NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai 3, Part 1 [KETIGA BELAS CINCIN DEWA]

Setelah hampir 2 hari pingsan. Marva akhirnya terbangun.

“Golem nya!!!!” teriak Marva.

Semua orang kaget, Kaela bangun, Red juga terbangun.

“Kenapa, kenapa? Dimana monster nya!” jawab Red.

“Tenanglah Marva, kita ada di safe zone. Kamu sudah pingsan hampir 2 hari, sejak kita mengalah Metal Golem di Event Secret Room itu,” ucap Kaela menjelaskan.

Marva lega, ternyata semua sudah berakhir.

“Apakah semua baik-baik saja?” lanjut Marva.

“Seperti yang kamu liat, Red disini, aku juga masih disini. Setelah mengalahkan Golem itu, kita mendapatkan item langkah,” jawab Kaela.

“Betul Bos, tiap naik lv. maka poin kekuatan (STRENGTH/STR) akan bertambah +10 poin ditambah dari poin level up (+3) yang juga kita dapatkan!” sambung Red menjelaskan penuh semangat.

Marva lega mendengarnya. “Syukurlah kalau begitu. Tapi bagaimana dengan orang yang sudah membantuku mengalahkan golem itu?” lanjut Marva.

“Orang?” tanya Kaela dan Red bersamaan.

“Iya! Saat aku mengalahkan golem itu dialah yang.....”

Melihat ekspresi Kaela dan Red sedang kebingungan. Marva menghentikan pembicaraan, dia merasa ada yang aneh. Apalagi dia baru saja sadar, mungkin dia tadi bermimpi, pikirnya sejenak.

“Lupakan ucapanku yang tadi. Mungkin ini efek karena baru sadar guys, maaf ya.” Marva mengakhiri percakapan itu.

“Oke Lead, lanjut tidur dulu.” ucap Red santai.

“Kalau kamu butuh sesuatu aku ada disini ya Va.” ucap Kaela dengan lembut sambil tersenyum.

Mereka pun lanjut tidur, Marva senang dengan panggilan itu. Kaela semakin akrab dan dekat dengannya. Sementara menenangkan diri, beberapa player lalu lalang didepan nya, membuat nya beralih fokus. Ia baru sadar bahwa safe zone di lantai 2 sudah di penuhi oleh para player.

“Waw, selama saya pingsan ternyata sudah banyak player yang sampai disini.” ucap Marva dalam hati.

“Betul Bos.”

“Iyakan.” respon Marva. “Hey! Siapa itu!”

Lagi-lagi Kaela dan Red terbangun karena kaget mendengar suara Marva.

“Ada apa Va!” refleks Kaela.

“Mimpi lagi Lead?” ucap Red.

“Hehehehehe, iya. Nggak papa guys, lanjut tidur aja. Kirain cuman kita aja yang ada di safe zone, ternyata udah banyak player lain yang berada disini ya.” jawab Marva mencari-cari alasan.

“Sejak hari kelima, beberapa player udah mencapai lantai 2 dan menemukan safe zone.” respon Kaela. “Disini emank semakin ramai tapi tenang aja. Aku ndak kemana-mana Va”.

Marva menggangguk. Mereka lanjut tidur, sementara Marva masih kebingungan siapa sebenarnya yang berbicara. Dan dia yakin, itu adalah suara yang sama saat berada di event secret room. Tapi kenapa hanya dia yang bisa mendengarkan suara itu? Sementara Marva bertanya-tanya dalam hatinya, tiba-tiba suara itu muncul lagi:

“Sebaiknya Bos cari tempat sunyi dulu supaya kita dapat berbicara.”

“Nha kan!” refleks Marva berbicara tapi langsung menutup mulutnya agar tidak menggangu yang lain.

Marva yang dari tadi penasaran darimana asal suara itu, segera menurutinya dan menjauh dari keramaian. Ia pergi ke sudut sepi, yang ada di dekat dinding batu. Ia memanggil-manggil suara tadi.

