NovelToon NovelToon
Biar Aku Yang Pergi

Biar Aku Yang Pergi

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Penyesalan Suami / Keluarga / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Jangan menikah saat hati kita belum bisa move on dan berdamai dari masa lalu, karena yang akan dirugikan tak hanya diri sendiri, namun juga pasangan baru kita. Hal itu yang pada akhirnya menjadi konflik pada hubungan Rania dan juga Andreas. Pernikahan mereka di ambang pada perpisahan karena masa lalu Andreas tiba-tiba datang ditengah-tengah mereka, terlebih sikap Andreas yang dingin dan cuek membuat Rania lelah untuk terus bertahan pada pernikahannya, karena seolah hanya dia yang selama ini memperjuangkan hubungannya. Ia pun akhirnya memilih untuk pergi. Tapi, bisakah ia pergi? Terlebih Saat Suaminya yang dulu dingin, tiba-tiba berubah dan jadi lebih perduli dengannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketulusan Andreas Yang Ingin Berubah

Keheningan sempat melanda keduanya. Hingga hanya terdengar suara angin yang bertiup disekitar mereka. Terlebih pada Rania yang begitu tak percaya pada suaminya yang ternyata benar-benar ingin berubah. Kecanggungan sempat melandanya yang kini sedang bertatap muka dengan suaminya.

"Kamu berubah untuk apa?"

Sempat terdiam mendengar suaminya yang ingin berubah, Rania akhirnya bersuara. Menanyakan alasan suaminya itu ingin berubah.

"Kamu"

Namun, betapa terkejutnya dia ketika mendengar jawaban Andreas. Karena ia tak menyangka akan mendengar jawaban seperti itu dari suaminya.

"Apa kamu bilang?" Ulangnya yang masih menyangkal apa yang baru saja ia dengar tadi.

"Aku bilang aku ingin berubah untuk kamu"

Andreas kembali mengatakan alasannya pada Rania, kali ini ia dengan gamblang dan jelas mengatakannya di depan istrinya itu tanpa keraguan dan terlihat serius, hingga membuat Rania kembali tak bisa berkata-kata.

Sorot matanya menatap wajah sang suami dengan rasa bingung dan juga tak menyangka.

"Aku serius soal ini, karena itu aku mohon kasih aku kesempatan sekali lagi Rania."

Dengan lembut, Andreas memohon di depan Rania yang masih diam, bahkan memegang kedua tangan istrinya, dengan harapan bisa meluluhkan hati istrinya yang masih belum bisa memaafkannya.

Melihat perlakuan suaminya itu kembali membuat Rania terkejut, karena ternyata seorang Andreas yang ia kenal dingin bisa bersikap lembut seperti ini kepadanya.

"Aku tidak tahu."

Hanya itu yang bisa dijawab oleh Rania, ditengah kebingungannya saat ini. Dia benar-benar terlihat bingung harus merespon seperti apa ucapan suaminya yang ingin diberi kesempatan dan alasan suaminya yang ingin berubah karenanya.

"Aku tahu, kamu pasti berat untuk memaafkanku, tapi aku janji tidak akan mengecewakan kamu lagi."

Dengan tulus, Andreas kembali meyakinkan istrinya bahwa ia benar-benar akan berubah dan tak akan lagi membuatnya kecewa.

"Karena itu..., tetaplah disiku, jangan tinggalkan aku lagi.."

Rania hanya diam mendengar perkataan Andreas yang terus memohon kepadanya dan meyakinkannya untuk percaya.

"Rania..." Panggil Andreas dengan nada lembut, pada Rania yang duduk dalam diam di depannya.

"Mas, jujur aku masih bingung harus menjawab apa sekarang. Karena itu kasih aku waktu untuk berfikir."

Setelah sempat terdiam, Rania pun membuka suaranya. Ia melepas tangannya yang di genggam oleh suaminya dan langsung berdiri begitu saja. Meninggalkan Andreas yang masih duduk ditempatnya dengan ekspresi yang tak tahu lagi harus menjawab apa.

