NovelToon NovelToon
Cloudet : Kenangan Masa Lalu Sang Hellhound

Cloudet : Kenangan Masa Lalu Sang Hellhound

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Romansa Fantasi / Cinta Terlarang / Obsesi / Perperangan / Dark Romance
Popularitas:833
Nilai: 5
Nama Author: HOPEN

Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, hingga Calix sangat menyayangi Cloudet dengan obsesi menyimpang. Hingga dia rela bersekutu dengan kegelapan agar tidak satupun yang dapat merebut Cloudet darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HOPEN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Ayah

Pintu kamarku diketuk. Bukan ketukan ragu yang biasa dilakukan oleh para pelayan yang takut akan amarahku. Bukan pula ketukan santai yang meminta izin.

Itu adalah Perintah. Sebuah ketukan yang memiliki bobot, ritme yang menuntut kepatuhan mutlak, dan getaran yang merambat melalui kayu ek hitam hingga ke sumsum tulangku.

Aku mengangkat kepala. Cloudet masih meringkuk di pelukanku. Dalam wujud hellhound kecilnya, tubuhnya terasa hangat dan ringan. Ia tertidur sangat lelap, napasnya teratur, seolah-olah guncangan traumatis di aula utama tadi hanyalah mimpi buruk yang sudah ia buang jauh-jauh. Kepolosan itu terasa sangat kontras dengan ketegangan yang merayap di balik pintu.

“Calix,” suara Ayah bergema, diredam oleh tebalnya pintu namun tetap membawa otoritas yang tak tergoyahkan. “Buka.”

Aku berdiri dengan sangat hati-hati, menyesuaikan posisi Cloudet agar ia tidak terbangun dan merasa terancam kembali. Dengan satu tangan yang menyangga makhluk kecil itu, aku membuka pintu.

Jover berdiri di sana. Sosoknya memenuhi ambang pintu, menghalangi cahaya redup dari koridor. Aura nya kini stabil, tidak lagi meledak-ledak seperti saat di aula, namun justru itulah yang membuatnya berbahaya. Dingin, padat, dan terkendali. Dalam bahasa kami, itu selalu berarti satu hal: Keputusan sudah dibuat, dan tidak ada ruang untuk negosiasi.

“Apa yang Ayah putuskan?” tanyaku langsung, tanpa basa-basi formalitas.

Jover tidak langsung menjawab. Ia melirik Cloudet sekilas. Tatapannya berhenti di sana lebih lama dari biasanya, ada semacam pengamatan yang dalam, mungkin mencari jejak dirinya sendiri pada makhluk kecil itu, sebelum akhirnya kembali menatap lurus ke arah mataku.

“Kita akan naik ke dunia manusia,” katanya.

Aku terdiam. Kata-kata itu terasa asing di telingaku, seolah-olah ia baru saja mengatakan sesuatu yang melanggar hukum alam.

“…Kita?”

“Kau,” lanjutnya dengan penekanan yang jelas.

“Dan Cloudet.”

Aku menegang, refleks menarik bahuku ke belakang. “Meninggalkan neraka? Menjadi pelarian?”

“Bukan pelarian,” jawab Jover datar. “Kalian akan tinggal bersama Irina.”

Nama itu jatuh seberat batu besar di pikiranku. Irina. Pemilik kami. Lebih tepatnya, majikan kontrak dari Ayah dan Ibu. Seorang manusia, namun penyebutan 'manusia' saja terasa tidak cukup untuk mendeskripsikannya. Dia adalah Eksorsis hebat yang tahu terlalu banyak tentang rahasia neraka, seorang wanita yang memiliki kekuatan cukup besar untuk membuat entitas seperti orang tuaku tetap berada dalam kendalinya di dunia fana.

“Kenapa?” tanyaku, mencoba mencari logika di balik pembuangan yang tiba-tiba ini.

Jover tidak langsung menjawab di ambang pintu. Ia melangkah masuk ke dalam kamarku, menutup pintu di belakangnya dengan gerakan yang kedap suara. Ia seolah ingin memastikan bahwa tidak ada bayangan Calona yang menguping di balik celah batu.

