NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Lemitless

Reincarnation Of The Lemitless

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:413
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Kael seharusnya tidak mati, tetapi kesalahan seorang dewa mengubah takdirnya selamanya. Diberi tubuh baru yang sempurna dan tiga kemampuan luar biasa—Adaptation, Infinite Growth, dan Absolute Regeneration—ia direinkarnasikan ke dunia Elyndra. Namun, alih-alih terlahir di tempat aman, Kael justru terlempar ke Death Forest, wilayah terlarang yang dipenuhi monster mematikan. Sambil mencari jalan keluar, ia mulai memahami kultivasi, sihir, dungeon, kerajaan, dan ras-ras kuat yang menghuni dunia tersebut. Pertemuannya dengan seorang Ancient Vampire bernama Seraphina menjadi awal perjalanan panjangnya. Di tengah konflik sekte, peperangan, rahasia kuno, dan cinta, Kael perlahan menyadari bahwa kedatangannya mungkin bukan sekadar kesalahan yang belum pernah diketahui manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 — Langkah yang Tak Terlihat

Beberapa hari setelah kembali ke Grandis, Kael masih tidak bisa melupakan satu momen spesifik dari pertarungan melawan Komandan Vesna: betapa mudahnya wanita itu menembus pertahanannya hanya dengan kecepatan murni, jauh sebelum dia sempat bereaksi.

"Aku terlalu bergantung pada kekuatan dan ketahanan," katanya kepada Aria suatu pagi, ketika mereka berlatih bersama di lapangan sekte seperti biasa.

"Setiap kali menghadapi lawan yang jauh lebih cepat dariku, aku selalu tertinggal setengah langkah."

Aria berhenti dari latihan pedangnya, mempertimbangkan kata-kata itu dengan serius. "Kau benar. Sejauh ini, kau selalu mengandalkan Adaptation untuk membaca pola serangan lawan, lalu menahan atau membalas dengan kekuatan. Tapi melawan seseorang seperti Vesna, atau bahkan Dravos sendiri, membaca pola saja tidak cukup jika tubuhmu tidak bisa bergerak cukup cepat untuk memanfaatkan pemahaman itu."

"Aku butuh teknik pergerakan," Kael menyimpulkan, menyadari lubang besar dalam kemampuan tempurnya yang selama ini tertutupi oleh regenerasi dan kekuatan mentahnya.

"Sesuatu yang bisa membuatku benar-benar cepat, bukan hanya reaktif."

"Kau beruntung berada di sekte yang tepat untuk itu," Aria berkata dengan senyum, mengarahkannya ke perpustakaan utama sekte.

"Heavenly Sword Sect memang berfokus pada pedang, tapi kami juga memiliki beberapa manual teknik pergerakan kuno yang jarang dipelajari karena kebanyakan murid lebih tertarik pada teknik ofensif."

Mereka pergi bersama ke perpustakaan, di mana seorang pustakawan tua membantu mereka mencari bagian yang jarang dikunjungi, penuh gulungan dan buku berdebu yang berisi teknik-teknik yang sudah lama dilupakan oleh sebagian besar murid modern.

"Ini dia," pustakawan itu berkata setelah pencarian yang cukup lama, menyerahkan sebuah gulungan tua dengan sampul yang sudah using namun masih terjaga dengan baik.

"Teknik Langkah Bayangan Angin. Diciptakan oleh salah satu pendiri sekte kami, seorang wanita bernama Elysia Windwalker, yang konon bisa bergerak secepat angin itu sendiri."

Kael membuka gulungan itu dengan hati-hati, matanya menyapu diagram-diagram rumit yang menggambarkan pola langkah kaki dan penyaluran Qi yang sangat berbeda dari apa pun yang pernah dia pelajari sebelumnya.

"Ini terlihat sangat kompleks," katanya, mencoba memahami prinsip dasar di balik teknik itu.

"Memang," pustakawan itu mengakui.

