NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenggelam

Dami melangkah perlahan menyusuri jalan setapak yang terbuat dari batu kerikil halus, dikelilingi semak-semak hijau dan pohon pinus yang tinggi menjulang. Udara di sini terasa semakin segar, beda sekali dengan udara kota yang penuh debu dan kebisingan. Ia melangkah dengan santai, sesekali berhenti sejenak untuk memandang sekeliling, menikmati keindahan alam yang jarang sekali ia temui sehari-hari.

Setelah berjalan sekitar sepuluh menit, ia tiba di tepian danau yang airnya terlihat sangat jernih hingga bisa memantulkan bayangan pepohonan dan langit biru yang mulai bersih dari kabut. Suara air yang berdesir pelan terkena angin terdengar menenangkan, membuat seluruh ketegangan dan rasa canggung yang masih tersisa di hatinya perlahan hilang berganti dengan kedamaian. Dami berjalan mendekat, duduk sebentar di atas batu besar yang kering, lalu merentangkan pandangan matanya sejauh mata memandang.

Namun ketenangan itu hanya berlangsung sebentar. Tiba-tiba, dari arah semak-semak di sisi kanan danau, terdengar suara tangisan keras diikuti suara benda yang terjatuh ke dalam air. Dami langsung menegakkan tubuh, matanya memandang ke arah sumber suara dengan waspada. Tanpa berpikir dua kali, ia segera berdiri dan berlari mendekat.

Di sana, ia melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar enam atau tujuh tahun terjatuh ke danau, tubuhnya terhuyung-huyung karena air yang dalam. Tidak ada siapa-siapa di sana. Tempat ini sepi sekali. Tanpa ragu Dami berlari kencang dan segera melompat ke danau untuk menyelamatkan anak kecil itu.

Namun siapa yang menyangka kakinya akan tiba-tiba kesemutan hingga seluruh tenaganya seolah tersedot habis dalam sekejap. Saat tubuhnya menyentuh permukaan air yang dingin menusuk tulang, rasa kaku itu menjalar naik ke betis dan pahanya, membuat ia tidak bisa mengayuh kaki sekuat yang diinginkan.

Air danau yang tampak tenang dari tepian ternyata memiliki arus halus yang cukup kuat, menarik tubuhnya perlahan menjauhi pinggiran. Dami merentangkan tangan berusaha meraih anak laki-laki itu yang sudah mulai terbenam setinggi bahu, namun jarak mereka justru semakin melebar.

"Tolong… tolong …" suara lirih anak itu terdengar terputus-putus, mulutnya terbuka lebar sambil meneguk air tanpa sadar.

Matanya membelalak ketakutan, tangannya melambai-lambai mencari pegangan yang tidak ada. Dami berusaha berteriak memberi semangat, tapi hanya suara parau yang keluar, dan dalam sekejap mulutnya pun terisi air dingin. Rasa sesak segera menyergap dadanya, pandangannya mulai kabur, dan kekuatan di sekujur tubuhnya benar-benar hilang.

Kedua tubuh itu perlahan tenggelam ke dalam kedalaman air yang tenang namun mematikan, ditarik ke bawah oleh gravitasi dan arus yang tak terlihat. Di permukaan hanya tersisa lingkaran riak air yang perlahan menghilang, seolah tidak ada apa pun yang baru saja terjadi.

Namun ketenangan yang kembali menyelimuti danau itu tidak berlangsung lama. Dari arah jalan setapak yang baru saja dilalui Dami, terdengar derap langkah cepat yang disertai suara perintah tegas. Beberapa sosok laki-laki berpakaian rapi namun tampak sigap bergerak mendekat, diikuti oleh seorang pria berpostur tinggi dengan penampilan yang memancarkan wibawa namun kini terlihat sangat cemas.

Sebelum sempat mereka berteriak, pria itu sudah melepaskan jasnya, melompat dengan lincah melintasi bebatuan, lalu terjun langsung membelah permukaan air danau dengan percikan yang cukup besar.