“Oke, aku tidak gila! Aku yakin ada suara yang selalu muncul di kepala ku!” gumam Marva.

“Siapapun itu, sekarang tunjukkan dirimu!”

“Tenanglah Bos, aku adalah jiwa dari Cincin yang selama ini kamu pakai. RING OF LEO.”

Matanya membesar, serasa tidak percaya apa yang baru saja didengarnya.

“Apa! RING OF LEO???” ucap Marva.

“Iya Bos, RING OF GOD memiliki jiwa dan karakteristiknya masing-masing. Akulah LEO, Sang Elemen Api.”

“Bentar, bentar, bentar..... RING OF GOD? Memiliki jiwa? Sang Elemen Api?” lanjut Marva.

“Tepat sekali Bos, aku adalah salah satu dari Tigas Belas Cincin Dewa, kami disebut sebagai RING OF GOD. Setidaknya itulah nama yang diberikan oleh-NYA. RING OF LEO, “The Fire Element”. Yang lain sedang menunggu kita untuk segera ditemukan juga.”

Kepala Marva serasa mau pecah. Baru saja sadar, ia langsung dihadapkan dengan semua informasi yang bertubi-tubi itu.

Marva bingung harus berbicara apa tapi dia mulai dengan pertanyaan yang gampang dulu: “Tapi kenapa hanya aku yang bisa mendengarmu?” kembali Marva bertanya.

“Setiap orang yang telah terikat dengan Cincin Dewa, tentu hanya dia yang dapat berinteraksi atau mendengar Sang Cincin. Mungkin untuk saat ini, Bos akan sulit memahami nya. Tapi aku memang bisa mengetahui isi Hati dan Pikiranmu dan memang sudah seperti itu keadaannya, lagipula kamu bukan orang yang pertama bereaksi seperti ini Bos.”

Tapi Cincin… bisa bicara? Item nya hidup? Itulah pertanyaan yang mulai muncul satu persatu di kepala Marva tapi Leo mengetahui hal itu. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnnya, Sang Cincin bisa membaca pikiran dan hatinya.

“Karena kami adalah Cincin Dewa, mempunyai jiwa dan pikiran sendiri, tentu adalah hal yang biasa. Kami sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, kami juga setara dengan malaikat atau mahkluk langit. Dewa yang telah menciptakan Menara ini adalah Dewa yang sama, yang menciptakan kami juga.”

“Apa! Ribuan tahun? Setara Malaikat? Emank sudah ada yang pernah mencapai puncak menara ini?” tanya Marva.

“Sejauh yang saya ingat, sudah ada 4 Player yang telah menjadi God karena berhasil menaklukkan menara. 1 Guardian of Floor pernah menjadi God dan 1 Lagi Guardian of Tower secara tidak sengaja, juga pernah menjadi God.”

“Kupikirkan hanya Player yang bisa menjadi GOD?” sindir Marva.

“Ya, terkadang nasib berjalan tidak sebagaimana mestinya. Itulah kata : Sagitarius.”

“Salah satu Cincin Dewa juga?” tanya Marva.

“Betul sekali Bos, dia salah satu teman yang bijak tapi Libra adalah yang paling bijak diantara kami.

Oh ya, aku belum menyebutkan Cincin-cincin yang lain:”

Ring of Aquarius (Sang Eleman Air ♒ )

Ring of Sagitarius (Sang Elemen Angin ♐ )

Ring of Taurus (Sang Elemen Tanah ♉ )

Ring of Leo (Sang Elemen Api ♌ ) : Ini aku Bos

Ring of Scorpio (Sang Racun ♏ )

Ring of Virgo (Sang Wanita ♍ )

Ring of Aries (Sang Pembawa ♈)

Ring of Gemini (Si Kembar ♊ )

Ring of Pisces (Sang Ikan Malam ♓ )

Ring of Cancer (Sang Jangkar Cahaya ♋ )

Ring of Capricorn (The Horn Goat of 7 ♑ )

Ring of Libra (Sang Timbangan ♎ )

Ring of Ouroboros (Sang Keabadian Ω)

Marva semakin bersemangat sekaligus terheran-terheran, ternyata Leo bukan satu-satunya Item Langkah yang ada di menara ini. Dia juga fokus ke salah satu Ring yang bernama Ouroboros, disebut sebagai Sang Keabadian.

