Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kakak apakah ini kau?
Malam harinya
Di dapur besar seorang gadis sedang sibuk menyiapkan banyak barang, di sisinya seorang pelayan bahkan nampak terus menahan dirinya untuk melakukan hal yang tidak layak
"Nona, ada banyak pelayan dan koki di kediaman, memasak adalah tugas pelayan nona tak layak melakukan hal seperti ini" Wei Yuan sudah melihat kesibukan sang nona sedari tadi, tubuh sang nona begitu berharga bagaimana mungkin membiarkan sang nona mendatangi tempat seperti ini
"Wei Yuan, hanya membuat beberapa hidangan sederhana saja, lebih baik kau bantu menyalakan api, aku akan membuat makanan nikmat untuk mu"
"Nona ini tak layak"
"Dasar, lakukan saja" Liu Yan sibuk mengaduk tepung dan memasukan beberapa bahan seperti daun bawang yang di cincang, garam dan penyedap rasa,
Semua orang di kediaman Hu ini sangat baik dan memperlakukannya dengan begitu baik terlebih kedua kakak sepupunya yang cerewet, mereka sudah berjalan jalan dengan gembira kemarin, ada banyak hal yang telah mereka beli untuk Liu Yan dan Liu Yan sangat menyukai semuanya kali ini biakan ia membalas
Liu Yan sibuk dengan acara memasak, di ruangan lain tiga pria sedang duduk di meja bundar, saling berhadapan dan bertukar kata dengan ringan
"Kakak sepupu, kau mungkin tak suka dengan apa yang telah ku lakukan, namun demi adik aku tak menyesal melakukanya" Hu Lian berucap ringan,
Mereka memiliki hubungan begitu baik, Zhang Zhicen sudah di perbatasan selama bertahun tahun, ia tak menyalahkan sepupunya ini hanya saja adiknya sudah sangat menderita, mengambil beberapa hal dari kediaman Zhang bukan hal yang berlebihan
"Adik sepupu kalian telah menjaga Liu Er selama beberapa waktu ini, aku sangat malu pada diri ku sendiri bahkan tak bisa melindungi Liu Er dengan baik" Zhang Zhicen berucap pelan
Selama bertahun tahun ini ia selalu merasa cemas, namun saat ini Liu Yan sudah berada di tempat yang aman, setidaknya ia tak perlu mengkhawatirkannya lagi, Kediaman Hu adalah milik neneknya
Neneknya hanya memiliki sedikit cucu perempuan, ia yakin dan percaya keluarga Hu pasti akan lebih memanjakan Liu Yan,
"Adik sepupu sudah bahagia di sini, jadi kakak sepupu bisa tenang" Hu Jian nampak santai dan menyesap tehnya, ketiganya mengobrol dengan begitu bahagia hingga seorang pelayan datang dan melaporkan jika nona besar datang
"Adik sepupu, minta dia masuk, siapkan makanan dan minuman, sudah hampir masuk waktu makan siang, sangat tepat" Hu Jian tersenyum lebar, kakak sepupunya kembali hari ini, tak pulang ke kediaman malah langsung ke kediaman Hu untuk melihat keadaan saudara perempuannya
"Kakak sepupu aku datang membawakan kalian.." Ucapan Liu Yan bahkan belum selesai namun ia terdiam di tempat untuk beberapa saat
"Kakak" Ia bergumam pelan, sangat pelan namun Zhang Zhicen memiliki pendengaran yang baik dan dapat mendengarnya dengan jelas Zhicen
Di mata Zhang Zhicen Liu Yan hanya terkejut melihat dirinya, namun di hati Liu Yan bahkan ia amat sangat terkejut, pria ini, ini adalah kakak Xunya, kakak yang pada saat itu selalu memperlakukannya dengan baik, meski keduanya tak memiliki hubungan darah namun keduanya memiliki perasaan erat yang tak terbantahkan.
