NovelToon NovelToon
Setelah Aku Memilih Bercerai

Setelah Aku Memilih Bercerai

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Dengan wajah tenang, Mela tiba-tiba mengajukan perceraian pada suaminya, Rahman. Tentu saja, hal itu membuat Rahman dan ibunya terkejut, karena mereka merasa selama ini semua baik-baik saja.
Tapi, Mela sudah mengetahui semuanya, perselingkuhan Rahman dengan mantan kekasihnya yang sudah berjalan selama sepuluh tahun.
Hati Mela hancur, apalagi, saat ibu mertuanya dan putrinya sendiri justru membela selingkuhan suaminya yang bernama Camila.
"Ingat umur. Kau itu sudah tua, sudah mempunyai anak. Harusnya, kau bisa lebih fleksibel. Camila bisa membantu perkembangan bisnis keluarga. Sedangkan kau? Sudah bagus kami menampungmu."
"Kau bisa apa tanpa kami, hah?"
Ucapan ibu mertua dan suaminya, membuat Mela semakin mantap untuk bercerai.
Baginya, perceraian bukan pelarian, melainkan pintu keluar dari kebohongan panjang yang nyaris mematikan jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Kenangan Yang Tertinggal

Pintu rumah mewah keluarga Wijaya terbuka dengan keras.

Rahman melangkah masuk tanpa menoleh ke belakang. Jasnya dilempar sembarangan ke sofa, dasinya dilonggarkan dengan kasar, lalu ia menjatuhkan diri begitu saja.

Ia menarik napas panjang, tangannya terangkat, memijat pangkal hidung dengan mata terpejam.

Sunyi, namun jelas, kepalanya tidak pernah benar-benar diam.

"Ada apa, Man?" Suara itu datang dari arah tangga.

Dyah, ibunya, berjalan mendekat dengan langkah tenang, meski raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran.

Rahman hanya menggeleng pelan, tanpa membuka matanya.

"Apa saham perusahaan sudah stabil?" tanya Dyah. "Ibu lihat di berita, Camila menjawab pertanyaan wartawan. Sepertinya itu cukup membantu menghilangkan tuduhan perselingkuhan kalian."

Rahman terkekeh pelan. Senyum sinis terukir di wajahnya.

"Menghilangkan tuduhan?" ulangnya. Ia akhirnya membuka mata, menatap langit-langit. “Bu, semua orang tahu, aku dan Mela bercerai karena Camila." Nada suaranya terdengar datar, tidak defensif, maupun juga menyangkal.

"Meski ada yang membela kami, apa itu membantu menyelesaikan masalah perusahaan?"

Dyah terdiam. Pertanyaan itu terlalu nyata. "Lalu, bagaimana?” tanyanya pelan. "Apa kita akan bangkrut?"

Rahman tidak langsung menjawab. Ia menurunkan tangannya, lalu menatap lurus ke depan. Tatapannya berubah lebih tajam, dan dingin.

"Ibu tenang saja," ucapnya akhirnya. "Tidak masalah kalau saham menurun atau investor mulai menarik diri. Yang penting, Atma Group tidak membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita."

Atma Group adalah mitra terbesar mereka. Satu-satunya yang masih menahan perusahaan mereka tetap berdiri.

Dyah menarik napas panjang. Rahangnya mengeras. "Semua gara-gara wanita tidak tahu diri itu," geramnya. "Sudah bagus, kita memberinya hidup enak. Tapi, dia malah meminta cerai dan membuat perusahaan tidak stabil seperti sekarang."

Dyah menatap Rahman, dengan wajah yang kembali khawatir. "Tapi, Man, kalau berita ini dibiarkan, bisa-bisa... " Ia tidak melanjutkan, karena ia tahu, reputasi yang retak tidak mudah diperbaiki.

Namun, tiba-tiba suara seseorang terdengar menyela.

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita menikah?"

Rahman dan Dyah refleks menoleh ke arah pintu, menatap seorang wanita yang berdiri di sana.

Camila, berjalan mendekat, seolah tempat itu memang miliknya. Gaunnya membalut tubuhnya dengan sempurna, langkahnya ringan namun, penuh percaya diri. Senyumnya terlihat manis untuk situasi seperti ini.

"Sayang, kau datang?" Rahman langsung berdiri, menyambutnya.

Camila tersenyum, meraih lengan Rahman dengan lembut.

"Aku khawatir padamu," ucapnya lirih. "Apalagi, setelah perceraian mu, perusahaan jadi tidak baik-baik saja."

Dyah memperhatikan mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. "Tadi, kau mengatakan... Menikah?" ulangnya pelan.

Camila menoleh, dan tersenyum. "Bukankah itu solusi paling bagus? Kalau kami resmi menikah, semua tuduhan akan berubah jadi cerita lama."

"Orang-orang akan melihat ini sebagai hubungan yang memang sudah lama ada. Bukan skandal baru," lanjutnya.

Rahman terdiam. Ia menatap Camila beberapa detik, berpikir jika logika di balik ucapan itu, cukup masuk akal.

