NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Full Time

Dokter itu menatapnya sebentar sebelum bicara, suaranya datar tapi penuh kehati-hatian, seperti orang yang sudah terlalu sering menjelaskan hal yang sama.

“Kalau GERD kronisnya sedang kumat,” katanya pelan,

“asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan. Itu bukan cuma soal perut yang perih. Dinding kerongkongan sebenarnya tidak dirancang untuk menahan asam, jadi ketika ini terjadi berulang, rasa terbakar di dada, nyeri ulu hati, hingga sesak napas bisa muncul bersamaan.”

Ia berhenti sejenak, memastikan kata-katanya dipahami.

“Pasien sering merasa seperti ada tekanan di dada, kadang disertai mual, pahit di tenggorokan, atau rasa asam yang tiba-tiba naik ke mulut. Pada kondisi kronis, keluhannya bisa lebih luas sulit menelan, batuk kering berkepanjangan, suara menjadi serak, bahkan nyeri yang menjalar sampai punggung.”

Dokter itu kemudian menambahkan dengan nada lebih serius,

“Yang perlu dipahami, ini bukan sekadar masuk angin atau maag biasa. Saat GERD kronis kambuh, tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa keseimbangan di sistem pencernaan terganggu. Stres, kelelahan, pola makan, dan posisi tubuh sangat berpengaruh. Jika diabaikan, peradangannya bisa semakin parah.”

Tatapannya mengeras, bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk memperingatkan.

“Karena itu pasien perlu istirahat, menghindari pemicu, dan menjaga posisi tubuh terutama saat berbaring. Ini penyakit yang bisa dikendalikan, tapi tidak bisa dianggap sepele.”

Rega mengangguk seolah paham apa yang dokter bicarakan.

"untuk demamnya bagaimana dok? ada hubungannya dengan GERD?" tanya rega

"saat GERD kambuh berat, tubuh bisa terasa panas, menggigil ringan, atau tidak enak badan. Banyak pasien mengira itu demam, padahal sebenarnya reaksi tubuh terhadap nyeri dan stres.” jelas dokter

"baik dok terimakasih"

"ibu ayra akan kami bawa ke ruang VVIP" ucap suster itu

Tatapan ayra sendu melihat ke arah rega sambil tersenyum kecil. Rega menatap ayra penuh dengan kekhawatiran

"mau apa ra? Ada yang sakit?" tanya rega lembut sambil membelai surai rambutnya

Gelengan kepala ayra menjawab pertanyaan dari rega.

"aku kenapa ga? Dokter bilang apa?" tanya ayra lemas

"kamu istirahat aja! Kalo butuh apa-apa bilang yaa aku disini nemenin kamu! Sebentar lg kita pindah ke kamar"

Anggukan kepala ayra, lalu ayra tertidur karna merasa kepalanya sangat pusing

...***...

Malam harinya di rumah sakit.

Karna rega memilih ruang VVIP jadi orang yang mau besuk tidak dimaksimalkan orangnya

yura dan gio tiba di rumah sakit dengan membawa koper milik ayra

"bu kenapa ga bilang kalo gerdnya separah ini?!" tanya yura khawatir

"gak papa kok! Ini aku baik-baik aja" jawab ayra dengan senyum lemasnya

"untuk pak rega ke rumah bu ayra! Makasih ya pak"

"udah kewajiban saya menjaga calon istri saya"

"setelah ini saya bisa jagain bu ayra. Pak rega bisa istirahat dulu di rumah" ujar yura ke rega

"gak perlu, saya sudah minta bawain baju saya! Gia bawa kan?"

Gio yang di tanya hanya mengangguk lalu memberikan tas ke rega

"semoga cepet sembuh ya ra, gua duluan ya ga sorry gabisa lama masih ada urusan!" ucap gio sembari pamit ke rega

"yura kamu ikut gio ya, pulang bareng aja!" ucap rega

Tatapan gio seperti menusuk menatap ke arah rega, namun gio tetap menurutinya

...***...

