NovelToon NovelToon
Affer Gariad

Affer Gariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Percintaan Konglomerat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Rose Moore, seorang desainer perhiasan elit di Boston yang sukses dan cantik, mendapati dunianya hancur tepat di malam perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-2. Suaminya, Asher Hudson, seorang Direktur Pemasaran terpandang, ternyata telah menikah siri selama tiga bulan dengan wanita bernama Mia Ruller atas paksaan orang tuanya. Alasan keji di baliknya: Rose dianggap "tidak suci" karena masa lalunya yang yatim piatu dan tidak perawan, sementara keluarga Hudson menuntut ahli waris dari darah yang mereka anggap "murni".
Alih-alih menangis dan meminta cerai, Rose yang terluka memilih jalan yang lebih dingin, ia menerima pernikahan tersebut hanya demi mempertahankan status hukumnya. Ia bertekad menyiksa Asher secara mental, menguasai hartanya, dan menghancurkan reputasi keluarga Hudson yang sombong dari dalam.
Namun, rencana balas dendam Rose tergoncang saat ia secara tak sengaja bertemu kembali dengan Nikolai Volkov, kekasih masa SMA-nya dari Texas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Lampu-lampu di ruang kerja Nikolai meredup, menyisakan cahaya biru dari monitor yang menampilkan rekaman penyadapan suara dan CCTV dari hotel tempat ibunya menginap. Nikolai terduduk diam, tangannya mengepal hingga buku-bukunya memutih. Setiap kata yang keluar dari mulut Helen di telepon, juga instruksi keji untuk melenyapkan Rose dan calon bayi kembarnya—terekam jelas, menusuk gendang telinga Nikolai seperti belati berkarat.

​Rasa sakit itu tidak lagi berupa kemarahan yang meledak, melainkan sebuah kepasrahan yang teramat dalam. Nikolai perlahan meraih ponselnya. Ia menekan nomor ibunya untuk terakhir kalinya.

​"Halo, Nik? Kau sudah sadar?" suara Helen di seberang sana terdengar penuh harap, seolah ia baru saja melakukan hal yang benar bagi masa depan anaknya.

​"Apa benar Ibu ingin mencelakai istri dan Anak-anakku?" suara Nikolai datar, dingin, dan kosong. Tidak ada lagi sapaan 'Mommy' yang hangat.

​Keheningan melanda sesaat sebelum Helen meledak dalam histeria. "Nik! Kau mendengarku?! Kau masih membela gadis hina itu? Menjijikkan! Kau adalah seorang Volkov! Bagaimana bisa kau membiarkan dirimu dikontrol oleh wanita bekas yang hanya menginginkan hartamu? Dia merusakmu, Nik! Dia menghancurkan segalanya!"

​Nikolai memejamkan mata. Air mata yang jarang ia keluarkan kini menggenang di pelupuk matanya. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap foto USG bayi kembarnya yang tergeletak di meja.

​"Cukup, Mom. Cukup," potong Nikolai, suaranya parau karena kelelahan mental yang luar biasa. "Anggap saja anakmu ini sudah meninggal. Agar kau bisa tenang. Agar kau tidak perlu lagi merasa malu memiliki putra yang menurutmu menjijikkan ini."

​"Nik! Apa yang kau bicarakan?!" Helen berteriak, suaranya bergetar antara marah dan takut.

​"Aku siap kehilangan segalanya," lanjut Nikolai, mengabaikan teriakan ibunya. "Aku siap melepaskan nama Volkov, melepaskan seluruh warisan Texas, dan hidup sebagai orang biasa, asalkan aku bisa bersama istri dan anak-anakku. Selama lima tahun terakhir ini, Mom... kau tahu bagaimana aku hidup?"

​Suara Nikolai pecah. "Aku tidak pernah benar-benar hidup. Aku bernapas, aku bekerja, aku mengumpulkan miliaran dolar, tapi jiwaku mati. Aku merasa kosong setiap hari sampai aku menemukan Rose kembali di Boston. Saat aku akhirnya menemukan cahayaku lagi, justru Mommy yang mencoba memadamkannya dengan cara paling keji."

​Helen terdiam di seberang sana. Ia bisa mendengar keputusasaan dalam suara putranya, namun egonya yang setinggi langit tetap menolak untuk runtuh. "Kau hanya terobsesi, Nik! Dia hanya wanita biasa!"

​"Dia bukan wanita biasa bagiku. Dia adalah hidupku," bisik Nikolai. "Aku memutuskan untuk menjauh, Mom. Aku akan membawa Rose pergi ke tempat yang tidak bisa kau jangkau. Tempat di mana telinganya tidak akan lagi mendengar hinaanmu, dan tempat di mana anak-anakku tidak akan pernah tahu bahwa mereka memiliki nenek yang pernah menginginkan kematian mereka."

​"Nikolai! Kau tidak boleh melakukan ini! Kau adalah pewaris tunggal!"

​"Pewaris dari sebuah kehampaan?" Nikolai tertawa getir. "Tidak perlu repot-mencoret namaku dari silsilah keluarga, Mom. Aku sendiri yang akan menghapusnya. Aku tidak ingin anak-anakku menyandang nama yang penuh dengan kebencian dan rasisme terhadap ibu mereka sendiri."

​Nikolai menarik napas panjang, sebuah napas yang terasa paling berat selama hidupnya. "Aku mencintaimu sebagai ibu yang melahirkanku, tapi aku lebih mencintai mereka sebagai nyawa yang harus kujaga. Maafkan aku, tapi ini adalah kata-kata terakhirku untukmu sebagai putramu."