Rania benar-benar tidak bisa berfikir sekarang, dan untuk sekarang dirinya hanya ingin pergi dari hadapan Andreas. Mencoba untuk menjernihkan pikirannya yang saat ini kembali makin rumit. Sebelumya ia datang ke halaman belakang hanya ingin menjernihkan pikiran dan sejenak ingin beristirahat, namun sekarang justru semakin bertambah pusing.

"Aku bingung sekarang" Ujarnya.

Disamping itu, Andreas masih berada ditempatnya saat ini. Merenungi kepergian Rania dari hadapannya. Ekspresinya terlihat sedikit murung, mengingat Rania yang masih belum bisa memaafkannya juga kembali terbuka padanya.

"Ternyata perjalananku masih panjang." Gumamnya sembari menghela nafas panjang, melihat sikap istrinya yang sulit untuk memberi ruang maaf untuknya.

....

Tidaklah mudah untuk kembali berdamai pada seseorang yang telah memberi rasa luka padanya. Mengingat semua yang telah dia lalui selama ini tidaklah mudah. Banyak sikapnya yang telah membuatnya sakit, ucapannya yang telah banyak melukai hati, bahkan ketidakperduliannya telah membuatnya merasa tidak dihargai.

Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar, tiga tahun yang telah behasil membuatnya hancur, depresi, terkena asam lambung, bahkan harus kehilangan anak yang masih dalam kandungannya. Beban pikiran yang terlalu berlebihan semakin membuat kesehatannya menurun, tak hanya fisik, namun juga pada mentalnya. Dan, sekarang begitu melihat orang yang telah memberi luka paling berat padanya meminta maaf di depannya, bahkan memohon untuk diberi kesempatan, membuatnya ada diposisi yang membingungkan.

Ia tak tahu harus berbuat apa. Sebetulnya ada sedikit keinginan darinya yang masih ingin mempertahankan pernikahannya, juga ingin memberi kesempatan untuk suaminya. Namun, ketika mengingat penderitaannya selama ini, entah mengapa kembali membuat hatinya ragu.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Kegalauan juga melanda seorang Andreas. Ia sudah berusaha dengan tulus untuk meminta maaf, namun nyatanya hal itu tidaklah mudah baginya. Ia bingung, harus bagaimana lagi agar istrinya itu mau memaafkannya dan kembali menerimanya. Karena ini baru pertama kali baginya untuk membujuk seseorang untuk memaafkan kesalahannya, hal itu benar-benar membuatnya frustasi.

"Kamu sedang apa disini sendirian?" Tegur oma melihat Andreas yang tengah melamun sendirian diruang tengah, disertai berkas kantor yang ada di depannya.

Namun, Andreas hanya diam tak menjawab pertanyaan oma, dan justru memilih melanjutkan pekerjaanya yang sebelumnya belum sempat dia periksa karena memilih pulang lebih awal.

Hari yang semakin gelap, oma yang selesai beristirahat dikamar, melihat cucunya terlihat tidak bersemangat dan mencoba menghampirinya untuk menegurnya yang sedang melamun di depan laptopnya.

"Dimana Rania?" Tanya oma sekali lagi.

"Mungkin dikamarnya."

Kali ini Andreas membalas pertanyaan oma dengan sedikit malas, dan hanya asal menebak keberadaan istrinya, karena dia sendiri tidak tahu dimana Rania sekarang. Mengingat dia belum bertemu Rania lagi setelah dari halaman belakang.

"Panggil istrimu, ini sudah jam makan malam, ayo kita makan malam bersama"

Andreas melihat jam ditangannya, dan waktu telah berlalu tanpa sepengetahuannya, mengingat dirinya yang larut dalam pikirannya juga pekerjaanya, hingga tanpa sadar waktu telah menunjukkan pukul 07.00 malam.

"Oma makan malam duluan saja, nanti Andreas menyusul."

"Tapi, oma ingin kita makan bersama. Karena sudah lama kita tidak makan bersama." Pinta oma.

