NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:389
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menolak

"Maaf sepertinya kau salah sangka" kataku.

Dia bukan pangeran, dan aku tidak ada alasan untuk patuh padanya.

Aku berdiri meninggalkan dia masih duduk di bangku taman.

Handphone ku berdering lagi, "Kau dimana?" tanyanya.

"Aku menuju halte" kataku

"Keras kepala" jawabnya.

Tidak lama kemudian mobil putih itu datang di sampingku, berhenti.

Supir membukakan pintu.

Aku menengok ke dalam mobil, Fang memandangku dari dalam.

Aku masuk dan duduk.

Kami tiba di galeri Bibi Sara,

"Apa yang kita lakukan disini?" tanyaku.

"Jangan berbohong, kau pasti tau dari orang tuamu" katanya duduk di sofa panjang dengan kedua tangan bertopang di tongkat.

"Aku benar-benar tidak tau" kataku,

"Nona, bisa ikut kami" kata Pelayan di Galeri.

Aku mencoba beberapa pakaian, dan pakaian itu diambil semua.

Entah apa yang ada di pikiran orang tuaku dan orang tua Fang.

Aku duduk, "Aku tidak mau di jodohkan denganmu" kataku.

"Kau pikir kau siapa? yang mau denganmu siapa?" katanya ketus menoleh padaku.

Ya, Tuhan sifatnya sangat mirip Pangeran Fang.

Aku sampai menepuk wajahku sekali.

Fang sampai keheranan, "Kau tidak datang dari kerajaan untuk menemuiku kan?" tanyaku.

Fang menunduk tertawa, mungkin dia pikir aku wanita aneh yang gila.

"Kerajaan mana?" kata Fang.

"Sudahlah, aku jelaskan sekarang...Ibuku dan Ibumu yang merencanakan hal ini, sebelumnya aku tidak tau apapun aku hanya datang karena di paksa" kataku.

"Dipaksa proyek delapan puluh miliyar?" tanya Fang.

Aku terdiam.

"Kau sudah tau, jadi itu alasannya" kata Fang.

"Baik, karena kau sudah tau, kau juga menolak bukan?aku pulang dan akan mengatakan ke orang tuaku aku ditolak, dan aku akan pulang ke kost. Kita selesai" kataku.

Aku berdiri, "Aku antar pulang" kata Fang melunak setelah mendengar penjelasanku.

Tumpukan tas belanja di kakiku tersangkut, sehingga aku jatuh miring ke samping, menindihnya duduk di pangkuan Fang.

Aku sangat terkejut, berdiri.

Menunduk karena malu, "Maaf, kakiku tersangkut" kataku.

Fang tersenyum, "Sudahlah..kita pulang" kata Fang.

Tangannya yang satu memegang tongkat dan yang lain menggengam tanganku.

Aku tidak menolak sedikitpun, seperti di hipnotis dan merasa nyaman.

Pelayan mengantarkan pakaian ke dalam bagasi mobil.

Genggaman tanganku di lepas saat masuk ke mobil.

"Diantar kemana?" kata Fang.

"Aku harus kembali ke kampus, mobilku disana" kataku.

Di sepanjang jalan Fang hanya sibuk dengan tabletnya, aku hanya diam memperhatikan jalan.

Kurasa, rinduku terobati dengan kehadiran Fang di masa kini.

Aku turun, "terima kasih" kataku pada Fang.

Supir mengantarkan semua barang belanjaan masuk ke mobilku.

Mobil Fang pergi meninggalkan aku masuk kembali ke mobilku.

Kulihat tumpukan pakaian yang ada di tas belanja, tidak di kerajaan tidak di masa kini aku selalu dibanjiri pakaian.

**

Makan malam pertama setelah penjemputan ke galeri.

Kali ini Fang muncul dengan kursi roda, di dorong oleh supir yang kemarin mengantar.

Semua mata menatapku, aku sudah menunggu lama di restoran yang sudah diatur oleh Ibu.

"Kau datang saja" itu pesannya.

