NovelToon NovelToon
Pengantin Genderuwo

Pengantin Genderuwo

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dunia Lain / Suami Hantu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Me Tha

Mirasih gadis yatim piatu yang di tinggal orang tuanya karena kecelakaan, di adopsi Pamannya.Tapi di balik kebaikan semu pamanya,ternyata semua harta ayah ibu nya di ambil semua ,dia dijadikan pembantu,kerap di siksa dan di pukuli hingga di jadikan tumbal pesugihan nya kepada genderuwo.Hanya secercah harapan kepada Aditya yang membuatnya kuat dan sabar menghadapi semuanya.. Apakah Aditya jujur dan setia janjinya kepada Mirasih?Sampai kapanpah Mirasih menjadi pengantin Ki Ageng sang Genderuwo itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota yang Terenggut

​Angin di hutan larangan itu mendadak berhenti berdesir, menyisakan kesunyian yang lebih mengerikan daripada suara badai. Di bawah pohon randu alas yang menjulang seperti raksasa hitam, Mirasih merasa dunia di sekelilingnya mulai memudar. Asap kemenyan dari tungku Mbah Garmo bergulung-gulung, menciptakan tirai putih yang memisahkan dirinya dengan Paman Broto dan Bibi Sumi. Ia melihat bayangan paman dan bibinya semakin mengecil, menjauh, hingga akhirnya menghilang ditelan kegelapan pekat.

​Kini, di lingkaran kain putih itu, hanya ada dia dan mahluk raksasa bermata merah tersebut.

​Mirasih ingin menjerit, namun suaranya seolah terperangkap di kerongkongan yang kering. Tubuhnya kaku, lumpuh oleh rasa takut yang luar biasa. Tiba-tiba, bayangan hitam besar setinggi tiga meter itu mulai menyusut. Cahaya merah dari matanya meredup, berganti dengan pendar kebiruan yang aneh. Dalam hitungan detik, sosok berbulu lebat itu berubah wujud.

​Di depan Mirasih, kini berdiri seorang laki-laki. Ia tampak seperti bangsawan dari zaman kuno, mengenakan jarik parang rusak dan dada telanjang yang bidang. Wajahnya sangat tampan—rahangnya tegas, hidungnya mancung, dan rambutnya hitam legam terurai hingga bahu. Namun, ketampanan itu tidak memberikan rasa nyaman. Ada aura dingin yang memancar dari kulitnya yang pucat, dan matanya, meski kini berbentuk mata manusia, tetap menyiratkan kekosongan yang purba dan liar.

​"Jangan takut, Istriku..." suara itu terdengar berat, bergema bukan di telinga, melainkan langsung di dasar sukma Mirasih.

​Laki-laki jelmaan Ki Ageng Gumboro itu melangkah mendekat. Setiap langkahnya membuat tanah yang dipijak terasa bergetar halus. Ia berlutut di depan Mirasih yang masih bersila dengan tubuh gemetar hebat. Tangan laki-laki itu terangkat, jemarinya yang panjang dan dingin membelai pipi Mirasih yang basah oleh air mata.

​"Kulitmu halus... aromamu seperti kembang yang baru mekar," bisiknya.

​Mirasih mencoba memalingkan wajah, namun tangan itu mencengkeram dagunya dengan kuat. Kekuatan mahluk ini tidak sebanding dengan manusia biasa. Meski wujudnya tampak seperti pemuda tampan, tenaganya tetaplah tenaga raksasa hutan yang tak terkendali.

​"Paman... tolong..." rintih Mirasih lirih, berharap pamannya masih ada di dekat sana. Namun yang ia dengar hanyalah suara tawa lirih dari kegelapan jauh, suara Mbah Garmo yang menandakan bahwa upacara penyerahan telah tuntas.

​Tanpa peringatan, Ki Ageng Gumboro menarik tubuh Mirasih ke dalam dekapannya. Dekapan itu terasa seperti dihimpit oleh batang pohon jati yang besar—keras, dingin, dan menyesakkan. Ia mulai menciumi leher Mirasih dengan kasar. Aroma melati yang tadi dipakaikan Bibi Sumi kini bercampur dengan bau tanah basah yang kuat dari tubuh sang mahluk.

