NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Cerai
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Hanya karena perbedaan gaya hidup yang kini tak lagi sejalan, Tiffany menceraikan suaminya demi menjaga citra sebagai seorang konglomerat.

Ia bahkan melupakan siapa yang telah berjuang bersamanya dari nol hingga mencapai posisi tersebut.

Hans Rinaldi tidak menyimpan dendam. Ia menerima keputusan itu dengan lapang dada.

Namun, setelah perpisahan mereka, Tiffany tetap menyeretnya ke dalam berbagai masalah. Hingga akhirnya, terungkaplah siapa sebenarnya sosok pria sabar yang selama ini telah ia buang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Negosiasi

Tepat tengah hari, di ruang presiden Emerald Group.

Tiffany duduk di balik meja kerjanya, menatap dokumen di tangan, tapi pikirannya sama sekali tidak fokus. Yang ada di kepalanya hanya Hans.

Ia khawatir Bimbo sudah mulai memburu Hans. Jika itu terjadi, hidup pria itu benar-benar tamat.

“Rachel!”

Akhirnya Tiffany tak tahan lagi setelah membayangkan berbagai kemungkinan buruk.

“Ya, Nona Rasheed?” Rachel masuk setelah mengetuk pintu.

“Siapkan beberapa hadiah. Aku mau ke Rumble Group,” kata Tiffany tegas.

“Rumble Group? Bukannya itu tempatnya Tuan Langodai?” Rachel terkejut.

“Iya. Aku mau ketemu dia.”

“Buat apa? Soal Hans?” Rachel langsung panik. “Nona Rasheed, tolong tenang dulu. Tuan Langodai lagi murka. Datang sekarang sama aja cari masalah!”

“Bagaimanapun juga, aku harus coba.” Tiffany tak goyah.

“Tunggu dulu! Masih ada Pak Karimi. Dia bilang mau bantu. Kenapa gak kita tunggu kabar dia dulu?” bujuk Rachel.

“Kita udah nunggu semalaman dan gak ada kabar apa-apa. Aku rasa dia gak bakal bisa bantu. Aku harus turun tangan sendiri.” Tiffany menggeleng.

“Nggak ada cara lain lagi? Coba kita pikirin lagi .…” Rachel makin cemas.

“Hans kena masalah karena aku. Aku gak bisa cuma diam. Lakuin aja yang aku bilang.”

Tiffany melambaikan tangan, mengakhiri perdebatan.

Melihat ketegasan di mata atasannya, Rachel hanya bisa menghela napas. Ia tahu, sekali Tiffany mengambil keputusan, tak ada yang bisa mengubahnya.

Tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di Rumble Group.

“Rachel, kamu tunggu di mobil. Gak usah ikut masuk,” perintah Tiffany.

“Nggak bisa. Kita harus hadapi bareng-bareng. Mana mungkin aku biarin kamu ambil risiko sendirian?” Rachel bersikeras.

“Ini berbahaya. Untuk jaga-jaga, kamu tunggu di luar. Kalau dalam setengah jam aku belum keluar, langsung telepon polisi. Ngerti?” ujar Tiffany serius.

“Oke! Aku bakal lakuin!” Rachel mengangguk mantap. Ia sadar tanggung jawab besar kini ada di tangannya.

“Aku masuk dulu.”

Tanpa berkata banyak lagi, Tiffany turun dari mobil dan masuk ke gedung itu.

Berbeda dari perusahaan biasa, orang-orang di Rumble Group berpostur besar dan penuh tato. Sekilas saja sudah terlihat mereka bukan orang baik-baik.

Setelah menyebutkan identitasnya, seorang pria botak mengantarnya ke kantor di lantai paling atas.

Di dalam ruangan, Bimbo yang berjanggut duduk santai di sofa dengan cerutu di mulutnya.

