Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
undangan Fine Dining
"Pelayan yang sangat beruntung." Batin banyak orang kepada Janu ini.
Tentu saja Janu tidak mengetahui bahwa semua orang sedang membicarakannya.
Apa yang tidak di ketahui oleh Janu dan Alyssa dari kejauhan terlihat sebuah mobil yang melaju pelan di jalanan pasar yang padat merayap ini.
"Eh... bu... bukankah itu??" Tanya Bella ketika melihat Alyssa yang secara mengejutkan berjalan dengan seorang lelaki sederhana dan tampak biasa biasa saja.
Bella termenung menatap Alyssa yang memakai masker di wajahnya itu, "apa benar itu Nona Alyssa dari keluarga Kartawiraharja? Mana mungkin dia jalan dengan seorang pria model kuli seperti orang itu?" Tanya Bella dalam hatinya.
"Ada apa Bella?" Tanya Monica kepada Bella temannya ini.
Terlihat Bella menggertakan giginya, dia sedikit geram dengan pria desa itu... entah mengapa hatinya iri kepada pria desa itu yang bisa berjalan dengan seorang wanita cantik..
"Lihat itu... bagaimana mungkin orang sesederhana dia bisa mendapatkan pasangan yang begitu cantik dan sekilas mirip dengan nona keluarga Kartawiraharja? Apakah dia pakai pelet?" Tunjuk Bella kepada Janu dan Alyssa.
Seorang pria biasa biasa saja yang berjalan dengan seorang wanita cantik. Memang bisa di lihat dati berbagai sudut pandang mereka adalah sepasang majikan dan pelayan rendahan.
"Menepi, ayo kita coba selidiki lebih lanjut apakah benar dia adalah Nona Alyssa?" Ucap Bella.
Monica menganggukan kepalanya, dengan cepat mereka berdua mengikuti Janu dan Alyssa kemudian mengawasinya dari kejauhan.
"Hmm... sepertinya ada yang salah." Ucap Monica.
Baik Monica dan Bella bisa melihat ada sesuatu yang salah, di mana ketika sepasang pembantu dan majikan itu keluar dari toko kecil yang membawa belanjaanya justru si wanita cantik itu.
"A-- apa?!!!" Baik Bella maupun Monica langsung tercengang ketika melihat pemandangan ini.
"Tidak, ini tidak mungkin!!!" Keduanya langsung saling pandang satu sama lain dan memasang ekapresi tidak percaya.
Kalau yang membawa belanjaan adalah si wanita cantik, bukankah itu menandakan bahwa pria sederhana itu bukanlah pelayan? Apakah si wanita cantik itu yang menjadi pelayan?
Seharusnya mustahil!!!
Baik Bella dan Monica memikirkan hal hal yang paling liar, apakah kedua orang ini menjalin hubungan asmara?
"Sialan!!!" Entah mengapa pada saat ini Bella mengutuk kesal. Entah mengapa ia merasa sangat kesal melihat seorang pemuda sederhana itu yang bisa memiliki wanita secantik itu.
Bella melirik ke arah Monica, dia bisa melihat Monica sepertinya juga kesal dan memiliki perasaan yang sama.
"Bagaimana kalau kita tumbalkan mereka berdua?" Tanya Bella.
Monica mengangguk setuju, "aku setuju, aku ingin melihat mereka berdua wik-wik sampai mati!"
"Namun bagaimana caranya mereka mau meminum wine dari gelas ini?" Tanya Monica.
"Ah.. aku punya ide, mari kita panggil para pelayan kita!" Ucap Bella.
Tidak lama kemudian para pelayan Bella berkumpul di tempat itu. Tanpa basa basi lagi Bella memberikan penuturan kepada seluruh pelayannya.
***
"Kita mau belanja apa lagi, mas?" Tanya Alyssa.
"Emm... buah.." jawab Janu.
Merea berdua berjalan menuju toko buah, namun di tengah perjalanan tiba tiba dua orang wanita dengan menggunakan pakaian pelayan muncul dan berdiri di hadapan Janu dan Alyssa.
