NovelToon NovelToon
HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Mafia / BTS
Popularitas:452
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

"Di balik presisi pisau bedah, ada rahasia yang tidak boleh terucap."
Sheril tidak pernah menyangka bahwa kariernya sebagai ahli forensik akan membawanya ke dalam lingkaran berbahaya antara cinta dan kebenaran. ia mempercayai sekaligus mencurigai kekasihnya Jungkook.
Beberapa rahasia memang lebih baik tetap membisu. Tapi, apakah detak jantung bisa berbohong di bawah tajamnya skalpel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Makan Malam Keluarga

Malam itu, hujan di luar telah mereda, menyisakan hawa dingin yang menusuk tulang. Di dalam apartemen, suasana tampak sangat kontras. Meja makan kayu jati di tengah ruangan telah tertata rapi. Aroma sup kaldu sapi yang gurih dan aroma rosemary dari ayam panggang buatan Jungkook memenuhi setiap sudut, menciptakan ilusi tentang sebuah keluarga yang harmonis.

Namun, bagi Sheril, udara di dalam ruangan itu terasa tipis.

Ia berdiri di dapur, membantu Jungkook menuangkan wine ke dalam gelas-gelas kristal. Tangannya sedikit gemetar saat melihat Jin dan RM duduk di kursi ruang tamu, Sheril sangat tau mereka berpura-pura asyik menonton berita televisi, meski begitu telinga mereka yang tajam menangkap setiap suara di dapur.

"jangan gugup sayang, tenanglah," bisik Jungkook tepat di telinga Sheril.

Ia melingkarkan tangannya di pinggang Sheril sejenak, memberikan remasan lembut yang menenangkan sebelum mengambil nampan berisi hidangan pembuka.

"Ini hanya makan malam keluarga kita seperti biasa. Abangmu hanya sedang lapar."

Jungkook tersenyum—senyum kelinci yang selalu tampak tulus—lalu melangkah menuju meja makan dengan percaya diri.

"Silakan duduk, Hyung-nim. Makanannya sudah siap."

Jin duduk di kepala meja, sementara RM di sisi kanan dan Sheril di sisi kiri, berhadapan dengan Jungkook. Jin mengenakan kaus santai, namun matanya yang tajam tetap memiliki aura seorang detektif senior yang sedang mengawasi tersangka di ruang interogasi.

"Wah, Jungkook-ah. Kau benar-benar luar biasa," ujar Jin sambil menyendok supnya.

"Adikku sangat beruntung punya kekasih yang bisa memasak seenak ini. Kadang aku berpikir, apa kau tidak lelah? Bekerja di restoran seharian, lalu masih harus memasak di rumah?"

Jungkook terkekeh pelan sambil memotong ayamnya dengan gerakan yang sangat rapi.

"Memasak untuk orang yang kusayangi adalah cara saya menghilangkan stres, Hyung. Itu tidak melelahkan sama sekali."

"Bicara soal stres," RM menimpali dengan nada santai, namun matanya menatap Jungkook tanpa berkedip.

"Restoranmu sedang sibuk, kan? Aku dengar daerah di sekitar Le Lapin belakangan ini agak rawan. Polisi sering patroli di sana karena kasus pembunuhan berantai itu."

Jungkook mengangguk tenang. "Benar, Hyung. Cukup mengkhawatirkan. Beberapa pelanggan tetap saya bahkan takut keluar malam. Itu sedikit memengaruhi pemasukan, tapi keamanan adalah yang utama."

"Ah, benar juga," sahut Jin sambil meminum wine-nya.

"Tapi kudengar kau sering berada di restoran sampai larut malam, bahkan setelah tutup? Untuk apa? Membersihkan dapur?"

Suasana di meja makan tiba-tiba hening. Sheril bisa mendengar detak jantungnya sendiri.

"Aku cukup perfeksionis soal kebersihan, Hyung," jawab Jungkook santai.

"Dapur adalah tempat suci bagi seorang koki. Sedikit saja ada noda atau... bau amis yang tertinggal, saya tidak akan bisa tidur nyenyak. Jadi, ya, saya sering menyikat lantai sendiri sampai jam dua pagi."

"Sampai jam dua pagi?" alis Jin terangkat.

"Rajin sekali. Padahal jam-jam segitu biasanya adalah waktu favorit bagi para pelaku kejahatan untuk membuang barang bukti. Kau tidak pernah melihat sesuatu yang mencurigakan di gang belakang tokomu?"

Jungkook meletakkan pisau dan garpunya dengan pelan, meski begitu denting logam yang beradu dengan piring porselen terdengar begitu nyaring di ruangan yang sunyi itu. Ia menatap Jin dengan tatapan yang datar namun berani.

"Saya hanya fokus pada apa yang ada di depan saya, Hyung. Di luar sana gelap, dan saya lebih memilih memastikan makanan untuk besok pagi sudah siap daripada mengintip ke gang yang bukan urusan saya."

