Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
03
"Apakah ada bukti lain nya, perselingkuhan misal nya?" Tanya Pras lagi.
"Untuk saat ini tidak ada, entah memang mas Rivan yang tidak pernah selingkuh atau memang aku tidak mengetahui nya!" Jawab Naila sambil menggelengkan kepala nya.
"Kamu mau tinggal di mana, jika rumah mu di jual Nai?" Tanya Vina.
"Aku berencan untuk membeli satu unit apartemen saja!" Jawab Naila.
"Sebaik nya memang seperti itu, jangan tinggal di sana lagi walaupun rumah itu belum laku terjual!" Pras memberi saran.
"Oh ya, apakah kalian punya kenalan yang mungkin tertarik dengan rumah itu?" Naila bertanya pada mereka.
"Kamu kirim foto rumah mu, bagian depan dan jua bagian dalam nya. Nanti biar aku dan mas Pras coba tawarkan pada orang- orang!" Usul Vina.
"Baik lah Vin, nanti akan aku ambil gambar nya. Sekalian aku juga mau promosikan di sosial media. Semoga ada yang tertarik dan ku harap rumah itu sudah laku sebelum mereka kembali!" Ujar Naila.
"Amiinnn, semoga saja!" Vina ikut mendoakan yang terbaik untuk sahabat nya
"Vin, mas Pras, aku pulang dulu ya. Hari ini juga aku mau membereskan semua pakaian mereka di rumah!" Naila pamit pada mereka berdua.
"Baik lah Nai, kamu hati - hati ya. Ingat jangan lupa kabari kami secepat nya, jika kau butuh bantuan!" Ujar Vina lagi.
"Baik, terima kasih Vin!" Naila lalu segera pergi dari rumah Vina.
Naila tidak mau menunda waktu lagi, dia ingin segera memberskan barang - barang mereka semua yang ada di dalam rumah nya. Naila berharap rumah ini akan segera berpindah tangan sebelum mereka kembali.
Setelah tiba di rumah nya, Naila segera mengambil foto bagian depan rumah nya. Lalu dia pun tidak lupa mengambil beberapa gambar bagian dalam rumah nya, setelah itu dia langsung memasang iklan penjualan rumah itu di sosial media.
"Semoga saja ada yang tertarik dengan rumah ini!" Guman Naila.
Naila lalu melangkah kan kaki nya menuju ke kamar utama, dia membuka pintu nya dan pandangan nya menyapu ke seluruh penjuru kamar. Dulu kamar ini adalah milik nya, tapi setelah menikah dengan Rivan kamar ini menjadi milik bu Rima.
Naila lalu mengambil beberapa buah kardus besar, dia memasuk kan barang - barang milik ibu mertua nya ke dalam kardus itu. Kardus itu tidak cukup untuk menampung barang - barang bu Rima yang cukup banyak, Naila lalu memasuk kan sisa barang- barang bu Rima ke dalam kantong kresek besar.
"Maaf kan aku bu, kalian yang memaksa ku untuk melakukan semua ini!" Naila menepuk tangan nya saat dia selesai membereskan semua barang - barang milik bu Rima dan pak Jamal.
Naila lalu beralih ke kamar nya Yuni dan Alan, dia melakuka hal yang sama dengan barang - barang milik mereka.
"Tinggal barang - barang milik mas Rivan, aku istirahat dulu. Setelah ini, aku akan membereskan nya juga!" Guman Naila.
Naila membuka ponsel nya, dia menscrol sosial media milik nya. Dia melihat begitu banyak unggahan dari Yuni di sosial media milik nya, salah satu nya tampak keluarga itu sedang bersantai di sebuah hotel yang menghadap ke laut.
Di sana Yuni menulis kalimat 'Santai sejenak, setelah menempuh perjalanan panjang, tiba lah di Pulau Dewata!'
"Silahkan kalian nikmati liburan terakhir kalian, nikmati lah sepuas nya. Karena setelah ini aku pastikan kalian tidak akan pernah bisa pergi liburan bersama lagi!" Guman Naila sambil tersenyum.
Naila merasakan perut nya yang lapar, dia baru ingat bahwa ini sudah sore dan dia melewatkan makan siang nya.
