NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:51.8k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Rusaknya Suasana

​​"Cukup, Harper," suara Dominic meluncur tertahan dari sela bibirnya yang mengatup rapat. Gengsinya terluka parah. Dia menatap lurus ke dalam mata Harper, berusaha menyembunyikan getaran pelan di ujung suaranya.

​"Tidak cukup, Dom! Aku belum selesai bicara!" bentak Harper, sama sekali tidak gentar melihat wajah bosnya yang mulai memucat. "Kau pikir dengan memakai jas mahal dan punya gedung pencakar langit, kau bisa sesukamu merendahkan..."

​"Ada keadaan darurat." Dominic memotong kalimat Harper dengan intonasi mutlak yang tidak menerima bantahan. Pria itu menegakkan tubuhnya kembali, memasang topeng dingin andalannya rapat-rapat.

​Harper mengerutkan kening. Amarahnya terhenti sejenak oleh perubahan topik yang mendadak ini. "Keadaan darurat apa? Kau baru saja bilang sedang inspeksi properti sambil menunggu mobil derek fiktifmu itu!"

​"Itu urusan sepuluh menit yang lalu," kilah Dominic lancar tanpa berkedip. Dia melirik sekilas ke arah Ryan yang masih berdiri canggung di belakang Harper. "Aku baru saja mendapat pesan dari Herman. Sistem keamanan lapis kedua kita baru saja dijebol. Ada peretas lain yang mencoba masuk ke server cadangan tempatmu menyimpan data tadi sore."

​"Itu tidak mungkin," bantah Harper cepat. Matanya menyipit curiga. "Enkripsi yang kubuat tidak bisa ditembus hanya dalam waktu beberapa jam. Siapa pun peretasnya, dia butuh waktu berhari-hari untuk memecahkan kode tersebut."

​"Mungkin kode buatanmu tidak sehebat yang kau banggakan, Nona Sloane," desis Dominic tajam. "Sistem kita sedang diserang ulang. Dan karena kau menolak ikut denganku ke Paris besok, kau harus bertanggung jawab membereskannya malam ini juga."

​Harper terdiam. Otaknya bekerja cepat. Instingnya mengatakan bahwa Dominic sedang berbohong. Pria ini sangat pandai menciptakan drama demi mendapatkan apa yang dia mau. Tapi di sisi lain, kalau ancaman itu benar, data triliunan rupiah milik klien Vance Corp bisa hancur malam ini juga. Sebagai karyawan, Harper tidak berani mengambil risiko sebesar itu.

​"Masuk ke mobil sekarang," perintah Dominic sambil membukakan pintu penumpang bagian belakang. Gestur yang seolah sopan itu sama sekali tidak menutupi sifat arogannya. "Kita harus segera kembali ke kantor. Setiap detik sangat berharga."

​Harper berdiri bimbang. Dia menoleh menatap Ryan. Kencan pertama mereka yang seharusnya diisi dengan obrolan hangat dan tawa, kini berubah menjadi adegan film laga murahan yang sangat melelahkan.

​"Ryan, aku..." kalimat Harper menggantung di udara. Dia merasa sangat tidak enak hati.

​Ryan tersenyum lembut. Pria berkemeja biru itu melangkah maju, lalu menyentuh pundak Harper dengan sangat sopan. Tidak ada raut kemarahan atau kekecewaan berlebihan di wajahnya, hanya pengertian yang sangat tulus.

​"Pergilah, Harper," ucap Ryan pelan. "Pekerjaanmu sangat penting. Banyak data krusial yang harus diselamatkan. Kau tidak perlu merasa bersalah padaku."

​"Tapi kencan kita hancur berantakan," bisik Harper penuh penyesalan. "Tikus di restoran, bos gila yang tiba-tiba muncul, dan sekarang keadaan darurat palsu... maksudku, darurat mendadak ini."

​"Kencan kita masih bisa diatur ulang," hibur Ryan. Dia bahkan sempat melirik ke arah Dominic yang sedang memelototinya tajam. "Lagi pula, aku sangat bersyukur bisa mengamankanmu dari kerumunan orang panik di dalam tadi. Setidaknya aku memastikan kau baik-baik saja."

​Harper tersenyum tipis. Rasa kagumnya pada Ryan semakin bertambah. Pria ini sangat sabar. "Terima kasih, Ryan. Aku janji akan menebus kekacauan malam ini. Aku yang akan mentraktirmu di kencan kita berikutnya."

​"Aku akan menagih janjimu," balas Ryan sambil mengedipkan sebelah matanya bercanda.

