NovelToon NovelToon
Setelah Dikhianati, Pewaris Rahasia Mencintaiku

Setelah Dikhianati, Pewaris Rahasia Mencintaiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Balas Dendam
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: dewisusanti

Pertemuan Emily Ainsley dan Alexander bermula dari sebuah insiden di atap, ketika Alexander menyelamatkannya yang hampir terjatuh dari atas gedung.

Namun alasan Emily berada di atap saat itu adalah pengkhianatan besar. Tunangannya, Liam, berselingkuh dengan saudara perempuannya sendiri. Dengan hati hancur, ia meninggalkan apartemen dan berjalan tanpa arah hingga menemukan Big Star Cafe.

Di sana, Tessa memberinya kesempatan bekerja sebagai barista berkat sertifikat yang ia miliki. Harapan baru mulai muncul, tetapi segera terguncang ketika kabar tentang kecelakaan neneknya datang.

Biaya operasi yang sangat mahal membuatnya terdesak. Ayahnya, Frank Ainsley, menolak membantu dan membiarkannya menghadapi kesulitan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangat Murah??

Keesokan harinya.

Hari Emily dimulai dengan sebuah pesan dari agen properti yang telah ia tunggu-tunggu.

"Nona Ainsley, akhirnya ada seseorang yang menerima penawaranmu. Silahkan hubungi saya setelah kau membaca ini. Mereka ingin menandatangani kontrak hari ini."

Jantungnya berdebar saat membaca pesan itu. Ketika ia melihat waktu, pesan tersebut masuk ke kotak masuknya tadi malam pukul 11, yang membuatnya terkejut.

Ia khawatir pemilik rumah yang menerima harganya akan membatalkan kesepakatan.

Emily segera menelepon agen properti itu untuk memastikan bahwa pemilik tidak membatalkan kesepakatan atau tidak ada orang lain yang merebut rumah masa depannya.

"Tuan Davis, ini Emily. Maaf menelepon sepagi ini. Aku benar-benar minta maaf," katanya, lupa memberi salam.

"Nona Ainsley, syukurlah kau akhirnya menelepon," nada panik dari seberang sana terdengar jelas, membuat Emily merasa semakin tidak enak karena meneleponnya.

"Maaf, Tuan Davis. Aku baru membaca pesanmu sekarang. Aku harap rumahnya masih tersedia. Ya Tuhan, ini kesempatan terakhirku untuk punya atap tempat tinggal dan tidur. Apakah rumahnya masih tersedia untukku?" gumam Emily sebelum akhirnya bertanya, tak mampu menyembunyikan rasa penasaran dan khawatirnya.

"Ya, masih. Bisakah kau datang ke alamat rumahnya pagi ini? Pemiliknya ingin penyewa baru segera menandatangani perjanjian sewa karena ia harus terbang ke luar negeri siang ini."

"Ya, bisa. Tentu saja bisa, Pak..." jawab Emily dengan tergesa.

Ini adalah kemenangan besar baginya. Ia tidak pernah menyangka seseorang akan menerima tawarannya yang jauh di bawah harga pasar secepat ini. Ini benar-benar di luar imajinasinya.

Ia mengira Davis akan memintanya menaikkan harga, tetapi keberuntungan tampaknya akhirnya berpihak padanya.

"Akhirnya, ada juga yang mau menerima dengan harga segitu, ya!" Ia menahan senyum.

"Baik, aku akan mengirimkan alamat rumahnya. Tolong jangan terlambat. Kau harus sudah di alamat itu pukul sembilan. Pemilik rumah akan menemuimu di sana..." jelas Davis.

"Baik, Tuan. Aku akan tiba sebelum pukul sembilan. Aku menghargai bantuanmu, Tuan Davis."

Emily bersyukur ia tidak perlu pergi ke kafe pagi ini, karena ia akan bekerja pada shift kedua. Pagi ini, ia sebenarnya berencana mengunjungi agen properti lain yang jauh dari area tempat tinggalnya sekarang untuk mencari apartemen sewa murah.

Ia melirik jam tangannya, ia masih punya empat puluh lima menit sebelum pukul sembilan untuk bersiap.

Dengan mengenakan jeans dan kemeja putih, Emily duduk di sofa, menatap ponselnya dan menunggu pesan dari Davis.

Tak lama kemudian, ia akhirnya mendengar suara getaran di atas meja. Dengan tergesa-gesa, ia memeriksa ponselnya dan menemukan pesan dari Davis berisi alamat.

Saat membaca alamat rumah tersebut, Emily merasa bingung. Ia tidak mengenal daerah itu. Meski begitu, ia meninggalkan 3Flower sambil memasukkan alamat tersebut ke aplikasi Gmap di ponselnya.

Namun, ketika peta menunjukkan arah, ia terkejut mengetahui bahwa alamat itu tidak jauh dari lokasinya sekarang. Ia hanya perlu berjalan lima menit ke bukit di belakang gedung.

"Tunggu! Tempat ini kawasan perumahan, bukan kompleks apartemen..." Ia terkejut ketika akhirnya berjalan menuju bukit itu.

Ia tidak melihat apartemen tinggi, toko, atau kafe. Sebaliknya, ia melihat jalanan sepi dengan jalan berpaving indah. Hanya sedikit mobil yang lewat, dan jarak antar rumah cukup jauh. Area itu tampak seperti kompleks rumah orang-orang kaya.

"Ini penipuan. Mana mungkin seseorang menyewakan rumah besar di tempat seperti ini dengan harga murah?" gumam Emily sambil terus berjalan mengikuti petunjuk di Gmap.

Namun, semakin dekat ia ke alamat tujuan, semakin curiga ia. Dengan tergesa-gesa, ia mengirim pesan kepada Davis untuk meyakinkan dirinya bahwa ia tidak salah mengirim alamat.

