NovelToon NovelToon
Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Teen
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.

Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.

Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.

ia merasa dilema!!!

Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?

Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?

••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••

☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.

●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Pulang Sekolah Bersama

Tidak menunggu lama bel tanda masuk kelas berbunyi, semua siswa-siswi kembali kekelas masing-masing.

Waktu pulang sekolah, Inara mengabari Kenzo terlebih dahulu melalui chat.

"Bang Ken, aku sudah pulang sekolah tetapi aku menemani Aira keklub seni lebih dahulu?." Bunyi chat Inara kepada Kenzo.

Ting! Ponsel inara berbunyi ia dapat balasan dari Kenzo!

"Pergilah, aku menunggumu diparkiran." Balas Kenzo ia mengabari akan menunggu Inara diparkiran.

Kawan-kawan Inara yang dari tadi menunggu Inara belum juga keluar dari kelasnya.

"Jadi tidak keklub seni hari ini?." Kata Aira berteriak dari luar.

"Iya, tunggu sebentar aku keluar." Ucap Inara lalu ia membawa tasnya keluar, setelah sampai diluar ia cengengesan lalu minta maaf!.

"Maaf, membuat kalian menunggu." Ucap Inara lalu ia merangkul tangan Kawan-kawan masing-masing, setelah itu ia mengajak berjalan, dia ditengah-tengah dan Naura Aira berada disisi kiri kanan.

"Besok aku bawakan camilan buatan bundaku!." Ucap Inara lagi, Namun Aira dan Naura masih diam.

"Kalau diam berarti tidak setuju, tidak jadi ah aku bawakan, karena percuma saja karena kalian juga tidak ingin." Ucapnya lagi dengan pelan.

"Eh jadi dong, jangan lupa bawa besok!, camilan bunda Dewi sangat enak,"ucap Naura dengan cepat ia takut Inara berubah pikiran.

"Tidak marah lagi." Ucap inara sambil tersenyum, lalu ia melanjutkan langkahnya dan melepaskan rangkulan ditangan Naura dan Aira.

"Kami tidak marah hanya kesal padamu, setiap pergi selalu aja lapor kepada Kenzo, nanti kalau dia punya pacar apa kamu masih melapor kegiatanmu padanya." Ucap Aira dengan santai, ia tidak sadar ada perubahan diraut wajah Inara.

Inara menghentikan laangkahnya, ia sedikit cemas mendengar ucapan Aira, kata-kata Aira terlalu terngiang-ngiang dibenaknya.

"Punya pacar!." Gumamnya ia meremas roknya karena menahan cemas dan takut, ia takut bagaimana ucapan Aira terbukti Kenzo memiliki pacar apa yang harus dia lakukan.

"Nara mengapa berhenti!." Ucap Aira lalu ia melihat kebelakang melihat Inara berhenti sambil menundukkan kepalanya.

Inara menenangkan dirinya, supaya tidak terbawa emosi, lalu ia tersenyum melihat dan memandang kedua sahabatnya.

"Aku tadi tidak sengaja menginjak sesuatu, ayo lanjut jalan!." Ucap Inara lalu ia berjalan duluan menuju klub seni.

Karena kurang fokus ia melewati ruangan klub seni, Naura memegang tangannya untuk menghentikan langkahnya.

"Ada apa denganmu, disini ruangannya jadi kamu mau kemana?." Ucap Naura sambil memperhatikan Inara yang dari tadi kurang bicara.

"Oh ya, aku lupa hanya beberapa hari saja libur aku sudah lupa ruangan seni." Ucap Inara sambil menepuk keningnya.

Tidak lama setelah itu inara selesai mendaftar, sebelum mengisi formulir ia memberitahu kondisinya bahwa dia mengikuti dua ekstrakurikuler, jadi ia tidak bisa hadir setiap hari.

Pengelola klub seni menyetujuinya, karena diklubnya tidak ada yang berbakat seperti Inara, jadi ia membuat pengecualian kepada Inara boleh datang kapanpun dia mau.

Inara sangat senang, lalu ia mengisi formulir pendaftaran tersebut tanpa beban lagi.

Tidak lama setelah itu mereka keluar dari ruangan seni, dan menuju kearah parkiran, karena kenzo menunggu disana.

"Apa kenzo masih menunggumu?" Tanya Aira kepada Inara.

"Sepertinya iya!, kalau pun dia tidak menunggu juga tidak apa-apa, lagian kita memang lama diruang seni." Ucap Inara sedikit pelan, dalam hati dia sangat berharap Kenzo menunggunya.

