NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Pada kehidupan sebelumnya Ashilla dipaksa menikah dengan seorang pria yang dikabarkan kejam dan diduga sadis namun secara tegas Ashilla melawan keinginan ayahnya itu sehingga ia malah dibebankan hutang yang sangat besar karna sudah dibesarkan oleh keluarga Clinton namun tidak membalas budi.

Bertahun-tahun kemudian saat ia hendak membayar hutang tersebut, ibu tirinya datang dan memaksanya untuk menanggung kesalahan atas putrinya yang menabrak seseorang saat mengendarai mobil dengan ugal-ugalan.

Saat itulah kehidupannya hancur, untungnya waktu kembali berputar pada hari dimana semua tragedi tersebut belum terjadi dan kali ini Ashilla bertekad untuk menikahi pria tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 7 - Dihampiri oleh Ken

Fania jelas tidak menyangka akan dibalas seterang itu.

Senyumnya membeku sesaat sebelum akhirnya kembali terpasang, kali ini sedikit kaku. “Aku hanya penasaran saja. Tuan Ken bukan orang yang mudah tertarik pada siapa pun.”

“Begitu ya?” Ashilla memiringkan kepala, tatapannya polos tapi tajam. “Kalau begitu, bukankah itu berarti aku cukup menarik?”

Wajah Fania semakin menegang.

Liliana segera menepuk punggung tangan putrinya, tertawa kecil seolah ingin meredakan suasana. “Anak-anak zaman sekarang memang pandai bicara. Nyonya Clinton, putrimu ini pintar sekali.”

Laura tersenyum tipis, tapi di dalam hatinya mulai gelisah. Ia tidak menyukai cara Ashilla yang menyiratkan permusuhan.

“Dia hanya bicara sembarangan,” kata Laura cepat.

"Ashilla, jangan kurang ajar," bisik Laura pada Ashilla.

Ashilla menunduk sedikit. “Maaf, aku hanya menjawab pertanyaan.”

Nada suaranya tetap sopan, tetapi tidak ada sedikit pun kesan takut.

“Tidak papa, aku hanya penasaran karna melihat Tuan Ken menatapmu dan kamu juga kebetulan menatap balik,” lanjut Fania dengan wajah tidak senang.

Bagaimanapun, keluarganya lah yang lebih dulu mendekati keluarga Adam agar Fania bisa menjadi menantu mereka. Melihat interaksi antara Ken dan Ashilla tentu membuat Fania tidak bisa diam.

“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau lakukan di sini. Mengapa kau berpura-pura tidak tahu apa-apa?”

Nada bicara Fania tajam, penuh kecurigaan. Jelas ia menduga Ashilla sudah lebih dulu dekat dengan Ken.

Sikap Fania yang kurang sopan memberi Laura kesempatan untuk membalas.

“Nyonya Hambert, apakah Anda tidak mengajarinya sopan santun? Bagaimanapun juga, bukankah ini pertemuan pertama kita?”

Nyonya Hambert langsung merasa malu. Ia takut Fania akan berbicara terlalu jauh dan justru mempermalukan diri mereka sendiri.

“Kalau ini tentang Ashilla, ia baru pulang beberapa hari lalu. Bahkan tadi pun datang terlambat. Bagaimana mungkin dia sudah mengenal Tuan Ken?”

Mendengar itu, Fania sedikit sadar bahwa Ashilla memang tampak tidak tahu apa-apa, dan ekspresinya sejak tadi juga terlihat tenang. Namun ia teringat kembali tatapan penasaran Ken sebelumnya, yang membuatnya kembali tidak bisa menahan diri untuk menyindir.

"Tidak apa-apa kalau Nyonya Clinton tidak mengajarimu,” kata Fania dingin. “Lagipula, dia bukan ibu kandungmu. Tapi apakah Ibu kandung mu tidak mengajarkan sopan santun padamu?"

Kali ini, alis Ashilla akhirnya mengerut.

Fania rupanya mendengar Laura mengatakan bahwa Ashilla baru saja dibawa kembali, dan karena Ashilla tidak berani menjawab ketika ditanya apakah ia kerabat, Fania pun mengira Ashilla adalah anak haram keluarga Clinton—anak dari seorang simpanan.

Tanpa disadari, ucapan itu justru membuat wajah Laura semakin muram.