“Irina sedang mengandung,” katanya akhirnya, suaranya merendah. “Suaminya, sedang menjalankan misi penting dari kaisar. Dia akan pergi dalam waktu yang sangat lama, entah pastinya kapan dia akan kembali. Tapi yang pasti, tidak mungkin aku membiarkan Irina melalui masa kehamilan dan kelahiran itu sendirian di kediamannya.”

Ia berhenti sejenak, menatap Cloudet yang bergerak sedikit dalam tidur.

“Dan ia meminta sesuatu dariku.”

Aku menyipitkan mata, insting protektifku langsung menyala. “Sesuatu?”

“Cloudet,” ucapnya tegas.

Aku refleks memeluk makhluk kecil di lenganku lebih erat, hampir secara posesif. Menyerahkan Cloudet ke dunia manusia? Ke tangan seorang Eksorsis?

“Irina percaya,” lanjut Jover, seolah bisa membaca ketakutanku, “bahwa Cloudet akan tumbuh lebih aman di dunia manusia. Di sana, dia jauh dari intrik politik neraka yang kotor, jauh dari tatapan menghakimi para iblis murni, dan tentu saja… jauh dari jangkauan Calona yang berniat melenyapkannya.”

Aku menahan napas. Penjelasan itu masuk akal, namun tetap terasa pahit.

“Dan ketika anak Irina lahir nanti,” kata Ayah lagi, suaranya membawa visi masa depan yang tak pernah kubayangkan, “Cloudet akan menjadi milik sekaligus teman bagi putrinya kelak. Sebuah ikatan yang akan melindunginya seumur hidup.”

Kata 'teman' terdengar sangat aneh, bahkan hampir menggelikan di telingaku. Di neraka, kami hanya memiliki status sekutu atau bawahan, bukan teman.

Aku menatap ayahku lama, mencoba mencari celah dalam topeng datarnya. “Dan aku? Kenapa aku juga harus pergi?”

“Kau ikut,” jawabnya singkat, namun ada nada finalitas di sana. “Aku tidak akan memisahkan kalian. Kau adalah satu-satunya pelindung yang ia percayai saat ini.”

Untuk pertama kalinya, di bawah cahaya obor yang temaram, aku melihat garis-garis kelelahan di sudut mata Jover. Ia mungkin penguasa yang kuat, namun menghadapi kebencian Calona dan tuntutan Irina secara bersamaan pasti telah mengurasnya.

“Ada sesuatu yang tidak kau katakan, Ayah,” kataku pelan, menyadari ada potongan puzzle yang hilang.

Ia tidak menyangkalnya. Ia membuang muka sejenak.

“Irina juga ingin bertemu Calona,” katanya.

Aku tertawa pendek. Tawa yang kering dan tanpa humor sedikit pun. “Ibu? Pergi ke dunia manusia untuk melayani wanita yang paling ia hindari? Dia pasti akan menolak. Dia lebih memilij mati daripada harus bersujud lagi di hadapan manusia.”

“Dia tidak punya pilihan,” jawab Jover dingin.

Aku tersentak, lalu perlahan menyadari kebenarannya. Karena Calona secara sah adalah milik Irina. Perjanjian darah dan ikatan kepemilikan antara sang Eksorsis dan Ratu Hellhound itu masih berlaku. Calona boleh saja berkuasa dan bertindak tiran di sini, di kedalaman neraka, selama Irina mengizinkannya atau selama Irina tidak memanggilnya.

“Jadi Ibu dipaksa,” gumamku, membayangkan kemarahan yang pasti sedang meluap di kamar sebelah.

“Suka atau tidak,” jawab Jover, “Irina memanggil melalui segelnya. Dan aku sendiri yang akan membawanya ke sana. Aku tidak akan membiarkan dia membangkang dan mempertaruhkan kehancuran kaum kita.”

Aku terdiam, mencoba mencerna perubahan besar ini. Dunia yang kukenal akan segera berganti.

Cloudet bergerak di lenganku, menguap kecil hingga memperlihatkan taring-taring mungilnya, lalu membuka matanya setengah. Mata kuning emas itu menatapku, masih kabur karena kantuk, namun langsung mengenali kehadiranku.

“…Ca… lix,” gumamnya pelan, suaranya serak namun hangat.