Mereka bertiga melanjutkan langkahnya menuju parkiran, tiba-tiba seorang memanggilnya.

"Nara disini!." Ucap Kenzo saat melihat Inara ia memanggilnya dengan keras, Inara melihat kearah suara, lalu terbit senyuman dibibirnya.

"Bang Ken, kamu masih disini! Aku kira kamu sudah pergi." Ucap Inara sambil tersenyum manis.

"Tentu, aku sudah janji menunggumu, apakah urusanmu sudah selesai, ayok naik!" Ucap Kenzo sambil memasangkan helm dikepala Inara.

Deg!.

"Bang, mengapa kamu selalu membuatku deg-degan, jangan buat aku selalu berharap padamu, bang.!" Gumam Inara dalam hati, ia senang dengan perhatian kenzo karena memang itu yang dia harapkan.

Tetapi juga takut dengan perhatian dan kelembutan Kenzo kepadanya membuat dia berharap lebih, tetapi perasaannya tidak bisa dinyatakan hanya membuat hatinya sakit.

"Aaaww..!! Inara memegang dahinya sambil mengusap-usapnya karena sakit ia dapat sentilan dari Kenzo.

Ya, Kenzo menyentil dahinya Inara karena ia melihat Inara melamun tidak mendengarkan panggilannya.

"Apa yang kamu pikirkan, jangan berpikir aneh-aneh." Ucap Kenzo sambil tersenyum ia senang melihat kekesalan Inara.

"Sakit tau! Tuh kan memerah!." Ucap Inara ia melihat dahinya dikaca spion Kenzo.

"Benarkah, sini aku tiup." Ucap Kenzo sambil menunduk ia siap meniup dahi Inara, tetapi inara menghindar karena ia tidak tahan bila Kenzo selalu berdekatan seperti itu padanya.

Kenzo hanya tersenyum lalu berbicara lagi. " ayo naik, dari tadi belum naik-naik juga, apa perlu aku angkat!." Ucap Kenzo lagi, sambil nyalain mesin motornya.

Inara hanya cemberut sambil naik keatas motor Kenzo lalu ia melihat kearah teman-temannya.

"Naura, Aira aku duluan ya!, kalian hati-hati saat pulang." Ucap Inara ia pamit kepada sahabatnya.

"Iya, kamu juga hati-hati!" Ucap mereka berdua, lalu ia juga mengambil motornya karena mereka membawa motor sendiri ke sekolah.

Sebenar Inara juga ingin membawa motor sendiri kesekolah tetapi tidak diizinkan oleh kedua orang tuanya, karena Ia belum lincah betul membawa motor juga belum memiliki sim.

"Pegangan erat-erat, kamu mau jatuh ya!" Ucap Kenzo kepada Inara, lalu inara memegang jaket Kenzo ia tidak berani memeluk pinggang Kenzo.

Kenzo memperhatikan tangan Inara memegang jaketnya, ia ingin menegur untuk memegang pinggangnya, tetapi ia urungkan karena belum saatnya, ia tidak mau membuat Inara takut padanya.

"Kita mau kemana, bang!" Ucap Inara karena penasaran kemana kenzo membawanya.

"Kita kepantai, disana ada cafe yang baru buka tempatnya sangat indah kamu pasti suka." Ucap Kenzo sambil tersenyum.

"Apa cafe tersebut menyediakan air kelapa muda." Ucap Inara lagi, karena hari panas begini jika minum air kelapa muda sangatlah enak.

"Ada! Cafe tersebut menyediakan banyak menu." Ucap Kenzo lagi, lalu ia fokus membawa motor sedangkan inara menyanyikan lagu minang kesukaannya.

Kenzo hanya tersenyum mendengar suara merdu Inara, sekali-kali ia juga ikutan bernyanyi karena ia juga tahu lagu yang dinyanyikan inara, dia juga suka.

Inara merentangkan kedua tangannya sambil menghirup angin yang menerpa wajahnya, karena ia membuka kaca helmnya.

"Aaa aku senang sekali" ucapnya sambil teriak saat merentangkan tangannya, lalu ia memegang pundak Kenzo, sambil bergumam dalam hati.

" seandainya waktu berhenti disini." Gumamnya ia sangat berharap waktu berhenti saat ia bersama Kenzo seperti saat ini, bernyanyi bareng, naik motor bareng.

.

.

.

1
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
😍
Cinta Lidya
❤️
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
kata Nara?
terima atau tidak masalah nanti?
Cinta Lidya
lanjut...
Cinta Lidya
lanjut...
Memyr 67
𝗇𝗒𝗂𝗆𝖺𝗄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!