NovelToon NovelToon
DINIKAHI MANTAN MERTUA

DINIKAHI MANTAN MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Dunia Andini Kharisma Sulistia (21 tahun) runtuh seketika saat kecelakaan maut merenggut nyawa suaminya, Keenan Adiwijaya. Di tengah duka yang masih basah, Andini harus menghadapi kenyataan pahit tanpa sosok pendamping. Namun, hadirnya Farhady Sastranegara (41 tahun) membawa kebimbangan baru.
​Farhady bukanlah orang asing; ia adalah mantan ayah mertua yang ternyata hanyalah ayah sambung Keenan. Meski tak ada ikatan darah, lamaran Farhady memicu badai emosi dan stigma sosial yang tajam. Terjebak antara kesetiaan pada mendiang suami dan kasih sayang tulus Farhady, Andini harus menentukan arah hatinya dalam balutan dilema cinta yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dansa Cahaya di Langit Utara

​Dingin yang menyergap di Helsinki terasa sangat berbeda dengan dinginnya Lembang. Jika di Maribaya udara terasa lembap oleh embun tanah, di sini udara seolah-olah terdiri dari kristal-kristal berlian yang tajam namun murni. Andini Kharisma Sulistia mengeratkan syal kasmir pemberian Farhady Sastranegara di lehernya, sementara jemarinya yang mungil tenggelam dalam genggaman sarung tangan kulit milik Keenan Adiwijaya.

​"Mas, lihat! Sepertinya awannya mulai menyingkir," bisik Andini, suaranya beruap di udara malam yang beku.

​Mereka berdiri di pelataran sebuah glass igloo yang terisolasi di pedalaman Lapland, Skandinavia. Di sekeliling mereka hanya ada hamparan salju putih yang memantulkan cahaya bulan, menciptakan suasana sunyi yang begitu sakral. Setelah menempuh perjalanan panjang dari eksotisme balon udara di Kapadokia, kini mereka berada di ujung dunia untuk menjemput sebuah janji alam.

​Keenan menarik Andini ke dalam pelukannya dari belakang, menumpukan dagunya di bahu istrinya. "Sabar, Sayang. Aurora itu seperti cinta kita; ia tidak datang karena dipaksa, tapi muncul saat semesta merasa kita sudah siap menerimanya."

​Andini tersenyum, menyandarkan kepalanya pada dada bidang Keenan yang selalu terasa seperti rumah, di mana pun koordinat bumi mereka berada. Bibit, bebet, dan bobot Andini yang terdidik membuatnya mampu meresapi setiap jengkal sejarah dan fenomena alam ini dengan rasa takjub yang intelek. Ia teringat pesan Farhady lewat telepon tempo hari, bahwa perjalanan ini adalah bentuk syukur atas kehadiran nyawa kecil yang kini mulai tumbuh di rahimnya.

​Tiba-tiba, sebuah garis hijau pupus muncul di cakrawala utara. Awalnya samar, seperti goresan kuas yang ragu-ragu di atas kanvas hitam. Namun perlahan, garis itu menebal, bergetar, dan mulai menari. Hijau, kuning, hingga semburat ungu menyala meliuk-liuk di angkasa, seolah tirai surga sedang disingkap oleh tangan-tangan malaikat.

​"Mas... Aurora!" seru Andini tertahan, matanya yang bening memantulkan pendar cahaya langit itu.

​Keenan terdiam, ia tak menatap langit, melainkan menatap wajah Andini yang terpapar cahaya hijau ajaib itu. Bagi Keenan, fenomena alam terhebat malam itu bukanlah Aurora Borealis, melainkan rona bahagia di wajah wanita yang telah menyelamatkan jiwanya dari kesepian masa lalu.

​"Indah sekali, Mas. Rasanya seperti sedang berada di dunia lain," gumam Andini dengan air mata haru yang menggenang.

​Keenan membalikkan tubuh Andini agar menghadapnya. Di bawah tarian cahaya kutub, ia berlutut di atas salju, mengulang gestur takzim yang pernah ia lakukan di rumah mereka di Lembang. Ia mengambil sebuah kotak kecil berbalut beludru biru tua. Saat dibuka, sebuah kalung dengan liontin batu emerald yang warnanya serupa dengan Aurora di atas mereka berkilau tertimpa cahaya.

​"Dini, di bawah saksi cahaya utara ini, aku ingin berjanji lagi," suara Keenan berat dan penuh intensitas yang menyayat hati. "Dulu aku hanyalah bocah yang tak punya apa-apa sebelum Ayah Farhady menemukanku. Sekarang, aku memiliki segalanya karena ada kamu. Kalung ini adalah simbol bahwa cintaku padamu dan anak kita akan selalu menari, meskipun di musim yang paling dingin sekalipun."

​Andini terisak, ia menarik Keenan bangkit dan memeluknya erat-erat. Emosi pembaca seolah diajak naik ke puncak tertinggi kebahagiaan manusia—menyaksikan dua insan yang pernah terluka oleh takdir kini merayakan kemenangan cinta di tempat paling indah di dunia.

​Malam itu, mereka kembali ke dalam igloo kaca mereka. Sambil berbaring menatap langit yang masih berpendar, Keenan mengusap perut Andini dengan lembut. Tak ada lagi mimpi buruk tentang kecelakaan atau perpisahan. Yang ada hanyalah rencana tentang kamar bayi yang akan dicat warna biru langit, tentang buku-buku cerita yang akan dibacakan Andini, dan tentang masa depan yang membentang luas secerah fajar di Skandinavia.

​"Terima kasih sudah membawaku ke sini, Mas," bisik Andini sebelum memejamkan mata.

​"Terima kasih sudah menjadi tujuanku pulang, Dini," jawab Keenan lirih.

​Di luar, salju terus turun dengan lembut, menutupi jejak-jejak kaki mereka, namun tak akan pernah bisa menutupi jejak cinta yang telah terpahat abadi di hati masing-masing.

1
ayu cantik
sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!