG!
Di dalam perut Lentera Abu Senja, cairan esensi obat berwarna perak keemasan berputar kencang dan terbagi menjadi dua belas butir pil bundar sempurna. Di permukaan setiap butir pil tersebut, terbentuk guratan alami berbentuk awan berputar yang memancarkan cahaya lembut!
"Pil Pemurnian Esensi Tingkat Puncak — dengan Pola Awan Kemurnian Seratus Persen!"
Lin Xuan menyimpan enam butir pil untuk cadangannya sendiri, dan memasukkan enam butir sisanya ke dalam sebuah botol giok putih, lalu membuka pintu ruang alkimia tepat pada menit kedua puluh!
Di luar pintu, Master Yan baru saja meminum seteguk teh sambil berkata kepada Su Wan'er, "Lihat kan, baru dua puluh menit dia sudah keluar. Pasti tanamannya terbakar hangus—"
Kata-kata Master Yan terputus saat Lin Xuan melemparkan botol giok putih itu ke tangannya.
"Periksa apakah enam butir pil ini layak masuk ke daftar utama pelelangan kalian."
Master Yan membuka tutup botol giok itu dengan wajah sangsi. Namun detik berikutnya, aroma obat surgawi yang begitu jernih langsung menyebar memenuhi seluruh lantai empat Paviliun Bulan Bintang! Hanya dengan menghirup aromanya saja, Qi di dalam tubuh Master Yan dan Su Wan'er langsung terasa bergejolak segar!
Tangan tua Master Yan gemetar hebat saat menuangkan sebutir pil ke telapak tangannya.
"Po... Pola Awan Alami?! Kemurnian seratus persen tanpa satu titik pun racun pil?! Dan masih hangat karena baru saja selesai ditempa?!"
Cangkir teh di tangan Master Yan jatuh pecah berkeping-keping di lantai! Alkemis tua itu menatap Lin Xuan dengan mata terbelalak lebar seolah sedang melihat dewa alkimia yang turun dari langit, lalu langsung membungkuk sembilan puluh derajat dengan wajah memerah karena malu!
"Kakek tua ini benar-benar buta memiliki mata namun tidak mengenali Gunung Tai! Mohon Grandmaster Xuan mengampuni kelancangan saya tadi!" suara Master Yan bergetar penuh kekaguman. "Pil Pola Awan dengan kemurnian seratus persen seperti ini adalah harta tak ternilai! Bahkan kultivator Lapisan Kesembilan yang sedang macet selama puluhan tahun bisa langsung menembus puncak dengan sebutir pil ini!"
Su Wan'er ikut ternganga menatap pemuda bertopeng rubah di hadapannya. Tidak hanya memiliki ilmu bela diri yang menakutkan, "Tuan Muda Xuan" ternyata juga seorang alkemis jenius yang melampaui akal sehat!
"Enam butir pil di botol itu silakan dilelang tiga hari lagi," ujar Lin Xuan tenang. "Aku hanya meminta satu hal kepada Paviliun Bulan Bintang: carikan aku Batu Inti Petir Langit atau bahan berunsur petir murni tingkat tinggi sebagai pembayaran, serta informasi lengkap mengenai seluruh kekuatan Klan Liu di Kota Kabut Hitam ini."
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....