NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta setelah menikah / Pernikahan Kilat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Yussallia Tsaverra Callisto selalu memimpikan kehidupan pernikahan yang indah di masa depan. Yussallia masih berharap bahwa kehidupan pernikahannya bersama Rionegro akan berjalan semulus yang ia harapkan, meskipun pernikahan mereka didasari oleh sebuah kesalahan satu malam yang mereka lakukan pada di masa lalu.

Rionegro Raymond Kalendra tidak pernah menyangka bahwa menolong seorang gadis yang terjebak dalam badai hujan akan berujung pada pernikahan yang tidak pernah ia inginkan. Rionegro tahu ia tak bisa menghindar dari kewajibannya untuk menikahi Yussallia, gadis yang pernah ia bantu, meskipun mereka memiliki seorang anak bersama akibat kesalahan satu malam yang mereka buat di masa lalu.

Dan dengan segala harapan dan keraguan yang menggantung di atas pernikahan mereka, apakah Yussallia mampu mewujudkan mimpinya tentang pernikahan yang bahagia? Atau akankah pernikahan itu berakhir dengan kegagalan, seperti yang ditakuti Rionegro?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Lampu-lampu jalan menyala remang dengan kilau yang terlihat memantul oleh air yang jatuh tanpa henti, membuat jalan kota yang biasanya terlihat sedikit ramai menjadi lebih sunyi dari biasanya.

Di tengah hujan yang semakin deras, sebuah mobil berwarna silver terlihat berhenti tiba-tiba di pinggir jalan trotoar.

Mesin mobil itu sudah berkali-kali dicoba untuk dinyalakan kembali, tetapi tetap tidak menyala.

Yusallia Tsaverra Callisto—gadis muda pemilik dari mobil itu akhirnya hanya dapat menghela napas lelah sambil bergumam pelan, sebelum membuka pintu mobil— keluar dari mobilnya.

"Oh, tidak... Kenapa harus sekarang sih..." Gumamnya kecil.

Begitu kakinya menyentuh aspal yang basah oleh genangan air dan pakaiannya yang terkena dinginnya air hujan.

Dengan cepat tetesan hujan deras membasahi tidak hanya pakaiannya tapi juga rambutnya.

Berdiri di samping mobilnya yang mogok, Yusallia memandangi jalan gelap yang kosong tanpa satupun kendaraan lain yang lewat dengan tangan yang mengandah berusaha menghalau tetesan air hujan mengenai kepalanya.

Dengan cemas, Yusallia berharap akan adanya bantuan yang dapat menolongnya. Karena sejak sebelumnya dia telah berusaha menghubungi bala bantuan, tetapi dikarenakan hujan deras, jaringan panggilan menjadi sulit untuk dilakukan.

Padahal sekarang sudah hampir jam dua belas malam, dan dia baru saja pulang dari pekerjaannya di rumah sakit. Tapi sekarang dikarenakan mobilnya yang mogok, dia justru harus terjebak di jalan gelap yang sepi di tengah hujan deras yang mengguyur kota. 

Dan setelah menunggu beberapa cukup lama, akhirnya Yusallia dapat melihat sebuah lampu mobil yang terlihat berjalan mendekat dari kejauhan melewati jalan tersebut.

Mobil bewarna hitam gelap itu melaju dengan kecepatan stabil hampir mendekat kearah tempat mobilnya berhenti.

Dan dengan berani, Yusallia berusaha menjulurkan tangannya ke depan berharap dapat menghentikan mobil itu untuk mendapatkan bantuan.

Dan setelah menunggu beberapa detik, akhirnya mobil itu pun berhenti tepat di samping mobilnya yang mogok.

Pintu mobil gelap tersebut pun terbuka, dan kemudian menampilkan seorang pria muda yang hampir keliatan berusia 30 tahun—keluar dari mobil tersebut.

Dengan tenang pria tersebut berjalan menghampiri Yusallia dengan payung di tangannya. Dan berkata dengan suara keras agar terdengar di tengah suara hujan yang terdengar deras.

"Ada apa? Apakah ada yang bermasalah pada mobil mu?“ Tanya pria itu dengan suara keras namun dengan nada yang tenang kepada Yusallia.

"Iya, tidak tau kenapa mobilnya tiba-tiba mati." Jawab Yusallia dengan suara keras dan mengangguk pelan.

"Sepertinya mesinnya ada yang bermasalah, lebih baik coba untuk menghubungi bengkel." Saran pria itu kepada Yusallia.

"Aku sudah berusaha menghubungi bantuan, tapi tidak bisa karena jaringannya sedang tidak bagus disebabkan hujan." Jawab Yusallia jujur.

"Begitu ya... Berarti kamu sudah terjebak disini sangat lama? Apakah tidak apa-apa." Tanya pria itu lagi mencoba memastikan keadaan Yusallia.

"Sejujurnya, tidak terlalu lama dan tidak apa-apa, aku baik-baik saja, hanya kehujanan karena tadi tidak sempat membawa payung." Jawab Yusallia jujur—berusaha untuk tidak membuat pria itu khawatir.