"Selain itu, ini juga akan memperkuat kepercayaan investor," ucap Camila.

Dyah menghela napas pelan. Ia tahu ke mana arah pembicaraan ini. “Dan, Atma Group?"

Camila tersenyum tipis. "Aku dengar, mereka sangat memperhatikan stabilitas keluarga dalam kerja sama bisnis."

Rahman mengerutkan kening.

"Aku tidak bilang mereka akan langsung setuju," imbuh Camila cepat. "Tapi, ini adalah langkah yang baik.”

Rahman terdiam, pikirannya berputar cepat.

Dia memang mencintai Camila dan, ia berencana segera menikahinya. Tapi, ia belum lama bercerai. Jika, ia memutuskan menikah, bukankah itu semakin memperjelas kebenaran jika ia berselingkuh?

Tapi, yang Camila katakan, tidak sepenuhnya salah. Ini bisa menjadi strategi menstabilkan kembali perusahaannya.

"Hidup ini lucu juga," gumam Rahman. Ia akhirnya menoleh, menatap dalam wanita itu. "Kalau itu bisa menyelamatkan perusahaan, kita lakukan. Tapi, kita juga harus membuat keadaan berbalik. Kau tahu maksudku, kan?"

Camila mengangguk pelan. Sementara Dyah langsung menyambut baik kabar tersebut. Ia mendekat, memeluk Camila penuh kasih.

"Selamat, sayang. Akhirnya, sebentar lagi kau akan menjadi menantu ku," seru Dyah.

Camila tersenyum, menyambut pelukan itu. "Tentu saja, Tante. Akupun sudah lama menantikan hari ini tiba," balasnya, sambil tersenyum penuh arti. .

***

Berita tentang rencana pernikahan Rahman dan Camila tersebar begitu cepat.

Mereka mengumumkan pada suatu wawancara, akan melanjutkan pernikahan impian yang dulu sempat mereka rencanakan.

Camila begitu pandai dalam berbicara, membuat publik berspekulasi jika Rahman menikahi Mela tanpa cinta.

Berita itupun sampai ke telinga orang-orang desa. Mereka mulai membicarakannya.

"Aku lihat di televisi, mantan suamimu mau menikah lagi, Mel."

Kalimat itu keluar dari tetangga yang kebetulan bertemu Mela. Namun, Mela hanya menanggapinya dengan anggukan kecil dan senyuman, sama sekali tidak menunjukkan reaksi berlebihan.

Namun malam itu, ia berdiri sendiri di dekat jendela.

Langit desa tampak lebih luas. Bulan bersinar terang tanpa terhalang oleh gedung-gedung tinggi.

Mela memeluk lengannya sendiri. Angin malam menyentuh kulitnya, dingin, tapi tidak lebih dingin dari sesuatu yang perlahan muncul di dalam dadanya.

Ia sudah pergi, sudah melepaskan semuanya. Tapi, kenangan tidak bisa ia tinggalkan.

Matanya terpejam perlahan, napasnya berat.

Dulu, ia pernah bahagia. Bukan karena rumah besar dan kemewahan. Tapi, karena perjuangan yang mereka lalui bersama.

Mela masih ingat malam-malam panjang itu, ketika ia harus menahan sakit, kehilangan, dan harapan yang sempat runtuh saat mengalami keguguran yang hampir menghancurkannya.

Saat itu, Rahman menemaninya, menggenggam tangannya, memberinya kekuatan, dan rasa aman.

Mela tersenyum tipis. Ia masih ingat bagaimana ia menangis saat akhirnya mengandung kembali. Meski harus menunggu dalam waktu yang lama.

Hingga akhirnya, tangis kecil memenuhi ruang bersalin, dan Rahman berdiri di sampingnya dengan mata berkaca-kaca.

"Terimakasih, sayang. Kau sudah memberiku seorang putri yang cantik."

Kata-kata itu, membuatnya merasakan cinta dan kebahagiaan, dan cukup membuatnya bertahan selama bertahun-tahun.

Namun, waktu terus berjalan. Dan, tanpa ia sadari, semuanya mulai berubah.

Mela membuka matanya. Pandangannya kosong sesaat, sebelum kenangan lain muncul di ingatannya

Camila.

Awalnya, wanita itu datang seperti orang biasa, di perkenalkan sebagai rekan kerja, yang sering muncul di rumah dengan senyum ramah.

Ia bahkan pernah berpikir, jika Camila adalah wanita yang baik. Ia dekat dengan Lina. Selalu membawakan hadiah, mengajak jalan-jalan, mengerti hal-hal yang tidak sempat Mela pelajari.

Ia tidak curiga. Sampai suatu hari, ia mulai melihat sesuatu yang tidak bisa lagi diabaikan. Tatapan yang terlalu lama, senyum yang tidak seharusnya ada. Dan akhirnya, kebenaran yang menghancurkan segalanya.

Mela menarik napas pelan. Dadanya terasa sesak. Namun kali ini, bukan karena marah, tapi lebih pada kehilangan.