“Apa kekuatan dari ke-12 Cincin yang lain? Apakah mewakili elemen juga? Bagaimana dengan Ring of Ouroboros ini?” tanya Marva penasaran.

“Nanti, kamu juga akan tahu kekuatan kami Bos. Tidak semua memiliki kekuatan elemen, seperti yang saya jelaskan tadi. Kami juga terikat oleh sistem yang ada di menara ini, jadi tidak semua hal harus dijawab. Intinya, setiap Ring of God yang telah naik lv. akan membuat 1 persatu kekuatan nya. Mencapai lv. 11 akan membuka seluruh kekuatan yang ada pada kami dan itu adalah lv. tertinggi. Berada di lv. 2, akan otomatis membuka jiwa yang tersegel. Dan inilah aku, dapat berbicara serta menjelaskan setidaknya hal penting yang perlu Bos ketahui. Prioritas kita saat ini adalah mengumpulkan yang lain sebagai syarat utama untuk menaklukkan menara dan hanya pemilik Cincin Dewa yang tahu ini.”

Marva semakin tercengang dengan semua penjelasan yang disampaikan Leo.Tiba-tiba, langkah kaki terdengar mendekat dari balik dinding.

“Loh, Va! Kamu semalaman tidak tidur?” ucap Kaela yang mengejutkan Marva.

“Eh, Kaela, Anuh....... Nggak bisa tidur lagi. Kan aku udah pingsan selama 2 hari,” refleks Marva menjawab.

Ternyata, pada saat Marva dan Leo sedang berbicara. Waktu sudah berjalan terlalu lama tanpa terasa.

“Mungkin karena Leader udah tidur hampir 2 hari. Makanya dia ndak ngantuk-ngantuk, sepertinya sudah puas tidur,” ucap Red yang berada disamping Kaela.

Marva ter-selamatkan karena ucapan Red yang masuk akal.

“Terus, gimana Va? Apakah kita masih stay di lantai 2 ? Beberapa player dan guild sudah ada yang naik ke lantai 3,” lanjut Kaela.

“Hah! Lantai 3? Kamu serius” ucap Marva tak percaya.

“Iya, Va! Sangking lama nya kamu tidur, yang lain sudah menemukan jalan ke lantai 3 dan persyaratan naik ke lantai 3 hanya membutuhkan lv. 7,” jawab Kaela.

“Sial! Kali ini kita bukan yang pertama naik ke lantai selanjutnya,” kesal Marva dalam hati. “Tapi kalian semua sudah siap?”

“Oh jelas Lead. Level kita saat ini aja bisa langsung naik ke lantai 4 ataupun 5,” ucap Red penuh percaya diri.

“Aku juga siap, apa yang dikatakan Red memang benar Va. Level kita saat ini, sudah bisa naik setidak nya 2-3 lantai,” sambung Kaela.

Pertarungan melawan Metal Golem membuat lv. mereka naik secara signifikan. Setidaknya Marva sudah lv. 35, Kaela lv. 27 dan Red lv. 25.

“Baiklah kalau begitu, beresin semua perlengkapan. Kita naik ke Lantai 3 sekarang!” perintah Marva.

“Oke Bos” ucap Kaela dan Red kompak.

Setelah menaiki tangga menuju lantai 3, tidak terasa pintu nya sudah terlihat. Setelah didekati, ternyata, di hadapan mereka terbentang Gua Raksasa yang sebagian Gua itu tergenang oleh air.

Tertulis jelas nama Lantai 3 ini adalah :

"SUNKEN CAVE"

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!