Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. melihat kontrakan Tiara
mereka bertiga tempat duduk sejajar dan menikmati makanan mereka.
"guys, setelah makan siang, kita jalan-jalan ke mall yuk. Aku ingin mencari barang elektronik." tutur Tiara.
"boleh boleh.. "
"memangnya kamu nggak capek au ?" tanya Tiara.
"ya enggak lah. Kan ada kalian berdua yang membantu aku." jawab Aulia.
"baguslah kalau begitu. oh ya kawan.. kalau beli sepeda motor baru, harganya berapa ya ?" tiba-tiba Nova bertanya tentang sepeda motor baru. mendengar itu Aulia menatap temannya.
"memangnya kenapa nov..? kamu berencana untuk beli motor ? kamu jangan boros-boros. kalau ada uang manfaatkan dengan baik." tutur Aulia. Aulia berkata begitu Bukan tidak mendukung temannya, tetapi Aulia yang paham bagaimana kehidupan Nova setiap harinya.
"aku tau au. makanya aku tanya. Karena setelah beli motor nanti, aku berencana buka usaha." tutur Nova yang membuat Aulia menatap bingung ke arahnya. sementara Tiara yang masih belum tahu kehidupan Nova seperti apa memilih untuk diam saja.
"kamu serius..?" tanya Aulia. Nova menganggukkan kepalanya. mereka mengobrol ringan sambil menikmati makanan mereka.
"serius dong! nanti aku bakal libatin kamu juga untuk bantuin aku. ya itupun kalau kamu nggak keberatan.." mata Aulia langsung berbinar-binar.
"hoki banget kamu ya!! giliran aku sudah nggak tinggal sama kamu lagi, kamu langsung mendapatkan untung. bagus bagus!! kalau kamu memang berniat seperti itu, aku pasti dukung kok tenang aja.!!" tutur Aulia.
ketiganya pun langsung tertawa.
"jadi? kamu ingin tahu berapa harga motor baru..?" tanya Tiara. Nova pun langsung menganggukkan kepalanya.
"harga motor baru itu kisaran 19 sampai 20 juta. tapi nggak tahu lah ya sekarang. terus nanti, 3 hari dealernya baru ngantarin motornya ke tempat kita." tutur Tiara. Nova pun mengganggu-anggukkan kepalanya.
"boleh-boleh!! Nanti kapan-kapan kalian berdua temenin aku cari motor ya." ujar Nova.
"kalau sempat boleh hari ini juga kok nov! lagian, kita nggak lama-lama di mall. kita nggak pergi main, cuman pergi beli kebutuhan aja. tapi kapan-kapan kita main bertiga ya.." tutur Tiara lagi. Aulia tersenyum.
"oke oke.. nanti kita main bertiga."
mereka bertiga pun tanpa kompak dan mengobrol ringan seputar kehidupan perkosan mereka. tampak ketiganya benar-benar telah akrab, padahal Tiara dan Nova baru saja bertemu.
tapi Nova sendiri bisa merasakan, kalau Tiara adalah anak yang baik dan lembut. berbeda dengan Aulia, Aulia memang anak yang baik tapi Aulia tidak lembut. Aulia anaknya suka blak-blakan, tapi Aulia penuh dengan nasehat bijak.
sementara dirinya sendiri ? Iya dia tidak tahu bagaimana karakternya. yang pasti, dia mau berteman dengan siapapun. asalkan teman-temannya itu bukan teman-teman yang merugikan dirinya. seperti mengajaknya ke tempat atau ke jalan yang menyimpang.
setelah selesai makan siang dan beristirahat sejenak, Mereka pun langsung bergegas menuju kontrakan Tiara. katanya, mereka akan pergi ke sana dengan menggunakan mobil saja.
Nova yang mendengar itu langsung menebak, mungkinkah Tiara ini adalah anak orang kaya ? pikirnya.
"ayo naik!! kita tertik aja. lagi pula nggak lewat jalan Raya kok." tutur Aulia. sebenarnya, Tiara sendiri berniat untuk memesan ojek online.
"yakin nggak papa au..? aku pesan ojek online aja." tutur Tiara.
