NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta saja tidak cukup

Fiola kembali ke kursinya yang di tempatinya bersama Cakra. Tadi dia ijin ke toilet.

"Kita pulang sekarang?" tanya Cakra sambil melihat jam di tangannya. Ngga nyangka Fiola mengajaknya makan siang di tempat yang cukup jauh dari markasnya. Juga harus merogoh sakunya lebih dalam.

"Oke." Keduanya berjalan beriringan dengan tangan Fiola dengan santainya merangkul lengan Cakra yang hanya meliriknya sekilas.

"Kalo papamu lihat bisa salah paham."

"Enggaklah. Kita udah kenal dari kecil, udah biasa, kan, begini," kilah Fiola tanpa beban.

Cakra menghela nafas berat. Dia tau sekarang dirinya memang sudah sulit kalo masih mengharap Fiola.

Beberapa tahun ini Fiola selalu mengajaknya ke tempat makan yang mewah dan tabungannya sedikit demi sedikit terkuras.

Memang tiap datang Fiola selalu membawanya oleh oleh barang barang branded seperti kemeja, celana panjang, sepatu bahkan dasi.

Kemudian Fiola selalu membawanya ke acara acara yang memang diperuntukkan kalangan atas. Fiola seakan ingin memberitau, disinilah tempatnya sekarang secara implisit.

Kalo dia mau meraihnya, maka dia harus bisa mensejajarkan diri dengan pergaulan perempuan ini.

Karena itu Cakra sealu bekerja sangat keras agar dia bisa secepatnya menjadi kapolres, atau wakillah. Jadi akan bisa membanggakan Fiola dan dapat membuatnya berubah pikiran. Serta mau menerimanya sebagai suami.

"Kalo aku nantinya tetap menikah dengan Febi, kita tidak bisa sedekat ini lagi." Cakra menahan pintu mobilnya, menatap Fiola yang juga sedang menatapnya. Perempuan itu juga tidak jadi masuk ke dalam mobil akibat mendengar perkataannya.

"Ngga bisa. Kedekatan kita ngga boleh berubah. Febi ngga bisa menghalanginya," sentaknya kesal. Ngga terima miliknya bisa dikuasai adiknya.

Cakra menghembuskan nafasnya. Terlihat lelah dan gusar.

"Kalo kamu yang menikah, apakah suamimu tidak cemburu melihat kita sedekat ini?" tantang Cakra.

Amarah yang berkobar kobar di dadanya langsung redup. Dia belum memikirkannya.

Melihat keterpakuan Fiola, Cakra segera masuk ke dalam mobil dan membanting pintunya degan cukup keras. Menyadarkan Fiola yang juga segera masuk ke dalam mobilnya.

"Aku belum ada calon, jadi aku belum memikirkannya."

Cakra masih diam dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan rasa jengkelnya. Dia memutar kasar kunci mobilnya bermaksud menghidupkan mesinnya untuk segera pergi dari tempat ini.

Tapi gerakannya tertahankan ketika dia merasakan bibir lembut Fiola menyentuh pipinya.

"Masa gitu aja marah." Fiola menjauhkan pipinya, tapi jarak mereka masih dekat.

Cakra segera menyelipkan tangannya di tengkuk Fiola dan menariknya hingga bibir mereka saling bertemu.

Fiola tersengal akibat ci uman hot Cakra. Laki laki itu tidak membiarkan Fiola melepaskan ci u man panasnya. Laki laki itu marah dalam ketakberdayaannya.

Dia memberikan nafasnya pada Fiola hingga gadis itu sedikit tertolong. Kemudian menjauhkan wajahnya ketika gadis yang sudah menolaknya ketagihan.

"Kamu.... curang....," kesal Fiola sambil membenarkan rambutnya yang jadi sedikit berantakan.

Cakra tidak berkata apa apa untuk mendebatnya. Padahal mereka juga sudah melakukannya saat gadis itu datang ke ruangannya tadi.

Cakra selalu bingung apa yang dimau Fiola. Dia tidak menolak dici um, tapi menolak jadi istrinya.

