NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Waktu berlalu tanpa terasa. Percakapan singkat di antara mereka beberapa kali terhenti, digantikan oleh keheningan yang justru terasa nyaman.

Perlahan, langit mulai berubah gelap. Bintang-bintang bermunculan satu demi satu menghiasi cakrawala malam. Tak lama kemudian, bulan purnama muncul dari balik pegunungan di kejauhan.

Cahayanya yang lembut memantul di permukaan Danau Seribu Bulan, menciptakan ribuan bayangan bulan yang berkilauan di atas air. Seluruh kawasan danau tampak seperti negeri para dewa.

Yan Kai tanpa sadar mengagumi pemandangan itu. "Indah sekali..."

Su Lian hanya tersenyum tipis. "Aku tidak pernah bosan melihat pemandangan ini."

Angin malam bertiup perlahan. Keheningan kembali menyelimuti keduanya. Beberapa saat kemudian, Su Lian membuka percakapan. "Yan Kai. Darimana asalmu?"

Yan Kai menjawab dengan tenang. "Saya baru datang dari Kota Perak, Senior."

Su Lian menganggukkan kepala. "Lalu, apakah kau berasal dari sebuah sekte atau klan bela diri?"

Yan Kai menggeleng. "Tidak. Saya hanyalah seorang kultivator pengembara. Saya berkultivasi seorang diri."

Jawaban itu membuat Su Lian terdiam beberapa saat. Tatapannya perlahan jatuh kepada Yan Kai. Namun kali ini, tatapan itu terasa jauh lebih dalam. Yan Kai tiba-tiba merasakan seolah seluruh tubuhnya sedang dilihat hingga ke bagian paling dalam.

Ia tidak tahu bahwa saat itu Su Lian tengah menggunakan teknik pengamatan jiwa. Kesadarannya menembus lapisan demi lapisan aura Yan Kai.

Lalu ia menemukan sesuatu. Di pusat dantian Yan Kai, berputar gumpalan energi kegelapan yang sangat pekat. Energi itu tidak liar, justru sangat murni. Dan yang paling mengejutkan, aura kuno yang dipancarkannya membuat bahkan Su Lian sedikit terkejut.

"Menarik..." gumamnya dalam hati. "Energi ini bukan energi kegelapan biasa. Seolah berasal dari makhluk purba."

Meski demikian, ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah. Ia hanya memperlihatkan senyum tipis yang sulit ditebak maknanya. "Yan Kai. Kau menggunakan teknik kultivasi apa?"

Yan Kai sedikit terdiam. Ia segera mengingatkan dirinya untuk berhati-hati. "Saya menggunakan Teknik Kultivasi Bulan Purnama. Teknik itu kebetulan saya beli dari sebuah kamar dagang."

Ia sengaja berbohong. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa teknik tersebut berasal dari perpustakaan Sekte Hutan Bambu. Jika sampai diketahui, orang lain bisa saja mengira dirinya telah mencuri teknik kultivasi milik sekte.

Su Lian mengangguk pelan. Ia sama sekali tidak mempermasalahkan jawaban tersebut. Namun tatapannya masih tertuju pada Yan Kai. Tiba-tiba ia berkata,

"Yan Kai. Maukah kau menjadi muridku?"

"..."

Yan Kai membeku. Ia bahkan sempat mengira dirinya salah dengar. "Senior... apa?"

Su Lian mengulanginya dengan tenang. "Jadilah muridku."

Yan Kai benar-benar kebingungan. Seumur hidupnya, belum pernah ada orang yang tiba-tiba menawarkan hal seperti itu. Dengan hati-hati ia bertanya, "Maaf, Senior. Tapi kenapa Senior memilih saya?"

Su Lian tersenyum tipis. "Aku tertarik. Tertarik melihat bagaimana energi kegelapan di dalam dirimu akan berkembang di masa depan."

Deg!

Jantung Yan Kai seakan berhenti berdetak sesaat. Wajahnya langsung berubah. "Kau... mengetahuinya?"

Su Lian mengangguk santai. "Aura itu memang kau sembunyikan dengan cukup baik. Tetapi tidak bisa disembunyikan dariku."

Yan Kai langsung merasakan hawa dingin menjalari punggungnya. Wanita ini bukan hanya sangat kuat. Ia bahkan mampu melihat rahasia terbesar yang selama ini selalu ia sembunyikan.

Su Lian kembali berbicara. "Jadi, bagaimana jawabanmu?"

Yan Kai menundukkan kepala. Pikirannya berputar cepat. Ia sebenarnya ingin menolak. Ia bahkan belum mengenal wanita ini.

Namun Su Lian tiba-tiba tersenyum. Senyum yang kali ini membuat bulu kuduk Yan Kai berdiri. "Ada satu hal yang perlu kau ketahui. Aku tidak pernah menerima penolakan."

Suaranya tetap terdengar lembut. Tetapi setiap kata yang keluar terasa jauh lebih menakutkan daripada ancaman mana pun. "Semua orang yang pernah menolakku, tidak pernah lagi melihat matahari keesokan harinya."

Yan Kai langsung menelan ludah. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. Ia sama sekali tidak meragukan ucapan itu. Dengan kekuatan Su Lian, membunuhnya mungkin semudah membalikkan telapak tangan.

Ia menarik napas panjang, lalu tersenyum pahit. "Sepertinya Junior memang tidak memiliki pilihan."

Su Lian tidak membantah. Ia hanya tetap tersenyum tenang.

Yan Kai akhirnya menghela napas pelan. "Baik. Saya bersedia menjadi murid Senior."

Untuk pertama kalinya malam itu, senyum Su Lian tampak sedikit lebih tulus. "Bagus."

Yan Kai pun segera berdiri, mengikuti tata cara penghormatan seorang murid kepada gurunya. Ia merapikan pakaiannya, lalu berlutut di hadapan Su Lian. Dengan penuh hormat, ia bersujud satu kali, dua kali, tiga kali.

Setelah penghormatan terakhir selesai, Su Lian menganggukkan kepala perlahan. "Mulai malam ini, kau adalah muridku."

Yan Kai menundukkan kepala. "Murid memberi hormat kepada Guru."

Meski ucapan itu keluar dari mulutnya, di dalam hati Yan Kai masih dipenuhi berbagai pertanyaan. Ia sama sekali belum mengetahui siapa sebenarnya guru yang baru saja ia akui itu. Dan ia juga tidak menyadari bahwa takdirnya telah berubah sekali lagi, memasukkannya ke dalam pusaran yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!