"Sebaik nya aku masak makanan kesukaan ku!" Guman Naila lagi.
Naila pergi ke dapur, di sana dia mulai meracik bumbu untuk membuat makanan kesukaan nya. Sore ini Naila memasak makanan pedas, hal yang tidak pernah Naila lakukan lagi selama 3 tahun terakhir ini. Semenjak menjadi istri nya Rivan, Naila hanya memasak makanan sesuai dengan lidah mereka.
Irfan dan keluarga nya tidak pernah suka makanan pedas, sementara Naila penyuka makanan pedas. Tapi karena Rivan melarang nya untuk memasak dengan cita rasa pedas, akhir nya Naila tidak pernah lagi memasak nya.
"Akhir nya setelah sekian lama, aku bisa menikmati makanan kesukaan ku lagi!" Naila berkata sambil menghirup harum aroma masakan nya.
Naila menikmati makanan itu, rasa nya sangat nikmat. Naila merasa, kini diri nya yang dulu telah kembali. Dia mendapatkan kebebasan yang selama ini tidak pernah dia dapatkan lagi.
Tring.
Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Naila, Naila langsung melihat nya. Dia langsung tersenyum sinis, saat menyadari siapa yang mengirimi nya pesan.
[Naila, jangan lupa kunci pintu nya. Dan jangan keluyuran tidak jelas, tetap lah tinggal di rumah. Kami sudah sampai di Bali, dan sedang istirahat di hotel!] Bergitu lah pesan yang di kirim kan oleh Rivan.
[Iya!] Naila mengetik balasan untuk Rivan dan langsung mengirim nya kembali.
[Jangan marah Naila, nanti suatu saat aku pasti akan mengajak mu juga!] Tulis Rivan lagi.
Seperti nya Rivan sadar, bahwa saat ini Naila sedang marah. Dia tahu dari cara Naila yang membalas pesan dari nya dengan begitu singkat.
Naila menikmati kesendirian nya dengan bahagia, tidak ada lagi perintah dan berantakan untuk diri nya. Sudah cukup lama rumah ini kehilangan kedamaian seperti ini.
"Aku harus cari apartemen, aku tidak biasa tinggal di sini terlalu lama!" Guman Naila setelah dia menghabiskan makanan nya.
Naila langsung mencari tipe apartemen yang bagus melalui ponsel nya, tanpa Rivan dan keluarga nya ketahui bahwa Naila memiliki uang yang tidak sedikit. Orang tua Naila memang tinggal di kampung, tapi mereka memiliki perkebunan sawit dan karet yang sangat luas.
Naila memiliki satu orang kakak laki - laki, dia tinggal di kampung yang sama dengan orang tua Naila. Perkebunan yang luas milik orang tua nya, dia bagi 2 oleh mereka untuk Naila dan kakak nya.
Perkebunan bagian Naila tetap di rawat dengan baik oleh mereka, sehingga uang dari hasil panen nya setiap bulan di kirim kan ke rekening Naila. Dengan uang itu pula lah, Naila menutupi kekurangan uang belanja yang cuma 3 juta dari Rivan.
Kini dengan uang itu juga Naila bisa membeli apartemen, Naila tidak perlu menunggu rumah nya laku dulu. Karena saat ini uang di rekening Naila sudah lebih dari cukup sekedar untuk membeli apartemen.
"Aku juga harus mencari pekerjaan, aku tidak mau terus berdiam diri saja!" Tekad Naila.
Dulu sebelum menikah, Naila bekerja sebagai manajer di salah satu perusahaan besar. Lima tahun dia menjabat sebagai manager, tapi saat menikah dengan Rivan dia terpaksa harus resign dari pekerjaan nya karena perintah Rivan.
nyebelin banget
bisa2nya nduh orng smbrangn,pdhl dia sndri yg slingkuh....jd laki2 kere aja sok2an miara slingkuhan....😫😫😫
next double up ya atau crazy up gitu Thor 😄😄
msa udh d ftnah dn d bkin malu d dpn bnyak orng,tp msih diem aja....tar lma2 kluarga benalu mkin gila....