Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama Bekerja
Seorang wanita berlari masuk ke dalam bandara dengan nafas yang tersengal-sengal. Namun sesekali ia berhenti sejenak seraya memegangi dada nya yang berdebar kencang dan memandangi sekeliling bandara.
Namun tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah papan bertuliskan ruangan lapor OB yang letaknya ujung sana.
Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu kembali berlari menuju ruangan lapor OB
dan menghampiri seorang wanita paru baya bertubuh agak gemuk yang tengah berdiri dengan tangan di silangkan di depan dada.
“Bu maaf yah Bu saya telat”Ujar wanita cantik itu sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan.
“Baru hari pertama kerja sudah telat bagaimana kalau nanti sudah berbulan-bulan kerja di sini..”omel wanita gemuk itu.
“Maaf yah Bu tadi jalannya macet parah..”jelasnya dengan nada meminta maaf.
“Kemacetan bukanlah alasan,kamu harus lebih siap dan cepat. Ini bandara bukan tempat Santai. pokoknya saya tidak ingin melihat kamu telat lagi paham!"Wanita gemuk itu menekan kata-kata nya dengan tegas.
“Iya Bu saya paham, dan saya berjanji tidak akan telat lagi..”
“Yasudah bagus kalau begitu. ini kartu tanda pengenal kamu..nama kamu Aluza kan”Wanita bertubuh gemuk itu memberikan sebuah kartu tanda pengenal office boy pada wanita yang bernama Aluza itu.
“Iya benar Bu,nama saya Aluza”
Aluza menerima kartu tanda pengenal office boy dengan rasa lega. "Terima kasih, Bu. Saya akan pakai ini” katanya sambil memasukkan kartu ke dalam saku.
Wanita gemuk itu mengangguk, "Bagus, sekarang kamu bisa mulai bekerja. Lapor ke bagian administrasi untuk dapat tugas pertama.tapi sebelum itu kamu harus ganti pakaian kamu pakai baju OB pakaiannya ada di lemari di dalam ruangan itu”Tunjuk wanita gemuk itu.
“Siap Bu kalau begitu saya akan berganti pakaian dulu,"Kata Aluza yang akan beranjak pergi.
“Hey Aluza tunggu!”Panggil wanita gemuk itu.Aluza berhenti dan menoleh ke belakang.“Jangan lupa kamu akan di tempatkan oleh pak Bara pilot senior kami. Dia akan menunjukkan sekitar bandara dan menjelaskan tugas-tugasmu tapi sebelum itu kamu harus ke Petugas admistrasi dulu.” tambah wanita bertubuh gemuk itu dengan nada santai.
Aluza mengangguk.“Iya Bu. Saya siap.”
...----------------...
Dengan langkah percaya diri, Aluza melangkah keluar dari ruangan ganti pakaian, siap menghadapi tugas pertamanya sebagai OB di perusahaan itu. Dia menarik napas dalam-dalam, menyesuaikan baju OB yang pas di badannya, dan melangkah menuju meja administrasi untuk meminta apa saja tugas nya.
Namun saat di pertengahan jalan Aluza bertemu dengan dua orang ob wanita Aluza menyapa mereka dengan senyuman sedangkan dua wanita itu hanya menampilkan senyum menyungging.
“Siapa wanita itu apa dia OB baru,”
“Sok kecantikan sekali sih dia”
Aluza tidak mendengar bisikan mereka, tapi dia bisa merasakan aura tidak ramah dari mereka. Senyumnya sedikit memudar, tapi dia tetap berusaha untuk tidak memperlihatkan perasaan tidak enak itu. Dia terus melangkah, mencoba fokus pada tugas pertamanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aluza memasuki ruang administrasi dengan wajah yang masih berusaha mempertahankan senyum, tapi matanya sedikit menyipit, mencerminkan perasaan tidak enaknya. "Perkenalkan. Saya Aluza, OB baru," katanya kepada petugas administrasi, mencoba mengalihkan perhatiannya dari insiden tadi.
Petugas administrasi, seorang wanita paruh baya dengan senyum ramah, menyambut Aluza dengan hangat. "Ah, Aluza! Kamu pasti yang baru bergabung, kan? Aku Bu Rini, kepala administrasi. Silakan duduk, kita akan bahas tugas pertamamu."
