NovelToon NovelToon
Dibalik Lampu Sorot

Dibalik Lampu Sorot

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Andreas St. Clair adalah definisi dari kesempurnaan yang arogan. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris dinasti elit New York, ia tidak memiliki toleransi untuk kegagalan atau amatirisme. Baginya, film terbarunya hanyalah bisnis biasa, hingga ia dipasangkan dengan Seraphina Vanderbilt, Terkenal Gadis Manis Manhattan yang reputasinya sebersih salju.
Ketegangan memuncak di lokasi syuting saat adegan ciuman mereka gagal hingga enam kali.
Andreas, yang muak dengan kekakuan Seraphina, menghina bakat dan profesionalitasnya di depan semua orang. Namun, Andreas tidak tahu bahwa di balik sikap dingin Seraphina, tersimpan sebuah rahasia, itu adalah ciuman pertamanya, baik di depan kamera maupun dalam hidupnya.
Terluka dan dipicu amarah, Seraphina melepaskan topeng "gadis baik-baik" miliknya. Dia menantang ego Andreas dengan keberanian yang belum pernah dilihat dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Kapel tua di pinggiran New York itu menjadi saksi bisu saat Andreas dan Sera mengucap janji suci. Tidak ada kilatan paparazzi, tidak ada sorakan ribuan penggemar. Hanya ada keheningan yang khidmat, aroma bunga lili yang segar, dan tatapan mata Andreas yang tak pernah lepas dari Sera.

Begitu pendeta meresmikan mereka, Andreas mencium Sera bukan sebagai lawan main dalam sebuah film, melainkan sebagai belahan jiwanya yang sah.

Beberapa jam setelah prosesi berakhir, sebuah limusin hitam memasuki gerbang besi raksasa di kawasan mewah Long Island. Ini bukan apartemen Tribeca yang modern atau penthouse Upper East Side yang minimalis. Ini adalah St. Clair Manor, rumah utama keluarga Andreas yang penuh dengan sejarah, kemewahan yang kaku, dan wibawa yang mengintimidasi.

Andreas menggenggam tangan Sera sangat erat saat mobil berhenti di depan tangga marmer. Ia bisa merasakan jemari Sera sedikit dingin.

"Tenanglah," bisik Andreas, mencium punggung tangan Sera yang kini sudah dihiasi cincin pernikahan berlian yang melingkar cantik. "Kau adalah Nyonya St. Clair sekarang. Siapa pun di dalam sana, termasuk Ayahku, harus menghormati mu seperti mereka menghormati ku."

Sera menarik napas panjang, mengelus perutnya yang kini menjadi kekuatannya. "Aku siap, Andreas."

Pintu jati besar setinggi tiga meter terbuka. Di ujung ruangan yang luas itu, duduk seorang pria paruh baya dengan rambut beruban yang tertata rapi, mengenakan setelan jas lengkap meski hari sudah malam. Arthur St. Clair, pria yang tangannya mengendalikan sebagian besar ekonomi New York, sedang menatap mereka dengan tatapan tajam yang tak terbaca.

"Jadi, ini alasanmu membatalkan semua kontrak besar dan menghilang selama seminggu?" suara Arthur menggema, berat dan dingin.

Andreas melangkah maju, membawa Sera bersamanya. Ia berdiri tegak, membusungkan dada dengan harga diri yang luar biasa. "Ayah, perkenalkan. Ini Seraphina, putri keluarga Vanderbilt. Dan mulai hari ini, dia adalah istriku yang sah."

Arthur berdiri dari kursi kebesarannya, berjalan perlahan mendekati mereka. Atmosfer ruangan itu mendadak menjadi sangat berat. Ia berhenti tepat di depan Sera, menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Vanderbilt," gumam Arthur. "Keluargamu punya sejarah yang baik. Tapi putraku tidak pernah melakukan sesuatu yang impulsif seperti ini. Apa yang kau berikan padanya sampai dia berani menentang manajemen dan rencanaku?"

