NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:659
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 — Ritme yang Tidak Sama

Pagi di Aegis Corp selalu datang lebih cepat daripada yang diinginkan Kim Ae Ra.

Ia sudah duduk di mejanya bahkan sebelum sebagian besar karyawan datang. Layar komputer menyala, agenda hari itu terbuka rapi, dan secangkir kopi hangat perlahan mendingin di samping keyboard.

Beberapa hari terakhir mengajarinya satu hal penting—jika ia datang lebih awal, ia punya waktu untuk bernapas sebelum dunia mulai menekannya.

Ae Ra menarik napas panjang. Hari ini ia bertekad tidak membuat kesalahan. Lift terbuka di ujung lorong. Langkah kaki tegas terdengar mendekat tanpa perlu dilihat pun ia tahu siapa pemiliknya.

Hyun Jae Hyuk.

“Pagi.”

Sapaan singkat itu membuat Ae Ra refleks berdiri.

“Selamat pagi, Tuan CEO.”

Jae Hyuk berhenti sejenak, menatap meja yang sudah tertata rapi.

“Kau datang lebih awal.”

“Iya… supaya tidak tertinggal pekerjaan.”

Ia mengangguk kecil, lalu berjalan masuk ke ruangannya. Namun sebelum pintu tertutup, ia berkata tanpa menoleh,

“Bagus.” Satu kata sederhana itu entah kenapa membuat Ae Ra sedikit lebih percaya diri.

Pagi berjalan relatif tenang sampai pukul sepuluh, ketika perubahan jadwal mendadak datang.

Direktur Operasional Park Se Rin muncul dengan ekspresi serius.

“Rapat investor dipercepat satu jam.”

Ae Ra langsung membuka agenda.

“Tapi ruang konferensi masih dipakai—”

“Itu urusan sekretaris CEO, bukan saya,” potong Se Rin halus. Nada suaranya tetap sopan, namun jelas menekan.

Begitu wanita itu pergi, Ae Ra langsung bergerak. Ia menghubungi bagian administrasi, memindahkan jadwal, dan mengatur ulang dokumen presentasi dalam waktu kurang dari dua puluh menit.

Tangannya gemetar, tapi ia berhasil. Ketika Jae Hyuk keluar menuju rapat, semuanya sudah siap. Ia berhenti sebentar di samping meja Ae Ra.

“Kau yang mengatur ulang ini?”

“Iya.”

Tatapannya menilai beberapa detik.

“Cepat.” Lalu ia pergi.

Pujian itu singkat, tapi cukup membuat Ae Ra menahan senyum kecil. Namun ketenangan tidak berlangsung lama. Saat makan siang, Ae Ra mendengar dua staf berbicara di pantry.

“CEO terlalu memanjakannya.”

“Baru seminggu sudah dapat perhatian khusus.”

Ae Ra membeku di balik pintu. Ia ingin masuk… tapi kakinya tidak bergerak. Akhirnya ia berbalik tanpa mengambil makan siang.

Siang hari terasa lebih berat.

Fokusnya sedikit goyah, pikirannya terus memutar ucapan orang-orang tadi. Ia mulai bertanya-tanya apakah benar dirinya hanya menjadi beban.

Pintu ruang CEO terbuka.

“Sekretaris Kim.”

“Iya?”

“Kau belum makan.”

Ae Ra terdiam. Jae Hyuk mengerutkan kening tipis.

“Kau pikir aku tidak memperhatikan?” Ia meletakkan kotak makan di meja.

“Makan.” Nada suaranya terdengar seperti perintah, tapi tidak keras.

Ae Ra ragu sejenak. “Terima kasih…”

Jae Hyuk tidak menjawab. Ia hanya kembali ke ruangannya. Di balik pintu tertutup, ia menghela napas pelan. Ia sendiri tidak mengerti kenapa hal-hal kecil tentang gadis itu selalu menarik perhatiannya.

Sore datang bersama hujan ringan. Langit abu-abu membuat suasana kantor terasa lebih sunyi.Ae Ra menyelesaikan pekerjaan terakhirnya sebelum pulang. Tubuhnya lelah, tapi hari ini ia berhasil melewatinya tanpa kesalahan besar.

Saat keluar gedung, udara dingin menyambutnya. Dan seperti beberapa hari terakhir, langkahnya otomatis menuju toserba.

*Klining…*

Bel pintu berbunyi.

Bo Ram langsung muncul dari balik rak.

“AE RAAA!”

Ae Ra hampir terkejut.

“Kau shift sore?”

“Iya! Aku dengar kau makin sibuk jadi orang kantoran!” Nada suara Bo Ram ceria seperti biasa, tapi matanya memperhatikan Ae Ra lebih lama.

“Kau kurusan.”

“Baru beberapa hari!”

“Itu sudah cukup,” gumam Bo Ram.

Seo Jun berdiri di dekat mesin kopi, memperhatikan percakapan mereka dengan senyum tipis.

“Kopi?” tanyanya singkat.

Ae Ra mengangguk. Duduk di kursi kecil itu lagi membuat bahunya turun tanpa sadar. Ia bercerita sedikit tentang hari kerjanya, sementara Bo Ram sesekali mengomel setiap kali mendengar bagian yang membuat Ae Ra diperlakukan tidak adil.

“Kalau ada yang macam-macam bilang saja! Aku datang ke kantor itu!” ancam Bo Ram.

Ae Ra tertawa. “Kau bahkan tidak tahu lantainya.”

“Aku cari!”

Seo Jun terkekeh pelan.

“Kau punya pengawal yang menakutkan,” katanya pada Ae Ra.

Ae Ra menoleh, lalu tersenyum kecil.

“Makanya aku masih bertahan.”

Kalimat itu keluar tanpa sadar. Namun Seo Jun mendengarnya dengan jelas.

Di luar toko, hujan semakin deras. Sebuah mobil hitam berhenti cukup jauh dari lampu jalan. Seseorang di dalamnya memperhatikan toserba yang terang di tengah malam.

Hyun Jae Hyuk memandang ke arah jendela kaca. Ia tidak tahu kenapa mobilnya kembali berhenti di area ini. Dan ia tidak menyangka melihat Ae Ra tertawa lepas bersama dua orang di dalam toko.

Ekspresi yang belum pernah ia lihat di kantor. Dadanya terasa aneh. Ia memalingkan wajah.

“Ini konyol,” gumamnya pelan sebelum mobil kembali melaju.

Di dalam toko, Seo Jun berdiri membersihkan meja setelah Ae Ra dan Bo Ram tertawa bersama. Tatapannya sekilas tertuju ke jalan, tepat saat mobil hitam itu menjauh.

Matanya sedikit menyipit. Ia seperti mengenali sesuatu… atau seseorang.

Namun ia tidak mengatakan apa pun. Ia hanya kembali menata rak dengan tenang. Di bawah lampu neon sederhana itu, tiga orang tampak seperti teman biasa yang menghabiskan malam tanpa beban.

Padahal tanpa mereka sadari, dunia besar di luar perlahan bergerak mendekat. Dan ritme kehidupan Kim Ae Ra… tidak lagi berjalan di satu jalur saja.

1
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!