Dan, yang paling menyakitkan bukan karena Rahman, tapi Lina.

Anak yang ia nantikan begitu lama, yang ia lahirkan dengan taruhan nyawa, justru berdiri di sisi wanita lain.

"Mama terlalu kuno."

"Mama selalu melarang ku ini itu. Tidak seperti Tante Camila yang selalu memberikan, apa yang aku inginkan."

Mela menunduk saat kalimat itu kembali terngiang. Ia tersenyum tipis, tapi pahit. Lalu, ia mengangkat wajahnya, menatap bulan itu sekali lagi dan perlahan menghembuskan napas.

"Aku memang merindukan semuanya. Tapi, aku tidak ingin kembali." Mela menutup jendela, berbalik, meninggalkan cahaya bulan di luar dan kenangan yang tidak akan bisa menariknya mundur.

Tapi, kenangan itu mengingatkannya, bahwa ia pernah mencintai sepenuh hati dan sekarang, ia belajar mencintai dirinya sendiri.

1
LENY
DINO TERUS TERANG AJA SAMA MELA JGN ADA RAHASIA DRPD MELA TAHU DARI ORANG LAIN. KASIH TAHU SIAPA KAMU SEVENARNYA DINO🙏
LENY
MEMANG MELA BODOH MAU BALIK KAGI SAMA KAMU BELUM DYAH SI NENEK LAMPIR BAIK KRN ADA MAUNYA IH AMIT2 MENDING SAMA DINO JAUH LEBIH BAIK DINO.❤
LENY
DASAR IBLIS TAK TAHU DIRI 😡
LENY
TUH KAN DINO INI KAYA CEO YG MENTAMAR KAYAKNYA KEREN ❤❤👍👍
LENY
DYAH MASIH GAK SADAR DIRI AMIT2 MELA MAU BALIK LAGI SAMA ANAKMU RAHMAN 🤮🤮🙈
LENY
SERU CERITAMU THOR WALAUPUN BARU INI VACA KARYAMU NNT MAU LANJUT CARI LAGI KARYAMU YG LAIN ❤👍👍👍
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak. 💜💜💜💜
total 1 replies
gina altira
waduh absurd banget Yatii
LENY
DYAH NENEK SIHIR JAHAT JIJIK PINGIN NAMPOK MULITNYA YG KEJAM 🤮😡😡😡
TERIMALAH KARMA KALIAN AKIBAT PERBUATAN JALIAN SENDIRI TUHAN TDK PERNAH TIDUR 😅😅😅GMN DYAH ENAK KAN MANA MANTU KESAYANGANMU CAMILA YG PENIPU PENCURI 😡😡😡
LENY
LINA DULU MENOLAK MAMA MELA SEKARANG BARU EH SDH TERLAMBAT. RAHMAN MAU MENGGUNAKAN LINA SUPAYA HATI MELA LULUH 🤮🤮😡
LENY
DYAH LINA MASIH BELUM SADAR HADEH AMIT2 BILANG RUMAH MELA KECIL JIJIK LIHAT MEREKA BER 3 GAK TAHU DIRI GAK TAHU MALU 😡😡😡🙈🙈
Altaf
CEO nya angkat karung 🤣best EMG dino
Marina Tarigan
mungkin Dimo jodohmu Meli dulupun dia suka padamu tapi keburu Rahman datang mrlamarmu hingga dia sampai sekarang tdk menikah
LENY
GILIRAN SENANG MELA DIBUANG SEKARANG SUSAH MAU MINTA BANTUAN 😅😅😅 MIMPI KALIAN RAHMAN. LINA JG DULU GAK MENERIMA IBUNYA ANAK DURHAKA😡
LENY
CAMILA JG HRS MENERIMA JARMA PELAKOR BIADAB PENIPU 😡😡😡
LENY
BETUL DINO CEPAT HALALIN MELA DIN❤🙏
LENY
KARMA DIBAYAR TUNTAS SEKARANG KALIAN MISKIN 😡🙈🙈
LENY
NIKMATI DYAH ULAH MANTU KESAYANGANMU YG PENIPU MENCURI 😅😅😅PINGIN KETAWA LIHAT DYAH SI JAHAT BUSUK HATI DYAH DAN CAMILA KAN YG MENGANJURKAN INVESTASI RASAKAN 😡
LENY
ITULAH TERLALU BERAMBISI DAN CEROBOH SEKARANG NIKMATI KEHANCURANMU. SEDANG MELA SAAT INI BAHAGIA MENEMUKAN ORANG YG TULUS CINTA DAN HASIL USAHA KERAS BERBUAH MANIS❤😡
LENY
RAHMAN SEBENARNYA GOBLOK GAK PINTAR AMAT TERTUTUP AMBISI NYA DAN PENGARUH ISTRI DAN IBU YG SERAKAH 🙈😡
LENY
NAH KAN MULAI KELIHATAN AKAL LICIK CAMILA DIA BAIK AKTING ADA TUJUAN DAN ADA MAUNYA MANUSIA MUNAFIK CAMILA😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!