​Mirasih merasakan kebaya hitamnya ditarik paksa. Suara kain robek terdengar nyaring di tengah kesunyian hutan, merobek pula sisa-sisa harga diri yang ia miliki. Ia mencoba mendorong dada bidang itu, namun tangannya justru dicengkeram dan dikunci di atas kepala dengan satu tangan saja.

​"Sakit... kumohon, berhenti..." tangis Mirasih pecah.

​Mahluk itu tidak peduli. Hasratnya yang telah terpendam selama ratusan tahun meledak begitu menyentuh kulit suci sang perawan. Dalam dunia ghaib, rasa sakit manusia adalah energi yang membangkitkan gairah mereka. Ki Ageng Gumboro mulai menguasai tubuh Mirasih dengan cara yang sangat primitif.

​Meskipun ia berwujud manusia, ukuran dan kekuatan aslinya sebagai Genderuwo tidak bisa disembunyikan dalam penyatuan itu. Mirasih merasa tubuhnya seolah akan terbelah. Rasa perih yang amat sangat menjalar ke seluruh sarafnya saat mahluk itu mengambil mahkotanya secara paksa. Tidak ada kelembutan, tidak ada kasih sayang. Yang ada hanyalah penaklukan seorang penguasa terhadap jajahannya.

​Mirasih memejamkan mata rapat-rapat, menggigit bibirnya hingga berdarah agar tidak menjerit lebih keras. Ia teringat janji Aditya di bawah pohon randu desa. “Aku akan menjemputmu, Mir...” Bayangan wajah Aditya yang tersenyum kini terasa seperti belati yang menusuk jantungnya. Ia merasa telah mengkhianati cinta suci mereka. Ia merasa kotor, ternoda oleh sesuatu yang bahkan bukan dari dunia ini.

​Mahluk itu terus bergerak dengan ritme yang buas. Setiap sentuhannya meninggalkan bekas lebam yang aneh—bukan lebam biru biasa, melainkan tanda keunguan yang seolah terbakar. Ki Ageng Gumboro mengerang, suara erangan yang lebih mirip dengan suara macan yang sedang memangsa buruannya.

​Mirasih merasa energinya perlahan-lahan tersedot keluar. Kepalanya terasa ringan, pandangannya mulai kabur. Di tengah rasa sakit yang mendera berkali-kali, ia melihat kilatan-kilatan bayangan masa lalu—saat ia masih kecil, saat Ayah membelikannya boneka, saat Ibu menyisir rambutnya. Kenangan-kenangan itu seolah menjadi benteng terakhir agar jiwanya tidak sepenuhnya hancur.

​"Kau adalah milikku sekarang, Mirasih," bisik laki-laki tampan itu di telinganya, namun kali ini suaranya berubah menjadi geraman mahluk berbulu. "Sampai napasmu berhenti, kau adalah tempatku pulang."

​Penyiksaan berbalut ritual itu berlangsung sangat lama. Setiap kali Mirasih mengira mahluk itu sudah selesai, Ki Ageng Gumboro kembali membangkitkan hasratnya yang tak kunjung padam. Bagi sang Genderuwo, Mirasih bukan hanya istri, tapi juga sumber kekuatan baru. Darah suci yang tumpah malam itu adalah pengikat kontrak yang tak mungkin diputuskan oleh manusia biasa.

​Mirasih hanya bisa pasrah, membiarkan tubuhnya digerakkan sesuka hati oleh mahluk tersebut. Ia merasa seperti boneka kayu yang dipatahkan berulang kali lalu disambung kembali hanya untuk dipatahkan lagi. Kesadarannya mulai hilang dan timbul. Kadang ia melihat wajah tampan pria itu, namun di detik lain ia melihat wajah asli sang mahluk yang menyeramkan dengan taring tajam mengintip dari balik bibirnya.

​Menjelang fajar, saat ayam hutan mulai berkokok pertama kali, mahluk itu akhirnya melepaskan dekapannya. Ia menatap Mirasih yang tergeletak lemas di atas kain putih yang kini berlumuran noda merah. Wajah Mirasih pucat pasi, matanya kosong menatap dahan-dahan pohon di atasnya.

