NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:893.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 16 - Sander Akan Pergi Sekarang

Gerbang utama mansion akhirnya terbuka. Suara mesin mobil yang memasuki halaman terdengar dari kejauhan.

Ashlyn yang sejak tadi duduk di teras langsung mengangkat wajah. Kedua matanya masih penuh oleh air mata, namun begitu melihat sebuah mobil hitam masuk melalui gerbang utama, tatapannya seketika berubah.

Mobil itu Ashlyn mengenalnya dengan sangat jelas, itu adalah mobil suaminya. Sebelum Jenderal Ethan berangkat tadi pagi, Ashlyn memperhatikan mobil itu lekat-lekat. Sampai semua tanda yang ada di sana Ashlyn hapal dengan baik.

"Suamiku!" Ashlyn langsung berdiri.

"Nona!" Kepala pelayan terkejut melihatnya.

Hingga tanpa aba-aba Ashlyn langsung berlari menuruni anak tangga teras.

"Nona Ashlyn, tunggu!" Beberapa pelayan yang berada di sekitar teras langsung ikut bergerak.

"Nona, jangan berlari! Kaki Anda masih terluka!"

Tetapi Ashlyn terus berlari. Ia bahkan tidak peduli kedua kakinya kembali terasa sakit. Yang ada di dalam pikirannya hanya satu, suaminya sudah pulang dan ia harus segera menemuinya.

"Nona Ashlyn!" panggil pelayan lagi yang makin was-was, apalagi saat melihat sandal nona Ashlyn terlepas satu. Harusnya nona Ashlyn tak perlu berlarut seperti itu, karena nanti jenderal Ethan pun akan tiba di terasa rumah. Tapi mereka tak bisa memberi pengertian tersebut. Pada akhirnya para pelayan ikut berlari di belakang Ashlyn.

"Jenderal Ethan!" teriak Ashlyn dengan suara yang masih dipenuhi tangis.

Sander yang sedang mengemudikan mobil melihat sosok kecil berlari dari kejauhan dan langsung bisa menebak bahwa itu adalah Ashlyn, nona muda itu masih menggunakan gaun yang sama seperti pagi tadi.

"Jenderal!" panggil Sander siaga.

Ethan yang duduk di kursi belakang langsung mengangkat wajah. "Ada apa?"

Sander menunjuk ke depan. "Nona Ashlyn berlari ke arah mobil ini."

Tatapan Ethan langsung berubah. Dari balik kaca depan, ia bisa melihat Ashlyn berlari ke arah mobil mereka. Bahkan sebelum mobil berhenti di tempat biasanya, Ashlyn sudah hampir sampai.

"Berhenti," perintah Ethan.

Sander segera menginjak rem.

Mobil berhenti jauh sebelum teras mansion. Pintu belakang langsung terbuka dan Ethan turun dengan cepat.

Dan detik berikutnya_

"Suamiku!" Ashlyn langsung menabrakkan tubuhnya ke dalam pelukan Ethan.

Kedua tangannya melingkar erat di pinggang sang jenderal dan wajahnya langsung tersembunyi di dada Ethan yang besar.

Tangis yang sejak tadi ditahannya akhirnya pecah juga. "Hiks..."

Ethan membeku, Ia sama sekali tidak menyangka akan disambut seperti ini. "Ashlyn?"

Namun gadis ini justru semakin erat memeluknya.

"Suamiku bohong..." Suara Ashlyn terdengar begitu pilu.

Ethan menundukkan wajah. "Kenapa?"

"Katanya pulang sebelum malam..." Tangis Ashlyn semakin menjadi-jadi, sampai terisak-isak. "Tapi Suamiku baru pulang sekarang."

Ethan terdiam, Ia melirik ke arah langit. Matahari memang sudah hampir sepenuhnya tenggelam. Langit di ujung horizon berubah menjadi jingga keemasan. Ethan menatap pemandangan itu beberapa detik. Ia memang berjanji akan pulang sebelum malam.

Tapi masih tak menyangka Ashlyn akan menunggunya sampai seperti ini, rasanya Ashlyn benar-benar menghitung waktu seperti dugaannya.

"Ashlyn menunggu," ucap Ashlyn susah payah. "Terus menunggu."

Ethan mengangkat kedua tangannya, kemudian membalas pelukan ini. Tangannya mengusap perlahan punggung Ashlyn.

"Maaf."

Satu kata itu langsung membuat Ashlyn menggeleng kuat-kuat. Tidak, bukan kata maaf yang ingin Ashlyn dengar. Jenderal Ethan tak boleh mengucapkan kata maaf itu untuknya, karena sekarang Ashlyn menangis bukan karena marah tapi karena takut ditinggal pergi.