Ia berenang dengan gerakan terlatih dan cepat, menembus kedalaman air yang mulai gelap. Dalam waktu singkat ia menemukan dua tubuh yang sudah tergolek lemas di dasar dangkal danau. Dengan satu gerakan terampil, ia mengangkat tubuh anak laki-laki itu terlebih dahulu ke permukaan, lalu segera meraih pinggang Dami dan membawanya naik ke udara terbuka.

Sesampainya di tepian, ia segera berteriak kepada anak buahnya dengan nada tinggi penuh perintah.

"Bawa anak itu ke atas, periksa pernapasannya, keluarkan air dari paru-parunya dan jaga suhu tubuhnya! Segera!"

Dua orang anak buahnya segera mengangkat tubuh anak itu dengan hati-hati, membawanya menjauh sedikit dan mulai memberikan pertolongan pertama sesuai instruksi. Sementara itu, pria itu sendiri tetap tinggal di samping Dami.

Jantungnya berdegup kencang, dahinya sudah basah oleh campuran air danau dan keringat dingin. Ia membaringkan tubuh Dami di atas permukaan tanah yang agak kering, memiringkan sedikit kepalanya agar saluran napas terbuka, lalu mengecek denyut nadi dan pernapasannya yang terasa sangat lemah.

Tanpa membuang waktu lebih lama, ia menekan bagian dada Dami secara teratur dengan tenaga yang pas, lalu mendekatkan mulutnya, menutup hidung wanita itu, dan memberikan nafas buatan secara bergantian.

Wajahnya yang biasanya terlihat tenang dan tegas kini dipenuhi kepanikan yang sulit disembunyikan. Matanya terpaku pada wajah pucat Dami, berharap agar wanita itu segera sadar.

"Ayo, bangunlah … kau harus bangun..." bisiknya pelan namun penuh harap, terputus di antara setiap gerakan pertolongan yang ia berikan.

Beberapa menit terasa seperti berjam-jam. Saat ia baru saja selesai memberikan satu kali hembusan nafas, tiba-tiba tubuh Dami bergerak tersentak keras. Ia terbatuk-batuk hebat, mengeluarkan air danau yang tertelan, matanya terbuka lebar seolah terkejut dan bingung, sambil menarik nafas panjang yang terasa berat namun menyelamatkan.

Begitu pandangannya mulai jernih dan terbiasa dengan cahaya, ia menatap wajah orang yang sedang menopang bahunya dan memastikan ia tetap bernapas dengan baik. Jantung Dami seakan berhenti berdetak sejenak, ia kaget luar biasa. Orang yang menyelamatkannya, orang yang baru saja memberinya pertolongan dengan wajah penuh kekhawatiran itu bukan Bima atau orang lain, tapi ... Jeremy.

Pria itu menghela nafas panjang, rasa cemas yang menghimpit dadanya perlahan terlepas, diganti rasa lega yang luar biasa. Ia mengusap lembut rambut basah Dami dengan tangan yang sedikit gemetar, suaranya terdengar parau namun lembut.

"Syukurlah, kau bangun Asli."

Jeremy memeluk Dami erat, namun Dami segera mendorong tubuhnya kuat sekali.

"Apa yang kau lakukan di sini?!" Sentaknya ketus. Tidak mungkin kebetulan. Laki-laki ini gila, pasti dia sengaja ke sini.

"Tenang sayang, tenang. Aku tidak akan menculikmu seperti waktu itu. Tenang saja. Aku merindukanmu. Itu sebabnya aku ada di sini.

Nafas Dami naik turun. Saat Jeremy mengulurkan tangannya ke depan hendak meraih wajah Dami, wanita ia mendorongnya lagi kuat sekali, lalu berdiri, berlari dari tempat itu.

Namun karena kondisinya masih lemah, ia tidak bisa berlari kencang. Jeremy juga tidak membiarkannya pergi begitu saja. Lelaki itu berhasil menarik tangannya, membawanya ke tempat yang lebih sepi. Dami kaget. Ia berusaha melepaskan diri, tapi lagi-lagi kalah dengan kekuatan Jeremy.

"Lepaskan aku, Jeremy!" Ia terus meronta, namun tidak di dengar oleh laki-laki gagah yang dominan itu.