"Banyak murid yang mencoba mempelajarinya menyerah karena membutuhkan tingkat kontrol Qi yang sangat presisi, jauh berbeda dari teknik ofensif yang lebih mengandalkan kekuatan mentah."

"Kedengarannya seperti tantangan yang tepat untukku," Kael berkata dengan senyum penuh semangat, mengingat bagaimana Adaptation selalu membantunya menguasai hal-hal yang awalnya tampak mustahil.

Dia menghabiskan sisa hari itu mempelajari prinsip dasar dari gulungan tersebut.

Teknik Langkah Bayangan Angin, seperti yang dijelaskan, bekerja dengan cara menyalurkan Qi secara terus-menerus ke telapak kaki dalam pola yang sangat spesifik, menciptakan semacam "bantalan" udara yang memungkinkan pengguna bergerak dengan gesekan minimal terhadap tanah, menghasilkan kecepatan yang jauh melampaui kemampuan fisik normal.

"Prinsipnya masuk akal," Kael bergumam sambil mencoba memvisualisasikan aliran Qi yang dijelaskan dalam diagram, "tapi eksekusinya jelas akan sangat sulit."

Keesokan paginya, dia mulai berlatih di lapangan kosong yang jauh dari keramaian sekte, mencoba menerapkan prinsip dasar yang telah dia pelajari.

Percobaan pertamanya berakhir dengan dia tersandung dan jatuh tersungkur, Qi yang tidak stabil menyebabkan kakinya justru kehilangan keseimbangan alih-alih mendapatkan kecepatan.

"Baiklah," katanya sambil bangkit, menepuk debu dari pakaiannya, "ini akan butuh waktu lebih lama dari yang kuperkirakan."

[Teknik Langkah Bayangan Angin — Pemula 1%.]

Dia mencoba lagi, dan lagi, setiap kali menyesuaikan sedikit aliran Qi-nya berdasarkan kegagalan sebelumnya. Adaptation-nya bekerja dengan caranya sendiri, menganalisis setiap kesalahan dan perlahan membantunya menemukan pola yang lebih stabil.

[Adaptation terhadap penyaluran Qi presisi tinggi: 4%.]

Setelah berjam-jam berlatih, dia mulai merasakan perubahan kecil—sensasi ringan di kakinya yang berbeda dari biasanya, seolah gravitasi memiliki cengkeraman yang sedikit lebih lemah terhadap tubuhnya untuk sepersekian detik setiap kali dia melangkah dengan cara yang benar.

[Teknik Langkah Bayangan Angin — Pemula 8%.]

Seraphina menemukannya menjelang senja, masih berlatih dengan keringat membasahi seluruh pakaiannya namun matanya berbinar dengan semangat yang tidak pernah pudar meski gagal berkali-kali.

"Apa yang kau lakukan?" tanyanya, mengamati gerakan-gerakan aneh yang dilakukan Kael.

"Belajar bergerak lebih cepat," Kael menjawab tanpa menghentikan latihannya, "cukup cepat untuk menghadapi seseorang seperti Vesna, atau suatu hari nanti, Dravos sendiri."

Seraphina mengamati untuk beberapa saat, dan sesuatu dalam caranya menatap Kael menunjukkan pengenalan yang tidak terduga.

"Teknik itu... ini menyerupai beberapa prinsip pergerakan yang pernah kupelajari sebagai vampir. Kecepatan alami kami sebagian didasarkan pada konsep yang serupa, meski kami menyebutnya Blood Step alih-alih menggunakan Qi murni."

"Kau bisa mengajariku?" Kael bertanya penuh harap, berhenti sejenak dari latihannya.

Seraphina tersenyum, matanya berkilat dengan semangat baru untuk membantu.

"Aku bisa mencoba menggabungkan pemahamanku tentang Blood Step dengan prinsip Qi yang sudah kau pelajari dari gulungan itu. Mungkin kombinasi keduanya bisa mempercepat proses pembelajaranmu."