"Suamiku jangan minta maaf," jawab Ashlyn.

"Kalau begitu kenapa menangis?"

"Karena Ashlyn takut Suami tidak pulang."

Ethan terdiam, kalimat itu membuat dadanya terasa sedikit berdenyut nyeri. Ethan baru menyadari sesuatu. Bagi dirinya, janji pulang sebelum malam mungkin hanyalah ucapan sederhana untuk menenangkan seorang gadis.

Namun bagi Ashlyn, janji itu adalah sesuatu yang benar-benar ia pegang.

Ashlyn menunggu dan percaya dengan janji yang ia ucapannya. Dan ketika matahari mulai tenggelam, ketakutan lama Ashlyn kembali muncul, ketakutan ditinggalkan.

Ethan menundukkan kepalanya sedikit hingga bibirnya hampir menyentuh rambut Ashlyn. "Aku sudah bilang aku akan pulang."

Ashlyn masih menangis. "Tapi Suami lama sekali."

"Karena aku harus bekerja."

"Ashlyn tahu."

"Jadi kenapa masih menangis?"

Ashlyn mengangkat wajahnya. Air mata masih membasahi kedua pipinya dan Ethan bisa melihat dengan jelas semua pemandangan itu.

"Karena Ashlyn selalu takut."

Ethan terdiam.

Sander yang masih berada di dekat mobil segera mengalihkan pandangan saat sang jenderal dan gadis perbatasan itu saling pandang.

Para pelayan yang menyaksikan juga buru-buru menundukkan kepala. Tidak ada seorang pun yang berani mengganggu.

Ethan menatap Ashlyn beberapa saat. Bagi orang lain Ethan adalah seorang jenderal yang sulit didekati. Namun bagi Ashlyn, dirinya hanyalah seseorang yang harus pulang ketika berjanji akan pulang.

Ethan akhirnya mengusap air mata di pipi Ashlyn menggunakan ibu jarinya. "Sudah."

Ashlyn menggeleng.

"Belum."

"Kenapa?"

"Ashlyn masih sedih."

Ethan hampir tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya ia menarik Ashlyn lebih dekat dan membiarkan gadis itu kembali menyandarkan wajah di dadanya. "Baiklah. Menangislah sebentar."

Ashlyn langsung memeluknya lagi. "Hiks..."

Ethan hanya berdiri diam sambil mengusap rambut Ashlyn perlahan.

Di kejauhan matahari akhirnya benar-benar menghilang di balik cakrawala. Langit yang tadi jingga perlahan berubah menjadi lebih gelap.

Dan Ethan akhirnya menyadari bahwa ada seseorang yang benar-benar tulus menunggunya untuk pulang.

Bukan karena pangkatnya yang tinggi, bukan karena kekayaannya. Bukan pula karena nama keluarga Harold, melainkan hanya karena dirinya sendiri.

Ethan menatap kepala Ashlyn yang masih bersandar di dadanya.

Entah kenapa, pemandangan ini membuat hatinya terasa begitu asing. Ethan masih tidak menyangka gadis ini akan sehancur ini hanya karena menunggunya.

Diam-diam Ethan mulai merasa bersalah sendiri, karena telah membuat sebuah janji yang ternyata begitu berarti bagi Ashlyn.

"Maaf," gumam Ethan sekali lagi.

Ashlyn yang masih memeluknya mendongakkan wajah. "Suamiku."

"Hm?"

"Suami tidak akan meninggalkanku kan?"

Ethan menatap kedua mata bening yang masih dipenuhi air mata itu.;"Iya."

"Ashlyn senang."

Ethan mengusap kepala Ashlyn sekali lagi.

"Suami tidak akan pergi lagi?"

Ethan terdiam sejenak, kemudian ia menjawab dengan suara rendah. "Tidak malam ini."

Ashlyn coba untuk menghapus air matanya sendiri juga, meski mata beningnya masih ada sisa-sisa air mata.

"Es krim?" tanya Ashlyn tiba-tiba, setelah tidak begitu sedih akhirnya dia ingat tentang hal ini.

Ethan terdiam dan Sander yang berdiri tak jauh dari sana hampir tersedak.

'Gadis perbatasan itu enar-benar ingat, sayangnya Jenderal Ethan lupa.' batin Sander.

Ethan menatap Ashlyn beberapa saat. Pagi tadi ia mengucapkan janji itu hanya untuk membujuk gadis tersebut agar mau ditinggal.

Namun sekarang melihat Ashlyn menunggunya sampai menangis seperti ini, Ethan tahu dirinya tidak mungkin mengingkari janji tersebut.