Hubungan apa sebenarnya yang sedang mereka jalani saat ini sebenarnya.

Cakra terus saja diam hingga dia mengantarkan Fiola ke apartemen temannya.

"Masih marah?" Fiola jadi ragu untuk keluar dari dalam mobil melihat wajah membeku Cakra. Ci uman Cakra juga tadi tidak seperti biasa, seperti saat di ruangannya tadi. Laki laki itu selalu memperlakukannya dengan lembut

Hanya beberapa kali Cakra bersikap begini.

"Turunlah."

Fiola masih diam. Dia tau apa yang bisa membuat wajah itu melunak lagi. Fiola selalu tidak bisa mengabaikan wajah marah Cakra.

Dia kemudian menci um bibir laki laki itu lebih lembut dan meletakkan satu tangan kekar itu di salah satu dadanya.

*

*

*

Gisela menyambut Fiola dengan hangat ketika melihat kedatangannya di apartemennya. Mereka memang sudah janjian.

"Diantar Cakra?" tebak Gisela ketika melihat tanda merah kebiruan di leher jenjang Fiola

"Hemm....." Fiola tadi sudah berusaha menolak ketika Cakra melakukannya, tapi laki laki itu tetap memaksa.

Dia segera melangkah ke arah kamar Gisela yang sudah biasa dia datangi. Dan melihat ke arah lehernya di cermin besar yang ada di sana.

Terdengar hembusan nafas kesal. kesalnya. Cakra selalu melakukan itu kalo dia marah. Dan hanya itu yang bisa membuat kemarahannya hilang.

"Aku ingin tau, setelah melihat ini apakah suamimu tidak merasa cemburu dengan kedekatan kita." Kata kata yang diucapkan Cakra dengan seringai nakalnya membuat Fiola jadi kepikiran.

Tapi dia tidak bisa marah karena Cakra sudah kembali lembut padanya. Dan tentu saja mengabulkan permintaannya, ngga bisa hadir makan malam bersama mamanya dan Febi-adiknya malam ini.

"Hubungan kamu dengan Cakra cuma gini gini aja?" ledek Gisella yang mengikuti langkah temannya memasuki kamarnya.

Fiola manyun.

"Sebentar lagi dia akan menikah dengan adikku."

Gisella membulatkan matanya. Kebenaran ini baru dia ketahui.

"Mamanya Cakra lebih menyukai adikku. Mungkin karena dia lebih penurut."

Gisella mengangguk mengerti. Kemudian dia menuangkan sirop melon dingin ke gelas.

"Minumlah." Gisella memberikannya pada Fiola.

"Thank's."

"Karena itu kamu mau mencari laki laki yang lebih dari Cakra?"

Fiola menganggukkan kepalanya. setelah meneguk sirop yang diberikan Gisella. Kemudian dia meneguknya lagi hingga tandas

Gisella manggut manggut sambil memperhatikan wajah teman satu profesinya

"Jadi kamu menargetkan Jetro?" tebak Gisella lagi yang dianggukkan Fiola.

Gisella tersenyum maklum.

"Kalo begini, sih, bisa ketampar jauh, tuh, mamanya Cakra."

"Harapanku," decaknya dengan wajah sebal.

Gisella tersenyum lagi, seolah memberikan Fiola semangat.

"Semoga berhasil."

"Makasih, Sel." Fiola terdiam sejenak. Dia menatap Gisella yang sedang menatapnya.

"Tadi aku ketemu Jetro. Tapi....." Fiola tidak jadi melanjutkan ucapannya.

"Tapi apa?" tanya Gisella beberapa jenak kemudian karena sia sia menunggu Fiola melanjutkan ucapannya.

"Dia seperti lupa sama aku."

"Udah biasa begitu. Kita ini, kan, hanya pramugari yang mereka gaji saat dibutuhkan," jawab Gisella tanpa beban.

Ganti Fiola menatap Gisella. Hatinya tertohok mendengarnya.

