Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Makasih banget loh kak, kita di traktir makan di sini, semoga rumah tangga ibu langgeng dan cepat dapat momongan." do'a tulus Dea kepada Kayla.
"Aamiin.... " semua orang yang berada di meja makan itu mengaminkan do'a Dea.
"Ohhh... Iya kita punya kado untuk ibu, waktu itu kami mau ngasih ke ibu nggak jadi, klau kita titip takut nggak sampai ke ibu, calon suami aja keluarga ibu bisa merampas, apa lagi hanya sebuah benda." cengir Lita ikut bersuara dan memberikan kado ke tangan Kayla.
"Ya ampun, harusnya kalian nggak usah repot repot." ucap Kayla menerima kado dengan senang hati.
"Nggak repot kok kak." ucap Dea lagi.
"Permisi, maaf mengganggu, kami mengantarkan pesanan." ucap pramusaji memotong obrolan mereka.
"Nggak apa apa mbak." jawab Kayla tersenyum ramah.
"Buset, cantik banget ini mbaknya, mana ramah lagi." gumam Pramusaji memuji Kayla dan sempat terbengong melihat wajah cantik Kayla.
"Hallo.... Mbak, kok malah bengong? " tanya Kayla mengibas ngibaskan tanganya di depan pramusaji itu.
"Ehhh.... M-maaf mbak, mbaknya cantik, bikin saya terpesona." cengir pramusaji itu dengan jujur.
"Bisa aja mbaknya, mbak juga cantik loh." ucap Kayla ikut memuji Ita yang kebetulan gadis itu lah yang melayani Kayla.
"Mbak bisa aja, bikin saya tersanjung." ucap Ita tersipu malu di puji oleh wanita cantik itu.
Tanpa banyak drama lagi, Ita lansung menghidangkan menu yang di pesan oleh Kayla di atas meja dengan hati hati.
"Selamat menikmati kak." ucap Ita menunduk sopan.
"Terimaksih ya." ucap Kayla.
Ita mengangguk dan tersenyum ramah sebelum meninggalkan ruangan Kayla itu.
"Ayo kita makan." ajak Kayla kepada para karyawannya.
"Yok.... " sorak mereka, sebelum mereka makan, mereka berdo'a baru menyantap makanan dengan hikmat.
"Buset, mbaknya cantik banget, bidadari aja kalah cantik sama si mbak, mana ramah lagi." celoteh Ita yang masih terbayang bayang, wajah manis Kayla dan juga sangat ramah tadi.
"Woiiii.... Kesambet kamu ya." tegur teman Ita mengagetkan gadis Ita.
"Astaga, kamu ini." omel Ita mengusap dadanya.
"Hehehe.... Maaf, lagian kamu dari tadi di panggil panggil nggak nyaut, malah asik ngomong sendiri." ucap temannya dengan merasa bersalah.
"Huuufff.... Gue tadi abis nganter pesanan ke ruang VIP nomor tiga, ternyata yang pesan orangnya cantik banget, mana ramah lagi, ya ampunnn.... Sampai sekarang aku nggak bisa lupa dengan wajah cantik mbaknya." ucap Ita yang terus memuji Kayla.
"Masa sih, perasaan kita sering loh kedatangan tamu cantik, tapi kamu biasa aja, tapi sama tamu yang satu ini kamu kok kek memuja banget sih, jadi penasaran aku." ucap teman Ita ikut penasaran.
"Ihhh.... Kamu klau ketemu pasti ikut terpesona, ehhh.... klau di pikir pikir wajahnya mirip sama mantan bos tapi ini lebih cantik dan ramah dari mantan bos." ucap Ita mengingat mantan bosnya itu.
"Serius?! " pekik teman Ita.
Ita menganggukan kepalanya.
"Heee...!!! Ngapain kalian masih ngobrol di situ, cepat bantu yang lain." bentak Dewi berkacak pinggang.
Ita hanya memutar mata malas, lalu beranjak dari sana.
"Sana kerja, tuh nenek lampir udah ngamuk tu." bisik Ita berlalu dari depan temannya, sementara temannya cekikikan dan ikut bergerak ke arah meja yang kebetulan baru di tinggalkan oleh tamu mereka.
"Dasar karyawan nggak tau diri, ingin makan gaji buta apa, kerjaan masih banyak malah bergosip aja bisanya." gerutu Dewi.