Ethan menghela napas pelan. "Iya."

Mata Ashlyn langsung berbinar. "Suamiku bawa es krim?"

Ethan menggeleng. "Belum."

Wajah Ashlyn kembali sedikit murung.

"Tapi..." Ethan mengusap pipi Ashlyn yang masih terasa basah. "Sander akan pergi sekarang untuk membelinya."

1
Kar Genjreng
jawabannya pasti sampai kiamat dan sampai menutup mata bersama sama kelak bila sudah renta 🤣 saking tidak tahan di. pandangi terus dan selalu berkata SUAMI KU. ,,ganteng sekali dadanya keras sekali dan tangan juga mana lagi yang mengeras Ashlynn,,,coba tanya kan lagi kepada sang SUAMI,,,,
pasti jawaban Hem. Suami Ku ga kebayang nanti bila Mommy Aluna datang dan bertemu Ashlynn apa akan murka atau menerima Ashlynn,,, Ethan usianya sudah mau kepala Empat Mommy setuju' ya dengan pilihan putranya,,
Kar Genjreng
biarpun sudah kelewat tapi ceritanya bagus
Kar Genjreng
jangan ngelunjak ya,,, jangan jangan bilang iya boleh jadi favorit nya Ashlynn,,, boleh apa yang ga buatmu 🤣🤣
Kar Genjreng
apa itu jatuh pas terkena sesuatu 😂 bisa jadi wahhh pantas Ethan tidak bisa bergerak tetapi Ashlynn tidak paham apa yang di rasakan Ethan hihi seruuu
Kar Genjreng
apakah Ethan dan Evan saudara nya Alicia dan Anine,,, berarti abangnya ya,,,kan mommy namanya Aluna 👍👍
Kar Genjreng
Ashlynn istri nya ,,siapa ya mirip namanya ,,,,lama memandangi wajah Ashlynn pasti lama lama jatuh cinta ya ke
pada gadis kumuh di perbatasan,,,ternya sangat penurut dan tidak pura pura polos dan ambisius,,
Kar Genjreng
kayanya kenal sama nama pemeran nya Dokter Aresha istri Raiden Anaknya Nicholas kah lupa lupa ingat,,,harus baca yang lalu tentang keluarga Daddy Raiden biar ingat ya,,
neng ade
bikin jantungan kepala pelayan dan semua pelayan yang ada 😂
Kar Genjreng
pasti Jendral karena Kau adalah Suamiku,,, bersyukur ucapan orang orang tidak sesuai dengan perlakuan Jendral terhadap Ashlynn. sungguh di luar dugaan,,,ternya di balik siksaan ternya ada malaikat yang bisa menerima semua luka yang ada di tubuh gadis polos itu,,,, Tuhan memang adil di hadapan orang lain mungkin jendral Ethan menyeramkan tetapi tidak dengan Ashlynn,,, sangat mengayomi dan melindungi,,,
Tuti Tyastuti
𝘢𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢𝘢𝘩𝘩 𝘢𝘴𝘩𝘭𝘺𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪🤭😂😂
ollyooliver
panggil suamiku cocok untuk ashlyn yang polos tapi dah gk terlalu polos lagi..jadi mulai kurang srek..trus panggil ethan kurang romantis. cocoknya hubby, trus buat ashlyn baby. klop dah tuh😁
Kar Genjreng
astaga naga di suruh menemani mandi kah. ya nanti Suami lihat semuanya dong sayannng Ashlynn masyaallah tabarakallah,,,,aduhh puyeng dah sang jendral bagaimana menghadapi perang ga masalah lah menghadapi gadis tanggung sangat menguras energi 😂
Naufal Affiq
gak jelas kamu ethan,istrimu masih mengigau akibat gempuran hebatmu
Kar Genjreng
kasihanilah. gadis baik dan memang tidak tau apa apa di buang pun mau di anggap Anak pembawa sial,,, sebenarnya bukan Anak nya yang membawa sial anak lahir sangatlah suci dan tidak membawa dosa justru yang harus di pertanyakan adalah orang tua nya bukan Anak nya tapi ya sudah dah di buang semoga kedepannya hidup nya lebih makmur dan jangan iri kelak orang tua nya dan adeknya yi dianggap membawa keberuntungan,,,
Syavira Vira
🥰👍🏻🙏🤭😬
Felycia Fernandez
sampai terbawa mimpi ya Ashlyn 🤣
Tika
guru..ampun guru...guru...sudah guru....🤣🤣🤣
Ardiansyahsasa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rita
seneng😂😂😂
Rita
😂😂😂😂bener
daniah88
ih manis sekali pengantin baru ini 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!