NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Menikah dengan Kerabat Mantan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Selama tiga tahun menjadi istri Arga Pratama, Rania selalu merasa tertekan karena dianggap gagal memberikan keturunan.
Arga mencintainya, tapi tak sanggup menahan tekanan ibunya yang mengancam akan mengakhiri hidup jika Arga tidak mau menikah lagi dan bercerai dengan Rania.

Akhirnya, Rania meninggalkan rumah tangganya dengan hati yang hancur.

Di sisi lain, Alvino Pratama, saudara sepupu Arga yang jauh lebih kaya dan berkuasa, ternyata sudah lama menyimpan perasaan pada Rania.

Rania pun menerima lamaran dari Alvino karena orang tua Alvino mengatakan Alvino juga tidak bisa memiliki keturunan. Rania berharap setidaknya ia bisa mendapatkan ketenangan karena tak lagi dikejar masalah anak.

Namun baru tiga bulan menikah, Rania dinyatakan hamil. Rania bahagia, tapi juga cemas. Bagaimana kalau kehamilannya dicurigai? Karena itu Rania menyembunyikan kehamilannya. Namun, tanpa sengaja Alvino mengetahui kehamilan Rania.

Lalu, apakah Alvino bisa menerima kehamilan Rania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Waktu terus berlalu, perlahan Rania mulai sembuh dari luka hatinya. Wajahnya yang beberapa hari diliputi mendung hitam kuning telah kembali ceria dan bersemangat. Seperti hari ini, ia masuk kerja seperti biasa. Namun begitu tiba di perusahaan, wanita itu mengerutkan keningnya karena suasana yang terlihat berbeda. Banyak karyawan berkumpul di aula utama, dan beberapa dekorasi mulai dipasang rapi.

“Kak, ada acara apa hari ini?” tanya Rania pada rekan kerjanya yang lewat. “Kok tiba-tiba ramai?"

“Ada kunjungan mendadak dari investor penting katanya. Bahkan Pak Alvino sendiri yang akan menyambutnya,” jawab rekannya.

Rania hanya mengangguk paham. “Begitu ya. Terima kasih informasinya.”

Selama ini ia memang jarang berinteraksi langsung dengan Alvino Mahendra. Sebagai pemilik perusahaan, ia hanya bertemu dalam rapat besar saja, tak lebih dari itu.

*

Menjelang siang, acara pun dimulai. Para tamu mulai berdatangan, diikuti para pimpinan perusahaan. Tak lama kemudian sosok Alvino muncul, mengenakan jas hitam mewah yang membuatnya terlihat begitu berwibawa.

Para karyawan wanita yang secara terang-terangan meliriknya, bahkan memuji dengan suara keras. Wajar saja, pria itu begitu tampan, kaya, cerdas, dan sampai sekarang masih lajang. Siapa yang tidak berandai-andai untuk bisa bersanding dengannya?

Namun Alvino sama sekali tak mempedulikan tatapan itu. Matanya bergerak perlahan menyapu ruangan, seolah mencari satu orang saja. Dan begitu pandangannya tertuju pada sosok Rania yang berdiri di sisi ruangan, sorot matanya perlahan melunak. Perubahan yang sangat halus, nyaris tak terlihat, tapi cukup jelas ditangkap oleh Bu Soraya yang berdiri tak jauh dari putranya.

Wanita paruh baya itu hanya tersenyum kecil dalam hati. “Dasar bujang lapuk, kapan dia mau bergerak? Masa iya harus ibunya yang maju?” gumamnya pelan.

Acara berlangsung lancar hingga tiba-tiba terjadi insiden kecil. Seorang pelayan yang membawa nampan berisi gelas minuman tak sengaja tersandung. Tubuhnya terhuyung, nampan terlepas, dan seluruh isinya hampir tumpah tepat ke arah seorang tamu penting.

Semua orang terkejut, mata dan mulut mereka terbuka lebar bersamaan. Bahkan ada yang sudah terpekik khawatir. Namun, sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada tamu itu, Rania yang berdiri tak jauh darinya dengan gerak refleks berlari menarik lengan pria paruh baya itu menjauh. Minuman itu akhirnya hanya membasahi lantai, tanpa melukai siapa pun. Gelas-gelas pecah berhamburan menimbulkan suara yang keras.

Suasana sempat hening sejenak, semua orang bernafas lega termasuk Alvino.

Sang tamu sambil mengusap dadanya yang masih berdebar kencang juga tertawa lega. “Terima kasih, Nona. Kalau Nona tidak menarik saya, mungkin saya harus pulang ganti baju,” kelakarnya.

“Tidak perlu berterima kasih, Pak. Saya hanya melakukannya secara refleks tadi. Syukurlah tidak terjadi apa-apa,” jawab Rania sambil tersenyum sopan.