Mendengar jawaban dari Yusallia, akhirnya pria itu pun mengambil payung cadangan yang dia simpan di mobilnya, dan kemudian memberikannya pada Yusallia.

"Ini ambilah, aku tadi membawa dua payung." Kata pria itu sambil menyerahkan satu payung kecil yang dia pegang di tangan satunya kepada Yusallia.

"Terima kasih... " Ucap Yusallia sambil membuka payung kecil tersebut dan mulai memayungi dirinya sendiri dengan payung tersebut.

Beberapa saat mereka hanya berdiri diam di tengah suara hujan yang terus turun dan juga jalan yang semakin terasa sepi.

Dengan tenang, pria itu akhirnya berkata lagi kepada Yusallia.

"Sekarang sudah hampir tengah malam, dan sepertinya juga sudah tidak ada lagi kendaraan yang melewati jalan ini, tidak terlalu aman jika membiarkan mu sendirian menunggu hujan reda disini. "

Mendengar itu, Yusallia hanya menatap pria itu bingung tanpa memberi jawaban apapun, karena sebenarnya Yusallia sendiri juga tau bahwa dia tidak bisa untuk hanya diam sendirian menunggu hujan reda di jalan tersebut, tapi mencari transportasi umum pun pasti sulit dalam keadaan saat ini.

"Uhm... Kalau tidak keberatan dan bila anda mau, mungkin saya dapat mengantar anda pulang, karena sepertinya mencari transportasi umum juga sulit saat ini." Kata pria itu lagi kepada Yusallia.

Yusallia hanya diam, berpikir apakah tidak apa untuk menerima bantuan dari pria yang tidak dia kenali itu. Tapi, dia sadar apa yang dikatakan pria itu benar, dan mungkin hanya pria itu yang dapat membantunya di keadaan saat ini.

"Uhm... Sebenarnya aku tidak masalah, tapi apakah ini tidak merepotkanmu?" Kata Yusallia bertanya kepada pria itu juga. Karena sejujurnya Yusallia takut bahwa dirinya dapat merepotkan pria yang tidak dia kenali tersebut.

"Tidak apa-apa, ini tidak merepotkan saya sama sekali. Nanti, terkait mobil mu, kamu bisa tinggalkan disini sampai kamu bisa menelpon bengkel untuk menjemputnya." Jawab pria itu dengan jujur sambil memberi saran lain terkait mobil yang mogok tersebut kepada Yusallia.

"Baiklah, terima kasih." Kata Yusallia yang kemudian mengikuti pria itu yang mengantarkannya ke kursi penumpang depan.

"Tidak masalah." Kata pria itu sambil membuka pintu penumpang dan membiarkan Yusallia masuk ke dalam mobil gelap pria itu.

Beberapa menit kemudian mereka berdua pun akhirnya sudah berada di dalam mobil gelap pria itu.

Sebelum menyalakan mesin mobilnya, pria itu mengambil jaket di bagian belakang, dan memberikan jaket tersebut kepada Yusallia.

"Pakailah jaket ini, agar anda tidak terlalu merasa kedinginan." Kata pria itu sembari menyerahkan jaketnya kepada Yusallia.

"Uhm... Terima kasih." Jawab Yusallia yang kemudian berusaha memakai jaket tersebut sebelum memasang seatbelt.

Sedangkan pria itu hanya menjawab dengan senyuman dan langsung menyalakan mesin mobilnya—setelah memasangkan seatbelt pada dirinya sendiri.

Mobil bergerak dengan stabil meninggalkan jalan tempat mobil Yusallia yang mogok dibelakang.

Selama perjalanan suasana di dalam mobil terasa lebih hangat dibandingkan udara dingin di luar. Suara hujan yang menghantam kaca mobil terdengar samar, menjadi satu-satunya suara yang mengisi keheningan diantara keduanya.

Beberapa menit berlalu dalam keterdiaman, pria itu akhirnya mencoba membuka percakapan diantara mereka.

"Ngomong-ngomong... Perkenalkan saya Rionegro."

Mendengar pria itu membuka suara dan memperkenalkan diri, akhirnya Yusallia pun menoleh sedikit kearah pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Rionegro.

"Yusallia." jawab Yusallia singkat dalam memperkenalkan dirinya.

Mendengar jawaban Yusallia, Rionegro hanya mengangguk kecil dan kembali memfokuskan diri pada kemudi dan jalan di depan.

Tidak ada yang menyadari pada malam itu bahwa pertemuan dan perkenalan sederhana di tengah hujan tersebut akan menjadi awal dari sesuatu yang tidak pernah mereka rencanakan.

Sebuah pertemuan dan perkenalan singkat yang kelak, akan menghubungkan mereka kembali pada satu hal yang sama sekali tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

1
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut thor
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Rieza05
lanjut kak
Reva456: lanjut
total 1 replies
@RearthaZ
boleh kok, kak
Unparalleled: haii aku mampir nih..
btw semangat okee buat The continuation of the story nyaaa🤩
total 1 replies
sayang kamu
gw nyicil bacanya ya min bagus gw baca setiap hari 1 bab krn sibuk sendiri di realita gk bisa maraton semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!