1
Oma Gavin
molly kok jadi cewe murahan segitu nya ngejar langit terobsesi sama langit sampai otak nya dungu
Al Fatih
eh molen....,, muka mu badak bngt yaa,, ga tau malu...,, sudah d usir langit...,, pede bngt bilang ga mau... 😡
Hanima
Lanjuttt Langit
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
molll molll jadi cewek nggak ada anggun anggunnya, keturunan siapa sih Molly ini. jangan jangan bukan anak kandung
andi_wathy
iiihhh gue bener² khawatir sama molly takut sifatnya sama kaya almh tantenya jangan ya Thor jangan ...
Al Fatih: iya kak,, kayak Megan...,, dia fitnah Zora smpe d benci sama Arsen kakaknya kan.
total 1 replies
Riska Baelah
benar langit usir aj si molly jika perlu langsung keluar dri novel sekalian ,,
kok msih gak habis pikir ad ank MC yg nyebelin model si molly ini,,
pdahal bima baik, dami pun baik iy walau pun plin plan,, tp ini ank ny apa gak ketukar d RS tuh waktu lahir,, sifat ny gak tertolong lg,,
Ita rahmawati
Naya selalu berdebar debar kalo Deket mason sementara SM langit biasa aja itu pertanda Naya ada rasa SM mason 😔
langit mending jgn terlalu berharap deh SM Naya 🥺
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
langit dah se excited gini SM Naya, nanti pasti hatinya dipatahkan author. siapa yg dikubu Naya SM langit??? aqq
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘫𝘨 𝘴𝘮 𝘢𝘷𝘪𝘯
Hanima
😯😯
aryuu
jantung kamu juga murahan nay/Smug/
aryuu
telat su
aryuu
ahhh bullshit mason go to hell luhhh
LANY SUSANA
semoga Naya punya perasaan yg sama dgn langit ya
dan alur kak mae, Naya unt langit 😍😍
biarin Mason patah hati, 🤣🤣
Al Fatih
Langit......,, 😭😭😭😭
Jangan terlalu berharap yaa,, AQ takut patah hati mu nanti akan semakin membuatmu menjadi orang yang mati rasa. Patah hati pertama mu itu karna kedua orang tua mu,,
Dan Naya ....,, Naya memang perhatian sama dirimu dan Alvin...,, tapi mqkn dengan kadar rasa yang berbeda. Jujur,, AQ takut kau akan sakit utk kedua kalinya langit😭😭😭
Al Fatih: Yaaa,, karna Naya memang sebaik itu karakternya,, walaupun kadang ceroboh yaa. Tapi,, pengennya sih sikap bar2 nya lebih d tingkatkan lagi,, biar ga seenaknya d jahatin sama si molly😡
total 4 replies
Al Fatih
Mason : Tuh kan Mak,, AQ tuh aslinya ga sedingin,, sekaku dan sejahat seperti yang kalian bayangkan.
AQ hanya menjaga sikap,, biar tak terlalu nampak membela Naya,, karna takutnya si molen akan semakin membenci dan menjahati Naya.

Emak2 : Yaaa,, mqkn memang kau ga seperti itu,, kak baik kah menurut pengakuanmu....
Tapi,, bisa ga jangan deket2 sama Naya.
Atik Marwati
mason udah minta maaf...aq kawatir sama langit dan alvin🧐🧐🧐
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
🍒WINA🍒
Mason mulai peduli sama naya dan meminta maaf, atas sikapnya molly sangat kasar.mason juga meminta maaf sempat salahpaham sama naya..

jantung naya berdebar deg-degan berdekatan sama mason, apakah naya hanya mengganggap langit itu kakak...
aku sih ikuti aja alur ceritanya naya berjodoh sama mason/langit, pasti salah satu mason/langit akan terluka hatinya nantinya...

apalagi langit merasa nyaman sama naya, naya sangat baik dan tulus peduli sama langit dan alvin...
gak tega juga melihat langit nanti terluka klo seandainya naya jadian sama mason..
Mutia Efrida
Thor, tetep naya ama langit aja, jangan sampe langit jd jahat & bikin naya patah hati, naya & langit harus bahagia Thor.
.... { hiatus }: mampir kk hehe ke chat story aku dong hehehe jadi pembacaku kk pliss 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!