"Selamat Tuan dan Nyonya, anda berdua mendapatkan kode promo gratis untuk fine dining di Restoran Everest!"
"Selamat Tuan dan Nyonya!!!"
Tiba tiba dua orang pelayan resmi itu menyodorokan sebuah undangan kepada Janu.
Janu menerima undangan itu dan langsung membaca judulnya.
"Fine dining gratis untuk pasangan yang di mabuk asmara!" Mata Janu beekedut ketika membaca judul dari udangan ini.
Alyssa menjadi penasaran, ia melihat judul undangan itu, "ada apa Mas?" Tanya Alyssa.
Kemudian Janu menyerahkan undangan itu kepada Alyssa kemudian berucap, "sialan!! Sepertinya mereka berdua mengejekku!"
Bagaimana mungkin tidak jengkel? Janu sendiri tidak memiliki pasangan. Dan undangan itu hanya untuk pasangan yang sedang di mabuk asmara.
Bukankah ini sedikit mengejek?
"Ayo pergi!" Melihat Janu yang tidak memperdulikan mereka berdua, kedua pelayan itu tampak panik. Sebab mereka berdua di tugaskan untuk memikat kedua orang ini untuk mendatangi tempat undangan fine dining ini.
"Um, Tuan, mengapa anda buru buru pergi? Apakah anda tidak suka dengan fine dining? Kami masih punya banyak promo untuk anda berdua." Ucap salah satu pelayan.
Mata Janu semakin berkedut, "mengapa kesannya maksa sekali pelayan ini?" Tanya Janu dalam hatinya.
Namun sebelum Janu berucap, "cari pengunjung lain sana!" Tiba tiba Alyssa berucap, "mas Janu mengapa kita tidak mencoba promo ini?"
Janu menatap Alyssa dengan ekspresi rumit, "kamu terarik mencoba promo ini?" Tanya Janu.
Janu sendiri tahu bahwa Alyssa adalah orang kaya yang sangat terpandang, dia sudah sering keluar masuk restoran.. mengapa bisa bisanya ia tertatik dengan promo ini?
Janu terdiam menatap Alyssa, "apakah jangan jangan Alyssa ingin melihat lihat Restoran Everest? Mungkin dia berminat membuka usaha semacam restoran atau cafe?" Batin Janu.
Janu kemudian mencoba melihat kembali undangan mewah yang ada di tangannya. Janu menyipitkan matanya mengetahui tidak ada tanggal. Hanya ada jam reservasi jam sembilan malam.
"Mengapa tidak ada harinya? Memangnya kapan promo gratisan ini akan di laksanakan?" Tanya Janu.
Dua pelayan tersebut sedikit terkejut dengan pertanyaan Janu. Karena terburu buru sepertinya mereka lupa untuk menuliskan tanggal di undangan itu.
Salah satu pelayan berucap, "terserah anda, malam kapanpun Siap!"
Janu menyipitkan matanya dengan ekspresi curiga, kalau ini promo mengapa dia bisa menentukan tanggalnya? Promo Fine Dining macam apa ini?
Salah satu pelayanblainnya mengetahui kesalahan ini, dia dengan cepat menginjak kaki satu rekannya itu, lalu berucap kepada Janu, "anu, besok malam Tuan promonya, kalau anda melewatkannya maka sudah tidak bisa di ganti malam berikutnya."
Janu terdiam kemudian menoleh ke arah Alyssa, "bagaimana?"
"Tentu saja Mas Janu, jangan sampai melewatkan kesempatan ini!" Jawab Alyssa.
"Baiklah Nanti malam!"
Ketika mendengar konfirmasi daru Janh kedua pelayan itu menghembuskan nafas lega.
Janu mengamati dengan ekspresk aneh, "mengapa mereka berdua tampak lega? Seperti mata mata yang berhasil mencapai misinya saja!" Ucap Janu dalam hatinya.