Aku berdiri, "Biar aku saja" kataku mengambil alih mendorong Fang menuju meja kami.

Saat duduk berhadapan, "Luar biasa usahamu" katanya dengan senyum meremehkan.

Aku menarik nafas dan menghembuskannya kasar, "Makanan sudah di siapkan, kita makan saja disini banyak mata-mata" kataku.

"Mata-mata, kau takut dengan mata-mata?" kata Fang.

"Tidak, kalau mereka berani melakukan hal jahat aku bisa memanah mereka" kataku sambil memotong steak daging di piringku karena kesal.

Fang menganguk-angguk, "Kau tidak bertanya kenapa aku lumpuh? atau ibumu sudah menjelaskan peristiwanya" kata Fang.

"Tidak..." kataku sambil mengunyah steakku.

"Kau makan saja dulu, nanti makanannya dingin" kataku lagi.

"Kau sepertinya kelaparan..." kata Fang.

"Aku memang lapar, jadi aku datang ke makan malam ini" jawabku.

Kutatap matanya, mata kami bertemu beberapa detik.

Aku tidak kuat jantungku berdebar kencang, aku memalingkan wajahku yang memerah.

Memperbaiki rambutku yang terurai ke samping menahan rasa gugup yang berlebihan.

"Unik" kata Fang.

"Apa yang kau katakan pada Ibumu? sehingga ibuku memaksaku datang ke makan malam ini? tanya Fang.

"Oh, sepulang dari galeri aku menyerahkan semua pakaian ke ibuku untuk di kembalikan, kubilang kau tidak suka padaku dan aku ditolah, kataku tersenyum. Lalu makan malam ini akan jadi makan malam yang petama dan terakhir" aku menepukkan kedua tanganku.

"Kau menggunakanku sebagai alasan, padahal kau sendiri yang penuh alasan. Kau tercengang waktu melihatku duduk di kursi roda hari itu, kesan pertama melihatmu adalah buruk sama seperti gadis lain yang di jodohkan denganku, kuakui usahamu bagus sampai sini, orang tuamu juga orang yang pantang menyerah" kata Fang.

Aku terkejut mendengar kesannya padaku saat pertama bertemu,

"Kau salah, aku bukan tercengang melihat kau duduk di kursi roda, tapi kau mirip dengan orang yang kukenal" kataku.

"kau kenal, mantan pacarmu?" tanyanya lagi.

"Heh" aku terkekeh.

"Sebaiknya kau tanya ayahmu, kupikir wajahmu sama peseis seperti Pangeran Fang, dari Kerajaan Fang. Sebaiknya kau cari buku sejarah, atau mulailah mencari di internet. Aku tidak selicik yang kau bayangkan, aku tidak menganggap kekuranganmu di kursi roda sebagai sesuatu yang aneh, justru aku kagum orang sepertimu masih pantang menyerah" kataku, aku meminum air jeruk yang esnya sudah meleleh, rasa dinginnya sudah tidak terasa, yang ada hanyalah rasa sesak yang harus ku ungkap.

"Baiklah kalau begitu, aku akan katakan ke orang tuaku menerima perjodohan ini. besok kita langsung menikah" kata Fang.

Perutku terasa kram, terkejut, padahal aku sudah berusaha berkata begitu agar dia mengusirku atau tidak ingin bertemu lagi denganku.

"Aku tidak setuju" kataku.

"Kau dipihak yang tidak bisa menawar" katanya.

Fang mengambil ponselnya di meja, "Bu, besok di catatan sipil aku siap datang" kata Fang.

Aku padahal sudah bertekad bulat untuk tidak menikah dengannya apapun caranya aku ingin hidup tenang, tanpa bayangan Pangeran Fang dari masa lalu.

"Aku tidak bisa..." kataku berdiri meninggalkan Fang, Fang meraih tanganku, "Kalau kau menolak berarti aku benar, kau melihatku hanyalah pria cacat".

Aku berdiri disamping dengan genggaman tangan erat.

Aku luluh.

**Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!