NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Rahasia di Balik Garis Dua

Di kamar mandi utama kediaman Adiguna, tangan Shena gemetar hebat. Di hadapannya, di atas wastafel marmer, tergeletak tiga buah alat tes kehamilan yang semuanya menunjukkan hasil yang sama: dua garis merah yang sangat jelas.

"Positif..." bisik Shena. Air mata bahagia seketika luruh membasahi pipinya. "Proyek kita berhasil, Mas."

Ia ingin detik itu juga berteriak, menelepon Devan, dan memberitahunya bahwa sebentar lagi akan ada anggota baru di keluarga mereka. Namun, Shena teringat sesuatu. Besok adalah tanggal 15 Oktober—hari ulang tahun Devan.

"Ini akan jadi hadiah terbaik seumur hidupnya," gumam Shena sambil menghapus air mata. Ia segera menyembunyikan alat tes itu di dalam kotak perhiasan yang terkunci rapat.

Shena keluar dari kamar dengan wajah yang jauh lebih cerah, meski rasa mual masih sesekali menyapa. Di ruang tengah, Mama Widya sedang sibuk menyiapkan teh herbal.

"Shena, kamu kelihatan lebih segar. Sudah tidak mual lagi?" tanya Mama Widya curiga.

"Sudah agak baikan, Ma. Mungkin benar kata Papa, hanya rindu Mas Devan," jawab Shena berbohong demi menjaga kejutan.

Tiba-tiba, ponsel rumah berbunyi. Itu telepon dari Singapura. Mama Widya segera mengangkatnya dan langsung mengomel tanpa memberi kesempatan lawan bicaranya bicara.

"Devan Adiguna! Berani-beraninya kamu tidak memberi kabar selama 3 minggu! istri mu sedang sakit di sini?!" teriak Mama Widya.

Shena mendekat, jantungnya berdegup kencang saat Mama Widya memberikan gagang telepon padanya. "Ini, suamimu mau bicara. Suaranya aneh, seperti orang sedang menelan jeruk purut."

"Halo... Shena?" suara Devan di seberang sana terdengar sangat lemah dan payah.

"Mas? Kamu kenapa?kamu sakit?" tanya Shena cemas.

"Aku... aku tidak tahu, Sayang. Perutku melilit, kepalaku pusing, dan aku baru saja menghabiskan dua toples manisan mangga muda kiriman Rian. Aku merindukanmu sampai rasanya mau mati," keluh Devan.

Ia sengaja tidak memberitahu soal diagnosa dokter tentang Couvade Syndrome, ia ingin memastikannya sendiri.

Shena menahan tawa. Ia tahu sekarang, suaminya sedang mengalami "ngidam" bersamanya. "Mas, selesaikan urusanmu. Besok kan hari ulang tahunmu, apa kamu tidak pulang?"

"Aku sedang di jalan menuju bandara, Shena. Masa bodoh dengan rapat direksi. Aku akan pulang malam ini juga!"

Setelah menutup telepon, Shena segera bersiap. Ia meminta bantuan Bi Inah untuk menyiapkan makan malam spesial besok. Ia juga memesan sebuah kotak kado kecil yang sangat elegan.

Di dalam kotak itu, ia meletakkan sepasang sepatu bayi mungil berwarna putih dan alat tes kehamilan yang menunjukkan garis dua tersebut. Ia menyelipkan sebuah catatan kecil: "Selamat ulang tahun, Papa. Hadiahmu sedang diproses di dalam perut Mama."

Malam itu, Devan tiba di rumah pukul dua pagi. Ia masuk ke kamar dengan langkah lunglai dan wajah pucat. Tanpa banyak bicara, ia langsung memeluk Shena yang terbangun dari tidurnya.

"Jangan pakai parfum dulu, Sayang. Baunya membuatku mual," gumam Devan sambil menyembunyikan wajahnya di leher Shena.

Shena mengelus rambut suaminya dengan penuh kasih. "Kamu pasti capek sekali ya, Mas?"

"Sangat. Tapi anehnya, begitu memelukmu, rasa mual ku sedikit berkurang," Devan mencium kening Shena berkali-kali. "Maafkan aku ya, selama di sana aku terlalu fokus bekerja sampai lupa memberimu kabar. Aku hampir gila memikirkan mu."

Shena tersenyum misterius. "Tidak apa-apa, Mas. Tidurlah. Besok ada kejutan besar untuk ulang tahunmu."