Ashilla diam-diam merasa heran betapa kotornya mulut Fania.

Ashilla melirik wajah Laura dari sudut mata dan terkekeh dalam hati, 'Aku ingin membalas Fania, tapi wajah nenek lampir ini benar-benar lucu.. kalau begitu biarkan saja ah..'

Saat itu pula Ashilla menyadari bahwa Fania sedang menatap seseorang di belakangnya dengan wajah terkejut.

Ia pun refleks menoleh.

Dan benar saja—tokoh utama dalam pembicaraan mereka kini berdiri tak jauh di belakangnya.

Tak heran jika rumor tentang Ken yang kejam dan menakutkan begitu menyebar. Wajah pria itu memang memberi kesan dingin dan sulit didekati.

Ken tidak melakukan apa pun, hanya berdiri dengan ekspresi datar. Namun itu saja sudah cukup untuk memperkuat citranya sebagai sosok yang mengintimidasi.

Akan tetapi, karena tekad Ashilla untuk menikahi pria itu di kehidupan ini, jadi rasa takutnya perlahan menghilang.

'Lagipula, dulu aku pernah menghadapi preman-preman suruhan Laura dan ayah yang jauh lebih kejam.. ini tidak ada apa-apanya'

Maka setelah terdiam sejenak, Ashilla justru mengambil inisiatif.

“…Halo, saya Ashilla.”

Melihat Ashilla tidak menunjukkan rasa takut, ekspresi Ken sedikit melunak. Ia mengangguk singkat.

“Saya Ken.”

Suaranya rendah dan tenang, memberi kesan kokoh dan berwibawa. Meski tidak keras, kehadirannya langsung menjadi pusat perhatian di seluruh aula.

Hampir semua tamu melihat bagaimana Ethan mengangguk pada Ashilla dan benar-benar berbicara dengannya. Untuk sesaat, ruang perjamuan dipenuhi desahan kaget dan bisik-bisik tidak percaya.

Di kalangan kelas atas Beijing, semua orang tahu bahwa Ethan—putra kedua keluarga Adam—hampir tidak pernah berbicara di acara sosial.

Ia bukan tipe orang yang basa-basi atau berbincang ringan. Selain memberi instruksi singkat dalam urusan pekerjaan, ia nyaris tidak membuka mulut.

Karena sifatnya itu, ia bahkan dijuluki “Raja Neraka yang Hidup”.

Laura tampak terperangah, sementara Fania dan Nyonya Hambert justru mulai panik.

Tindakan Kem membuat rasa krisis di hati Fania semakin kuat, dan kebenciannya pada Ashilla pun bertambah.

Nyonya Hambert segera mendorong Fania pelan, memberi isyarat agar putrinya maju dan menunjukkan diri di hadapan Ethan.

Sejujurnya, Fania memang sudah siap menikahi Ken—meski bukan karena cinta, melainkan karena status, latar belakang, dan penampilannya yang sempurna.

Namun ketika benar-benar berdiri dekat dengan pria itu, Fania baru menyadari bahwa julukan “Raja Neraka yang Hidup” sama sekali tidak berlebihan.

Aura dingin Ken membuatnya gugup. Wajah yang tadinya ia anggap menarik kini justru membuatnya sulit bernapas.

Ia ingin maju, tetapi kakinya terasa berat.

Terlebih lagi, ia teringat ejekannya terhadap Ashilla tadi. Jika Ken mendengarnya, itu sama saja dengan mempermalukan keluarga Adam di jamuan mereka sendiri.

Dan itu adalah kesalahan fatal.

Seperti dugaan Fania, Ken sama sekali tidak melirik orang lain. Setelah memperkenalkan diri pada Ashilla, ia langsung berkata,

“Ibuku ingin bertemu denganmu.”

“Hah?”

Ashilla benar-benar terkejut. 'Secepat ini?… apa aku sudah menarik perhatiannya?'

1
Rossy Annabelle
ooh bahagianha hatiku 🥳melihat penderitaan orang lain/Facepalm/
Rossy Annabelle
next,,klo bs Doble up deh 😁tiap hari /Chuckle/
Rossy Annabelle: oke lah,, ditunggu karya lainnya mungkin.semngt 💪😁
total 2 replies
Rossy Annabelle
ditunggu next-nya😁
Lynn_: Ok kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!