"Aku akan menghargai bantuan apa pun yang bisa kudapatkan," Kael berkata dengan senyum lelah namun penuh tekad.

Malam itu, di bawah cahaya bulan yang mulai naik, mereka berlatih bersama—Seraphina mendemonstrasikan gerakan-gerakan halus Blood Step miliknya sementara Kael mencoba mengadaptasi prinsip yang sama ke dalam penyaluran Qi yang telah dia pelajari, menciptakan sesuatu yang mulai terasa seperti perpaduan unik antara dua tradisi kekuatan yang berbeda.

[Adaptation terhadap Blood Step: 11%.]

[Teknik Langkah Bayangan Angin — Pemula 23%.]

Kemajuan itu jauh lebih cepat dari yang bisa dia capai sendirian, dan untuk pertama kalinya sejak pertemuan mengerikan dengan Dravos, Kael merasakan optimisme nyata bahwa dia bisa benar-benar mempersiapkan diri untuk konfrontasi yang akan datang, bukan hanya bereaksi terhadap ancaman yang muncul di hadapannya.

---

Minggu-minggu berikutnya menjadi periode latihan paling intensif yang pernah dijalani Kael sejak tiba di Elyndra.

Setiap pagi dimulai dengan meditasi untuk menstabilkan aliran Qi, dilanjutkan dengan latihan Teknik Langkah Bayangan Angin yang digabungkan dengan prinsip Blood Step dari Seraphina, dan diakhiri dengan sesi sparring melawan Aria atau murid senior lain untuk menguji penerapan praktis dari kemajuan yang telah dia capai.

"Kau harus merasakan Qi mengalir seperti air, bukan seperti batu," Seraphina menjelaskan suatu pagi, mendemonstrasikan gerakan halus yang membuatnya tampak meluncur di atas tanah alih-alih berjalan.

"Vampir menggunakan darah kami sendiri sebagai media, mengalirkannya dengan cepat ke otot-otot kaki untuk menciptakan ledakan kecepatan instan. Kau perlu melakukan hal yang sama dengan Qi-mu."

Kael mencoba meniru gerakan itu, memusatkan kesadarannya pada aliran energi di dalam tubuhnya, mencoba merasakannya bergerak seperti air alih-alih dipaksa seperti biasanya dia lakukan dengan teknik ofensif.

[Teknik Langkah Bayangan Angin — Pemula 41%.]

Untuk pertama kalinya, dia berhasil mempertahankan momentum kecepatan untuk lebih dari beberapa langkah, meluncur melintasi lapangan latihan dengan kecepatan yang membuat pandangan orang biasa kesulitan mengikutinya.

"Itu dia!" Seraphina berseru dengan gembira, tepuk tangan kecil menghiasi wajahnya yang jarang menunjukkan ekspresi seantusias itu.

"Kau mendapatkannya!"

Namun kemajuan itu tidak datang tanpa tantangan.

Setiap kali Kael mencoba mempertahankan kecepatan itu terlalu lama, dia merasakan Qi-nya mulai tidak stabil, menyebabkan sensasi tidak nyaman yang menjalar ke seluruh tubuhnya seperti kesemutan yang menyakitkan.

"Batas cadangan Qi-ku belum cukup untuk mempertahankan teknik ini dalam waktu lama," katanya setelah salah satu percobaan yang berakhir dengan dia terhuyung kelelahan.

[Peringatan: Cadangan Qi menipis drastis.]

"Itu wajar untuk tahap awal," Seraphina menjelaskan, membantu menstabilkannya.

"Bahkan aku butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menggunakan Blood Step secara berkelanjutan tanpa menguras diriku sendiri. Kau baru memulai."

Kael menghela napas, meski tekadnya tidak berkurang sedikit pun. "Kalau begitu aku hanya perlu berlatih lebih keras."