“Kamu Nona Rasheed dari Emerald Group?” tanyanya sambil menyipitkan mata. “Pantes aja cantik banget. Gak heran anak aku yang gak guna itu sampai berantem gara-gara kamu.”

“Tuan Langodai, boleh saya tahu bagaimana kondisi putra Anda?” tanya Tiffany dengan hati-hati.

“Masih hidup. Gak mati. Tapi cacat,” jawab Bimbo datar.

“Cacat?” Mata Tiffany bergetar.

Walau nada Bimbo terdengar tenang, amarah di matanya tak bisa disembunyikan.

“Jadi, kamu mau tanggung jawab gimana?” Bimbo menyilangkan kaki di atas meja dengan santai.

“Tuan Langodai, semua ini terjadi karena saya. Saya bersedia bertanggung jawab penuh. Saya harap Anda berbesar hati dan melepaskan Hans,” ucap Tiffany sungguh-sungguh.

“Kamu mau tanggung jawab? Yakin bisa?” Bimbo tersenyum miring.

“Saya akan mencarikan dokter terbaik untuk putra Anda. Semua biaya pengobatan dan kompensasi akan saya tanggung. Sebutkan saja jumlahnya,” lanjut Tiffany.

“Aku gak butuh uang.”

Tiba-tiba Bimbo meletakkan sebotol arak di atas meja.

“Kalau kamu beneran mau negosiasi sama aku, habisin dulu botol ini.”

“Saya .…”

Tiffany berada dalam posisi sulit. Ia memang tidak pandai minum. Ia tak yakin sanggup menghabiskan satu botol penuh.

“Kenapa? Gak mau minum? Kalau gitu, gak ada kesepakatan.” Bimbo melambaikan tangan santai.

“Saya minum.”

Tiffany ragu beberapa detik. Namun dibandingkan nyawa Hans, sebotol arak bukan apa-apa. Ia menarik napas dalam, mengangkat botol itu ke bibirnya, lalu mulai meneguknya.

Baru sepertiga botol habis, ia sudah batuk keras dan wajahnya memerah. Dengan menggertakkan gigi, ia memaksa diri melanjutkan. Saat dua pertiga botol kosong, kepalanya mulai terasa berat dan pandangannya berputar.

Dengan napas terengah, ia menghabiskan tetes terakhir.

“Tuan Langodai … sekarang Anda puas?” Tiffany terhuyung dan berpegangan pada meja.

“Haha, menarik.”

Bimbo tersenyum penuh ejekan. “Karena kamu kelihatan tulus, aku kasih kamu satu kesempatan lagi. Lepasin baju kamu sekarang.”

“Apa?” Tiffany mengernyit. “Tuan Langodai, maksud Anda apa?”

“Masih gak ngerti? Aku mau kamu buka baju dan layani aku. Kalau kamu bisa bikin aku puas, mungkin aku pertimbangkan buat lepasin kamu. Jujur aja, aku udah tidur sama banyak cewek, tapi belum pernah sama yang secantik kamu.” Bimbo menyeringai.

Wajah Tiffany langsung menggelap. Anaknya, Donio, sudah cukup mesum. Ia tak menyangka ayahnya sama saja. Benar-benar sama busuknya.

“Tuan Langodai, selain itu saya bisa lakukan apa saja!” Tiffany memohon.

“Selain itu?” Bimbo tertawa dingin. “Kamu tahu seberapa besar kekuasaan aku. Harusnya kamu merasa terhormat karena aku masih mau ngomong baik-baik. Kalau aku gak mau, sekalipun kamu telanjang dan berlutut di depan aku, tetap gak ada gunanya.”

Ia berdiri sambil melepas cerutunya. “Aku mau mandi dulu. Waktu aku balik, semua baju kamu harus udah lepas. Kalau nggak, aku yang bakal lepasin. Dan bukan cuma aku, semua anak buah aku di luar bakal ikut.”

Wajah Tiffany memucat. Saat itu ia sadar, dirinya benar-benar masuk ke sarang singa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!