​Dominic yang melihat interaksi manis itu langsung menggeram pelan. Telinganya terasa panas mendengar kata 'kencan berikutnya'.

​"Kita tidak punya waktu untuk adegan perpisahan yang cengeng," sindir Dominic kasar. Dia mengetuk atap mobilnya dengan tidak sabar. "Waktu adalah uang, Harper. Cepat masuk."

​Harper menarik napas panjang, menekan amarahnya yang kembali naik. Dia menatap Ryan sekali lagi, memberinya anggukan perpisahan, lalu berbalik dan melangkah masuk ke dalam kursi penumpang Vancelo.

​Dominic langsung membanting pintu mobil itu dengan keras hingga menimbulkan suara dentuman nyaring. Pria itu berjalan memutar, lalu masuk melalui pintu di sisi lainnya dan duduk tepat di sebelah Harper.

​"Jalan," perintah Dominic singkat pada sopirnya.

​Mobil mewah itu melaju membelah jalanan kota yang masih ramai. Di luar jendela, pemandangan lampu-lampu kota berkelebat cepat.

​Di dalam mobil, suasana terasa sangat berat dan mencekam. Tidak ada satupun yang bersuara. Harper menyandarkan tubuhnya sedalam mungkin ke jok kulit, sengaja membuang muka menatap ke luar jendela. Dia sama sekali tidak mau melihat wajah Dominic.

​Dominic duduk tegak dengan rahang yang masih mengeras. Dia baru saja menang, berhasil menarik Harper menjauh dari dokter hewan itu. Tapi anehnya, dia sama sekali tidak merasa puas. Kalimat Harper di pinggir jalan tadi masih terngiang jelas di kepalanya.

​Kau setiap hari kerjanya hanya menyiksa orang...

​Dominic melirik lewat sudut matanya. Dia menatap pantulan wajah Harper di kaca jendela yang gelap. Wanita itu terlihat sangat kelelahan dan penuh beban. Rasa bersalah yang sangat asing tiba-tiba merayap masuk ke dalam dada Dominic. Rasa yang tidak pernah dia rasakan selama menjadi penguasa bisnis.

1
Savana Liora
halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
Siti Hasanah
CEO gilaaaa
MamDeyh
Blm up lagi nih kak😀
Savana Liora: halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
total 1 replies
Rismayanti Ishar
Alhamdulillah cerita Novelx bagus2 semua 👏👏👏👏
Rasax semangat banget klu baca alurx👌Tiap hari kerjaan rmh cpt2 saya selesaikan Krn satu tujuan 🤭 mau lanjt lanjut baca karya KK Savana Liora 🥰🥰🥰🥰
sehat dan sukses sell ya Thor & ditunggu karya selanjutnya 🤲🤲🤲🤲🤲
TETAP SEMANGAT 💪💪💪💪💪
Muft Smoker
good Harper ,,
Kalo perlu si Dom tu sruh tdur di atas air laut pake sekoci ,,
biar Tau rasa dy ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Rlyn
bgus harver🤭🤣
Muft Smoker
khawatir yx Pak bos ,,
makany jgn natckal Pak bos ,, nnti di tinggal Harper baru Tau anda ,,
😑😑😑
Eli Rahma
kok ada yaah manusia bentuknya modelan si Dom..bnr² bikin tensi naik nih
Fbian Danish
cemburu ni yeeee......
Pa Muhsid
galak amat pak bos cinta nya makin dalam ya makanya makin galak
Naureen Ridwan
punya boss kayak gitu ... udh q geprekk
Mei Saroha
kapan nihh bikin bos Dombret nyeselll.. pengen tau reaksinya
Sastri Dalila
cieee😅😅
Rlyn
pertama 🤭🤣
MamDeyh
Ya Allah kuatkan saya,Ya Allah kuatkan saya tiap baca kelakuan DomDom /Sob//Gosh/
Savana Liora: Aamiin
total 1 replies
Muft Smoker
pengen aq rujak si Dom ini kak ,,
boleh ta ,, 🤭🤭🤭😁😁😁

next kak
Muft Smoker: asyyaaap laa kak ,,
di rujak sing Lada ,, 👍👍👍🤭🤭🤭
total 2 replies
Maria Lina
emosi lamo"nengok dom thor
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
.
Mantappp
Mei Saroha
nelen ludah jangan lama2 Thor... kaga laper apa si Dom? eh, ud makan burger ya 🤭😊 tapi emosi tingkat dewa gitu pasti laper lagi kannn
Mei Saroha
jd pengen kasih bom kentut ke Dom mister perfect. asli nyebelin kuadrat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!