Dia melanjutkan latihan hari demi hari, dan Adaptation-nya, seperti biasa, membantunya menemukan efisiensi yang semakin meningkat dalam penggunaan Qi-nya untuk teknik ini.

[Adaptation terhadap Manajemen Qi Efisien: 28%.]

[Teknik Langkah Bayangan Angin — Pemula 67%.]

Suatu hari, Aria mengusulkan sesi sparring khusus untuk menguji kemajuannya dalam kondisi pertarungan nyata, bukan hanya latihan kecepatan murni di lapangan kosong.

"Aku akan menyerangmu seperti biasa," Aria berkata, mempersiapkan pedangnya, "tapi kali ini fokus pada menghindar menggunakan teknik barumu, bukan menangkis atau menerima serangan seperti biasanya."

Kael mengangguk, memposisikan dirinya dengan kewaspadaan baru.

Ketika Aria menyerang dengan kombinasi tebasannya yang telah familiar bagi Kael dari sesi-sesi sparring sebelumnya, dia mencoba menerapkan Teknik Langkah Bayangan Angin untuk pertama kalinya dalam konteks pertarungan nyata.

Hasilnya mengejutkan keduanya.

Kael menghilang dari posisi awalnya dengan kecepatan yang membuat Aria kehilangan jejak sesaat, muncul kembali beberapa meter di sampingnya sebelum tebasannya benar-benar mendarat.

"Bagaimana—" Aria berbalik terkejut, mencoba melacak pergerakan yang begitu cepat hingga hampir tidak terlihat mata biasa.

"Aku juga terkejut itu berhasil," Kael mengakui dengan senyum lebar, meski dia bisa merasakan Qi-nya terkuras signifikan hanya dari satu penggunaan teknik itu.

[Teknik Langkah Bayangan Angin — Pemula 82%.]

Mereka melanjutkan sparring, dan setiap kali Kael berhasil menggunakan tekniknya dengan efektif, kepercayaan dirinya terhadap kemampuan barunya semakin bertambah, meski dia juga menyadari bahwa penggunaan berlebihan masih menguras cadangan energinya dengan cepat.

Setelah beberapa pertukaran lagi, Aria berhenti, terengah-engah namun tersenyum lebar. "Kau benar-benar tidak pernah berhenti mengejutkanku, Kael. Berapa lama kau berlatih teknik ini?"

"Sekitar dua minggu," Kael menjawab, juga terengah-engah namun puas dengan kemajuannya.

"Dua minggu untuk mencapai tingkat itu?" Aria menggelengkan kepala dengan tidak percaya.

"Aku sudah berlatih teknik pergerakan dasar sekte selama bertahun-tahun dan belum bisa mendekati kecepatan seperti itu."

"Aku punya bantuan khusus," Kael berkata sambil melirik ke arah Seraphina yang mengamati dari pinggir lapangan dengan senyum bangga yang tidak bisa dia sembunyikan.

Malam itu, ketika mereka beristirahat setelah hari latihan yang panjang, Seraphina duduk bersama Kael di balkon pavilionnya, membahas kemajuan yang telah dicapai.

"Kau sudah jauh lebih siap sekarang dibanding saat kita bertemu Vesna," katanya dengan nada penuh kebanggaan yang tulus.

"Berkat bantuanmu," Kael menjawab tulus, menatap ke arahnya dengan penghargaan yang mendalam.

"Kita masih punya jalan panjang di depan," Seraphina mengingatkan, meski senyumnya tidak pernah pudar.

"Tapi setidaknya sekarang aku merasa kita benar-benar membuat kemajuan nyata, bukan hanya bereaksi terhadap apa yang dilemparkan Dravos kepada kita."

Kael mengangguk setuju, merasakan optimisme baru yang mengalir dalam dirinya seiring dengan kecepatan baru yang kini mengalir dalam setiap langkahnya—sebuah kemampuan yang, dia yakini, akan menjadi kunci penting dalam pertarungan-pertarungan besar yang masih menanti di masa depan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!