"Rangga sedang fokus menatap laporan dari orang kepercayaannya, tiba tiba pandangannya teralih ke arah hpnya yang memberitahu ada pesan masuk.
Rangga mengambil hpnya lalu membuka pesan yang masuk, tiba tiba sudut bibir Rangga lansung tertarik ke atas setelah tau siapa yang mengirim pesan.
*Selamat sore mas, maaf ya aku pulang agak telat hari ini, soalnya aku lagi ajak anak anak makan di cafe Nusantara.* isi pesan Kayla yang memberi tahu keberadaannya, Kayla memang tidak tau klau cafe Nusantara itu punya Rangga.
Kayla tidak hanya mengirim foto tapi juga mengirim foto dia dan teman temannya yang sedang makan.
"Rupanya kamu lagi makan di sini dek." gumam Rangga tersenyum menatap foto istri cantiknya itu.
Rangga lansung menekan tombol tlp menghubungi chef dan meminta chef membuatkan cake dan juga jus untuk Kayla dan teman temannya.
"Ehhh.... Kami nggak mesan menu ini mbak. " ucap Kayla kaget, saat Ita kembali masuk dan menghidangkan menu yang di minta oleh Rangga tadi.
Ita sendiri ikut bertanya tanya dalam hati, apa hubungan bosnya dengan wanita cantik itu, sampai sampai bosnya memesan makanan untuk seorang tamu dan itu tamu perempuan pula, selama ini banyak teman bahkan kekasihnya sendiri datang ke cafe itu, akan memesan pesanan mereka sendiri, Rangga tidak pernah mempunyai inisiatif seperti ini.
"Wahhhh.... Bukan kah ini cake kesukaan loe kay." pekik Renata melihat cheesecake kesukaan Kayla, tidak hanya cake, tapi juga ada jus mangga.
"Iya, tapi aku nggak pesan, karena kita udah makan besar kaya gini, pasti kekenyangan, makanya aku nggak pesan." jujur Kayla.
Renata manggut manggut.
"Maaf mbak, kami di minta pak Rangga untuk mengantarkan cake ini ke meja mbak." Sela Ita.
"Ehhh.... Siapa? " kaget Ita.
"Pak Rangga." ulang Ita.
Bukan hanya Renata yang kaget, tapi Kayla pun ikut kaget.
"Suami loe Kay? " kaget Renata.
"Nggak tau, coba aku tlp dulu." ucap Kayla lansung menghubungi nomor Rangga.
Ita melotot tidak percaya, ternyata wanita cantik itu istri bos mereka.
"Hallooo... Mas, mas yang mesenin cake buat aku ya? " to the point Kayla.
........
"Oalah.... Kok mas tau aku ada ruangan ini.? " heran Kayla lagi.
.........
"Mmm.... Benarkah, sini gabung sama kami makan di sini." jawab Kayla lagi dengan wajah berbinar cerah.
.........
"Baiklah, aku tunggu." ucap Kayla menutup hpnya dengan senyum tak luntur dari bibirnya.
"Beneran suami loe, Kay? " tanya Renata.
"Hmmm.... " Angguk Kayla.
"Maaf Mbak, mbak istrinya pak Rangga, bos kami? " tanya Ita yang kepo.
"Bos....? " ucap Kayla memiringkan kepalanya, dia memang tidak tau apa pekerjaan suaminya, karena Kayla tidak ingin kepo, karena selama ini Nia bilang klau Rangga itu hanya pekerja serabutan, kerja tidak tetap.
"Iya, Pak Rangga pemilik cafe ini." ujar Ita lagi.
"Wowww..... Keren loe Kay, lepas dari buaya darat, ketemu sama bos cafe." sorak Renata.
Kayla hanya mendelik sebel, lalu kembali menatap Ita dan tersenyum manis.
"Makasih ya mbak." ucap Kayla yang belum mau menjawab pertanyaan Ita, takut saja mengakui itu, nama Ranggakan banyak, mana tau salah orang, tunggu saja nanti dia bertanya meminta kejelasan.
Ita yang paham hanya mengangguk, lalu mengundurkan diri dari ruangan itu dengan wajah berbinar cerah, ternyata wanita yang dia kagumi adalah istri bosnya.
Bersambung.....
semangat💪