Hari ulang tahun Devan tiba. Pagi-pagi sekali, Mama Widya dan Papa Surya sudah menyiapkan tumpeng di meja makan. Devan turun dengan wajah yang sudah sedikit lebih segar, meski ia masih membawa sepotong lemon untuk dihirup baunya.

"Selamat ulang tahun, jagoan Papa," ujar Papa Surya sambil menepuk bahu anaknya.

"Terima kasih, Pa, Ma," jawab Devan. Matanya mencari-cari Shena.

Shena muncul dari arah dapur membawa sebuah kotak kecil berhias pita emas. Wajahnya berseri-seri, membuat Devan terpaku.

"Selamat ulang tahun, Mas Devan," ucap Shena lembut. "Ini hadiah dariku. Maaf kalau tidak semahal jam tangan atau mobil koleksimu."

Devan menerima kotak itu dengan tangan bergetar. "Apapun darimu adalah harta karun bagiku, Shena."

Mama Widya dan Papa Surya ikut mendekat, penasaran dengan isi kado tersebut. Devan perlahan membuka pitanya, lalu membuka tutup kotaknya.

Seketika, suasana di ruangan itu menjadi sangat sunyi. Devan terpaku melihat sepasang sepatu bayi itu. Matanya kemudian beralih ke alat tes kehamilan di bawahnya. Ia membacanya pelan, lalu membaca catatan kecil dari Shena.

"Shena... ini..." Devan mendongak, matanya berkaca-kaca. "Ini serius? Kamu... kita...?"

Shena mengangguk pelan dengan air mata bahagia. "Iya, Mas. Proyek Cucu berhasil. Aku sudah hamil."

"YEEESSS!!!" Devan berteriak kencang sampai suaranya menggema ke seluruh rumah. Ia mengangkat Shena dan memutarnya di udara, melupakan rasa mualnya, melupakan wajah pucat nya.

"Devan! Turunkan! Shena sedang hamil!" teriak Mama Widya yang juga sudah menangis bahagia sambil memeluk Papa Surya.

Devan menurunkan Shena, lalu berlutut di depan perut Shena dan menciumnya dengan sangat takzim. "Terima kasih, Shena. Ini hadiah ulang tahun terindah yang pernah ada dalam sejarah hidupku. Aku akan menjadi Papa terbaik untuknya."

"Dan Papa yang paling posesif," goda Shena sambil tertawa.

"Tentu saja! Mulai hari ini, tidak ada yang boleh membuatmu stres! Rian! Telepon kantor! Bilang aku cuti satu bulan untuk menjaga istriku!" seru Devan pada Rian yang baru saja masuk membawa bunga.

Rian hanya bisa menghela napas. "Satu bulan, Pak? Baru juga hamil, pak. Udah ambil cuti satu bulan?"

"Diam kamu, Rian! Ini urusan pewaris takhta!"

...****************...

1
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
kenapa di rahasiakan shena, sekecil apapun itu jgn ada rahasia di antara kmu dn devan dn kluarganya, biar rumah tanggamu terlindungi, ayo jujur itu lbh baik, aku gk suka istri2 yg menyimpan rahasia.
Mamah Dini11
itu namanya main kotor Hai perempuan licik, laki2 msh banyak Isabel, kok harus devan, harga dirimu di simpen di mana nona licik, udh tau devan punya istri msh ganggu aja, jgn meremehkan kluarga adiguna Isabel, ingat itu
Mamah Dini11
ngidam orkay suka berlebihan ya kalau di dunia nyata mh jarang sekali yg ngidam berlebihan msh terkendali, kalau ada orang yg jahil di pastikan devan dn yg lain nya di viralkan, gimana reaksi media he he he
Siti Muntamah
dasar rubah betina si sarah
Siti Muntamah
ujian mu berat sekali Shena
Mamah Dini11
biasanya paling waktu pagi pagi, jgn kelamaan ngidam nya ya thor si devan kasian juga, jdi di jahilin sm orang rumahnya, bkn nya simPATI, harusnya doong
Siti Muntamah
makanya jadi pria jangan sombong masih kau kaya nggak ada gunanya kasian sekali kau Shena kalau ketemu semoga Shena sama pria lain biar kapok kau Devan
Siti Muntamah
awas nanti kalau nanti kau cari Shena kalau sudah pergi jangan mau Shena sama aja kau dibuang sama Devan
Siti Muntamah
rasain nanti kau akan tergila 2 sama Shena
Siti Muntamah
sabar Shena biar kan dia semaunya peduli amat nanti juga sadar sendiri
Mamah Dini11
aduuuhhh pak devan shena itu ha....... mil bu....... kannnnn sakit, ingat itu pak devan yg terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!