Insiden itu memang sudah selesai, tapi bagi Alvino rasanya begitu berbeda. Selama beberapa detik tadi, jantungnya berdegup kencang. Bukan hanya karena takut tamunya marah, tapi juga karena khawatir Rania akan ikut terluka.

Bu Soraya menyenggol lengan anaknya pelan sambil berbisik, “Kalau cuma diam saja, sampai kapanpun dia takkan sadar kalau kamu menyukainya.”

Alvino tertegun sebentar, lalu berdehem pelan. “Ibu bicara apa? Jangan lupa kalau dia masih dalam masa iddah.”

“Kan tidak harus melamar sekarang. Setidaknya mulai dekatilah pelan-pelan. Kamu mau, dia keburu disambar pria lain?” goda Bu Soraya sambil tertawa kecil.

Alvino melirik sengit. Ibunya bukan memberi semangat dan membantu malah menakut-nakuti.

*

Sore harinya, saat semua acara selesai dan suasana kantor mulai sepi, Rania berjalan menuju tempat parkir. Badannya terasa lelah, dia ingin segera sampai rumah agar bisa segera istirahat.

Namun saat ia hendak memasukkan kontak pada sepeda motor yang baru dibelinya seminggu lalu untuk memudahkan transportasi, terdengar suara memanggil namanya dari belakang.

“Rania.”

Rania tidak jadi menstarter sepeda motornya. Wanita itu menoleh dan sedikit terkejut. Ternyata yang memanggilnya adalah Tuan Alvino Mahendra, atasannya. Pria tampan itu tampak santai namun tetap berwibawa.

“Pak Alvino?”

Alvino mengangguk lembut. “Maaf mengganggu waktumu. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas kejadian tadi. Kalau tidak ada kamu, mungkin kita harus menghadapi masalah dengan tamu itu.”

“Itu hanya hal kecil, Pak. Siapa pun yang saat itu berdiri pada posisi saya pasti akan melakukan hal yang sama,” jawab Rania sopan.

“Tapi nyatanya tidak seorangpun yang bergerak melakukan selain kamu,” sahut Alvino.

Rania menggaruk tengkuknya canggung, tidak tahu harus menjawab apa. Beberapa detik situasi terasa begitu hening, sampai akhirnya Alvino melanjutkan, bertanya sesuatu yang tak lagi ada kaitanya dengan kejadian tadi.

“Oh iya… bagaimana kabarmu sekarang? Apakah sudah lebih baik?”

Rania tertegun mendengar pertanyaan itu. Pria ini jelas tidak sedang bertanya soal pekerjaan atau kinerjanya. Pria ini sedang bertanya soal hatinya. Apakah pria ini tahu mengenai perceraiannya dengan Arga? Apakah Tuan Alvino mendengarnya dari Bu Soraya? Seketika itu Rania teringat, kalau Alvino adalah saudara sepupu dari Arga.

Dan pertanyaan itu… Rania tiba-tiba merasa hatinya begitu tenang. Ternyata… pada saat dirinya merasa sakit dan kesepian, masih ada seorang yang diam-diam memperhatikan keadaannya. Bu Soraya dan Tuan Alvino, bahkan Tuan besar Mahendra, ketiga orang itulah yang selama ini tak pernah ikut menghakimi dirinya.

Rania tersenyum tipis, benar-benar tulus. “Terima kasih sudah bertanya, Pak. Pelan-pelan saya sudah berhasil menyembuhkan luka saya.”

“Syukurlah!" Alvino membalas senyum itu, sorot matanya terasa menenangkan. "Dan ada satu hal yang harus kamu ingat, kalau suatu hari kamu butuh tempat untuk bercerita atau sekadar berbagi beban….aku siap mendengarmu.”

Rania mengangguk perlahan meskipun ia tak mungkin ia lakukan. Mana mungkin dia curhat pada atasannya? Apalagi dengan seorang pria seperti Tuan Alvino. Namun, hatinya terasa sedikit lebih hangat dari sebelumnya. Di tengah kekacauan hidupnya, ia masih bisa menemukan perhatian yang datang tanpa syarat.

*

*

*

Malam itu rumah keluarga Barata Wijaya tampak terang dan megah. Lampu-lampu kristal menghiasi ruang makan besar yang telah ditata begitu elegan. Di atas meja panjang tersaji berbagai hidangan mewah, sementara Cempaka Wijaya tampak sibuk memastikan semuanya sempurna.

“Angelina, ayo cepat turun. Keluarga Pratama sebentar lagi datang,” panggil Cempaka yang masuk kamar putrinya lalu membantu merapikan gaun putrinya.