​Helen Volkov menjatuhkan ponselnya ke lantai. Ia terduduk lemas, tangannya gemetar hebat. Kata-kata Nikolai, "Anggap saja anakmu sudah meninggal", terus terngiang seperti lonceng kematian. Ia baru menyadari bahwa dalam upayanya menyelamatkan Nikolai, ia justru telah benar-benar kehilangan Nikolai selamanya.

​Ia telah membakar jembatan yang paling berharga demi sebuah martabat semu. Di ruangan mewah itu, Helen merasa sangat kedinginan. Harta, nama besar, dan kekuasaan Texas terasa tidak berarti saat ia menyadari bahwa putra tunggalnya lebih memilih menjadi mati di matanya daripada harus hidup di bawah bayang-bayang kendalinya.

​Di kamar sebelah, Rose berdiri di ambang pintu. Ia telah mendengar seluruh percakapan itu. Dengan air mata yang mengalir di pipinya, ia mendekati Nikolai yang kini menenggelamkan wajahnya di kedua telapak tangannya.

​Nikolai merasakan kehadiran Rose. Ia mendongak, matanya merah dan wajahnya menunjukkan duka yang sangat dalam. Rose tidak berkata apa-apa; ia hanya memeluk kepala Nikolai, menyandarkannya ke perutnya yang kini menjadi rumah bagi dua nyawa.

​"Kita akan pergi, Rosemary," bisik Nikolai ke arah perut Rose. "Hanya kita berdua... dan mereka."

​"Nik, kau yakin? Kau melepaskan keluargamu demi kami?" Rose bertanya dengan suara yang sangat lembut.

​Nikolai menggenggam tangan Rose, menciumnya dengan penuh pengabdian yang melampaui logika. "Keluargaku adalah kau, Rose. Dan bayi-bayi ini. Sisanya... hanyalah orang asing yang berbagi nama belakang denganku. Aku sudah cukup merasa mati selama lima tahun. Sekarang, aku ingin hidup."

​Malam itu, Nikolai mulai mengatur pemindahan seluruh aset pribadinya yang tidak terkait dengan perusahaan Texas. Ia menyiapkan sebuah tempat tersembunyi, jauh dari jangkauan mata-mata ibunya dan pengaruh ayahnya. Bukan lagi tentang perang, melainkan tentang pelarian demi kedamaian.

​Rose menatap suaminya dengan rasa haru yang tak terlukiskan. Nikolai telah membuktikan bahwa cinta pertamanya adalah takdir yang siap ia bela meski harus menjadi musuh bagi seluruh dunia. Di balik kesedihan karena kehilangan orang tua yang masih hidup, ada sebuah kekuatan baru yang lahir.

​Mereka akan memulai hidup baru, bukan sebagai pewaris takhta Volkov yang angkuh, melainkan sebagai pasangan yang telah melewati api neraka untuk bisa saling menggenggam tangan.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
winpar
pokoknya siapun harus baca karya kk ini. d jamin psti seneng. kk pnulisnya punya karya2 yg bgus dan up nya jg bnyak2 jdi kita g nunggu lma2 u episode slnjutnya 🥰😍
ros 🍂: Terharu 😭 ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
winpar
pokoknya ceritanya seru bngt. 🥰😍
winpar: sama kk thorr. smngt terus mnulisnya🥰😍
total 2 replies
💞DARRA💞💖
oh tak terduga alurnya kak author🤣🤣
ros 🍂: Harap tenang ini ujian 🤭🙏
total 1 replies
💞DARRA💞💖
Katherine
Manis
katherine
winpar
seru bgt ceritanya kk💪
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
💞DARRA💞💖
terima kasih up nya kak😍
ros 🍂: Ma'aciww kembali kak🥰
total 1 replies
💞DARRA💞💖
kak aq nunggu bab permintaan maaf dan penyesalan dr ortu nikolai/kakek nenek theo.gak adil kan gara2 mereka kembaran theo meninggal
ros 🍂: baca nya malam saja habis buka kak🤣😭
total 3 replies
YuWie
lebay theo..laki2 lho kau ini
ros 🍂: kita harus memaklumi Daddy Theo kak🙏🤣
total 1 replies
YuWie
jare kau sdh mengucap kata putus tinggal stevie yg gak terima..kok masih menyebut kekasih..hmmm gimn mas theo nih
YuWie
kau hy candangan theo
YuWie
salah kau sendiri theo..udah tau gak cocok dg stevie yg menggebu2 dg tubuhmu..malah kau janjikan yg iya2.. bimbang kan
awesome moment
cinta mrk bgitu kuat
ros 🍂: Awet kakek nenek🤭
total 1 replies
Sulati Cus
jgn sp tar ada yg celakaun si feli
Sulati Cus
jgn sad ending, klu beneran sad, ku yg transmigrasi ke tubuh feli
ros 🍂: Hehe Harap tenang ini ujian 🙏🥰
total 1 replies
Ema Baktiani
ceritanya sangat bagus d tunggu kelanjutannya kak
Sulati Cus
slh baca🤔hrsnya baca pas buka😔msh ku menangis soalnya
Sulati Cus: neng sedih kan bgt thor
total 2 replies
💞Aulia Adriani💕
recommended
💞DARRA💞💖
setiap bab bikin candu
awesome moment
keteguhan nakhkoda kapal membuat navigator dan penumpang kapal aman..harta.tdk bisa membeli keteguhan hati dan loyalitas. nik sdh memilih..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!