"Masuk akal," gumam RM.

"Tapi, Jungkook-ah, aku penasaran. Sepatu Timberland milikmu yang baru saja kulihat di depan... itu sangat bersih. Padahal di dermaga kemarin, tanahnya sangat berlumpur karena hujan. Kau punya rahasia cara membersihkan sepatu dengan cepat?"

Sheril merasa wajahnya pucat. Ia melirik Jungkook, mencoba mencari tanda-tanda kepanikan, namun Jungkook justru tertawa kecil.

"Oh, itu? Saya baru saja mencucinya tadi sore dengan pemutih kuat," jawab Jungkook sambil menoleh ke arah Sheril dengan tatapan penuh kasih.

"Sheril selalu mengeluh jika saya membawa masuk bau pasar ke dalam rumah. Jadi, saya harus memastikan semuanya steril. Bukankah begitu, Sayang?"

Sheril menelan ludah, mencoba memaksakan sebuah senyuman.

"I-iya. Aku memang agak sensitif dengan bau kotoran dari luar."

Jin terdiam sesaat, menatap Jungkook dalam-dalam. "Kau tahu, Jungkook? Dalam dunia detektif, orang yang terlalu bersih seringkali adalah orang yang paling banyak menyembunyikan sesuatu. Karena di dunia nyata, tidak ada yang benar-benar bersih tanpa noda."

Jungkook membalas tatapan Jin tanpa ragu. "Mungkin itu sebabnya saya menjadi koki, Hyung. Karena di dapur, saya punya kendali penuh untuk membuang apa pun yang kotor ke tempat sampah agar hasilnya tetap sempurna untuk dinikmati."

"Dan Hyung-nim. Kalian bertanya seperti mencurigai aku untuk satu hal" tanya Jungkook dengan senyuman masih ada di wajahnya.

Mendengar pertanyaan itu, suasana ruangan menjadi diam untuk sesaat.

"Aku dan RM hanya berkunjung untuk makan malam, sekaligus menanyakan kesibukanmu belakangan ini" jawab Jin menatap Jungkook mantap

"Terimakasih atas perhatiannya hyung" Jungkook tersenyum puas, menampilkan gigi kelincinya.

Makan malam berlanjut dengan obrolan yang lebih ringan, namun setiap kata yang keluar kadang terasa seperti ranjau yang siap meledak. Setelah Jin dan RM pamit pulang, Sheril berdiri di balkon, menatap lampu-lampu kota yang buram karena sisa gerimis.

Jungkook datang dari belakang, menyelimuti bahu Sheril dengan jaket tebal miliknya. Ia memeluk Sheril dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu wanita itu.

"Jin hyung sangat mencintaimu, Sheril," bisik Jungkook.

"Dia terlihat sangat khawatir padamu, Dia pikir aku yang berada disekitarmu adalah monster." Jungkook terkekeh pelan.

"Apa kau monster, Kook?" tanya Sheril lirih, matanya menatap kosong ke depan.

Jungkook membalikkan tubuh Sheril, menangkup wajahnya dengan kedua tangan yang terasa hangat. Di bawah cahaya rembulan yang tipis, mata Jungkook terlihat begitu jernih, seolah tidak ada rahasia di sana.

"Menurutmu, apakah aku monster, Jika aku monster, apakah aku akan mencintaimu sedalam ini?" Jungkook mencium dahi Sheril, lalu turun ke hidungnya, dan berakhir di bibirnya dengan kecupan yang sangat lama dan penuh perasaan.

"Tidurlah. Jangan pikirkan kata-kata mereka. Besok pagi, aku akan membuatkanmu sarapan yang enak lagi seperti biasa."

Jungkook membimbing Sheril masuk ke dalam kamar, namun saat Sheril sudah terlelap, Jungkook kembali ke ruang tamu. Ia mengambil ponselnya yang tergeletak di meja, membuka sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal.

"Jin mulai terlalu dekat. Urus dia, atau kami yang akan mengurus adiknya."

Jungkook meremas ponselnya hingga buku jarinya memutih. Ia menoleh ke arah pintu kamar tempat Sheril tidur, lalu menatap bayangannya sendiri di kaca jendela. Senyum ramah yang ia tunjukkan saat makan malam tadi kini telah hilang, digantikan oleh tatapan dingin yang mampu membekukan darah siapa pun yang melihatnya.

Ia berjalan menuju dapur, mengambil pisau chef favoritnya, dan mengasahnya dalam diam di tengah kegelapan malam. Srek... Srek... Srek...

...****************...

1
Lilyyanaa
ternyata member bts lengkapp🤭
sabana: iyah, semoga suka🙏
total 1 replies
sabana
Ini Fanfic idol lagi ya, minjam nama-nama personil BTS ya, semoga suka
李慧艳
mampir...semangatk kak
李慧艳: tolong AP???
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!