Angelina Wijaya mengangguk kecil. Gadis berusia dua puluh empat tahun itu begitu cantik dan anggun. Rambut panjangnya ditata rapi, gaun berwarna biru muda yang ia kenakan membuat penampilannya semakin memukau. Ditambah dengan kalung berlian yang melingkar di lehernya. Dia sudah layaknya Miss Universe yang akan berjalan di atas catwalk.

“Aku sudah siap, Mama,” jawab Angelina sambil tersenyum tipis. Kedua wanita beda usia itu pun keluar dari kamar sambil bergandengan tangan dan tersenyum gembira.

Tak lama kemudian, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah.

“Sepertinya mereka sudah datang,” ujar Tuan Barata Wijaya dengan wajah cerah. Ia segera berdiri lalu diikuti oleh istri dan putrinya berjalan menuju pintu depan.

“Ingat, Angel. Kamu harus bisa menarik perhatian Arga," bisik nyonya Cempaka di telinga putrinya.

“Huum… aku tahu."

1
dewi rofiqoh
Semoga kedepannya kehidupan rania menjadi lebih baik
Muft Smoker
akhirny mereka bersatu jugaa ,, tinggal menunggu kebenaran terungkap saja sypa yg mandul ,, 😒😒😒😒



mak semangat truus menulis ny ,, sehat2 trus mamak ku ,, 🫰🫰🫰🫰
Patrick Khan
legaaaa udah sahhhh😍
Ummee
setau q ijab qobul cuma ada di islam, mohon koreksi kalo salah🙏
Ummee: baik kak, terimakasih kembali🤗
total 2 replies
vania larasati
lanjut
sunaryati jarum
Ikut lega Rania dan Alvino sah suami istri
Felycia Fernandez
kk Thor,tolong lebih di perhatikan..
nonis tidak ada pakai ijab kabul ya.kita adanya pemberkatan di gereja.
tidak harus ada orang tua yang jadi wali jabat tangan dengan mempelai pria...
pemberkatan di lakukan oleh pendeta atau pastor,diantara dua pengantin.
mohon di perhatikan lagi kk Thor
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sepertinya ada kesalahan penulisan. akan saya koreksi. terima kasih udah diingatkan
total 2 replies
sunaryati jarum
Pak Aksara pasti cari wali hakim😭Rania dan Alvino tetep menikah
sunaryati jarum
Tidak diberi uang banyak
Nar Sih
ada akad nikah ada peberkatan nikah jdi bingung kak ,atau mingkin lgi slh tulis ,tpi ttep semagat kak💪
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sudah aku revisi. makasih udah diigetin
total 1 replies
Noor hidayati
apakah nonis pake wali juga,maaf aku ga tahu soalnya,setahuku cuma umat muslim aja yang butuh wali nikah,terus kok sekarang mau ijab kabul,apa agamanya rania ganti lagi🙏🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ada kesalahan penulisan dan sudah saya koreksi. makasih ya. dan jangan bosan untuk mengingatkan jika ada kesalahan lagi
total 3 replies
Hary Nengsih
agama nya apa si katanya gereja tapi ada akad
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ada kesalahan tadi dan sudah di revisi. makasih udah diingetin 🙏
total 1 replies
imel
sejak kapan menikah di gereja pake akad nikah? pake wali hakim pula?
setau saya nikah di gereja itu namanya pemberkatan nikah oleh Pendeta.
tolong lebih diperluas referensinya. karena ketika kita membaca maka yang diharapkan ada bertambahnya pengetahuan bukan makin keliru.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ada kesalahan penulisan dan sudah saya koreksi. terima kasih sudah diingatkan 🙏
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mau ngapain kamu Arga? ...
Ilfa Yarni
alhamdulillah proses akdnya selesai jg walaupun ada drama sebelumnya tp bersyukur sih klo Rani bukan ank kandung orangtua matre itu jd dia ga bisa meminta harta kpd rania wg ternyata Arga dtgelihat and nikah rania gmn rasanya arga
Yulya Muzwar
ketika nikah sama arga di gereja kecil, lalu nikah sama alvino pake ijab kabul sama penghulu.. 🙄🤔
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: iya, salah nulis tadi. makasih udah diingetin. jangan bosan untuk mengingatkan jika ada kesalahan lagi ya
total 2 replies
Oma Gavin
akhirnya sah rania jadi istri alvino dan sebentar lagi hamil biar arga dan ibunya syok dan tau kalau yg mandul anak kesayangan nya
lyla lafiya
👍
Lucy
parah ya org tua kayak bgtu knpa GK dr awal bongkar kenyataan nya ,knpa harus pas waktu akad brlangsung,GPP Rania pakai wali hakim aja lalu tinggalkan kluarga toxic itu👍🤣🤣
Muft Smoker
oke mak ,, aq msh belum paham ,,
tp dtggu penjellasan ny di bab berikut ny ,, 😁😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!