Keadaan di mobil gio dan yura. Keheningan menyelimuti mereka hingga akhirnya gio membuka suara

"rumah lu dimana?" tanya gio

"Raflesia Regency. Turunin di depan pos satpamnya aja"

Tanpa menjawab, gio langsung melajukan mobilnya hingga sampai di depan pos satpam

"makasih pak! Hati-hati di jalan" ucap yura dan hanya di balas dengan anggukan oleh gio

Lalu gio menancapkan gasnya. Pada pandangan pertama, yura sudah memiliki ketertarikan dengan gio. Saat rega menyuruhnya pulang bareng gio, yura menurutinya karna ini kesempatannya untuk mendekati gio

Namun gio orangnya tertutup dan dingin jika berhadapan dengan yura.

...***...

Keesokan paginya.

badannya terasa kaku dan pegal. Ternyata rega tertidur di samping bangsal sambil menggenggam tangan ayra yang masih tertidur dengan pulas

"pantes aja badan rasanya pegel! Ternyata dari semalem begini?!"

Tatapannya tertuju pada kasur dengan ukuran queen size untuk wali pasien. Karna berada di VVIP jadi ada pantry/kitchen set bahkan microwave untuk menghangatkan makanan dan disediakan beberapa makanan serta buah yang ada di kulkas.

"ada kasur tapi tidur di kursi! Cape banget rasanya!" keluh rega sambil meregangkan badannya agar lebih rilex

Ia menuju kamar mandi untuk mandi lalu setelah mandi tak lama sarapan untuk pasien dan untuk dirinya diantarkan oleh suster

rega yang melihat sudah ada sarapan langsung menuju tempat dimana ayra tertidur. Mengelus puncak kepala ayra untuk membangunkannya

"ra sarapan dulu yu, habis ini minum obat" ucap rega lembut

Ayra terbangun dan rega membantu menaikan bed pasien agar terduduk.

"bantu aku ke kamar mandi dulu. Aku mau cuci muka sikat gigi" ucap ayra dan rega membopong ayra hingga kamar mandi

di ambang pintu kamar mandi, rega dengan sabarnya menunggu ayra tanpa duduk dan atas permintaan rega juga pintu kamar mandi dibiarkan terbuka karna ia sangat khawatir pada ayra

"udah ra?" tanya rega

"bantu aku jalan aja jangan gendong!" ujar ayra namun tetap saja rega membopong ayra hingga atas bed pasien

"bisa makannya?" tanya rega

"aku cuma sakit ga bukan mati!" jawab ayra sedikit jengkel

Kekehan rega membuat ayra sebal karna dari kemarin perlakuan rega membuatnya goyah. Di balik kekejamannya dalam dunia bisnis, rega termasuk pria yang sangat perhatian

"yaudah kamu makan juga sana! Jangan ganggu aku!!" usir ayra

Rega berjalan ke meja makan lalu makan, walaupun jaraknya agak jauh dari ayra namun rega masih bisa memantau ayra

"ra kalo butuh bantuan bilang ya!" ucap rega sambil melanjutkan menyantap sarapannya

Perlahan kaki ayra mulai diturunkan dari bed. Rega yang melihat itu langsung buru-buru beranjak dari meja makan lalu membantu ayra

"mau kemana? Kenapa ga manggil? Untung aku liat!" ucap rega sambil menuntun ayra

"kamu bawel banget sih ga!! Aku cuma mau ke kulkas ambil buah! Dari kemarin kamu banyak omong banget!!" ujar ayra dengan tatapan kesalnya

"aku khawatir ra! liat kamu kaya kemarin bikin aku takut! Bisa gak sih nikahnya besok aja gitu?" celetuk rega spontan

Tatapan ayra dengan tajam menatap rega sambil memasang muka jengahnya

"jangan buat aku tambah pusing ga!! Aku pusing banget denger kamu banyak omong dari kemarin!" tegas ayra lalu berjalan gontai tanpa bantuan rega

Rega hanya bisa menatap ayra lalu terduduk di sofa sambil membuka tab nya untuk memeriksa beberapa pekerjaannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!