Sebelum Sera sempat menjawab, Andreas melangkah satu senti lebih maju, menaruh lengan protektif di pinggang Sera.

"Dia tidak memberiku apa pun, Ayah. Dialah segalanya bagiku," ucap Andreas dengan nada yang tak terbantahkan. "Dan ada satu hal lagi yang harus Ayah tahu. Seraphina sedang mengandung pewaris St. Clair. Usianya tujuh belas minggu."

Hening. Detak jam besar di sudut ruangan terasa seperti dentuman palu.

Mata Arthur yang tadinya sedingin es, perlahan-lahan berubah. Ia menatap ke arah perut Sera yang masih tersembunyi di balik gaun putihnya. Keangkuhan pria tua itu seolah retak dalam sekejap. Sebagai seorang St. Clair, baginya tidak ada yang lebih berharga daripada kelanjutan garis keturunan mereka.

Arthur menghela napas panjang, bahunya yang tadinya tegang tampak sedikit rileks. Ia kembali menatap wajah Sera, kali ini dengan rasa ingin tahu yang lebih manusiawi.

"Tujuh belas minggu?" tanya Arthur, suaranya sedikit melunak.

"Iya, Tuan St. Clair," jawab Sera dengan suara lembut namun tegas. "Kami ingin membangun keluarga ini dengan tenang, jauh dari hiruk-pikuk skandal yang bisa menyakiti anak kami."

Arthur terdiam sejenak, lalu ia melakukan sesuatu yang mengejutkan Andreas. Ia mengulurkan tangannya pada Sera. "Panggil aku Ayah, Seraphina. Jika kau cukup berani untuk menghadapi Andreas dan sekarang menghadapi ku, kau memang pantas berada di rumah ini."

Setelah jamuan makan malam yang canggung namun penuh pengertian, Andreas membawa Sera ke kamar pribadinya di lantai atas, sebuah ruangan luas yang menghadap langsung ke arah laut.

Andreas mengunci pintu kamar, lalu segera menghampiri Sera yang sedang berdiri di dekat balkon. Ia memeluk Sera dari belakang, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya, menghirup aroma yang kini menjadi candunya.

"Akhirnya," bisik Andreas, suaranya sarat dengan kelegaan yang luar biasa. "Hanya ada kita. Tidak ada kamera, tidak ada kontrak, tidak ada rahasia lagi."

Sera berbalik dalam pelukan Andreas, menatap wajah suaminya yang kini tampak begitu damai. "Kau hebat hari ini, Andreas. Aku tidak menyangka ayahmu akan menerimaku secepat itu."

"Dia tidak punya pilihan," Andreas menyeringai nakal. "Dia tahu kalau dia macam-macam denganku, dia tidak akan diizinkan menyentuh cucunya."

Andreas kemudian berlutut di depan Sera, menyejajarkan wajahnya dengan perut Sera. Ia mencium perut itu dengan sangat lama dan penuh cinta. "Halo, kecil. Selamat datang di rumah. Ayah dan Ibu sudah menjagamu dalam rahasia begitu lama, sekarang waktunya kau tumbuh dengan tenang di sini."

Malam itu, di bawah langit Long Island yang bertabur bintang, Andreas dan Sera menikmati momen pertama mereka sebagai suami istri yang sah. Dunia luar mungkin masih dipenuhi spekulasi, Veris mungkin masih menangis karena kekalahannya, tapi di dalam kamar itu, sebuah babak baru yang penuh cinta baru saja dimulai.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Triana Oktafiani
Terloveh semua ceritamu ❤️❤️
ros 🍂: ma'aciww kak 😍
total 1 replies
isnaini_jk 28
Luar biasa
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Siti Maryati
bagus .... bagus ..... ceritanya
ros 🍂: Ma'aciww kak 😍
total 1 replies
Siti Maryati
enak bacanya...bahasa tertata, alur cerita nya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ini tuch bgus banget asli cuma baru nemu aja.... karna gak kepikiran judulnya Inggris gak nyambung di pencarian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!