Aku menunduk, mengusap kepalanya dengan gerakan yang kini terasa lebih alami.

“Tenanglah,” kataku, mencoba melembutkan suaraku. “Kau akan melihat dunia baru. Tempat yang lebih baik daripada dinding batu ini.”

Jover memperhatikan interaksi kami dengan tatapan yang sulit dibaca.

“Bersiaplah,” katanya, berbalik menuju pintu.

“Kita berangkat sebelum fajar neraka berikutnya menyingsing. Tidak ada barang mewah yang perlu dibawa, hanya apa yang kalian butuhkan untuk bertahan hidup.”

Sebelum ia benar-benar melangkah keluar, ia berhenti di ambang pintu. Punggungnya yang lebar terlihat seperti gunung yang menopang langit.

“Calix.”

Aku mengangkat kepala, menunggu kata-kata terakhirnya.

“Kau telah melindunginya dengan baik sejauh ini,” kata Ayahku. Ada nada pengakuan yang tulus di sana. “Namun di dunia manusia, tugasmu akan menjadi sepuluh kali lebih sulit. Adikmu adalah makhluk yang spesial, darah campuran yang memiliki potensi yang belum terpetakan.”

Dia terdiam sejenak, suaranya memberat.

“Aku yakin suatu hari nanti, akan ada banyak orang, baik iblis maupun manusia yang menyadari kekuatannya dan berusaha merebutnya darimu. Pastikan kau siap saat hari itu tiba.”

Aku menatap punggungnya dengan tekad yang membaja. “Aku tidak akan pernah berhenti melindunginya.”

Pintu tertutup dengan bunyi klik yang final.

Aku kembali duduk di tepi ranjang. Cloudet kini sudah sepenuhnya terjaga. Ia duduk di pangkuanku, telinga hitamnya bergerak-gerak kecil, mencoba mendengarkan sisa gema percakapan tadi.

“Pergi?” tanyanya ragu, matanya mencari kepastian.

Aku mengangguk. “Ya. Kita akan pergi jauh dari sini.”

“Ke… luar?”

Aku tersenyum tipis, sebuah senyum yang murni, tanpa paksaan.

“Ke tempat tanpa api yang membakar kulitmu. Ke tempat di mana kau bisa melihat langit yang sebenarnya.”

Ia terdiam sesaat, lalu tersenyum kecil, memeluk lenganku dengan cakarnya yang kini tidak lagi gemetar.

Aku menghela napas panjang, menatap ke jendela kecil yang memperlihatkan langit merah neraka untuk terakhir kalinya. Neraka dan segala kepahitannya kini berada di belakang kami. Dunia manusia yang asing dan penuh cahaya ada di depan.

Dan entah kenapa, mengingat peringatan Ayah tentang potensi Cloudet, aku merasa bahwa bahaya yang sesungguhnya bukanlah apa yang telah kami lalui, melainkan apa yang sedang menanti kami di balik gerbang dunia manusia.

Bersambung

1
Im_Uras
🤭🤭
Im_Uras
😍
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
lucu itu.. namanya juga masih masa pertumbuhan🤭🙏
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
wah.. pasti cakep banget
j_ryuka
namanya juga anak-anak
Tulisan_nic
ikut aku aja cloudet
Tulisan_nic
unyu banget,🫣
chrisytells
Kalau nggak keras, bukan kepala namanya 🤭😄
chrisytells
Udah otot kawat, tulang besi dari sononya nih si Cloudet
chrisytells
Gimana rasanya tuh, ditempelin? 🤣
Panda%Sya🐼
Benar kamu harus tumbuh jadi kuat
Diem Lu Move On Ege!
Cloudet masih masa pertumbuhan dan bimbingan orang dewasa, dan seusia dia lagi Lucu-lucunya
Vanillastrawberry
kasian nggak tau wajah ibunya 😥
Mentariz
siapp ntar kamu akan jatuh hati padanya😁
Mentariz
Kekuatannya emang gak main-main yaa 😂
Mentariz
Wuuiihh pasti cantik banget nih cloudet😄
j_ryuka
nyebelin tapi lucu
chrisytells
Iseng banget sih🤣
chrisytells
Udah nakutin, body shaming lagi😄
chrisytells
Nggak kebayang gimana karakternya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!