​Laki-laki tampan itu membelai rambut Mirasih yang berantakan dengan lembut, sebuah kelembutan yang muncul setelah kepuasan yang brutal. "Tidurlah, Istriku. Aku akan menagih hakku lagi di Selasa depan."

​Sosok pria tampan itu perlahan memudar, kembali menjadi asap hitam yang menyatu dengan kabut hutan. Suhu udara yang panas mendadak berubah menjadi sangat dingin, menusuk hingga ke tulang sumsum Mirasih yang nyaris telanjang.

​Di kejauhan, terdengar langkah kaki yang terburu-buru mendekat. Itu adalah Paman Broto, Bibi Sumi, dan Mbah Garmo. Mereka tidak menanyakan keadaan Mirasih. Mereka tidak peduli apakah Mirasih masih bisa berjalan atau tidak.

​Mata mereka langsung tertuju pada bantal kayu kecil tempat kepala Mirasih tadi bersandar. Di sana, di balik kain putih, tampak sesuatu yang berkilauan tertimpa cahaya obor.

​"Emas!" teriak Bibi Sumi histeris, langsung menerjang maju.

​Di bawah kepala Mirasih, berserakan kepingan koin emas murni dan dua buah bongkahan batu merah delima yang sangat besar. Paman Broto langsung meraup kepingan-kepingan itu dengan tangan gemetar.

​"Kita kaya, Bu! Kita kaya! Hutang Jono bisa kita bayar sepuluh kali lipat!" seru Broto dengan tawa yang mengerikan.

​Mirasih mencoba bangkit, namun tubuhnya terlalu lemah. Ia terjatuh kembali ke tanah yang lembap. Ia melihat paman dan bibinya tertawa kegirangan sambil menghitung kepingan emas di atas penderitaannya. Tidak ada satu pun dari mereka yang menawarkan kain untuk menutupi tubuhnya yang sobek-sobek. Tidak ada satu pun yang bertanya apakah dia kesakitan.

​"Ayo, angkat dia!" perintah Mbah Garmo dingin. "Bawa dia pulang. Bersihkan dia. Jangan sampai dia terlihat seperti ini di depan orang desa. Ingat, harta ini akan terus mengalir asalkan kalian menjaga 'wadah'-nya dengan baik."

​Bibi Sumi akhirnya mendekat, tapi bukan untuk memeluk. Ia hanya melemparkan kain jarik ke arah Mirasih. "Ayo cepat bangun, Mir. Jangan manja. Kamu lihat kan? Kamu sudah jadi pahlawan keluarga. Sekarang ayo pulang, sebelum ada orang lihat."

​Mirasih menangis tanpa suara. Air matanya mengalir di atas tanah hutan larangan, menyatu dengan darah dan janji yang telah terenggut. Ia pulang dengan tubuh yang hancur dan jiwa yang sudah mulai tertutup kegelapan, membawa beban sebagai pengantin mahluk ghaib yang akan mengejarnya di setiap malam Selasa yang dingin.

​Di pergelangan tangannya, gelang tali hitam dari Aditya sudah putus, hilang entah di mana saat ritual brutal tadi berlangsung. Harapannya pun ikut putus bersama gelang itu.

1
☠ 🍒⃞⃟🦅 SULLY
kelamaan kamu mnjadi bodoh Mirasih ,
apa pasrah bgtu saja hidupmu
di permainankan paman bibi mu ??
sia sia pengorbanan orangtua mu selama hidup
bangkit donk
balas perbuatan busuk mereka
Halwah 4g: ashiapppppppppp kaa...lagi pasang kuda-kuda dia..masih bucin akut dulu 🤭
total 1 replies
☠ 🍒⃞⃟🦅 SULLY
hukuman yang seperti apa akan di terima Broto dan Sumi
manusia busukk
Asphia fia
mampir
Halwah 4g: trimksih kaa 😍
total 1 replies
Evi Anjani
mampir🥰
Halwah 4g: terima ksih kka cantikkkkkk 😍
total 1 replies
Amiera Syaqilla
pengantinnya seram tapi kok juga cantik banget sih😅
Halwah 4g: iya ka🤭 biar gek jlek2 bnget
total 1 replies
Bp. Juenk
sadis amat thor sama gendruwo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!