Bu Rini mengambil selembar kertas dari tumpukan dokumen di mejanya dan menyodorkannya kepada Aluza. "Tugas pertamamu adalah mengantar dokumen ini ke ruang direktur, lantai 3. Pastikan kamu memberikan langsung ke tangan Pak Andi, ya."
Aluza mengambil dokumen itu dengan hati-hati, memastikan tidak ada yang salah. "Siap, Bu. Lantai 3, ruang direktur, langsung ke Pak Andi," dia mengulangi untuk memastikan. Bu Rini tersenyum dan mengangguk. "Benar, Semoga lancar ya."
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan jam pun menunjukkan pukul 4 sore dan untungnya Aluza dapat menyelesaikan semua tugas tugasnya dan kembali ke departemen administrasi untuk melaporkan kepada Bu Rini. "Bu, semua dokumen sudah saya antar," dia melaporkan dengan senyum. Bu Rini mengangguk, "Bagus, Aluza. Kamu bisa pulang sekarang.
“Benar saya sudah di boleh kan pulang Bu..”Tanya Aluza dengan mata melebar.
“Tentu saja, lalu apa kau ingin saya berikan tugas tambahan Aluza..?”
“Ah tidak tidak..saya hanya kaget biasanya pekerjaan Ob akan memakan waktu ber jam-jam seperti di kota saya dulu pergi jam 8 pagi pulang jam 8 malam”
“Yah tapi di sini berbeda Aluza..kamu akan bekerja secara shift secara bergantian”
“Oh baiklah saya mengerti, terimakasih yah Bu atas bantuannya hari ini"
Bu Rini tersenyum, " ia sama-sama, tapi besok kamu shift malam yah"
“Iya Bu saya sudah tau jika saya besok masuk malam"
“Kamu Kalau ada apa-apa, jangan ragu bertanya ya."
Aluza mengangguk, "Terima kasih, Bu. Sampai jumpa besok."
...----------------...
Pada saat Aluza melintasi orang-orang yang berpakaian yang sama dengan nya, samar-samar ia mendengar jika mereka membicarakan tentang seorang pria yang berprofesi sebagai pilot.
"Bara" nama itu terlintas di pikiran Aluza.
Katanya Bara itu seorang pilot berwajah tampan akan tetapi Aluza tak tertarik untuk mendengarkan gosip yang keluar dari mulut mereka pada akhirnya ia melanjutkan perjalanannya menuju ruang ganti pakaian.
“Hey kamu berhenti di situ..”
Aluza berhenti di saat ia merasa dirinya di panggil. sehingga kini ia membalikkan tubuhnya.
wanita yang memanggil nama Alina itu berlari pelan menghampiri Alina sambil memegangi perutnya.“bisa bantu aku tidak..”Lirih nya seperti menahan sakit di bagian perut.
“Perut kamu kenapa?”
“Aku kena haid hari pertama padahal aku baru masuk kerja rasanya tidak enak ingin minta pulang.."
Wanita yang memanggil nama Aluza itu berlari pelan menghampiri Aluza sambil memegangi perutnya.“bisa bantu aku tidak..”Lirih nya seperti menahan sakit di bagian perut.
“Perut kamu kenapa?”
“aku kena haid hari pertama padahal aku baru masuk kerja rasanya tidak enak ingin minta pulang.."
“Oh kamu anak baru juga..”Seruh Aluza.“Yaudah kamu butuh apa.., pembalut..?”
Wanita itu menggeleng wajah dan bibirnya terlihat pucat itu menandakan jika wanita di depannya ini benar-benar mengalami nyeri haid.
“Aku cuma butuh bantuan kamu untuk membersihkan toilet bagian pilot saja bisa kah kamu membantu pekerjaan ku?”Wanita itu seperti memohon sambil terus memegangi perutnya.
“Toilet pilot...”
"Tolong, aku janji nanti gak akan lupa bantu kamu. Aku cuma butuh bantuan ini saja..."
Aluza yang merasa kasihan akhirnya setuju, "Oke, aku bantu. Kamu pergi istirahat aja, aku urus toiletnya."
“Terimakasih yah,"
“Sekarang toilet pilot itu ada di mana?"
Wanita itu tersenyum lemah, "Terima kasih banyak yah,Toilet pilot ada di ujung koridor sana, dekat ruang tunggu pilot. Kamu gak akan salah, ada tulisan 'Pilot Lounge'." Aluza mengangguk dan wanita itu pergi ke ruang istirahat.