"nggak apa-apa!! emangnya seberapa berat Kalian sih!! badan sudah kayak triplek kok, sok-sokan nggak mau tarik 3." judes Aulia. Tiara dan Nova yang mendengar itu langsung terkekeh.
"mulutmu pedas banget kalau ngomong!! emangnya kamu juga gendut, baru angin kencang saja kamu sudah melayang ini." tutur Nova sambil memegang pinggang temannya itu. Aulia yang merasa geli pun langsung tertawa.
"jangan macam-macam ya nov!! geli!!" serunya membuat Tiara dan Nova pun ikut tertawa.
"ayo buruan naik!!" seru Aulia lagi.
"Oke deh kalau begitu!!" akhirnya Tiara tak sungkan lagi, dia pun langsung naik dan di tengah-tengah mereka ada Nova.
setelah naik, Aulia pun langsung melajukan motornya menuju jasa Sudirman, di mana yang ngontrak di sana adalah anak-anak orang berpunya. Nova yang tidak tahu dengan keberadaan kompleks itu tentu saja tidak mempermasalahkannya.
sekitar 5 menit mereka berjalan dengan menggunakan sepeda motor, akhirnya mereka sampai juga di kompleks kontrakan yang tampak rapi dan cantik itu.
mereka Langsung memarkirkan motor di depan kontrakan Tiara. Tiara pun langsung turun dan disusul dengan Nova.
"kompleks kontrakan ini kok terlihat mewah ya..? berapa perbulannya au..?" bisik Nova ke telinga temannya itu.
"uang bulanannya 2 juta sampai 3 juta per bulan." jawab Aulia dengan sedikit berbisik.
Nova yang mendengar uang sewa rumah tersebut langsung membulatkan matanya.
"gila!! bisa makan 2 bulan itu!!"
"Ya wajar! komplek di sini aman dan nyaman, terus tadi kan di depan itu ada gerbang yang di jalan sama satpam. itu penjagaannya 24 jam loh. dan tidak boleh ada orang yang sembarang masuk. tadi kita boleh masuk, karena ada Aulia. makanya kita bisa sampai di kontrakannya." Nova yang mendengar itu mengganggu anggukan kepalanya.
"terus di dalamnya juga sudah terisi penuh. jadi kita cuma datang itu bawa baju, magic com sama tabung gas. selebihnya sudah disiapin di sini." jelas Aulia.
"ayo masuk dulu!!" seru Tiara yang sudah membukakan pintu dari tadi.
"oh iya iya!! kami datang." jawab Aulia. keduanya pun langsung bergegas mendekat. Nova mengalihkan pandangannya ke sana kemari untuk melihat kondisi kontrakan di sini.
"Kalian ngapain aja sih di luar! dari tadi dibukain pintu." omel Tiara. bukan marah tapi hanya sebuah candaan saja.
"kami sedang tanya-tanya!! mana tahu ada budget bisa ngontrak di sini juga.!" tutur Nova membuat Aulia terkekeh.
"oh!! nggak perlu tanya lagi, kalau mau langsung pindah aja. di sebelah sana masih ada kontrakan kosong kok. nggak mahal, cuma 2 juta perbulannya. kalau kita ngambil yang dua kamar, itu sewa perbulannya 3 juta perbulan." jelas Tiara. Nova pun mengganggu anggukkan kepalanya mengerti.
saat mereka masuk ke dalam, Mereka melihat kalau ruang tamu ini beneran cukup luas. bahkan ada satu unit sofa di sana. ada juga beberapa printilan di tempat itu.
Tiara pun mengundang teman-temannya masuk ke dalam kamarnya. dan di dalam kamarnya Mereka melihat, kalau kamar itu memang cukup luas dan nyaman.
tak hanya ke kamarnya, mereka juga lari ke kamar mandi, dan juga ke dapur. di bagian halaman belakang pun turut mereka intip. wajar kalau uang perbulannya itu rp2.000.000, kontrakannya sebersih dan senyaman ini. dan bahkan segala sesuatunya sudah dipertimbangkan.
lihat saja bagian belakang, di sana ada mesin cuci dengan tempat menjemur pakaian yang cukup luas. kalau kita memiliki banyak yang mau dijemur, tidak perlu khawatir tidak muat atau berdempet-dempetan dengan yang lain.