Di kehidupan lalu ia di tinggalkan semua orang, Tapi Xu Mingyan menemaninya, Xu Mingyan menjaga dan memberikan kehangatan keluarga padanya, dan hari ini, ia bahkan tak pernah menyangka jika kakak laki laki Liu Yan tak lain adalah Kak Xunya
"Kakak, apakah ini kau?" Dengan tatapan penuh kerinduan Liu Yan melangkah maju, menatap Zhicen dengan tatapan dalam dan penuh kerinduan, ada sedikit rasa tak percaya dalam benaknya, tapi pria itu bahkan berdiri di depan matanya
"Liu Er, maaf telah membuat mu menunggu begitu lama"
Liu Yan terdiam beberapa saat dan dengan lembut memeluk Zhang Zhicen dengan erat, air matanya jatuh begitu saja, selama ia berada di tempat ini keluarga Hu tak pernah memperlakukannya dengan buruk hanya saja saat melihat Zhang Zhicen?, ia bahkan menjadi cengeng.
"Kakak, apakah ini kau, kau benar benar di sini, bagus sangat bagus, setidaknya aku tak sendirian di sini" Air matanya jatuh namun dengan cepat di tepis, senyum lebar penuh kerinduan
"Adik apakah kakak sepupu ini telah memperlakukan mu dengan buruk?" melihat Liu Yan menangis Hu Jian merasa tidak nyaman
"Maaf kakak sepupu aku malah membuat mu tak senang, hari ini adik sedang senggang hingga dengan berani sedikit memamerkan kemapuan" Liu Yan membuka kotak makan, aroma lezat yang menggugah selera seketika tersebar di dalam ruangan.
"Adik, apakah ini makanan yang kau buat, lezat sekali" Hu Lian dengan semangat menyantap makanannya, ini hanya mie sayur sederhana, Liu Yan tak terlalu mahir memasak namun ia bisa membuat beberapa hidangan,
Kali ini ia membuat hidangan lezat sebagai tanda terimakasih siapa sangka jika ia di kejutkan dengan keberadaan kakak laki lakinya, Liu Yan sempat termenung sesaat sehingga akhirnya di kejutkan oleh sentuhan lembut dari tangan
"Adik" Zhang Zhicen berdiri untuk memeriksa tubuh Liu Yan
"Kakak ada apa?"
"Adik, kau baik baik saja, tak terluka dan tak terkena panas apikan?"
"Kakak, Aku baik baik saja, Lihatlah, untuk mengungkapkan rindu pada mu, adik ini telah menyiapkan bebek asam manis pada kedua sepupu, tak menyangka kakak kembali, semua makanan di meja ini adalah makanan kesukaan kakak"
"Adik, kau sudah banyak menderita, maafkan kakak yang tak bisa menjaga mu dengan baik" Ia menyesal, ia marah dengan ketidak berdayanya,
"Kakak Liu er tak menderita sedikit pun" Liu Yan tersenyum lebar, duduk di samping Zhang Zhicen,
Sedangkan Wei Yuan menyiapkan makanan untuk di nikmati oleh ke empat kakak beradik ini
"Adik hari hari mu begitu sulit, aku akan meminta penjelasan pada ayah, ayah benar benar sudah melupakan janjinya" Zhang Zhicen semakin marah dengan setiap kalimat yang di keluarkan Liu Yan, membuatnya semakin tak puas dengan perilaku ayahnya yang bahkan sudah sangat berubah
"Kakak, jangan membuat ayah tak senang, ayah sudah tua, kesehatannya juga belum begitu baik, jangan sampai menganggu hubungan kalian" Meski hubungan dirinya dan Mentri Zhang buruk, tapi Zhicen adalah pewaris,
"Liu er, kau masih saja membelanya, dia melakukan banyak kesalahan pada mu, tapi kau?, membelanya setiap saat"
"Ayah selalu memperlakukan ku dengan baik, sebagai Seorang putri ini lah tanda bakti ku padanya, Kakak baru saja kembali, lebih baik membangun hubungan yang baik dengan ayah," Ia tak bisa mendorong kakaknya membenci Mentri Zhang, tapi kakaknya adalah pria cerdas, ia jelas tau apa yang harus di lakukan.