Masa dia ngga tertarik dengannya? Batinnya masih sulit percaya dengan kenormalan mata Jetro.

Banyak laki laki yang tertarik padanya di luar sana. Dia adalah porosnya. Apalagi Cakra.

"Gisel, kamu ngga pernah tertarik dengan salah satu di antara mereka? Ada juga, kan, di antara mereka yang jomblo," tanya Fiola penasaran dengan sikap cuek Gisella tiap bertemu dengan pria pria muda konglomerat yang tampan tampan.

Memang ada yang tampan karena penampilan wow mereka, tapi banyak juga yang sudah tampan karena bawaan lahir.

Bahkan masih muda muda tapi sudah menikah. Jadi istri kedua sepertinya tidak masalah. Tapi Fiola masih memikirkan kemarahan papanya kalo itu sampai terjadi. Makanya dia mengincar Jetro yang masih jomblo.

Gisela memainkan kedua kakinya. Dia sudah duduk di ranjangnya, di samping Fiola yang kini menatapnya serius.

"Aku hanya mau duit aja, Fio. Lain lain itu ngga ada dalam agendaku. Aku hanya mau hura hura aja selagi masih muda." Setelah mengatakan alasannya, Gisella tertawa renyah.

Fiola ganti yang manggut manggut.

"Begitu, ya." Dia agak tertohok mendengarnya.

1
Rahmawati
masih kaku nih pengantin baru, apalagi mereka bisa di bilang baru kenal langsung nikah
Rahmawati
udah pada tahu minesnya fiola mana mgkin mau di jodohkan sm dia
Tri Handayani
febi,,kalau masih kurang'cium aja duluan'kan udah jadi suami kamu,jadi aman...mlah mungkin jetro kesenangan.
Lusi Hariyani
yg lbih sweet lg dong jet sm istri y
Diyah Saja
jangannnn mamiiiiiii
Diyah Saja
ehhhh jangan salah Mak lampir itu mamiii tanya gih ke mamas Jetro biar di kasih tau vidio di cafe
Diyah Saja
haalahhh haaalahh lambeemu😂
Diyah Saja
singidan mamiii karna hatinya iri dengki😄
Lusi Hariyani
mn mau baim&dave mau kenalan sm fiola org mrk dh th bobrok y fiola🤣
Herman Lim
mn mau Baim sam Dave Sama cew yg sering masuk hotel bareng cow nya
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
gak ada yang mau sama Fiola karena para sepupu Jetro udah tau kebusukan hati Fiola tante🤣cocoknya sama Cakra emang sesama pecundang
Rahayu Ayu
Ga bakalan mau lah Baim sama Dave
lagian kan mereka dah tau gimana sifat aslinya Fiola,
Tri Handayani
mungkin kalau tante adriana tau sifat dan kelakuan fiola dia akan sana kya mama cakra g akan mengharap fiola jadi menantunya.
Ernaaaaa
dah tau kelakuan sifiona mana mau mereka
Susma Wati
fiola dengan keegoisan , kesombongan, dan iri hatinya akhirnya tidak mendapatkan apapun, cakra yang tadinya inginkan fiola apa adanya dan mengajak fiola berjuang untuk mendapatkan restu mamanya akhirnya pun dia menyerah melepaskan fiola dengan semua mimpinya yang ingin mengejar jetro, tapi kalau fiola sadar dengan kesalahan nya apakah cakra masih mau menerima fiola, walau restu mamanya sudah di dapat?
Evi Solina
sisi gelap pramugari YTTA 🤭
🔵MENTARY
mana mau Baim Dave ama Fio bekas kokop Cakra
Ariany Sudjana
bagus semua menolak kalau jalang murahan jadi istrinya 🤭🤭🤣🤣 tapi harus diwaspadai jangan sampai fiola menggunakan segala cara untuk menjebak Jetro, demi bisa jadi nyonya besar di rumah Jetro, maklum kan perempuan peliharaan
Zea Rahmat
baguss.. baim peka klo fiola calon2 playing victim
partini
ko bisa mommy mommy main jodohin aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!