"Ini masih jam 7 oma, dan aku masih belum lapar." Namun, Andreas menolak untuk makan.

"Memangnya kamu makan jam berapa biasanya?"

"Aku tidak pernah melihat jam, kalau lapar ya tinggal makan saja."

"Berarti kamu tidak pernah makan malam bersama istrimu?"

Andreas menghentikan pekerjaanya begitu mendengar perkataan oma. Ia pun tersadar bahwa memang dulu dirinya jarang makan malam bersama dengan Rania. Ia hanya melakukannya saat sarapan, karena malamnya ia sering pulang telat jadi tidak keburu untuk makan malam. Lebih tepatnya, ia yang memang sengaja menyibukkan diri sampai lupa waktu.

"Jadi, kamu beneran tidak pernah mengajak istrimu makan malam bersama?" Oma kembali bertanya.

"Pernah, cuma tidak sering. Karena aku selalu pulang telat, jadi selalu meminta Rania untuk makan duluan"

Andreas tak menyangkal bahwa ia memang jarang makan malam bersama Rania. Dan, itu tentu tak membuat oma Larisa merasa puas. Ekspresinya terlihat jelas bahwa ia begitu kecewa pada cucunya.

"Kamu benar-benar suami yang buruk." Kutuk oma dan tak ada sanggahan dari Andreas.

1
Nitta
kenapa novelnya banyakan narasinya ya ..
Ryan Dynaz
jadi skip ni klu baca yg ulang2...bahkn baca nyari yg poin2 aja agar langsung tamat..baiki lgi Thor...Dan jgn abaikn Komen Dan saran dri kami..agar bisa baiki lgi jln cerita di lain nvl
SisAzalea
ya,benar
Lita Pujiastuti
secara alami, manusia akan bisa merawat anak yg dilahirkan, itu naluri. Gitu aja kok bingung gmn ngerawat jika pny anak .. masa kalah sama hewan ..
Lita Pujiastuti
setelah tua, kita pasti hny berdua dg suami krn ank² jg menikah dan hidup berumah tangga...
Lita Pujiastuti
ikut sedih..
Lita Pujiastuti
Harusnya kalian dulu tinggal serumah dg oma... jd setidaknya bisa setiap hari lihat oma... skrg nyesel kan stlh oma pergi utk selamanya...
Lita Pujiastuti
Andreas kalau khawatir ngomel² marah... pdhl sayang . 😊
Lita Pujiastuti
Sehat Oma... tuh lihat cucumu sdh akur . 😊
Lita Pujiastuti
maaf ya tor... terlalu banyak parade kalimat . jd kaya artikel.. 😊
Lita Pujiastuti
masalah sdh selesai... apakah ulet bulu itu akan ganggu?
Lita Pujiastuti
gooll...
Lita Pujiastuti
Piye to ki...
Lita Pujiastuti
eaalaaah... ky pengantin baru beneran... malu² Rania ki...
Lita Pujiastuti
Lanjutin aja, biar segera punya dede.. 😁
Lita Pujiastuti
cobalah saling mendekatkan hati... jgn jalan² sendiri, tapi jln² ditemani suami, Ran...
Lita Pujiastuti
Wes to Rania... gk usah bingung. Kasih kesempatan... klo tryt perubahan hny sementara.. br ambil keputusan.... gk usah rumit² mikirnya... pembaca ikut mumetss... 😁
Lita Pujiastuti
Harus pinter² nyaring masukan dr temen² kamu Rania.... pahami hati kamu sendiri dan pahami Andreas yg telah berubah
Lita Pujiastuti
Waduh... curhat itu sama org yg sdh menikah .. curhat sama jomblo . yg ada malah runyam.. sok tahu krn blm pernah nikah
Lita Pujiastuti
Rania.. aku tahu, kamu sangat terluka selama 3 th. tp tdk harus dibalas dg hal yg sama... hidup itu yg penting nyaman tentram. jgn piara dendam dan sakit hati...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!