"Tuan Davis, apakah kau yakin mengirim alamat yang benar?" Setelah mengirim pesan itu, ia kembali melihat sekeliling. Akhirnya, ia berhenti ketika Gmap menunjukkan bahwa ia telah tiba di tujuan.

Ponselnya bergetar, dan ia membaca pesan lain dari Davis, “Ya, itu memang alamat yang benar."

Sekali lagi membaca pesan Davis, ia khawatir ini mungkin penipuan. Tetapi kemudian ia ingat bahwa ia mencari rumah melalui agen properti nomor satu di negara ini—ia segera menepis keraguannya.

"Mereka tidak mungkin merusak reputasi mereka dengan menipuku, kan?" pikirnya.

Sebelum Emily sempat membalas pesan Davis, panggilan masuk dari Davis membuatnya terkejut. Ia segera mengangkatnya.

"Ada apa, Nona Ainsley? Kau tidak jadi menyewa rumahnya sekarang?" tanya Davis.

"Tidak! Tidak. Tentu saja aku mau menyewanya! Aku khawatir pemilik rumah salah melihat penawaranku. Aku tahu penawaranku sangat rendah, dan aku sudah menyiapkan diri secara mental untuk ditolak." Ia memutar bola matanya dan tersenyum mendengar ucapannya sendiri. Akan sangat lucu jika itu benar-benar terjadi.

Davis terkekeh mendengar kata-kata Emily. Mengetahui kekhawatirannya, ia menjelaskan dengan tenang, "Nona Ainsley, tenanglah. Maaf jika ada kesalahpahaman. Itu bukan untuk seluruh rumah. Kau tidak akan mendapatkan seluruh rumah dengan harga segitu, itu gila jika benar! Harga itu untuk kamar kecil di rooftop."

Emily hampir tersandung mendengar penjelasan Davis. Pantas saja pemilik menerima tawarannya. Ternyata itu hanya untuk kamar kecil.

Setelah percakapan singkatnya dengan Davis berakhir, ia memastikan kembali alamat tersebut.

Ia melihat peta di ponselnya dan memastikan ia sudah tiba, tetapi ia tidak melihat rumah, hanya pohon rindang di dekat lokasi dan sebuah gerbang tinggi berwarna hijau yang tampak menyatu dengan pagar setinggi dua meter yang ditutupi tanaman rambat di depannya.

"Apakah Gmap salah? Kenapa tempat ini terlihat kosong?"

Sebelum Emily sempat menelepon Davis, suara pintu terbuka menarik perhatiannya. Ia mendongak dan melihat sebuah pintu kecil di samping gerbang besar itu terbuka, dan seorang pria mengenakan kacamata berbingkai perak serta setelan abu-abu rapi muncul.

"Nona Emily Ainsley?" pria itu menyapanya. "Kau yang ingin menyewa kamar rooftop, bukan?"

1
Uba Muhammad Al-varo
tunggu dulu Emily sebelum kamu ngasih ke Liam, selidiki dulu siapa orangnya yang membayar biaya rumah sakit neneknya
Yuli Yulianti
aduh emely kamu tu ya coba langsung krmh sakit siapa yg membayar ini malah langsung ngira Liam yg byr
lyani
atuhh tanya dl k RS em..
vaukah
up tor
july
good
Afifah Ghaliyati
kenapa kok pikirannya ke lima sihh, aduhhh
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker: ok kaak
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Emily jangan gegabah menerkanya, sekarang selidiki dulu siapa orangnya yang membayar biaya nenek di rumah sakit, jangan sampai kau terjebak oleh Julian
Uba Muhammad Al-varo: maksudnya bukan Julian tetapi Liam si pecundang
total 1 replies
Yuli Yulianti
semoga rmh sakit memberitahu siapa membayar yg penting bkn nm penghianat
mery harwati
Padahal yang bayar tagihan RS adalah Alexander melalui Ryan sang asisten 😀
Enak banget Liam yang makan nangkanya, sedangkan Alexander yang kena getahnya
Emily harus tau bukan Liam yang bayar tagihan RS neneknya
lyani
nah bener
Dwi Winarni Wina
Liam mengancam Emily menyakiti neneknya tidak mau menolongnya, Emily sudah sakit hati dan kecewa sama Liam...
amida
hadir torr
kakdew12: bab terbarunya sudah di up yaa
semangat terus bacanya
total 1 replies
Stevanus1278
lanjut terus ya kak, jangan lupa up yang rajin
kakdew12: bab terbarunya sudah di up yaa
semangat terus bacanya
total 1 replies
Rahmawati
Alexander terdiam tak berkata-kata pas liat rumah Emily, dia kaget Emily tinggal di rumahnya
kakdew12: bab terbarunya sudah di up yaa
semangat terus bacanya
total 1 replies
Muft Smoker
astagaaa Emily tinggal di kandang macan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker: ok kak
total 2 replies
Muft Smoker
Alexander si dewa penolong ny emi ,,
dy seperti tau kpn emi dlm suasana hati yg buruk
Afifah Ghaliyati
semua kejutan dari awal sampe akhir ternyata karena Alexander yang merencanakan semuanya buat Emily, padahal Emily berpikir cuma kebetulan
kakdew12: bab terbarunya sudah di up yaa
semangat terus bacanya
total 1 replies
Afifah Ghaliyati
Emily mulai merasa nyaman sama Alexander tapi takut jatuh cinta lagi setelah sakit hati sama Liam, semoga dia bisa terbuka lagi nanti!
Afifah Ghaliyati
Alexander selalu muncul tepat waktu buat bantu Emily, semoga kali ini mereka bisa lebih dekat dan saling mengenal satu sama lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!