Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11 Tidur di Hotel
Maaf ya adegan 21 ++ untuk bocil skip ya
Selesai makan aku di ajak ketemu papa di kantornya
" Masuk sini nak kalau Adit nakal bilang sama papa ya" kata papa.
" Siap pa" jawabku
" kamu siapkan diri mu tahun ajaran baru kamu kuliah saja biar papa yang biayain" kata papa
" Serius pa saya akan belajar untuk siapkan semua nya pa" jawab ku
" Kamu ingin ambil jurusan apa" tanya papa
" Ekonomi management pa" jawabku
" Ya nanti buat di bantu Adit buat cari campus dan lain lain nya dan sekarang kamu istirahat dulu nikmati saja yang ada" kata papa
" Ayo dek kita ke kamar "kata mas Adit sambil mengandengku aku di ajak keliling hotel dan bersatu dengan restoran mulai dari lobi kolam renang dan tempat bermain anak anak kemudian aku di bawa ke kamar dan di buka dengan mengecek kartu aku orang desa mana ngerti begituan
" Kamu istirahat di kamar mas kerja dulu" kata mas Adit kemudian dia meninggalkan aku di hotel dan aku tidur di dalam kamar sendirian
Aku bangun kulihat sudah jam empat sore aku mau sholat asar di mana kemudian aku telephon mas Adit kemudian ada yang mengetuk kamar ku teryata seorang yang memberikan mukena kepada ku aku pun sholat dan mencari arah kiblat di hp ku selesai sholat mas Adit datang. Ke kamar ku dia memberikan aku pakai ganti dan menyuruh aku mandi dan ganti baju
" Di dalam kamar nggak usah pakai hijab kan hanya ada mas" kata dia sambil menciumi aku
" Gimana badan nya sudah enak to" tanya dia
" iya sudah enakkan terima kasih sudah di bawa ke salon" kata ku
" Sudah kewajiban ku sebagai suami sayang" jawab dia sambil tersenyum
" Kamu wangi sayang dan semakin cantik saja" kata dia sambil menciumi aku dan kenapa aku suka dengan rayuan gombalnya dia menciumi bibirku sambil meremas buah dada ku
" Jangan ah ini mau magrib mas nanggung" jawabku yang tidak di filter dan mas Adit terkekeh
" Mas keluar dulu mau ambil makan malam buat kita sayang" kata dia sambil mencium keningku dan mengacak rambutku
Aku sholat magrib dan sekalian menunggu sholat isya aku buka sosial media dan biasa siapa tahu ada yng tanya tanya soal mobil dan teryata ada nuri yang nge chat aku tanya kabar ku dan dia bilang sudah pulang ke desanya membantu ibunya jualan sembako sedangkan bapak nya makelar mobil dan sepeda motor.
" Dek mas bawa makanan ayo mas suapin ya" kata mas Adit
" Ogah, aku makan sendiri saja" jawabku
Dia bawa makanan siap saji beef burger dan kentang goreng juga kebab dan aku pilih kebab yang banyak sayurnya dan juga makan kentang goreng dan minum kopi ice cream aku nggak tau apa namanya.
" Kalau sudah kenyang ganti baju ini pakai baju tidur besok bajunya di bawa pulang" kata dia sambil memberikan paper bag dan dia merokok di balkon
Aku ke kamar mandi ku buka baju pemberian mas adit dan hadeh baju kurang bahan di kasihkan gimana ini aku coba pakai dan ini mah bukan pakai baju tapi telanjang ada ada saja bikin malu ah akhirnya aku pakai wardrobe ah di luarnya biar nggak kelihatan terlalu seksi dan aku keluar dari kamar mandi dan naik ke tempat tidur badanku ku tutupi dengan selimut dan aku memejamkan kan mata tapi di sebelahku terdengar mas Adit naik ke kasur dan memelukku dari belakang
" Jangan pura pura tidur ayo kita bercinta sayang ini ngapain pakai wardrobe segala ayo di buka" kata dia sambil membuka wardrobe yang aku pakai
" kalau gini kamu seksi habis kulitmu lembut walau nggak putih wajah mu manis bikin mas ingin nambah badan mu keras rajin latihan karate" kata dia memuji ku. Aku terbang melayang karena rayuannya padahal aku benci dia membawa madu untuku tapi kenapa badan ku merespon sentuhan nya dan menikmatinya ini lah yang namanya munafik aku benci dengan tubuh ku yang menikmati sentuhan demi sentuhan yang dia lancarkan
" Balas dong ciuman mas sayang " kata dia aku pun membalas ciuman dia tangan nya sudah bergerilya di dadaku kemudian dia membuka kausnya
" Nih sentuh perut mas" sambil memegang tangan ku dan mengarahkan ke perut six pack nya dan tangan ku mulai menikmati dan menyetuh nya
" Terus ke bawah sayang itu kamu sentuh yang semalam bikin kamu kesakitan itu adek kecilnya mas kamu remas ya sayang" kata dia memberi arahan
" Bagus kamu nurut sama mas sayang kocok sayang lebih keras enak sayang" kata mas Adit dengan penuh gairah
Dia menciumku lagi di kening kemudian turun ke bibir dan dia melumat bibirku dengan lembut kemudian semakin lama semakin kasar dan semakin menuntut tangan nya mempermainkan choko chip ku kemudian dia menyesapnya aku menikmati permainannya Hem enak ternyata lanjut dia mencium dan menjilat leher dan dadaku dan aku pun mendesah seperti yang ku dengar di kamar mas Adit dengan Sarah ternyata gini ya padahal dulu aku dengar benci banget sekarang aku menikmatinya
" Hem adek habis perawatan enak banget wangi dan menggairahkan mas suka apalagi mis v adek kencang banget dan terasa mengigit" kata dia sedang kan aku hanya mendesah dengan teriakan enak mas enak teruskan dasar nafsu yang di pancing jadi berlebihan kan
" Siap ya sayang mas akan masukkan sakit sih tapi lama lama enak percaya deh nanti kita rasakan bersama" bisik dia di telingaku
Aku hanya mengganguk dan menikmati permainan mas Adit dan seperti menjadi candu dan jleb aku menjerit
" Aaauuuu sakit mas" jerit ku. mas Adit pun membungkam mulutku dengan ciuman maut nya kemudian dia diam
" Bentar lagi enak deh pasti adek ketagihan dan minta lagi sama mas" kata dia dengan tengilnya kemudian dia melanjutkan memompa senjata nya sampai keringat nya menetes dan aku menikmati di bawah kukungan nya kenapa dia kelihatan keren tidak buluk kaya biasanya dan aku pun menikmati permainan nya sampai mencapai puncaknya
" Kita keluarkan sama sama sayang" kata dia dan sekarang dia lemas dan terlentang di sebelah ku dan dia memeluk ku
" Terima kasih kemarin dapet perawan sekarang semakin enak lobang mu sayang pasti karena kamu rajin senam dan olahraga" kata dia
"Kamu bobok ya sini aku peluk nanti mas minta lagi sudah nggak sakit kan" tanya dia
" Perih sih mas " jawabku
" Perih perih enak kan sayang" kata dia sambil tersenyum dan aku pun tidur di dalam dekapan nya
Sekitar pukul dua belas aku bangun kebelet pipis aku mencari bajuku dan aku pakai daster kemudian aku pipis sambil meringis rasanya perih banget tapi kenapa ya sakit tapi kok nagih.
Bersambung............